Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Ketidakpercayaan


__ADS_3

Higarashi membalas senyuman itu, lalu pintu kereta antar planet tersebut menutup dengan sendirinya. Kemudian dengan cepat, alat transportasi itu berubah menjadi sebuah bintang kecil yang langsung melesat ke atas langit, menembus keluar dari Planet Palladina.


Tanpa membutuhkan waktu yang lama, mereka lantas memasuki atmosfer Planet Halida dan mendarat di halaman depan istana. Setelah fisik kereta antar planet itu berubah kembali seperti semula, Higarashi lalu membuka pintu dan berjalan keluar, sambil menggandeng istrinya. Begitu melihat sang Permaisuri yang masih hidup, semua orang yang berada di sana langsung terkejut dan melotot tajam ke arah Keira.


Mereka langsung membungkukkan badan untuk memberikan hormat kepada kedua pemimpin planet tersebut, dengan wajah yang kebingungan, bahkan ada yang terlihat ketakutan.


"Apakah dia adalah hantu dari Yang Mulia Permaisuri?!" tanya seorang pelayan perempuan yang berada di pojok halaman depan istana tersebut.


"Bukankah Yang Mulia Permaisuri sudah tiada?!" tanya seorang pelayan perempuan yang berdiri di sebelahnya.


Higarashi lantas berjalan masuk ke dalam istana sambil menggandeng tangan istrinya itu dengan wajah yang tampak gembira. Begitu mereka berada di dalam ruang utama, Leino tiba-tiba datang dari pintu samping, dan terkejut sambil melotot ketika ia melihat keduanya sudah kembali.


Dengan tergesa-gesa, Leino berjalan mendekati Higarashi dan Keira, lalu membungkukkan badan di depan mereka, hingga keduanya menghentikan langkah.


"Yang Mulia Raja! Yang Mulia Permaisuri! Ini adalah … adalah sebuah kejutan yang membahagiakan! Apakah … ini semua benar-benar terjadi?” seru Leino dengan wajah yang tampak senang hingga badannya gemetaran.


“Tentu saja, Leino! Berdirilah, dan perhatikan baik-baik!” balas Higarashi dengan senyum lebar.


Leino kemudian kembali berdiri, lalu menatap Keira dengan bola mata yang berkaca-kaca. Ia bahkan berkali kali mengusap wajahnya karena masih tidak memercayai siapa yang baru saja dilihatnya.


“Yang Mulia Permaisuri sudah kembali!! Ini benar-benar adalah sebuah … keajaiban!” serunya lagi dengan wajah yang gembira.

__ADS_1


"Kumpulkan semua orang sebanyak mungkin ke dalam ruang utama. Secepatnya! Aku sudah tidak sabar untuk memberitahukan kepada dunia tentang hal yang membahagiakan ini!" ujar Higarashi sambil menggenggam erat tangan istrinya itu.


"Yang Mulia!! Tentu saja, akan segera kulaksanakan!!" balas Leino dengan senyum lebar, dan langsung saja, ia berlari keluar dari ruangan tersebut untuk menjalankan perintah dari rajanya barusan.


Setelah Leino sudah tidak terlihat, Higarashi kemudian menatap Keira dan bertanya, “Bagaimana jika kita menunggu di dalam kamar?”


“Apa yang sedang kau lakukan sebenarnya, Higarashi?” tanya Keira balik kepada suaminya itu.


“Aku hanya ingin … mereka semua tahu bahwa hari ini adalah hari yang menggembirakan, sayang,” jawab Raja dari Halida tersebut sambil membelai rambut istrinya itu.


Wajah Keira tidak menunjukkan kegembiraan. Ia justru merasa gusar karena perasaan tidak enak yang sedang ia rasakan kepada Higarashi.


“Baiklah, aku agak lelah,” balas Keira dengan wajah yang datar, seolah masih menyimpan kecurigaan yang besar kepada suaminya.


“Duduklah,” ucap Raja dari Halida itu pelan.


Keira kemudian duduk di atas ranjang, bersama dengan Higarashi. Ia lantas melepaskan genggaman tangan suaminya itu, sambil menatap lurus ke depan. Wajah Higarashi langsung berubah menjadi penuh dengan kebingungan karena sikap istrinya barusan.


“Ada apa, Keira? Apakah kau tidak nyaman dengan istana ini setelah beberapa lama?” tanya pria muda tersebut sambil mengernyitkan dahinya.


Keira menghela nafas pendek, lalu menatap suaminya itu dengan wajah yang datar dan menjawab, “Ah, mungkin aku hanya lelah. Maafkan aku, Higarashi.”

__ADS_1


Raja dari Halida tersebut tiba-tiba meraih dan menggenggam kedua tangan Keira, kemudian berbisik sambil menatapnya dengan wajah yang gembira, “Kau … harus menjaga kesehatan, karena mengandung dengan cara mortal seperti itu tidak mudah. Aku sudah sering pergi ke Planet Bumi dan menyaksikan beberapa kelahiran di sana. Sungguh menyakitkan, dan aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu lagi, Keira!”


Keira menggelengkan kepalanya sekali sambil tersenyum, “Aku akan baik-baik saja, Higarashi. Lagi pula, aku adalah makhluk mortal, bukan?”


“Tidak. Aku akan menyiapkan perawat dan dokter yang paling handal di seluruh planet ini, untuk merawatmu. Aku juga akan memanggil beberapa perawat dari Palladina untuk melakukan Healing Renovatio kepadamu ketika waktunya tiba,” balas Higarashi sambil meletakkan kedua tangan Keira itu di dadanya.


Pria muda tersebut kemudian mendekatkan wajah dan mencium bibir Keira sambil memejamkan kedua matanya. Namun, Keira justru merasa gundah. Ia bahkan tidak membalas ciuman itu dengan penuh kasih sayang, melainkan wajah yang datar.


“Tidak. Ada sesuatu yang terjadi kepada Higarashi. Aku benar-benar tidak bisa membaca pikirannya! Apa yang sebenarnya sudah terjadi selama empat puluh hari kemarin?” gumam Keira di dalam pikirannya sendiri.


Sementara itu di luar istana, kabar kembalinya Keira mulai tersebar dengan cepat, bahkan beberapa pejabat rendah hingga tinggi, bangsawan, dan rakyat biasa, kini membicarakan sang permaisuri dengan wajah-wajah yang tampak kebingungan. Orang-orang yang baru saja dipanggil oleh Leino untuk berkumpul di ruang utama, terlihat sudah masuk ke sana satu per satu, dan tidak butuh waktu lama, ruangan tersebut sudah tampak penuh.


Bahkan, di luar istana juga terlihat ramai. Rakyat biasa yang tidak bisa masuk, hanya bisa mengelilingi gerbang sambil berusaha untuk mencari tahu apa yang akan diumumkan oleh sang Raja. Para pengawal tampak sibuk menjaga bagian luar istana, sementara para pelayan kini sibuk melayani para tamu undangan. Suasana di sana kini semakin gaduh dan tegang.


"Bukankah kita sudah melewati masa berkabung semesta? Mengapa tiba-tiba ada kabar bahwa Yang Mulia Permaisuri kembali dalam kondisi hidup?" tanya seorang pria pejabat rendah yang berada di tengah-tengah ruang utama istana dengan wajah gusar.


"Jika memang Yang Mulia Permaisuri kembali dalam keadaan hidup, lalu apa yang sebenarnya sudah terjadi? Apakah ia bangkit kembali dari kematiannya?" tanya seorang pria bangsawan yang berdiri di sebelahnya.


"Ah! Yang Mulia Permaisuri adalah seorang Crossbreed, ini pasti adalah sebuah keajaiban bagi Planet Halida!!" seru pria pejabat rendah yang berdiri di hadapan mereka, dengan senyum lebar.


“Kutukan! Ini pasti adalah pertanda bahwa Planet Halida sedang dikutuk oleh alam semesta!” seru seorang wanita bangsawan yang berdiri di sebelah pria pejabat rendah tadi, dengan wajah yang panik.

__ADS_1


“Itu dia! Kutukan tersebut pasti akan datang setelah ini! Planet Silverian sudah kembali seperti semula, bahkan mendapatkan posisinya kembali! Yang Mulia Permaisuri adalah seorang Crossbreed, yang pasti, planet ini akan mendapatkan hukuman karena sudah membawanya kemari!” seru pria pejabat tinggi yang pertama kali berbicara, dengan wajah gusar.


__ADS_2