Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Fisik yang Berubah


__ADS_3

Pesta yang meriah dimulai setelah itu, dan Neriya langsung saja turun dari altar, kemudian berjalan mendekati istrinya, Klafina, yang terlihat sedang berbincang-bincang dengan beberapa tamu undangan. Sementara Xyon terlihat sedang berdiri bersama dengan ketiga bawahannya. Beberapa orang tiba-tiba menghampirinya untuk menanyakan apapun tentang Keira, dan membuat Xyon harus melayani mereka walaupun pertanyaan yang ditanyakan memnbuatnya terusik.


Higarashi terlihat menggandeng Keira dan mengajaknya untuk turun dari atas altar dan berjalan keluar dari ruang utama, menuju ke kamar tidur baru mereka di belakang istana, karena para tamu undangan yang terlihat sibuk menikmati pesta besar itu.


“Higarashi, bukankah seharusnya kita melayani para tamu undangan itu?” tanya Keira.


“Biarkan saja mereka sibuk dengan satu sama lain. Aku hanya ingin berdua denganmu,” jawab Higarashi sambil masih menggandeng istrinya itu dan berjalan menyusuri sebuah lorong istana.


"Apakah kau akan membenciku karena hal ini?" tanya Keira lagi.


Higarashi mendadak menghentikan langkahnya, hingga membuat istrinya tersebut juga berhenti berjalan karena terkejut akan sikapnya. Mereka berdua kemudian saling menatap satu sama lain dengan wajah yang gusar, namun tetap saling bergandengan tangan.


Pangeran Mahkota dari Halida itu kemudian menggelengkan kepalanya, lalu menjawab, "Aku hanya … tidak begitu terbiasa melihatmu seperti ini …."


"Maafkan aku, Higarashi. Namun, rambut panjanag itu akan membuatku kesulitan dalam bertarung nanti," jawab Keira dengan wajah yang terlihat kecewa.


Higarashi yang melihat kekecewaan di wajah Keira, tiba-tiba meraih wajah istrinya itu dengan tangan kanannya sambil memeluk pinggang gadis berambut biru tua tersebut tersebut dengan tangan kirinya, dan mendekatkan tubuh Keira ke arahnya.


"Aku … tidak akan mempermasalahkan hal itu. Aku hanya takut jika kau merasa bebanmu semakin berat begitu kau resmi menikah denganku …," bisik Higarashi pelan.


“Apakah kau menikah denganku hanya karena aku adalah seorang Crossbreed?” tanya Keira.


Wajah mereka mendadak berubah menjadi serius.

__ADS_1


“Tidak ada penolakan dari kedua orang tuamu dan juga dirimu yang begitu menerimaku dengan tangan terbuka. Apakah kalian juga mengincar kekuatan kosmik yang kumiliki?” bisik gadis berambut tua itu pelan.


“Aku sudah tahu konsekuensi dari pernikahan ini. Tidak mungkin aku akan mengambil resiko yang besar jika bukan karena perasaan yang kumiliki dan keinginan untuk memiliki hatimu, Keira,” jawab Higarashi.


Higarashi mencium bibir istrinya itu dengan penuh cinta untuk beberapa saat, namun, Keira tiba-tiba melepaskan ciuman tersebut, lalu menatap Higarashi dengan wajah yang gusar.


"Aku berharap … kau … tidak lagi melindungiku untuk ke depannya …," ucap Keira pelan.


Higarashi langsung mengernyitkan dahinya dan menatap Keira dengan sorot mata yang tajam.


"Keira, apa yang sesungguhnya kau pikirkan? Apakah kau takut bahwa aku akan tewas di tangan para Silverian itu? Apakah kau meragukan kekuatan yang diberikan oleh Perdana Menteri Xyon kepadaku?” tanya Higarashi dengan wajah yang terlihat kesal.


Keira langsung menggelengkan kepalanya sekali, dan berkata, "Tidak, bukan itu, Higarashi. Aku … hanya takut pada kenyataan bahwa aku adalah seorang Crossbreed. Aku tidak lagi bisa percaya kepada siapa pun setelah ini ….”


Higarashi langsung memeluknya. Keira kemudian berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dengan membalas pelukan dari suaminya itu.


“Hmm. Aku tidak pernah melihatnya, jadi, aku tidak bisa menjawabmu, maaf, Keira,” balas Higarashi.


“Mereka berkata bahwa energi cinta itu adalah energi mortal yang sia-sia dan tidak berguna,” ucap Keira.


Mereka kemudian terdiam dan saling berpelukan. Namun, setelah beberapa saat, Keira tiba-tiba melepaskan pelukan tersebut, lalu menatap Higarashi dengan wajah yang panik.


"Astaga, Higarashi, kita masih ada resepsi pernikahan setelah ini. Aku harus segera kembali ke kamarku, karena para pelayan pasti sudah menunggu. Aku harus berganti gaun," ujarnya.

__ADS_1


"Untuk apa? Tidak perlu terlalu terburu-buru. Lagi pula resepsi pernikahan itu akan diadakan sore hari, bukan?" balas Higarashi dengan senyum di wajahnya.


Ia kemudian meraih tangan kanan istrinya itu dan mulai mengajaknya berlari menuju ke kamar baru mereka yang terletak di belakang istana. Namun mendadak, Leino berdiri di hadapan mereka dan langsung menghentikan langkah keduanya. Dengan sorot mata yang tajam, Leino lalu berjalan mendekati mereka berdua sambil memicingkan kedua matanya.


"Yang Mulia Pangeran Mahkota, apa yang sedang anda lakukan di sini? Masih akan ada pesta resepsi, dan Yang Mulia Putri Mahkota diharuskan untuk mengganti gaunnya terlebih dahulu," ucapnya dengan wajah yang datar.


"Astaga, sudah kukatakan padamu, Higarashi," bisik Keira pelan.


Higarashi hanya tersenyum kecil kepada Leino, lalu berkata, "Oh, masih lama, bukan? Hmm, masih ada waktu beberapa jam lagi, jadi, biarkan saja orang-orang itu berpesta terlebih dahulu, sementara aku dan Putri Mahkota akan berpesta di tempat lain!!"


Ia tiba-tiba melepaskan gandengan tangannya, lalu menggendong Keira, dan berjalan dengan cepat menuju ke kamar baru mereka, meninggalkan Leino dengan wajah yang terheran-heran tanpa berkata apapun kepada Sekertaris Kerajaan tersebut.


“Yang Mulia! Yang Mulia!” seru Leino, namun, karena Higarashi berjalan dengan cepat, ia hanya bisa menghela nafas panjang.


Keira agak terkejut dengan aksi cepat suaminya itu, lalu bertanya, "Uh, Higarashi, aku masih harus mengganti gaun ini. Kita akan pergi kemana?"


Higarashi tidak menjawab pertanyaan itu. Ia kemudian tiba di depan kamar baru mereka, dan dengan cepat, ia masuk ke dalam, kemudian menurunkan Keira dengan perlahan dan mengunci pintunya. Higarashi lantas menatap istrinya tersebut dengan senyum kecil di wajahnya.


"Masih ada lima jam lagi sebelum pesta resepsi dimulai. Jika kita masih berada di ruangan itu saat ini, mereka akan langsung menyerbu dan bertanya banyak hal tentang apapun itu mengenai dirimu, karena mereka sangat terkejut dengan kehadiranmu yang bahkan tidak mereka duga sama sekali, kau akan menikah denganku. Biarkan saja Perdana Menteri Xyon yang mengurus semuanya, sementara kau harus mengistirahatkan pikiranmu dari mereka. Lagi pula, kita tidak mengundang para Silverian, dan informasi tentangmu bisa saja bocor ke sana," ucap Higarashi pelan.


Wajah Keira memerah setelah ia mendengarkan ucapan manis dari suaminya barusan.


"Terima kasih sudah melindungiku … namun, mulai hari ini, aku juga adalah seorang penjaga galaksi bersama dengan paman-pamanku, jadi, aku harus berusaha untuk menahan seluruh rasa takutku. Tidak ada jalan mundur lagi setelah ini …," balas Keira, namun Higarashi langsung mencium bibirnya.

__ADS_1


Mereka berdua saling berciuman untuk beberapa saat, lalu, Higarashi melepaskan ciuman tersebut dan menggendong istrinya sambil berjalan menuju ke sebuah ranjang besar yang memang sekarang adalah ranjang milik mereka mulai hari ini. Ia kemudian membaringkan tubuh Keira perlahan di atas ranjang yang empuk itu.


“Aku tidak peduli dengan pemikiranmu tentang diriku. Aku mencintaimu dan aku akan membuktikannya. Para Silverian itu mungkin akan planet ini sekarang, namun, aku yakin kekuatan kosmik yang kita miliki sekarang sudah jauh lebih kuat daripada sebelumnya,” bisik Higarashi.


__ADS_2