
Mereka semua terdiam, khususnya Anexta yang terlihat sangat kebingungan. Ia bahkan memperhatikan bayi perempuan yang masih berada di dalam gendongan Yeria itu dengan wajah yang serius.
“Apakah aku mencintai anak itu? Ah, anak itu … hanya akan menjadi alatku, untuk membalas ulah para Silverian dan Flerix. Ia adalah seorang Crossbreed, bukan?” tanya Anexta di dalam hatinya, dengan penuh keraguan.
Namun, tiba-tiba, Xyon berkata, “Yang Mulia, anak ini tidak bisa berada di dalam istana. Cepat atau lambat, semua orang akan mempertanyakan kehadirannya, siapa dirinya, dan dari mana asalnya. Wajahnya persis sekali dengan anda, dan ketika ia sudah semakin bertumbuh besar, semua orang akan bertanya kepada anda.”
Keringat dingin Anexta mulai mengalir membasahi wajahnya. Ia tampak sedang berpikir keras dengan cepat, karena anak itu bisa saja menangis kencang nantinya.
“Ah,” desahnya dengan wajah yang terlihat kesal.
Xyon mendadak berlutut di hadapannya, dan membuatnya terkejut sambil melotot tajam ke arah sang Jenderal Senior itu.
“Yang Mulia, bagaimana jika … jika anak ini … tinggal di dalam Planet Bumi saja untuk sementara waktu?” tanya Xyon dengan wajah yang serius.
Anexta benar-benar menjadi terkejut, begitu pula Yeria, setelah mendengarkan pertanyaan tersebut.
“Planet Bumi? Apa maksudmu, Jenderal Senior Xyon? Bukankah akan lebih berbahaya jika ada yang melihat anak ini?” serunya, sambil mengernyitkan dahi.
Xyon menghela nafas panjang, lalu membalas, “Yang Mulia. Kita tidak bisa berlama-lama membiarkan anak ini berada di dalam istana. Semua orang bisa merasakan energi yang berbeda dari anak ini, karena ia adalah seorang Crossbreed, dan sudah pasti ia akan menjadi incaran dari para pejabat yang mungkin, akan membunuhnya karena takut dengan kutukan alam semesta. Namun, tidak bagi manusia mortal. Mereka akan melihat anak ini sebagai manusia biasa, dan aku merasa, membiarkannya untuk tinggal di dalam Planet Bumi, akan jauh lebih baik, anda bahkan bisa menyembunyikan identitasnya di sana.”
__ADS_1
Anexta terdiam sesaat, namun, ia mulai mengangguk pelan setelah mulai mengerti maksud dari ucapan Xyon itu. Ia kemudian berpikir sebentar, sambil masih menatap bayi perempuan yang sedang tertidur lelap di dalam gendongan Yeria itu.
“Namun, jika ia berada di sana, para Silverian itu bisa saja mengetahui keberadaannya. Mereka pasti akan kembali lagi ke Planet Bumi dan membuat kekacauan, dan bukan tidak mungkin, mereka akan merasakan energi yang kuat dari anak ini,” ucap Anexta dengan penuh keraguan.
Xyon menggelengkan kepalanya, “Anda tidak perlu khawatir, Yang Mulia. Kami akan memperhatikan Planet Bumi, bergantian dari jarak yang jauh.”
Wajah Anexta terlihat masih penuh dengan keraguan, namun, tampaknya ia tidak bisa lagi berlama-lama untuk mengambil sebuah keputusan. Ia kemudian berdiri, ya, setelah melahirkan, tentu saja karena Healing Renovatio yang membuatnya cepat pulih. Dengan cepat, ia berjalan menuju meja kerjanya, dan membuka laci yang berada di sebelah meja tersebut.
Anexta lalu meraih sebuah kertas kosmik, lalu duduk di atas kursi yang berada tepat di balik meja kerjanya itu. Dengan wajah yang serius, ia menggenggam erat kertas kosmik tersebut, sambil mendekatkannya ke mulut.
Kertas kosmik itu tiba-tiba bersinar, dan Anexta mulai menghela nafas panjang sebelum berbicara di hadapan benda itu.
Ia kemudian menghela nafas panjang lagi, lalu melanjutkan, “Keira adalah anak kandungku. Ayahnya sudah tewas dibunuh oleh seorang Silverian, dan aku terpaksa harus membiarkannya tinggal di dalam Planet Bumi, untuk menutupi identitasnya sebagai seorang Crossbreed, karena aku ingin agar ia menjadi wanita yang kuat, untuk melawan para Silverian, dan mengembalikan kedamaian bagi Galaksi Metal. Keira akan kuberikan gelar Yang Mulia Putri di depan namanya jika ia kembali ke Planet Palladina, namun, aku tidak akan menjadikannya sebagai Putri Mahkota. Ia akan kubebaskan untuk hidup sesuai dengan kemauannya sendiri, karena ia bukanlah immortal seperti kita semua. Baiklah, aku akan mengakhiri pernyataan ini, terima kasih.”
Anexta kemudian kembali menghela nafas panjang. Kertas kosmik itu lalu melipat dirinya sendiri dan berubah menjadi sebuah amplop yang rapi. Sang ratu dari Palladina itu lantas memasukkannya ke dalam laci yang tadi, dan menguncinya rapat-rapat.
Ia lalu menatap bayi perempuan yang baru saja dilahirkannya itu, dengan wajah yang sendu. Tampak seolah ia tidak menyukainya, namun, tetap saja bayi itu adalah anaknya sendiri.
“Jenderal Senior Xyon, bawalah anak itu ke Planet Bumi dan carikan orang tua yang baik baginya. Kalian berlima akan mengawasi planet biru itu, usahakan agar tidak ada yang mengetahui tentang hal ini, ataupun keberadaannya. Awasi juga pergerakan para Silverian yang mungkin akan kembali ke sana. Anak itu akan kusiapkan untuk menjadi alat pembalasan dendam, pada suatu saat nanti jika ia sudah siap. Aku sendiri yang akan mengajarinya,” ucap Anexta.
__ADS_1
“Yang Mulia, lalu, bagaimana setelah anda mencapai tujuan itu? Apa yang akan anda lakukan kepada anak ini?” tanya Xyon dengan raut wajah yang terlihat sedikit gundah.
Anexta terdiam sebentar, lalu menjawab, “Aku sendiri yang akan membunuhnya.”
Yeria dan pelayan-pelayan wanita itu terkejut mendengar jawaban tersebut, namun tidak dengan Xyon.
“Kita tidak tahu kutukan seperti apa yang akan diberikan oleh alam semesta, dan kapan kutukan itu akan menghampiri Planet Palladina. Karena hal itulah, setelah aku berhasil mengalahkan para Silverian tersebut dengan kekuatan dari anak ini, aku akan segera membunuhnya, demi kebaikan seluruh Galaksi Metal,” ucap sang ratu dari Palladina itu dengan nada yang tegas.
Xyon kemudian berdiri tegak, lalu menatap Anexta dengan wajah yang serius.
“Aku akan segera melaksanakan perintah anda, Yang Mulia,” ucapnya.
Anexta lalu menatap Xyon dengan sorot mata yang tajam dan berkata, “Bawalah anak itu bersama denganmu pada malam hari ketika semua orang sedang tertidur dan sibuk dengan diri mereka masing-masing. Beritahukan kepadaku di mana kau menempatkannya di sana, agar aku bisa menjemputnya suatu saat nanti. Kau juga harus memberitahukan perintahku ini kepada keempat jenderal lainnya, dan jangan sampai ada kebocoran informasi tentang anak itu.”
“Baik, Yang Mulia,” balas Xyon.
Anexta kemudian menoleh ke arah Yeria, lalu berucap, “Kau dan pelayan-pelayan wanita itu, jika ada orang lain yang mengetahui hal ini, maka kalian tidak akan lolos dari hukumanku!”
Dengan badan yang gemetar, Yeria dan pelayan-pelayan wanita itu membungkukkan badan mereka dan membalas, “Baik, Yang Mulia. Kami akan merahasiakan hal ini sampai kapan pun.”
__ADS_1