Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Kegelisahan


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Higarashi terlihat sedang berjalan masuk ke dalam ruang utama dengan Leino yang mengikutinya dari belakang. Orang-orang yang berada di sana langsung menoleh dan memberikan jalan kepada mereka. Raja dari Halida itu kemudian berjalan naik ke atas altar, lalu berdiri tepat di tengah-tengahnya, bersama Leino yang kini berada di sampingnya, namun dengan jarak yang agak jauh.


Ia menatap ke arah orang-orang tersebut. Sorot matanya tajam dan wajah yang serius, membuat semuanya terdiam dan suasana menjadi tegang.


"Para Halida yang sangat kuhormati. Izinkanlah aku untuk memberitahukan kepada kalian sebuah kabar yang sedang beredar di seluruh penjuru planet ini, yang mengatakan bahwa Yang Mulia Permaisuri Keira sudah kembali, dan ia sedang berada di dalam istana dalam keadaan hidup dan baik-baik saja,” seru Higarashi dengan nada tinggi.


Mereka semua langsung terkejut setelah mendengar kabar tersebut. Suasana langsung menjadi gaduh dengan cepat.


“Astaga, apakah ini berarti, kutukan sang Crossbreed akan mengancam planet kita?” tanya seorang wanita bangsawan yang berada di pojok ruangan itu, kepada temannya, wanita pejabat rendah yang berdiri di sebelahnya.


Seorang pria pejabat tinggi yang berada di barisan paling depan tiba-tiba bertanya dengan wajah gusar, "Yang Mulia, lalu bagaimana dengan kondisi Yang Mulia Permaisuri saat ini?"


Higarashi lantas menoleh ke arahnya, kemudian menjawab dengan nada tinggi, "Ia baik-baik saja walaupun masih sangat lemah setelah memberikan sebagian besar energi antimateri miliknya untuk membawa kedamaian kembali ke dalam Galaksi Metal, dan mengembalikan Planet Silverian ke posisinya semula. Ia juga sudah mengubah energi gelap milik mereka, menjadi energi gravitasi, yang tidak akan lagi membuat galaksi ini gaduh."



“Namun, Yang Mulia, beberapa dari kami memang melihat ledakan energi kosmik yang besar itu dari sini, dan tidak mungkin …,” ucap seorang pria bangsawan yang berdiri di sebelah pria pejabat tinggi tadi, sayangnya, Higarashi langsung memotong dengan berseru, “Aku sudah berterima kasih kepada Raja dan Permaisuri dari Diamona karena sudah menyelamatkan istriku dan membawanya kembali ke Planet Palladina. Kalian tidak perlu bertanya bagaimana caranya Yang Mulia Permaisuri bisa selamat, karena … kutukan itu memang tidak pernah ada. Buktinya, alam semesta menjaganya tetap hidup, bukan?”


Langsung saja jawaban itu membuat kegaduhan yang semakin menjadi di dalam ruang utama istana tersebut.

__ADS_1


“Tidak mungkin! Jika Planet Silverian sudah berubah, apakah raja mereka masih akan mengincar Yang Mulia Permaisuri dan planet ini? Perang masih akan terus berlanjut! Kutukan itu masih tetap ada!” seru seorang pejabat rendah yang berdiri di barisan depan dengan wajah yang tampak panik.


“Apakah yang kau maksud adalah Raja Aerim dari Silverian? Ia sudah berubah. Energi gelap itu tidak lagi menyelimuti dirinya, dan bahkan, ada kemungkinan besar bahwa ia akan ikut menjadi penjaga galaksi, bersama dengan Planet Palladina dan Planet Halida,” jawab Higarashi dengan tegas.


"Yang Mulia!! Raja Aerim dari Silverian menjadi penjaga galaksi?! Bukankah justru ini semua terjadi karena dirinya dan mendiang Raja Flerix yang menginginkan kematian Yang Mulia Permaisuri, akibat dendam yang selama ini mereka simpan kepada Perdana Menteri Xyon atas seluruh kejadian buruk yang menimpa Planet Silverian sampai kemarin?" tanya pejabat rendah tadi dengan nada tinggi.


"Tuan, Yang Mulia Permaisuri sudah menyelesaikan tugasnya sebagai seorang Crossbreed. Apakah Anda ingin berkunjung ke Planet Silverian dan melihat kondisi di sana sekarang juga?" tanya Higarashi dengan wajah yang serius.


Kegaduhan semakin menjadi setelah Higarashi berkata seperti itu. Karena sepertinya suasana semakin tegang, Raja dari Halida tersebut lantas berdehem dengan keras hingga mereka terdiam dan kembali memperhatikannya.


"Tenanglah, rakyat-rakyatku! Bahaya yang pernah mengancam kita kemarin, kini sudah tidak ada lagi. Kedamaian sudah kembali ke dalam galaksi yang kita cintai ini. Ah, dan satu hal lagi, aku akan mengabarkan pada kalian semua, bahwa sesungguhnya Yang Mulia Permaisuri Keira sedang mengandung sepasang anak kembar, secara mortal. Para perawat sudah memastikan hal tersebut, sebelum aku masuk ke dalam ruangan ini,” ucapnya dengan wajah yang serius dan nada tegas.


“Kabar apa lagi ini? Astaga! Yang Mulia Permaisuri sedang mengandung! Apakah ini bukan berarti bahwa kutukan itu memang tidak ada?” seru seorang pria pejabat tinggi yang berada di barisan tengah.


Higarashi tersenyum setelah mendengar seruan tersebut, lalu membalas, "Sepasang anak kembar yang ada di dalam kandungan Yang Mulia Permaisuri adalah darah dagingku, dan beberapa bulan ke depan, istana ini akan dipenuhi oleh teriakan anak-anak, bukan?"


Beberapa orang tiba-tiba tersenyum, bahkan ada yang saling bergandengan tangan setelah mendengar ucapan tersebut.


“Sudah pasti, kutukan itu sepertinya sudah menghilang! Yang Mulia Permaisuri telah mengembalikan Planet Silverian seperti semula, bersama dengan kedamaian di dalam galaksi ini!” seru seorang wanita bangsawan yang berdiri di barisan samping kiri ruangan tersebut dengan senyum lebar.

__ADS_1


"Hidup Yang Mulia Raja, hidup Yang Mulia Permaisuri!!" seru seorang pria pejabat tinggi yang berada di barisan depan dan tiba-tiba membungkuk, memberi hormat kepada rajanya tersebut.


Aksinya kemudian diikuti oleh semua orang yang ada di sana, sambil berteriak, "Hidup Planet Halida! Hidup Galaksi Metal!"


Namun, setelah mereka semua kembali berdiri tegak dan suasana kembali tampak ceria, seorang pria misterius yang memakai jubah putih dengan rambut berwarna emas dan bola mata ungu tua, berjalan keluar dari ruangan itu secara sembunyi-sembunyi, dan terus melangkah hingga ia tiba di halaman depan istana, lalu berhenti di balik sebuah pohon besar yang ada di pojok istana tersebut.


“Dasar perempuan Crossbreed bodoh. Azure Shield mungkin bisa melindungi planet ini dari energi gelap, namun tidak dengan … materi gelap! Haha!” gumamnya dengan senyum sinis.



Tubuhnya mendadak diselimuti oleh kabut-kabut hitam, lalu dengan cepat, rambutnya dan jubahnya lantas berubah warna menjadi hitam. Ia kemudian menghilang begitu saja, tanpa jejak. Tidak ada yang mencurigai aksinya barusan, karena semua orang yang berada di dalam ataupun luar istana, kini sedang berpesta setelah mendengarkan kabar tentang Keira yang sedang mengandung sepasang anak kembar dari raja mereka, Higarashi.


Di dalam kamar pribadinya, Keira tiba-tiba merasakan dadanya sakit. Ia bahkan berkeringat dingin, dengan mata yang melotot tajam ke depan, sambil memeluk dirinya sendiri.


“Materi gelap, Keira! Seseorang yang bisa mengendalikan materi gelap!” seru Demira yang mendadak muncul di dalam pikiran Permaisuri dari Halida itu.


Wajahnya langsung berubah, dari gusar menjadi panik.


“Tidak mungkin! Aku tidak pernah mendengar materi gelap! Aku sudah memusnahkan energi gelap dari Planet Silverian, dan tidak akan ada lagi yang akan menggunakannya sebagai kekuatan kosmik karena daya hancurnya luar biasa! Aku sudah mengorbankan energi antimateriku kepada alam semesta, namun apa itu materi gelap? Demira!” serunya dengan nada rendah, sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2