
Hari demi hari, bulan bahkan sudah berganti tahun, dan tidak terasa, sudah enam tahun berlalu sejak tewasnya Anexta. Galaksi Metal mendadak damai, tanpa ada serangan dari para Silverian, namun, sebelumnya, setiap hari secara bergantian, prajurit-prajurit Palladina akan berpatroli ke seluruh penjuru galaksi, namun, setelah beberapa waktu tidak ada pergerakan dari dalam Planet Silverian, Xyon memutuskan untuk mengubahnya menjadi satu minggu sekali.
Langit Planet Bumi yang cerah pada pagi hari, dan aktivitas kota kecil yang sangat sibuk, membuat seorang anak perempuan dengan rambut berwarna biru tua dan bola mata biru muda serta memakai baju terusan berwarna sama dengan rambutnya, yang tinggal di dalam sebuah toko minuman, merasa sangat semangat untuk memulai harinya.
“Ayah! Ibu!” serunya, lalu ia duduk di atas kursi yang berada tepat di belakang meja makan, tepat di sebelah seorang pria yang baru saja tersenyum kepadanya.
“Keira, kau sangat bersemangat sekali,” ucap seorang wanita, Eleina, yang sedang menyajikan sarapan bagi anak perempuan itu, Keira, dan suaminya, Dairu.
“Ya, karena aku akan pergi ke taman dan mengambil kelopak-kelopak bunga krisan itu lagi!” seru Keira sambil menunggu sarapannya.
Pria yang duduk di sebelahnya adalah ayah angkatnya, Dairu, yang kemudian membalas ucapannya, “Kau selalu pergi ke sana sendirian, apakah aku harus menemanimu kali ini?”
Keira menggelengkan kepalanya, lalu berkata, “Tidak! Aku bisa melakukannya sendiri!”
Eleina dan Dairu langsung tertawa kecil setelah mendengarkan jawaban itu. Setelah sarapan siap saji di atas meja, mereka kemudian duduk bersama dan mulai memakan sarapan tersebut.
Mereka sudah merawat dan membesarkan Keira layaknya anak kandung mereka sendiri, walaupun demikian, mereka berdua sama sekali tidak merahasiakan apapun kepadanya, bahwa ia adalah anak yang mereka temukan di depan pintu rumah mereka enam tahun lalu.
Meski demikian, Keira sangat mencintai kedua orang tua angkatnya itu, demikian juga Eleina dan Dairu. Setiap harinya, ia akan bangun jam enam pagi, dan langsung memakan sarapan bersama dengan kedua orang tua angkatnya itu. Sebenarnya, ada sebuah jenis minuman baru yang sekarang mereka jual, yakni sari bunga krisan, yang dibuat oleh Eleina sendiri juga dibantu oleh Keira.
__ADS_1
Karena bahan dasar minuman tersebut adalah biji bunga krisan, maka dari itu, baik Keira atau Eleina, secara bergantian, setelah menghabiskan sarapan pagi, salah satu dari mereka berdua akan mengambil sebuah keranjang yang ukurannya tidak terlalu besar, yang berada di sebelah pintu masuk rumah, kemudian keluar dan pergi menuju ke sebuah perkebunan bunga krisan milik Dairu, yang lokasinya agak jauh dari toko minuman tersebut.
Jika Eleina yang pergi, maka Keira yang akan membersihkan toko minuman sebelum dibuka pada pukul sembilan pagi, begitu pula sebaliknya. Sementara Dairu, akan membereskan kaleng-kaleng dan botol-botol minuman yang akan dijualnya hari itu juga di atas rak pajang. Setiap hari, mereka bertiga lewati dengan penuh canda, tawa, senyum dan cinta. Benar-benar keluarga yang sempurna … untuk sekarang.
Di sisi lain, di dalam istana kerajaan Planet Halida, tepatnya ruang makan istana, kedua pemimpin planet ini, Yang Mulia Raja Neriya dan istrinya, Yang Mulia Permaisuri Klafina, dan anak laki-laki mereka satu-satunya, Pangeran Mahkota Higarashi, sedang menikmati sarapan pagi yang baru saja disajikan oleh para pelayan istana.
Neriya tiba-tiba dengan cepat menghabiskan sarapannya, seolah sedang terburu-buru ingin melakukan sesuatu. Melihat hal ini, istrinya, Klafina, tersenyum ke arah suaminya itu.
"Apa yang sudah menyebabkan sang raja menghabiskan sarapannya dengan begitu cepat?" tanyanya.
Neriya tersenyum setelah mendengar pertanyaan dari istrinya barusan, lalu ia menjawab sambil meletakkan kembali sendok yang baru saja ia gunakan di atas meja, "Ah, sayang. Ada yang ingin sekali aku sampaikan kepadamu dan anak kita.”
Ia lalu menatap suaminya dengan sorot mata yang tajam, lalu bertanya, "Katakanlah, Yang Mulia Raja."
Neriya berdehem sedikit, lalu membalas, "Begini, Higarashi sudah selesai menempuh pendidikan menengahnya, berarti, bukankah ia sekarang sedang menikmati libur panjang? Ah, aku sebenarnya ingin sekali mengajak kalian berdua untuk kembali mengunjungi Planet Bumi yang indah itu, hanya sekadar melepas penat dari seluruh tugas-tugas kerajaan ini. Nah, bagaimana setelah selesai menghabiskan sarapan, kita langsung pergi ke sana?"
Klafina langsung tersenyum lebar kepada Neriya, kemudian berkata, “Kau sangat menyukai planet biru itu, bukan? Sampai kau memberikan nama kepada anak kita ini dengan nama yang sangat, kebumian.”
Neriya hanya tertawa kecil sambil tersipu malu setelah mendengarkan ucapan tersebut.
__ADS_1
Klafina lalu menatap Higarashi yang terlihat masih menikmati sarapan paginya dan bertanya, "Lalu bagaimana menurutmu, Higarashi?"
"Hmm, mengapa tidak? Boleh saja, itu adalah ide bagus, Ibunda. Lagi pula sudah lama sekali dari terakhir kita mengunjungi Planet Bumi," jawab Higarashi sambil masih berusaha mengunyah makanannya.
Senyum langsung merekah begitu Neriya mendengar istri dan anaknya setuju dengan ide liburannya itu.
"Pelayan!" serunya, "Segera siapkan kereta antar planet dan kebutuhan lainnya untuk menginap selama tiga hari di dalam Planet Bumi, untuk tiga orang! Aku, permaisuriku, dan pangeranku! Katakan pada sekretaris kerajaan, Leino, bahwa selama aku berada di dalam Planet Bumi, maka ia akan menjaga Planet Halida untuk sementara waktu. Aku tidak akan menerima pekerjaan formal selama liburan ini!"
“Baik, Yang Mulia,” seru beberapa pelayan istana yang mendengar seruan dari sang raja barusan.
Mereka langsung menundukkan kepala, kemudian mereka dengan cepat, berjalan keluar dari ruang makan untuk melaksanakan perintah dari sang raja.
Neriya tiba-tiba menjadi sangat gembira, lalu ia menatap Klafina dan berkata, “Oh, ayolah, cepat siapkan semuanya. Aku sangat menantikan liburan ini! Ah, aku akan segera mengambil uang Bumi yang masih kusimpan di dalam lemari baju!”
Klafina tertawa kecil setelah mendengarkan ucapan dari suaminya barusan.
Neriya adalah seorang pemimpin yang sangat bijak. Ia memiliki rambut pendek berwarna coklat dengan bola mata yang berwarna merah terang dan memakai baju lengan pendek berwarna coklat serta celana panjang hitam. Istrinya, Klafina, adalah seorang wanita yang sangat lembut, memiliki rambut berwarna merah darah, dengan bola mata yang berwarna emas dan memakai baju terusan lengan pendek berwarna merah. Mereka berdua sudah menjadi pemimpin Planet Halida selama hampir empat puluh tahun, dengan gelar Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Permaisuri.
Sementara Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi, usianya baru saja menginjak dua belas tahun. Ia memiliki rambut berwarna merah darah seperti ibunya, dengan bola mata yang berwarna merah terang, memakai baju lengan panjang biru tua dan celana panjang putih. Ia sangat tampan, bahkan beberapa pelayan perempuan istana dan putri-putri dari planet lain banyak yang menganggumi ketampanannya.
__ADS_1
Neriya dan Klafina hanya memiliki satu orang anak, karena … tampaknya sang raja lebih menyukai perjalanannya ke Planet Bumi, daripada memikirkan tentang keturunan. Ia bahkan tidak ingin lagi memiliki anak lainnya karena trauma pada saat ia harus menyerahkan lima puluh persen energi kosmiknya untuk Wormbye demi Higarashi yang masih berada di dalamnya, pada waktu itu.