
Iona menelan ludahnya, lalu berusaha untuk membuka kedua mata perlahan sambil memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan tersebut.
“Yang … Mulia, maafkan aku, namun pria muda itu berkata bahwa Yang Mulia Ratu masih hidup. Aku tidak mendengar apapun setelahnya, karena para pengawal terus berteriak memintanya untuk pergi dari sana,” ucapnya sambil kembali memejamkan kedua mata dengan wajah yang ketakutan.
“Tidak mungkin. Ledakan energi kosmik yang luar biasa itu sudah membuat Planet Silverian kembali seperti semula, dan dengan hal itu, tidak mungkin Yang Mulia Ratu masih bisa hidup! Kau, ah … kalian! Jaga mulut kalian baik-baik, walaupun kalian tidak menyukainya, hanya karena ia adalah seorang Crossbreed!” seru Higarashi dengan wajah yang tampak kesal kali ini.
Kedua perawat perempuan itu langsung menunduk hingga dahi mereka menyentuh tanah dengan wajah yang benar-benar ketakutan.
“Maafkan kami, Yang Mulia Raja, namun, aku sama sekali tidak berani berbohong kepadamu tentang hal itu! Anda bisa langsung menanyakannya kepada pengawal yang sedang berjaga di depan halaman istana kemarin siang!” ucap Iona dengan bibir yang gemetar.
Higarashi mengepalkan telapak tangan kanannya setelah mendengarkan hal itu, lalu ia berlari ke arah yang berlawanan, meninggalkan keduanya tanpa berkata apapun, dengan wajah yang tampak kesal, namun penuh dengan rasa penasaran.
Kedua perawat perempuan tadi kemudian melotot, lalu mengangkat kepala mereka dan terkejut begitu melihat sang Raja yang sudah tidak lagi berada di hadapan mereka.
“Ke mana Yang Mulia? Bukankah ia masih berada di sini baru saja?” tanya Hael sambil mengernyitkan dahinya.
Mereka lantas menoleh ke kanan dan ke kiri, dan karena tidak menemukan Higarashi, keduanya lalu berdiri, kemudian kembali berjalan menuju ke ruang perawat. Sementara itu, di halaman depan istana, Higarashi terlihat sedang berlari ke arah dua orang pengawal yang sedang berjaga di balik pagar depan.
Wajahnya tampak kesal, ia bahkan mengepalkan kedua tangannya dengan erat hingga memerah. Kedua pengawal yang memakai baju besi tersebut langsung menundukkan kepala begitu Higarashi berhenti melangkah dan kini berdiri di hadapan mereka.
“Yang Mulia Raja,” ucap keduanya bersamaan.
Dengan nafas yang masih terengah-engah, Higarashi lantas berkata, “Mengapa kalian masih juga mengusir orang-orang yang datang dari luar? Bukankah aku sudah meminta Leino untuk memberitahukan kepada kalian bahwa Planet Halida sudah kembali dibuka untuk umum?”
__ADS_1
Kedua pengawal itu langsung melotot, lalu berlutut hingga tangan-tangan mereka menyentuh tanah, dengan wajah yang tampak panik setelah mendengarkan hal itu, kemudian salah satu dari mereka berkata, “Yang Mulia Raja, maafkan kami!”
Higarashi menghela nafas panjang, lalu menggelengkan kepalanya sekali.
“Astaga! Kalian!” serunya dengan nada tinggi dan wajah yang semakin memerah.
Ia kemudian mengubah fisiknya menjadi sebuah bintang kecil, lalu melesat ke luar angkasa. Tidak butuh waktu lama, ia lantas memasuki atmosfer Planet Palladina dan mendarat di halaman depan istana kerajaan planet itu.
Setelah kembali mengubah fisiknya seperti semula, semua orang yang berada di sana lalu menundukkan kepala mereka sebentar untuk memberi hormat kepadanya. Higarashi kemudian berlari masuk ke dalam istana dengan wajah gusar, namun karena terburu-buru, ia tiba-tiba menabrak seorang pria yang juga sedang berlari, namun berlawanan arah dengan dirinya.
“Ah!” seru Higarashi.
Mereka kemudian terjatuh karena tabrakan yang cukup kencang setelah menghantam tubuh masing-masing.
Ia langsung melotot begitu melihat pria tersebut, kemudian berseru dengan wajah yang tampak terkejut, "Aerim?!"
Pria itu lantas menoleh ke arah Higarashi, lalu mengernyitkan dahinya dan membalas, "Higarashi?!"
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?!" tanya Higarashi sambil berusaha untuk berdiri.
Aerim kemudian berdiri, lalu menatap Higarashi dengan wajah yang tampak kesal, berjalan mendekatinya dan berdiri di hadapan Raja dari Halida itu.
Ia tiba-tiba meraih kerah baju Higarashi, menggenggam dan menariknya sambil berseru, “Kubah ajaib bodoh yang menutupi istanamu selama empat puluh hari itu benar-benar membuat darahku mendidih!! Mengapa kau melakukan hal sebodoh itu, Higarashi? Astaga!"
__ADS_1
"Kehilangan Keira adalah sesuatu yang besar! Lalu mengapa dengan kubah itu? Mengapa kau terus menerus memaksa untuk masuk ke dalam istanaku? Bukankah kau lihat sendiri bahwa aku dan seluruh Halida sedang berduka atas kehilangan seorang istri, seorang permaisuri, dan seorang pemimpin?” tanya Higarashi dengan nada tinggi.
"Hei, bodoh. Aku, Xyon, Weim, Arex, dan Nordian, sudah berusaha pergi ke sana untuk menemuimu berkali-kali, secara bergantian, demi memberitahukan kepadamu bahwa Keira sudah ditemukan dalam keadaan hidup. Raja dan Permaisuri dari Diamona menemukannya sedang pingsan di ruang hampa udara, lalu membawanya kemari. Astaga, aku kesal sekali begitu melihatmu di sini! Kau benar-benar keterlaluan! Mengapa kau harus menutup istanamu, bodoh?! Berkata bahwa kau akan melindunginya, namun lihatlah apa yang sudah kau lakukan!" seru Aerim dengan nada tinggi.
Ia kemudian melepaskan cengkramannya pada kerah baju Higarasgi setelahnya, lalu menghela nafas panjang sambil menatap Raja dari Halida tersebut dengan sorot mata yang tajam. Wajah Higarashi tiba-tiba berubah menjadi sendu, hingga Aerim kebingungan karena hal itu.
“Hei, ada apa denganmu?! Bukankah kau tadi ingin memarahiku?” tanya Aerim dengan nada tinggi.
“Kau berkata bahwa Keira masih hidup. Aku ... ingin segera menemuinya. Di mana dia sekarang? Aku juga ingin segera bertemu dengan Perdana Menteri Xyon dan bertanya tentang banyak hal kepadanya,” jawab Higarashi sambil menatap ke arah Aerim dengan kesedihan di wajahnya.
Aerim justru terlihat semakin kesal begitu melihat wajah Higarashi yang sendu.
Ia menghela nafas pendek untuk menenangkan diri, kemudian berkata, "Higarashi, Xyon tidak memperbolehkanku membawa anakku, Reix, ke dalam Planet Silverian, walaupun sekarang kami sudah berubah. Jadi, aku akan sering berkunjung kemari untuk membuktikan bahwa aku pantas menjadi ayah yang baik bagi Reix.”
"Ah, rupanya kau sudah resmi menjadi seorang ayah. Selamat, Aerim," ujar Higarashi pelan.
"Selamat juga untukmu, Higarashi. Keira sedang mengandung anak-anakmu, dan kondisinya sudah sangat membaik sekarang. Ia dan kedua janinnya sangat kuat walaupun ledakan energi kosmik itu ternyata adalah energi antimateri yang ia lepaskan untuk Planet Silverian,” balas Aerim sambil masih menatap Higarashi dengan wajah serius.
"Di mana Keira sekarang, Aerim?! Aku … sangat ingin bertemu dengannya,” ucap Higarashi dengan mata yang melotot tajam.
Aerim kembali menghela nafas panjang sambil menahan emosinya, lalu berkata, "Ia sedang berada di dalam kamarnya. Higarashi, Keira tidak pernah meninggalkan planet ini demi menjaga kandungannya, kau bisa tenang karena kami semua menjaganya secara bergantian. Ingatlah bahwa aku masih menyukainya, dan jika kau melakukan hal ini lagi kepadanya, aku akan memaksanya untuk menceraikanmu!"
Higarashi hanya mengangguk pelan, namun tiba-tiba, seorang pria yang muncul dan berdiri di belakang Aerim berseru, "Aku akan membawamu kepada Keira, Higarashi."
__ADS_1