Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Masa Lalu - Bagian XXVII


__ADS_3

Xyon kemudian menoleh lagi ke arah anak laki-laki itu, lalu berucap, "Hyerixon. Aku akan selalu mencintaimu. Walaupun aku mungkin akan jauh darimu, namun aku akan selalu kembali kepadamu dan ibumu. Aku akan berusaha untuk tinggal bersama kalian, suatu saat nanti. Aku akan sangat berusaha, jadi, tunggulah Ayah, ya?"


Wajah Xyon terlihat sangat sedih, namun ia sendiri tidak mungkin tidak kembali ke Planet Palladina walaupun anak dan istrinya berada di dalam Planet Bumi, dan di satu sisi, ia justru menyesal karena sudah menjadi seorang jenderal.


“Jika aku mengetahui bahwa kau sedang mengandung, aku tidak mungkin akan mengambil ujian kerajaan dan menjadi seorang jenderal. Aku akan lebih memilih untuk melarikan diri, dan tinggal bersama dirimu dan anakku. Namun penyesalan memang selalu … datang terlambat, bukan?” bisik pria muda itu dengan wajah sendu.


Melihat wajah suaminya tersebut, Hyerin kemudian mendekatinya dan mencium bibir Xyon. Pria muda itu sangat menikmatinya. Keduanya lantas tidur di ranjang yang sama, bertiga, dengan anak laki-laki mereka.


Keesokan harinya, Hyerin yang sudah bangun terlebih dahulu, tampak berjalan keluar dari kamarnya, untuk membelikan sarapan bagi ketiganya. Setelah beberapa saat, ia lalu kembali dan meletakkan sebuah tas kain di atas lantai, kemudian membangunkan Hyerixon dan Xyon.


Setelah keduanya sudah bangung, ia lalu memandikan Hyerixon, sementara suaminua menunggu Hyerin sambil duduk di samping ranjang. Setelah itu, perempuan berambut hitam tersebut menggendong anaknya yang kini sudah berpakaian rapi, dan membawanya kepada Xyon.


Dengan senang hati, Jenderal muda itu memangku anak laki-lakinya sambil sesekali membuat Hyerixon tertawa. Hyerin yang baru saja selesai menyiapkan sarapan pagi dan meletakkannya di atas meja kecil di hadapan mereka, lalu hendak menyuapi anak tersebut.


“Aku saja yang melakukannya,” ucap Xyon dengan senyum lebar di wajahnya.


“Aku tidak pernah melihatmu tersenyum selebar itu, Xyon. Kau selalu dingin dan wajahmu selalu datar. Namun lihat sekarang. Kau benar-benar menyebalkan,” balas Hyerin sambil juga ikut tersenyum.


Xyon kemudian mengambil sebuah kotak makan, lalu mulai menyuapi anak laki-lakinya tersebut sambil sesekali mengajak Hyerixon untuk bermain. Keluarga yang bahagia, walaupun semuanya harus dirahasiakan.


“Bagaimana jika aku mengajak Hyerixon untuk bermain bersama denganku hari ini? Bukankah kau harus segera pergi bekerja?” tanya Xyon kepada istrinya, setelah ia selesai menyuapi anak laki-lakinya itu.

__ADS_1


“Apakah kau tidak keberatan dengan hal itu?” balas Hyerin pelan.


“Lantas bagaimana selama ini kau menjaganya?” tanya suaminya tersebut sambil mengernyitkan dahi.


“Ah, aku mengambil libur untuk beberapa bulan untuk merawat Hyerixon sejak ia lahir, namun begitu usianya sudah menginjak enam bulan, aku terkadang meminta bantuan dari Nyonya pemilik penginapan ini, atau aku akan membawanya bekerja bersamaku,” jawab Hyerin.


“Maafkan aku, aku tidak bisa membantumu sama sekali,” ucap Xyon dengan wajah yang sendu sambil menggendong Hyerixon dengan kedua tangannya.


Hyerin tersenyum kecil, kemudian berkata, “Ia adalah anak yang baik, dan tidak pernah sama sekali merepotkanku. Terkadang Nyonya pemilik restoran itu juga menjaga Hyerixon dan bermain dengan cucunya.”


“Aku … ingin sekali tinggal bersamamu di sini,” bisik Xyon pelan.


“Bukankah kau berkata bahwa kau harus kembali dalam tiga hari?” tanya Hyerin.


“Aku akan membawa Hyerixon hari ini bersamaku, jadi, kau bisa pergi bekerja,” ucap Jenderal muda itu.


“Baiklah, namun aku harap kau akan membawanya kepadaku jika waktu makan siang sudah tiba,” balas istrinya.


Xyon mengangguk. Mereka kemudian keluar dari kamar milik Hyerin, namun, tanpa mereka sadari, dari kejauhan, Arnea yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya, tidak sengaja melihat ketiganya. Pangeran Mahkota itu memicingkan kedua matanya.


Kebetulan saja, Klara masih berada di dalam kamar, dan ia sebenarnya sedang menunggu istrinya itu untuk keluar. Ia lalu memperhatikan Xyon dari kejauhan, yang sedang berjalan dengan seorang perempuan.

__ADS_1


“Xyon? Mengapa ia menggendong seorang anak dan berjalan bersama dengan seorang wanita? Sebentar, mengapa anak itu memiliki warna rambut yang sama dengan Xyon?” gumam Arnea dalam pikirannya, sambil mengernyitkan dahi.


Hari itu juga, Hyerin membiarkan ayah dan anak tersebut, untuk pergi bersama, sementara ia bekerja. Xyon tentu saja sangat senang, ia bahkan mengajak Hyerixon untuk melihat pemandangan di pinggir danau sambil bermain. Ia juga tidak lupa membelikan mainan untuknya.


Tampaknya hari ayah dan anak sudah dimulai, dan Xyon sangat senang, namun juga sedih karena memikirkan bahwa lusa, ia harus segera kembali ke Planet Palladina. Begitu matahari tepat di atas kepala mereka, Jenderal muda itu lantas membawa Hyerixon kembali kepada Hyerin yang masih berada di restoran, untuk makan siang bersama.


Xyon kemudian akan kembali membawa anak laki-lakinya untuk bermain, dan ketika malam sudah tiba, ia akan menunggu Hyerin di depan restoran tempat istrinya bekerja, sambil menggendong Hyerixon. Mereka lalu berjalan kembali ke penginapan bersama-sama, malam bersama di dalam kamar Hyerin, dan tampaknya, mereka juga akan tidur di dalam satu kamar, lagi.


Hal yang sama juga terjadi keesokan harinya. Namun tanpa mereka sadari, Arnea pagi-pagi sekali rupanya sudah berdiri di depan pintu kamarnya bahkan sebelum Klara terbangun, hanya untuk memperhatikan Xyon dari kejauhan.


“Mencurigakan sekali,” bisik Pangeran Mahkota itu sambil memicingkan matanya.


Benar saja, pagi itu, Xyon kembali keluar dari kamar yang sama seperti kemarin, sambil menggendong seorang anak laki-laki dan berjalan bersama dengan seorang perempuan. Kecurigaan Arnea menjadi semakin bertambah karena mereka tampak seperti keluarga bahagia.


“Sebenarnya, apa yang sedang terjadi dan mengapa Xyon terlihat akrab sekali bersama dengan anak laki-laki dan perempuan itu? Apa yang sedang dirahasiakan oleh Xyon? Mengapa juga anak itu memiliki warna rambut yang sama dengannya? Astaga,” gumam Arnea dalam pikiran, sambil mengernyitkan dahinya.


Xyon masih mengajak Hyerixon untuk mengunjungi beberapa tempat yang menjual mainan. Tentu saja anak itu sangat senang, karena ayahnya sudah bermain dan menemaninya. Ia tidak mau lepas dari Jenderal muda tersebut, bahkan di saat tidur pun, ia akan langsung mencari ayahnya. Hari yang menyenangkan, namun tanpa terasa, malam mulai kembali tiba, dan pada keesokan harinya, Xyon harus segera kembali ke planet asalnya.


Ketika Hyerixon sudah tertidur dan malam semakin pekat, Hyerin tampak duduk di atas lantai sambil menyandarkan kepalanya di bahu Xyon.


“Aku benar-benar minta maaf, tidak bisa memberikanmu sebuah pesta pernikahan yang indah, tidak juga bisa menjadi ayah yang baik untuknya,” ucap Xyon dengan wajah sendu.

__ADS_1


“Bisakah kau tidak terus menerus meminta maaf, Xyon? Walaupun aku tidak ingin kau pergi, namun … kau sudah menjadi seorang ayah yang baik untuk dua hari. Lagi pula menunggu bukanlah suatu hal yang menyiksa karena kau pasti akan kembali lagi kepada kami. jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan hal itu,” balas Hyerin dengan senyum kecil yang terpaksa.


__ADS_2