Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Energi Alam Semesta


__ADS_3

Hari demi hari, bulan demi bulan sudah terlewat tanpa adanya gangguan dari para Silverian itu lagi. Anexta mulai bisa menghirup nafas lega karena Galaksi Metal kembali tenang.


Namun, tetap saja ketakutan akan adanya aksi mendadak dari para Silverian yang mungkin terjadi, membuat sang ratu kembali memerintahkan Xyon dan keempat jenderal lainnya untuk semakin sering berpatroli dan langsung melaporkan kepadanya apabila ada hal-hal yang mencurigakan ketika mereka sedang berpatroli di luar angkasa, khususnya Planet Silverian.


Pada suatu hari, Xyon yang sedang berpatroli bersama dengan Arex dan Weim di ujung galaksi, terlihat sedang melayang-layang di ruang hampa udara dengan jarak yang berdekatan. Sepertinya mereka ingin menyudahi patroli untuk hari ini.


“Menyebalkan sekali, kita harus berkeliling, setiap hari, dari ujung ke ujung galaksi. Ini semua karena ulah para Silverian menyebalkan itu!” seru Arex dengan wajah yang kesal.


“Mereka kini sudah mampu mengendalikan energi gelap. Padahal, energi gelap itu menguasai tujuh puluh persen alam semesta ini, menjadikannya sebagai energi yang kuat dan berbahaya, bahkan tidak ada satu pun planet yang berani mengendalikan energi gelap karena takut akan kekuatannya. Berani sekali mereka!” seru Weim yang juga mulai terlihat kesal.


Arex menghela nafas panjang, lalu berkata, “Energi gelap itu menakutkan. Bukan hanya kau akan mendapatkan senjata kosmik, namun kau juga akan memiliki kekuatan kosmik yang kuat, yang bahkan energi bintang yang dimiliki oleh para Halida, tidak mampu melawan kekuatan kosmik yang berasal dari energi gelap!”


Xyon terdiam sebentar, sepertinya ia sedang berpikir tentang sesuatu setelah mendengarkan percakapan dari kedua jenderal tersebut. Wajahnya bahkan terlihat sangat serius seolah ada sesuatu yang mengganjal hatinya.


“Mari kita kembali ke Planet Palladina,” ucapnya pelan.


“Xyon, apakah kau baik-baik saja?” tanya Weim.


“Aku akan melaporkan hasil patroli hari ini kepada Yang Mulia Ratu,” jawab Xyon.


Lalu dengan cepat, ia berubah menjadi sebuah bintang kecil dan melesat ke arah Planet Palladina.


“Hei!” seru Arex.

__ADS_1


Ia bersama dengan Weim kemudian ikut mengubah diri masing-masing menjadi sebuah bintang kecil yang juga dengan sangat cepat, melesat melewati ruang hampa udara untuk kembali ke Planet Palladina.


Begitu Xyon berhasil menembus atmosfer planetnya sendiri, ia kemudian mendarat di halaman depan istana dan mengubah fisiknya menjadi seperti sediakala, lalu dengan tergesa-gesa, ia masuk ke dalam istana, hendak mencari di mana sang ratu sedang berada sekarang.


Ia terus berjalan melewati beberapa lorong istana, lalu berhenti tepat di depan sebuah ruangan. Xyon kemudian mengetuk pintunya dengan perlahan.


“Yang Mulia, ini aku, Jenderal Senior Xyon,” ucapnya.


“Ah, masuklah!” seru seorang wanita dari dalam ruangan itu.


Xyon langsung membuka pintu dengan cepat dan masuk ke dalam ruangan tersebut, lalu menutup pintunya kembali rapat-rapat. Ia kemudian membungkukkan badannya sebentar, lalu kembali berdiri tegak dan menatap seorang wanita yang sedang duduk di atas kursi yang menghadap ke sebuah meja kerja dengan wajah serius.


“Jenderal Senior Xyon, ada apa?” tanya wanita itu, yang rupanya adalah Anexta, sang ratu dari Palladina.


Anexta tersenyum, lalu bertanya lagi, “Apa yang sedang ingin kau bicarakan, Jenderal Senior Xyon? Apakah ini tentang para Silverian itu?”


“Yang Mulia, maafkan aku. Walaupun aku sudah hidup selama hampir seratus tahun, namun, aku belum pernah melawan seseorang yang menggunakan energi gelap sebagai sumber kekuatannya,” jawab Xyon dengan wajah yang terlihat kecewa.


Anexta terdiam sebentar, kemudian ia kembali tersenyum kepada sang jenderal senior itu.


“Aku sudah membaca banyak buku kosmik tentang energi gelap. Tidak ada satu pun yang berani menggunakannya karena energi itu terlalu kuat. Kau bisa menjadi seorang Palladina juga seorang Halida dalam satu tubuh. Mengejutkan sekali,” ucap Anexta.


Xyon menghela nafas pendek, lalu mendadak ia teringat akan sesuatu, hingga wajahnya kembali terlihat serius.

__ADS_1


“Yang Mulia, Raja Flerix dari Silverian itu menggunakan kemampuan Televortare ketika aku hendak menyerangnya. Apakah … kita sebagai Palladina, sudah tidak mampu lagi menjaga galaksi ini?” tanyanya.


Anexta memutar kedua bola matanya sebentar, lalu kembali menatap Xyon dengan wajah yang ceria, dan menjawab, “Bahkan seorang Halida pun tidak akan mau menggunakan kemampuan Televortare jika tidak terpaksa sekali. Televortare membutuhkan energi yang amat besar, bahkan mereka butuh berhari-hari untuk mengisi ulang kembali energi mereka yang hilang akibat aksi tersebut.”


“Ya, anda benar, Yang Mulia. Maka dari itu, aku menduga bahwa lawan kita kali ini adalah energi gelap,” balas Xyon.


“Jenderal Senior Xyon, energi gelap menguasai tujuh puluh persen alam semesta, dan energi yang kita miliki, baik itu energi cahaya yang dikendalikan oleh para Palladina, energi bintang yang dimiliki oleh para Halida dan energi komet, asteroid, ataupun meteoroid dari ketiga planet lainnya, hanya memiliki porsi lima persen saja,” ucap Anexta lagi.


Xyon terdiam. Ia tampaknya sedang berpikir dengan sangat keras, hingga Anexta terlihat kebingungan dengan sikap dari sang jenderal senior itu.


“Ada apa, Jenderal Senior Xyon? Apakah kau memiliki ide lain untuk memperingatkan mereka agar tidak menggunakan lagi energi gelap sebagai sumber kekuatan mereka? Karena hal itulah, mereka sekarang menjadi sombong. Raja Flerix itu bahkan berani menantangku,” ucap Anexta dengan wajah yang kesal.


“Yang Mulia, hanya seorang Crossbreed yang mampu mengalahkan mereka, namun, ini hanyalah pemikiranku saja,” balas Xyon.


Anexta tertawa kecil sebentar, lalu ia kembali menatap Xyon dengan senyum lebar di wajahnya sambil berkata, “Crossbreed? Makhluk immortal mana yang mau berhubungan dengan makhluk mortal seperti manusia? Crossbreed adalah makhluk terkutuk karena mereka memiliki energi antimateri, akibat perkawinan seorang immortal dengan seorang mortal. Energi antimateri akan habis dengan cepat begitu Crossbreed tersebut berhasil mengendalikan energi lain yang berasal dari materi, Jenderal Senior Xyon.”


“Namun, Yang Mulia, energi antimateri adalah satu-satunya lawan yang terkuat bagi energi gelap milik para Silverian itu!” seru Xyon dengan nada tegas.


Anexta yang masih tersenyum, kali ini menjawab, “Jenderal Senior Xyon, kau sudah hidup sangat lama di dunia ini. Kau pasti juga tahu bahwa energi antimateri tidak bisa diisi ulang kembali, karena memang tidak ada sumbernya. Crossbreed adalah makhluk mortal yang memiliki kekuatan seorang makhluk immortal. Jadi, aku rasa tidak mungkin ada yang tega untuk melahirkan seorang Crossbreed hanya untuk melihatnya tersiksa karena kutukan dari alam semesta yang melekat kepadanya.”


Xyon kembali terdiam. Kali ini, ia mengangguk pelan, karena baru menyadari bahwa yang diucapkan oleh sang ratu adalah benar.


“Kita hanya bisa menunggu kapan lagi para Silverian itu akan mengacau, jadi, aku tidak ingin ada lagi korban dan perang antar planet. Ah, dan satu lagi, Jenderal Senior Xyon, bahwa sampai detik ini, belum ada satu pun Crossbreed yang lahir di dunia ini. Mereka akan membuat kekacauan yang lebih dahsyat dibandingkan para Silverian itu,” ucap Anexta lagi.

__ADS_1


__ADS_2