Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Pil Putih


__ADS_3

Higarashi kemudian berjalan mundur dan hendak memutar badannya, namun, pintu rumah itu mendadak terbuka dari dalam. Keira langsung menoleh ke belakang begitu ia mendengar suara pintu terbuka.


"Ajak pria itu masuk ke dalam, Keira!" seru seorang pria dengan tatapan tajam ke arah Higarashi.


Pangeran Mahkota dari Halida itu kemudian menghentikan langkahnya dan memutar badannya ke belakang. Ia langsung tersenyum sinis begitu melihat siapa yang sudah memanggilnya barusan.


"Paman Xyon!" balas Keira dengan wajah yang terlihat panik.


Pria yang baru saja memanggil Higarashi ternyata adalah Xyon.


"Uh, begini, karena kau pernah memberikan kami kunci rumah ini, ya … kami menunggumu hingga pulang, di dalam rumah ini," ucap seorang pria yang berdiri di samping Xyon dengan senyum yang dibuat-buat.


“Jenderal Senior Arex,” ucap Higarashi.


"Bawalah pria itu masuk ke dalam rumah, sekarang juga!" seru Xyon dengan wajah yang sedikit dipenuhi amarah.


Higarashi kemudian melangkah maju. Ia tidak jadi kembali pulang ke rumahnya sendiri, namun memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah Keira atas permintaan Xyon barusan.


“Namun, Paman …,” ujar Keira, sayangnya, Xyon langsung memotong, “Kau juga, masuklah!”


Keira menghela nafas panjang. Mereka berempat kemudian masuk ke dalam rumah, dan gadis itu kemudian menutup pintunya rapat-rapat.


Mereka berempat kemudian duduk melingkar di atas kursi masing-masing, dekat meja makan. Arex berada di sebelah Keira, dan gadis itu berada di sebelah Higarashi, sementara Xyon duduk sedikit agak berjarak dengan pria muda tersebut.


Suasana tampaknya terlihat agak tegang di antara mereka.


"Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi. Kau tahu ini sudah hampir tengah malam, dan kau mengajak seorang gadis untuk keluar bersama, seharian?" tanya Xyon, dengan sorot mata yang tajam.


Higarashi membalas tatapan itu, juga dengan sorot mata yang tajam dan menjawab, "Ya, kami berkencan."

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan dari Keira?" tanya Xyon lagi.


"Aku ingin melindunginya, dan menjadi pasangannya seumur hidupku, mencintainya dengan seluruh hatiku," jawab Higarashi.


Sang Perdana Menteri dari Palladina itu tertawa sinis sesaat, kemudian kembali bertanya, "Kau tahu konsekuensi atas perasaan bodohmu itu kepada Keira?"


"Ya, aku tahu. Para Silverian itu juga akan mengincarku dan planetku," jawab Higarashi dengan tegas.


Jawaban itu membuat wajah Xyon berubah. Tadinya ia berusaha tenang, namun kini ia mulai merasa kesal terhadap Higarashi. Ia kemudian merogoh saku celana kirinya dan mengeluarkan sebuah pil berwarna putih, lalu ia memberikan pil itu kepada Higarashi, walaupun belum diterima oleh pria muda tersebut.


"Jika kau memang ingin melindungi gadis Crossbreed itu, silakan telan pil putih ini. Dengan begitu, aku akan menerimamu sebagai kekasih Keira," ucap Xyon.


Higarashi langsung mengambil pil itu, namun Keira tiba-tiba berdiri dan berteriak, "Tidak! Paman Xyon! Apa yang sedang kau lakukan pada Higarashi? Ia tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua! Lepaskan saja, dan aku tidak akan menemuinya esok hari. Ini adalah hari terakhir aku bertemu dengannya!”


Xyon langsung menoleh ke arah Keira dan menatap tajam gadis berambut biru tua itu.


"Diam! Ini adalah urusan antara pria. Jika memang pangeran ini benar-benar mencintaimu dengan tulus, maka ia akan mengambil seluruh resiko yang akan dihadapi kedepannya ketika ia bersama denganmu, Keira! Aku melakukannya bukan demi dirimu, namun demi Galaksi Metal!" teriaknya.


Higarashi tanpa berpikir panjang, langsung saja menelan bulat-bulat pil berwarna putih tersebut.


“Higarashi!” teriak Keira.


Ia dan Arex langsung melotot melihat tindakan cepat yang dilakukan oleh sang pangeran mahkota dari Halida itu barusan. Mereka berempat lalu terdiam, namun setelah beberapa saat, Higarashi tiba-tiba mulai merasa kesakitan dari dalam dadanya.


Ia tadinya memang masih bisa menahan rasa sakit itu, namun setelah beberapa saat, ia akhirnya tidak sanggup lagi, karena sakit yang dirasakan semakin lama semakin kuat, dan akhirnya, ia mulai berteriak, "Argh!!!!"


Higarashi langsung memegang dadanya dengan tangan kanan, kemudian berlutut sambil berusaha menahan rasa sakitnya.


"Higarashi!" teriak Keira, lalu ia hendak berjalan mendekatinya, namun, Xyon langsung meminta Arex untuk menahan lengannya.

__ADS_1


Jenderal Senior itu langsung memeluk Keira dengan erat, agar ia tidak mendekati Higarashi yang terlihat semakin kesakitan.


“Paman!” seru Keira, berusaha melepaskan pelukan Arex dari dirinya.


“Kau tidak bisa ikut campur dalam masalah ini, Keira!” balas Arex.


Higarashi akhirnya tersungkur, sambil memegang dadanya dan melengkungkan punggungnya. Ia masih berteriak kesakitan, namun Xyon hanya memperhatikan sambil masih duduk dengan sangat tenang.


Keira berusaha berlutut agar Arex melepaskan dirinya, namun rupanya Arex masih lebih kuat memeluk tubuhnya. Setelah beberapa menit, Higarashi tiba-tiba berhenti menahan rasa sakitnya, bahkan tidak sadarkan diri dan memejamkan kedua matanya. Keira mulai menangis, sementara Arex masih menahan tubuhnya dan Xyon masih duduk dengan tenang di atas kursinya


Sementara itu di dalam alam bawah sadar Higarashi, ia terlihat sedang berada sebuah ruangan yang sekelilingnya berwarna putih, dengan seorang wanita yang sedang berdiri di depannya.


Seorang wanita dengan rambut pendek berwarna biru tua dan bola mata berwarna biru muda, tersenyum ke arahnya, kemudian berjalan mendekati dirinya dan berdiri di hadapannya.


Higarashi langsung berlutut di hadapan wanita itu, lalu berkata, "Hormatku, Yang Mulia Ratu Anexta dari Palladina."


Wanita itu sekarang berdiri sangat dekat di depannya, sambil masih tersenyum, ia bertanya, "Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi dari Halida. Apakah kau mengenalku?"


"Tentu saja, aku adalah seorang pangeran mahkota, dan memang kewajibanku untuk mengenal seluruh pemimpin planet yang ada di dalam Galaksi Metal dari buku kosmik yang pernah kupelajari, Yang Mulia," jawab Higarashi.


"Berdirilah," ucap wanita tersebut, Anexta, yang sudah lama meninggal dan kini hadir di dalam alam bawah sadar Higarashi.


Higarashi kemudian berdiri dan menatap Anexta dengan wajah yang serius, lalu bertanya, "Apa ada yang bisa kubantu, Yang Mulia?"


Anexta menghela nafas panjang.


“Keira sangat beruntung bisa menemukan pria sepertimu, bukan? Aku di sini hanya ingin menitipkannya kepadamu. Namun, kau harus berhati-hati pada energi yang ia miliki sebagai seorang Crossbreed. Ia belum terlalu bisa mengontrol energi sebesar itu, ditambah lagi, kau pasti akan memberikannya energi bintang suatu saat nanti. Para Silverian tidak mungkin akan melewatkan hal ini. Mereka akan menggunakan Keira sebaik mungkin. Aku memang sengaja tidak memberikannya gelar sebagai putri mahkota, karena beban yang ia miliki sekarang saja sudah terlalu berat,” balasnya.


Higarashi menundukkan kepalanya sebentar, lalu kembali berdiri tegak dan berkata, “Tentu saja, Yang Mulia. Aku akan menjaganya dengan sepenuh hatiku.”

__ADS_1


Anexta kembali tersenyum, lalu berucap, “Aku … pada awalnya hanya ingin memakai Keira untuk membalaskan dendamku kepada para Silverian, namun, begitu aku melihat wajahnya, aku justru mulai menyesalinya. Perdana Menteri Xyon, ia sedang memakai Keira hanya untuk balas dendam kepada mereka, jadi, aku tidak bisa terlalu percaya kepadanya. Aku harap, kau bisa membahagiakan Keira."


__ADS_2