
Sementara itu, Higarashi terlihat sedang berjalan di sebuah jalanan kota yang sepi, menuju ke rumah Keira sambil membawa sebuah tas kain yang berisi mainan.
“Mereka pasti senang dengan mainan baru ini!” gumamnya sambil tersenyum lebar.
Ia lantas memutuskan untuk berjalan dengan cepat, sementara dari arah yang berlawanan, seorang wanita berambut hitam terlihat sedang berlari sambil membawa sebuah keranjang yang berisi makanan. Mereka akhirnya menabrak satu sama lain, hingga keduanya terjatuh bersama dengan barang-barang bawaan mereka.
“Uh,” desah wanita itu, kemudian ia berusaha untuk kembali berdiri.
Higarashi kemudian berusaha untuk bangkit, namun, ia justru melotot tajam begitu ia menoleh ke arah wanita tersebut.
“Viora?!” seru Higarashi dengan wajah yang terkejut.
Wanita itu lalu menatapnya dengan wajah yang tampak kebingungan.
“Higarashi! Astaga, Maafkan aku!” serunya, kemudian ia mulai mengambil barang-barang miliknya dan Higarashi yang terjatuh, dengan tergesa-gesa.
Raja dari Halida tersebut langsung membantunya, namun tiba-tiba tangan mereka saling bersentuhan di salah satu mainan yang masih berada di atas tanah. Keduanya kemudian saling menatap satu sama lain dengan wajah yang memerah, namun, Viora langsung menjauhkan tangannya, kemudian kembali berdiri tegak sambil menoleh ke arah lain.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrakmu. Aku hanya terburu-buru karena harus kembali menuju ke restoran!" seru Viora dengan wajah yang panik.
"Restoran?" tanya Higarashi, setelah ia memasukkan seluruh mainan itu kembali ke dalam tas kain yang ia bawa.
Viora kemudian menatapnya sambil tersenyum kecil dan menjawab, "Aku baru saja menutup restoran yang berada di pantai karena kekurangan dana, lalu bekerja di sebuah restoran yang berada di dekat halte bus, dan hari ini, pemiliknya memintaku untuk mengantarkan makanan di sekitar sini ….”
"Ah, begitu rupanya," gumam Higarashi pelan.
"Ah, Higarashi, aku sudah lama tidak berjumpa denganmu, sudah hampir berapa tahun ini?" tanya Viora sambil melihat ke arah tas kain yang sedang dibawa oleh Higarashi.
Ia lantas melanjutkan pertanyaannya, "Apakah kau sudah memiliki anak?”
"Oh," balas Higarashi sambil mengangkat sedikit tas kain yang dibawanya dan menjawab, "ya, aku sudah memiliki dua anak kembar sekarang, dan baru saja aku pulang dari toko mainan setelah membelikan mereka mainan-mainan ini."
__ADS_1
"Begitu, rupanya …," ucap Viora dengan wajah yang kecewa, lalu ia melanjutkan, "tampaknya kau sangat mencintai anak-anak dan istrimu, Higarashi."
Higarashi langsung menurunkan tangannya dan menatap Viora dengan wajah yang gusar.
"Sebenarnya aku sudah berada di dalam Planet Bumi ini sejak lima tahun lalu karena istriku ingin membesarkan anak-anak di sini. Ke mana saja dirimu selama ini?" tanyanya.
"Aku … sebenarnya takut untuk kembali ke Planet Silverian. Aerim akan menganggapku sebagai pengkhianat. Jadi aku berpindah-pindah dari planet satu ke yang lainnya, namun tetap saja, ketakutanku akan Aerim sangat kuat, dan pada akhirnya, aku kembali ke sini," balas Viora sambil menunjukkan kepanikan di wajahnya.
"Mengapa kau tidak datang kepadaku? Mengapa kau menjauhiku pada waktu itu? Seharusnya kau datang kepadaku jadi aku bisa memberikanmu tempat sebagai pelayan di dalam istanaku," ujar Higarashi dengan wajah yang serius.
Viora langsung menatap Higarashi dengan bola mata yang berkaca-kaca sambil berkata, "Tidak mungkin. Kau pernah memintaku untuk menjadi permaisuri, dan aku takut istrimu akan mengetahui perasaan terlarang di antara kita, Higarashi. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga …."
"Keira tidak akan mencurigai dirimu. Lagi pula, kita tidak pernah ada hubungan apapun, bukan?" balas Higarashi dengan tegas.
Wajah Viora langsung terlihat gembira setelah mendengar pengakuan tersebut.
"Bolehkah, aku?!" tanyanya dengan bibir yang gemetar.
Higarashi kemudian mengangguk.
"Ah, iya, tentu saja," balas Higarashi dengan senyum lebar.
Dari kejauhan, Arex dan Nordian terlihat sedangberjalan ke arah Higarashi dengan wajah yang datar. Mereka baru saja kembali dari sebuah restoran sambil masing-masing membawa tas kain yang berisi kotak-kotak makanan karena Keira yang memintanya. Namun tanpa disengaja, Arex melihat Viora dan Higarashi yang sedang berpelukan. Ia langsung menghentikan langkahnya, membuat Nordian terkejut akibat aksi cepatnya itu dan ikut berhenti berjalan.
“Hei, ada apa?! Kau tiba-tiba berhenti seperti itu, astaga,” seru Nordian dengan wajah kesal.
"Nordian, hei, bukankah itu Higarashi?" tanya Arex sambil menunjuk-nunjuk ke depan, dengan wajah yang sangat, sangat serius.
"Di mana?!" balas Nordian sambil menunjukkan wajah yang tampak kebingungan.
Ia langsung menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Arex, lalu memicingkan kedua matanya, dan setelah beberapa saat, ia melotot begitu melihat Viora dan Higarashi yang baru saja melepaskan pelukan mereka.
__ADS_1
Dengan wajah yang kesal, Nordian bergumam, "Astaga pria muda itu, apa lagi yang ia sedang lakukan?!"
"Keira harus segera mengetahui hal ini! Keterlaluan!" seru Arex pelan.
“Pantas saja Keira tidak lagi terlihat mesra dengan raja bodoh itu! Hei, kita sebaiknya berjalan ke sana, agar tidak bertemu dengannya!” balas Nordian sambil mengepalkan tangan kanannya.
Mereka kemudian mengambil jalan yang berbeda untuk kembali menuju ke rumah Keira. Sementara itu, Viora dan Higarashi kini saling menatap satu sama lain dengan wajah yang gembira.
"Masuklah ke dalam Planet Halida, dan datanglah ke istana. Aku akan menyambutmu sebagai pelayan di sana," ujar Higarashi, "kalau begitu, aku harus kembali sekarang."
Viora mengangguk, lalu membalas, "Terima kasih, Higarashi! Aku akan segera datang ke sana!”
Higarashi kemudian berjalan meninggalkan wanita itu sendiri di sana. Viora langsung tersenyum sinis setelah melilhat Raja dari Halida tersebut sudah pergi jauh darinya.
"Segeralah masuk dalam jebakanku, Higarashi," gumamnya pelan.
Setelah beberapa saat, Higarashi tiba di depan rumah Keira, lalu membuka pintunya dan masuk ke dalam. Begitu kedua pangeran kecil tersebut melihat dirinya, mereka langsung berhenti bermain, kemudian berlari mendekatinya.
"Ayah!" seru Xavion dan Xevion bersamaan.
Keira dan Aerim terkejut dengan aksi cepat dari anak-anak itu, lalu berdiri, menoleh ke arah pintu. Higarashi kemudian berlutut dan memeluk keduanya dan memberikan mereka tas kain yang berisi mainan tadi.
"Nah, Ayah membelikan ini untuk kalian!" seru Higarashi dengan senyum lebar di wajahnya.
"Terima kasih, Ayah!" seru Xavion dan Xevion.
"Nah, kalian bermainlah dengan Rexi. Biarkan ayahmu masuk terlebih dahulu," seru Keira.
Kedua pangeran kecil itu kemudian berlari sambil menggenggam tas kain tersebut hingga ke ruang tamu, lalu mereka membuka dan mengambil mainan di dalamnya dan mulai bermain bersama dengan Rexi. Higarashi lantas berjalan ke arah Keira, setelah itu, ia berdiri di sebelahnya.
"Aku akan berbicara dengan Higarashi, berdua saja. Tolong jaga anak-anak, Aerim," ucap Keira kepada Aerim.
__ADS_1
"Baiklah," balas Raja dari Silverian itu pelan.
Keira kemudian berjalan naik ke lantai dua, menuju ke kamarnya, dan Higarashi mengikutinya dari belakang. Begitu mereka sudah masuk ke dalam kamar, Higarashi langsung menutup rapat-rapat pintunya, lalu menatap istrinya itu dengan wajah yang serius.