Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Demira yang Berani


__ADS_3

"Ssst! Diam! Tidak boleh ada yang tahu tentang hal ini!" bisik Keira pelan.


Demira mengangguk, lalu Keira melepaskan tangannya dari mulut wanita itu.


“Kita sama-sama sedang mengandung namun bedanya adalah, kau akan segera melahirkan sebentar lagi, sementara usia kandunganku masih terbilang cukup muda,” ucap Permaisuri dari Halida tersebut dengan wajah sendu.


"Keira, tidak mungkin …. Bukan, kau harus segera pergi dari sini!" seru Demira pelan dengan wajah yang tampak masih terkejut.


“Aku sudah berada di sini, Aerim juga sudah mengurungku, lalu, bagaimana caranya aku melarikan diri? Bukankah kau sendiri yang memohon kepadaku untuk tidak membunuh Aerim? Jika aku tidak berada di sini, Aerim kemungkinan besar akan dibunuh oleh Higarashi atau Paman Xyon, karena janin yang ada di dalam perutku ini tidak mungkin bisa selamanya bisa kusembunyikan. Cepat atau lambat, perut ini akan membesar dengan cepat dan mereka semua pasti akan berlomba-lomba untuk membunuh Aerim demi menjaga anak yang ada di dalam rahimku!" balas Keira dengan wajah serius kali ini.


Demira semakin melotot tajam setelah mendengar perkataan Keira barusan. Air matanya tiba-tiba menetes, membasahi wajahnya.


"Keira, maksudmu? Kau berusaha melindungi Aerim dan diriku?" bisiknya.


Keira menggelengkan kepalanya sekali sambil tersenyum kecil.


"Tidak, aku melakukan semua ini demi anak yang ada di dalam kandungan kita. Mereka sama sekali tidak bersalah dan berhak untuk menikmati hidup ini. Aku juga melakukan ini semua demi memutus kutukan yang selama ini sudah menyiksaku. Aku sudah tidak tahan lagi, Demira, namun, aku tidak ingin ada korban dalam perang ini lagi, atau menghancurkan Planet Silverian, ataupun membunuh Aerim, karena sejatinya, kalian semua sejak dari awal, adalah bagian dari Tata Surya Goldinian …," balas Keira dengan wajah sedih.


Ia lalu menatap ke arah perutnya sendiri, dan Demira mulai menyadari bahwa sebenarnya Keira … tidak pernah memiliki kesempatan untuk menikmati hidupnya.


“Sungguh tidak adil jika aku justru meminta kepadamu untuk melindungi kami, karena kau rupanya tidak pernah ada keinginan untuk membunuh siapa pun, termasuk Aerim dan planet ini, padahal … aku adalah orang yang membantu Aerim untuk membunuh seluruh orang terdekatmu, Keira,” bisik Demira dengan wajah sendu.

__ADS_1


Keira kemudian mengangguk sekali, lalu berkata, “Aku harus mengakhiri semua ini, Demira.”


"Keira, apakah janin yang ada di dalam rahimmu itu …," tanya Demira, namun, Keira langsung menjawabnya, "Mereka berdua adalah darah daging suamiku, Higarashi. Seorang perawat dari Palladina memberitahuku bahwa aku akan memiliki anak kembar."


Demira tiba-tiba melangkah mundur dengan wajah serius, dan hal itu mengejutkan Keira hingga ia juga ikut melotot ke arah wanita Silverian tersebut.


“Ada apa, Demira?!” tanya Keira dengan wajah yang panik.


"Tidak bisa, Keira! Kau harus menjaga baik-baik kedua janin kembarmu itu! Ini semua tidak sebanding dengan apa yang sudah kau dapat selama ini, Keira!" seru Demira dengan nada tinggi.


Ia hendak berjalan keluar, namun, Keira tiba-tiba berdiri di hadapannya, menghalangi langkahnya. Permaisuri dari Halida itu kemudian menatapnya dengan sorot mata yang tajam namun dengan wajah yang sedih.


"Jangan, Demira. Kumohon, jangan. Ini adalah kemauanku sendiri dan ini adalah keputusanku sendiri. Kau tidak berhak mencampuri keputusanku ini!" serunya.


Keira langsung memeluk Demira, lalu berbisik pelan sambil menangis, "Demira, aku sudah tahu bahwa permohonanmu kemarin itu adalah sebuah jebakan. Namun, aku datang ke sini murni karena kemauanku sendiri, dan aku benar-benar ingin mengakhiri semua ini. Lagi pula, aku adalah seorang Crossbreed. Kau tenang saja, aku tidak mungkin akan mati semudah itu."


Demira kemudian melepaskan pelukan itu, lalu mencengkram erat-erat kedua lengan Keira sambil berkata pelan, "Keira, kau memang seorang Crossbreed, namun, kau tidak mungkin tidak tahu bahwa jika energi antimateri milikmu habis, kau akan segera menua dengan cepat dan tewas. Keistimewaan yang kau miliki hanyalah karena kau mampu mengendalikan seluruh energi kosmik yang ada di dalam alam semesta ini tanpa batasan. Namun, Keira, kau bukan makhluk immortal. Semua anak hasil perkawinan silang akan selalu menghasilkan kecacatan, walaupun fisik mereka kelihatan sempurna. Keira, kau adalah makhluk mortal!"


Keira tiba-tiba terdiam. Ia tidak menyangka bahwa Demira akan berkata seperti itu.


Demira lalu menyingkirkan cengkramannya dari kedua lengan Keira, lalu berbisik dengan wajah sendu, "Keira, maafkan aku!”

__ADS_1


Tiba-tiba, kabut-kabut hitam menyelimuti seluruh tubuh Demira. Wajah Keira langsung terlihat panik begitu tahu bahwa wanita tersebut hendak melakukan Televortare di hadapannya.


"Tidak, Demira, jangan! Jangan!" teriak Keira dengan wajah yang gusar sambil hendak meraih lengan Demira, sayangnya, kabut-kabut hitam itu ternyata lebih cepat menghilang bersama dengan wanita Silverian tersebut.


Keira langsung berlutut, dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran. Air mata mulai mengalir deras membasahi wajahnya.


"Perang akan segera dimulai begitu Demira memberitahukan hal ini kepada mereka semua! Aku harus bergerak lebih cepat untuk menghentikan perang tersebut!" seru Keira dengan wajah yang tampak gusar.


Sementara itu di dalam istana kerajaan Planet Palladina, Higarashi, Nordian, Weim, Arex, dan Xyon terlihat masih berdiri di tengah-tengah ruang utama, sambil saling berpikir keras bagaimana cara untuk masuk ke dalam Planet Silverian. Kegelisahan dan kekhawatiran, itulah yang terlihat di wajah mereka.


Tiba-tiba, seorang wanita membuka pintu ruang utama tersebut dengan sangat kasar, dan tiga orang prajurit terlihat sedang berlari di belakangnya, mengejar dirinya. Mereka langsung menoleh ke arah wanita tersebut dengan wajah yang tampak terkejut.


"Demira?!" seru Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.


"Berhenti! Hei, kau penyusup! Berhenti!" seru salah seorang dari tiga prajurit istana yang terlihat masih berlari ke arah Demira, di belakangnya.


Demira tersenyum sinis, kemudian ia berjalan masuk ke dalam ruang utama itu sambil berseru, "Xyon, Higarashi, dan ketiga orang paman Keira. Di sini kalian rupanya."


Demira terus melangkah mendekati mereka berlima, namun ketiga prajurit yang berlari di belakangnya, tiba-tiba menghentikan langkah begitu Xyon mengangkat tangan kanan ke atas dan membuka telapak tangannya kepada mereka, dengan maksud agar mereka berhenti mengejar Demira yang sedang berjalan mendekatinya.


Dengan wajah serius, Higarashi kemudian bertanya, "Demira! Apa yang sedang kau lakukan di sini?! Berani-beraninya seorang Silverian masuk ke dalam Planet Palladina!"

__ADS_1


Nordian langsung menoleh ke arah Higarashi dengan wajah yang panik, lalu bertanya, "Kau mengenalnya?! Wanita Silverian?!”


__ADS_2