Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Kepala yang Penuh dengan Masalah


__ADS_3

“Yang Mulia, namun kita tidak bisa melawan para Silverian itu dengan energi cahaya!” seru Xyon walaupun dengan nada pelan.


Anexta menghela nafas, lalu berkata, “Jenderal Senior Xyon, Ryena mungkin hanya ingin menggertak Flerix. Tidak ada satu pun bahkan sampai hari ini, seseorang dari Galaksi Metal, berpasangan dan memiliki anak dari seorang manusia mortal. Kau sendiri, usiamu sendiri sudah lebih tua dibandingkan mendiang raja dan ratu, tapi apakah kau sendiri pernah melihat seorang Crossbreed yang hidup di dalam Galaksi Metal?


Xyon terdiam. Ia sebenarnya memiliki sebuah rahasia yang tidak pernah diketahui semua orang. Kisah sendu tentang cerita cintanya sendiri … dan hubungannya dengan seorang manusia.


Karena Xyon sama sekali tidak membalasnya, Anexta kemudian berucap lagi, “Jadi, apakah Ryena sedang mengutuk, menggertak, atau meramalkan bahwa akan ada seorang Crossbreed yang lahir di dalam Galaksi Metal? Ah, sudahlah, sebaiknya kita semua kembali saja, lalu mencari cara untuk mengambil anak yang baru saja dilahirkan oleh Ryena itu dari tangan para Silverian."


Ia lalu berjalan keluar dari tenda, dan keempat jenderal lainnya kemudian mengikutinya dari belakang. Namun, Xyon justru masih berdiri terpaku di tempatnya, sambil menatap ke arah pintu masuk tenda itu.


“Crossbreed … apakah anak itu masih hidup? Anakku…,” gumamnya di dalam hati.


Setelah beberapa saat, ia lalu berjalan keluar dari tenda, dan mulai mengejar sang ratu yang terlihat sedang memerintahkan para pelayan, prajurit, dan pengawal untuk segera membereskan perkemahan mereka dan bersiap untuk kembali ke Planet Palladina.


Semua orang mulai bergerak untuk menjalankan perintah dari sang ratu barusan. Namun, Anexta tiba-tiba menghentikan langkahnya dan kedua matanya mendadak menatap ke arah dua orang pengawal yang dari kejauhan sedang membelakangi dirinya sambil berbicara dengan satu sama lain.


“Barusan aku mendengar sesuatu dari dalam tenda Yang Mulia Ratu. Tampaknya kita akan mendapatkan masalah yang lebih besar,” ucap salah seorang dari mereka.


“Apa itu?” tanya seorang lainnya.


Anexta langsung mengernyitkan dahinya sambil berusaha untuk mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh keduanya.


“Putri yang sudah diturunkan menjadi rakyat biasa, Ryena, sudah melahirkan seorang anak laki-laki, namun Raja dari Silverian itu membunuhnya! Membunuhnya!” bisik salah satu dari pengawal itu.


“Tidak mungkin!!” seru seorang pengawal yang lainnya dengan wajah yang terkejut.

__ADS_1


Dengan sangat tegang, pengawal yang baru saja menyebut nama Ryena tadi, kembali berucap pelan, “Yang Mulia Ratu bahkan menyebut akan ada seorang Crossbreed yang lahir di dalam Galaksi Metal! Bukankah ini sangat berbahaya?!”


“Hei kalian!!” teriak Anexta kepada kedua pengawal itu dengan wajah yang memerah karena sudah memendam amarah sejak tadi.


Kedua pengawal tersebut langsung menoleh ke belakang, dan begitu mereka melihat Anexta yang sedang menatap keduanya dengan wajah yang terlihat marah, mereka langsung berlutut di hadapan sang ratu dengan badan yang gemetaran.


“Yang Mulia … Yang Mulia…,” ucap mereka dengan wajah yang terlihat ketakutan, mereka bahkan dengan sengaja menundukkan kepala agar tidak menatap ke arah Anexta.


“Jika ada satu orang lagi yang membuat rumor tentang Ryena, aku tidak akan segan untuk membunuhnya! Lancang sekali, tidak sopan! Ia pernah menjadi seorang putri dari Planet Palladina selama puluhan tahun!” seru Anexta dengan nada tinggi.


Kedua pengawal itu langsung menundukkan kepala mereka lebih rendah hingga hampir menyentuh tanah, lalu berkata, “Maafkan kami, Yang Mulia!! Maafkan kami!”


“Cepat bereskan semua perkemahan ini, dan jika kalian tidak bisa mengendalikan bibir kalian lagi, aku akan memberikan kalian eksekusi mati!” seru Anexta lagi dengan nada yang lebih tinggi.


“Baik, baik, Yang Mulia!!” balas kedua pengawal itu, masih dengan badan yang gemetaran.


Tiba-tiba, sebuah bintang kecil terlihat sedang melesat turun ke arah mereka, lalu jatuh tepat di hadapan Anexta, dengan jarak yang agak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Bintang kecil itu kemudian diselimuti oleh kabut-kabut putih dan berubah menjadi sebuah kereta antar planet.


“Cepat!” seru Anexta yang wajahnya masih terlihat kesal.


“Bantu mereka,” bisik Xyon kepada Nordian.


Nordian mengangguk, lalu dengan cepat, ia mengajak ketiga jenderal lainnya untuk membantu para pelayan yang sepertinya kesusahan untuk membereskan barang-barang bawaan mereka. Setelah semua sudah beres, Anexta lalu berjalan masuk ke dalam kereta antar planet tersebut, diikuti oleh seluruh pelayan pribadinya.


Para pengawal dan prajurit kemudian masuk ke dalam gerbong yang berbeda setelah sang ratu sudah masuk terlebih dahulu. Sementara Xyon dan keempat jenderal lainnya, mulai mengambil posisi mereka di samping kiri dan kanan alat transportasi itu.

__ADS_1


Akhirnya, kereta antar planet tersebut kemudian berubah menjadi sebuah bintang kecil dan melesat dengan cepat menuju ke luar angkasa. Setelah melewati ribuan bintang dan planet, sebuah lubang cacing kemudian muncul di satu titik pada ruang hampa, dan kereta antar planet itu kemudian masuk ke dalamnya.


Tidak butuh waktu lama, alat transportasi itu lalu keluar dari lubang cacing dan kembali melesat hingga akhirnya menembus atmosfer Planet Palladina. Kereta antar planet itu lalu mendarat di halaman depan istana dan kembali mengubah fisiknya seperti semula, termasuk kelima jenderal yang tadi berada di samping kiri dan kanannya.


Anexta terlihat keluar dari dalam kereta antar planet tersebut dengan tergesa-gesa. Ia lalu masuk ke dalam istana, diikuti oleh pelayan-pelayan pribadi dan kelima jenderal yang juga berjalan di belakangnya.


“Kita harus memikirkan cara untuk bisa masuk ke dalam Planet Silverian!” seru Anexta sambil berjalan dengan langkah yang tegas.


“Namun, Yang Mulia, atmosfer planet itu sangat berbahaya,” ucap Arex yang sedang berjalan di belakangnya bersama dengan Xyon, Weim, Nordian, dan Sey.


Anexta mendadak menghentikan langkahnya hingga semua orang yang mengikutinya dari belakang terpaksa harus ikut berhenti berjalan. Ia lalu menoleh ke belakang dengan wajah yang serius, kemudian menatap Xyon dengan tatapan tajam.


“Aku tidak peduli, cepat cari cara, kalau perlu, dengan kekerasan! Ambil anak itu dari tangan Flerix, dan bawa kembali ke Planet Palladina!!” seru Anexta.


Pada awalnya kelima jenderal itu hanya terdiam karena bingung dengan jawaban apa yang harus diberikan.


Namun, Xyon tiba-tiba menundukkan kepalanya lalu berkata, “Baik, Yang Mulia. Kami akan mencari cara untuk menembus atmosfer planet hitam itu dan membawa kembali pangeran kecil kepada anda.”


Anexta tidak membalas satu kata pun. Ia kemudian memalingkan kembali wajahnya dan kembali berjalan menuju ke kamar pribadinya, diikuti oleh para pelayan pribadinya. Xyon dan keempat jenderal lainnya hanya bisa menundukkan kepala mereka kepada Anexta walaupun sang ratu sama sekali tidak melihatnya.


Setelah Anexta dan para pelayan pribadinya sudah tidak terlihat lagi di hadapan mereka, Arex langsung menatap tajam Xyon dan memasang wajah serius kepada sang Jenderal Senior itu.


“Apakah kau sudah gila?” tanyanya.


“Bukankah hanya ada angin ****** beliung yang muncul ketika kau berusaha untuk menembus atmosfernya?” tanya Xyon balik kepada Arex.

__ADS_1


Arex dan Sey langsung menggelengkan kepala mereka dan menghela nafas panjang begitu mereka mendengar pertanyaan tersebut, karena memang Xyon tidak mengetahui apapun lagi tentang planet tandus tersebut, setelah puluhan tahun sejak Planet Silverian dipindah ke posisi paling belakang dari Tata Surya Goldinian.


__ADS_2