
Ia kemudian berdiri tegak kembali dan berseru, "Terima kasih, semuanya. Dengan ini, aku, Perdana Menteri Xyon mulai hari ini, akan bersumpah menjadi pemimpin Planet Palladina dan penjaga Galaksi Metal yang adil dan bijaksana dan penuh dengan pengabdian yang sukarela seumur hidupku. Mohon bantuannya!"
Orang-orang yang berada di ruangan itu lalu kembali berdiri tegak, setelah itu, Xyon juga kembali menegakkan tubuhnya sambil menatap mereka semua dengan senyum kecil di wajahnya. Walaupun ia sebenarnya masih kebingungan akan tugasnya sendiri sebagai seorang perdana menteri, namun, Xyon akhirnya menerima jabatan tersebut dengan hati yang luas, dan dendam yang membara kepada para Silverian.
Pesta kecil dimulai sebagai penghargaan bagi pemimpin mereka yang baru, Perdana Menteri Xyon. Ia bahkan terlihat berbincang-bincang dengan beberapa orang pejabat tinggi yang memang mengenal dan mendukungnya. Keempat jenderal lainnya yang kini sudah berstatus sebagai Jenderal Senior untuk membantu tugas-tugas Xyon, juga terlihat sedang bersenang-senang dengan menikmati jamuan makan yang disediakan oleh para pelayan.
Setelah pesta kecil itu selesai pada malam hari dan semua orang sudah kembali ke tujuannya masing-masing, Xyon, Weim, Sey, Nordian, dan Arex, kemudian berkumpul di halaman belakang istana, dan duduk di atas rerumputan hijau yang segar. Masih terlihat kesedihan dan kekesalan yang jelas di wajah Xyon, dan hal ini membuat Nordian sangat penasaran.
"Perdana Menteri Xyon, bukankah hal bagus sekarang kau adalah seorang perdana menteri sekarang, dan kami adalah jenderal senior, setelah sekian lama?" tanyanya.
Xyon langsung menatap Nordian dengan sorot mata tajam, lalu bertanya balik, "Jaga ucapanmu. Aku bukan keturunan langsung dari raja atau ratu sebelumnya, dan lagi, tugas sebagai perdana menteri bagiku sangat berat, ditambah status planet ini sebagai penjaga galaksi. Lalu menurutmu, apa yang bagus dari itu semua? Beberapa pejabat dan bangsawan bahkan menentang keputusan dari mendiang Yang Mulia Ratu kepadaku.”
Nordian tersenyum kecil.
"Bagusnya adalah semua kini berada di bawah kendalimu, dan aku yakin pasti ada sesuatu yang sangat ingin kau lakukan pada para Silverian itu," ucapnya.
Xyon menghela nafas panjang, lalu ia menjawab, "Aku akan membuat perhitungan dengan mereka, nanti. Untuk sementara, sebaiknya kita terlebih dahulu menjalankan perintah terakhir dari mendiang Yang Mulia Ratu, untuk menjaga anak Crossbreed itu.”
Keempat Jenderal Senior tersebut langsung menoleh ke arah Xyon dengan mata yang melotot tajam kepadanya. Perdana Menteri itu langsung menyadari bahwa mereka belum mengetahui apapun tentang Keira.
“Anak Crossbreed? Apa maksudmu, Xyon?” tanya Sey sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
“Ah, iya. Mendiang Yang Mulia Ratu juga menyebutkan hal itu kepadamu ketika ia sedang sekarat. Aku mendengar dengan jelas bahwa kau ditugaskan untuk memperhatiakn anak Crossbreed itu. Sebenarnya, apa yang sudah terjadi, Xyon?” tanya Arex.
Xyon menghela nafas panjang.
“Maafkan aku, aku lupa memberitahukan hal ini kepada kalian. Sey, sesuai apa yang sudah kau lihat di sana, bahwa mendiang Yang Mulia Ratu dan pria manusia itu, sebenarnya sudah memiliki sebuah hubungan yang erat. Hasil dari hubungan itu, kemudian mendiang Yang Mulia Ratu melahirkan seorang anak perempuan secara diam-diam,” jawabnya.
Mereka semua langsung terkejut setelah mendengarkan jawaban tersebut.
“Xyon, kau sedang berbicara mengenai Crossbreed!” seru Weim dengan suara yang pelan, agar orang lain tidak ada yang mendengarkan pembicaraan mereka.
“Tidak mungkin. Apakah itu berarti … yang dikatakan oleh mendiang Yang Mulia Ratu pada saat itu adalah benar?” balas Arex dengan kedua mata yang melotot tajam ke arah Xyon.
“Mendiang Yang Mulia sudah melahirkan seorang anak perempuan, seorang Crossbreed, yang ia beri nama Keira. Anak itu sekarang sedang berada di Planet Bumi, dan Arex, kejadian kemarin sebenarnya, kami hendak melihat kondisi anak Crossbreed itu, namun …,” ucap Xyon pelan dengan wajah yang sendu.
Arex langsung mengetahui maksud dari ucapan sang Perdana Menteri barusan, lalu berkata, “Ah, demikian rupanya. Yang Mulia memintamu pada malam itu untuk membawa anak Crossbreed tersebut ke Planet Bumi, namun, mengapa?”
“Karena semua orang akan terkejut jika mengetahui bahwa mendiang Yang Mulia Ratu yang belum menikah namun sudah melahirkan seorang anak dengan cara yang mortal, apalagi, anak itu adalah seorang Crossbreed, dan kita sudah ditugaskan untuk menjaganya dari kejauhan,” jawab Xyon.
“Menjaganya dari kejauhan … apa maksudmu kita harus bergantian pergi ke Planet Bumi hanya untuk memperhatikannya? Xyon, bahkan kami sama sekali tidak pernah melihat wajahnya!” seru Arex sambil mengernyitkan dahinya.
“Mudah saja. Anak itu sangat mirip dengan mendiang Yang Mulia Ratu, dengan rambut biru tua dan kedua bola mata yang berwarna biru muda. Aku akan memberitahukan kepada kalian lokasi persembunyiannya di sana,” ucap Xyon.
__ADS_1
Mereka berempat langsung menghela nafas panjang, walaupun Sey dan Nordian masih terlihat terkejut, namun, Arex dan Weim tampaknya sudah paham dengan ucapan Xyon.
"Hei, Xyon, anak itu, apakah ia sudah memiliki gelar kerajaan? Kau tidak bisa sembarangan memanggilnya dengan sebutan yang tidak sopan, apalagi hanya memanggilnya dengan nama pribadi, lagi pula, kau pasti memiliki rencana untuk menggunakan dirinya di masa depan," seru Arex.
Xyon mengangkat kepalanya dan mulai menatap langit malam yang indah dan penuh dengan bintang.
“Yang Mulia Putri Keira. Namun, gelar itu tidak akan diletakkan di depan namanya sampai suatu saat nanti ia kembali ke sini,” jawab Xyon.
Mereka semua menghela nafas panjang.
“Dari mana para Silverian itu mendapatkan energi gelap yang tidak pernah berani digunakan oleh satu orang pun di dalam Galaksi Metal ini? Siapa yang sudah memberikan Flerix kekuatan itu?” gumam Xyon di dalam hatinya.
Kali ini, Weim menghela nafas pendek.
“Ternyata, kenaikan pangkat ini hanyalah perintah dari mendiang Yang Mulia Ratu, agar kita menjaga anak Crossbreed itu sampai pada suatu hari nanti, ia kembali ke Planet Palladina dan menghancurkan para Silverian sialan tersebut,” ucapnya dengan wajah yang terlihat sendu.
Xyon hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangan kanannya. Wajahnya memang terlihat datar, namun, ia menyimpan begitu banyak kemarahan di dalam hatinya.
"Lihat saja, Silverian. Aku akan menghancurkan kalian semua dengan kutukan itu! Lihat saja suatu hari nanti!" gumamnya dalam hati.
Sey kemudian menepuk bahu Xyon dengan perlahan, lalu berkata, “Xyon, aku bisa melihat jalan yang penuh hambatan di depan kita. Anak Crossbreed itu terkutuk, dan dipastikan juga, kutukan itu akan mengincar planet ini.”
__ADS_1
“Namun, kutukan itu bukankah hanyalah asumsi semata? Belum pernah ada Crossbreed yang lahir, dan ini adalah yang pertama kalinya, bukan? Lagi pula, siapa yang mau berhubungan dengan manusia? Mereka bisa saja menghancurkan peradaban kita jika mereka menemukan ada kehidupan lain yang tinggal di dalam galaksi lainnya!” seru Arex dengan wajah yang terlihat kesal.
Xyon menghela nafasnya perlahan, lalu membalas, “Kita lihat saja nanti. Hanya waktu yang bisa menjawab.”