Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Masa Lalu - Bagian XXXVI


__ADS_3

"Yang Mulia!!" seru Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


Mulai hari itu, Planet Palladina berduka selama empat puluh hari lamanya. Beberapa pelayan dan pengawal yang selamat dari kejadian tersebut, secara bergantian, diberikan Healing Renovatio oleh pelayan-pelayan perempuan yang masih hidup, atas perintah dari Klara. Ucapan duka kini berdatangan dari seluruh penjuru Galaksi Metal, kepada Planet Palladina.


Arnea dan Xyon masih terlihat tegas di hadapan semua orang, namun begitu mereka masuk ke dalam kamarnya masing-masing, tangisan dan air mata langsung pecah. Jenderal muda itu bahkan berkali-kali menganggap dirinya adalah pembawa sial, namun ia tidak bisa menyesali pertemuannya dengan Hyerin, yang justru mengakibatkan bencana bagi mereka berdua.


Ia tidak bisa lagi tersenyum sejak saat itu, karena terus menerus dihantui rasa bersalah yang mendalam. Wajahnya selalu dingin, dan hatinya kini berubah menjadi batu. Setelah hari berkabung semesta sudah lewat, seluruh pemimpin serta pejabat tinggi dari planet lainnya kemudian diundang ke dalam istana kerajaan Palladina, untuk menjadi saksi atas penobatan raja dan permaisuri yang baru.


Sesuai dengan wasiat dari Treya dan Veina, kini Arnea serta istrinya, Klara, memiliki gelar Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Permaisuri. Pada hari yang sama, raja yang baru saja diangkat itu langsung memerintahkan para pejabat tinggi untuk menjadikan Xyon sebagai Jenderal Senior satu-satunya, dengan gelar Jenderal Senior.


Ia lantas diberikan hak untuk mengangkat langsung jenderal-jenderal yang bertugas di bawahnya, tanpa harus mengadakan ujian kerajaan, agar bisa cepat mengisi kekosongan jabatan. Xyon langsung menunjuk Weim, Sey, Arex, dan Nordian sebagai bawahannya dengan gelar Jenderal, karena sangat yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh keempatnya.


Beberapa hari kemudian setelah semua pemberian gelar itu usai, Arnea terlihat sedang duduk sendiri di atas sebuah bangku panjang berwarna coklat di halaman belakang istana. Xyon kemudian berjalan mendekati rajanya tersebut, lalu berdiri di hadapannya.


"Yang Mulia," ucap Xyon sambil menundukkan kepalanya.


"Apakah kau sudah mengetahui siapa Darkerio itu?" tanya Arnea dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Maafkan aku, Yang Mulia. Aku masih tidak menemukan satu pun buku kosmik, baik di dalam perpustakaan istana, maupun di luar planet ini. Yang aku ingat hanyalah Darkerio berkata bahwa ia mengendalikan materi gelap," jawab Xyon.


"Apakah Darkerio adalah seorang Crossbreed?" tanya Arnea lagi.


Wajah Xyon langsung berubah menjadi serius, lalu ia menjawab, "Crossbreed adalah satu-satunya makhluk yang mampu mengendalikan seluruh energi kosmik yang ada di alam semesta ini, namun, bukankah sampai sekarang, kita sama sekali tidak melihat adanya Crossbreed, Yang Mulia? Jika memang ada seseorang dengan kemampuan seperti itu, ia mungkin saja memiliki lebih dari satu energi kosmik yang digunakan. Namun tidak pada Darkerio, Yang Mulia. Ia hanya menggunakan materi gelap yang entah dari mana asalnya.”


Arnea kemudian berdiri, lalu menghela nafas panjang, dan berkata pelan, "Kau harus sering-sering memerintahkan para prajurit untuk berpatroli mulai sekarang, sampai ke ujung galaksi ini. Siapa pun alien yang ingin masuk ke dalam Galaksi Metal, harus kau waspadai, siapa pun itu. Kedamaian galaksi ini harus di atas segalanya, Jenderal Senior Xyon. Tidak boleh ada lagi planet yang menjadi korban selanjutnya."


"Baiklah, Yang Mulia," balas Xyon.


Sementara itu, di dalam sebuah planet hitam yang tidak memiliki daratan sama sekali, ada sebuah istana berwarna hitam yang mewah dan besar, berdiri di atas tanah yang melayang-layang di udara, namun tetap diam dalam posisinya. Bahkan cahaya yang masuk ke dalam istana tersebut sangat terbatas.


Di dalam suatu kamar yang berada di pojok istana hitam itu, terlihat seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak laki-laki dengan rambut berwarna ungu tua yang sedang tertidur di dalam pelukannya. Ia kemudian membaringkannya di atas ranjang, lalu keluar dari sana dengan langkah yang pelan.


Ia langsung menutup pintu perlahan, kemudian menoleh ke arah seorang pria berbadan besar yang sudah berdiri di depan sejak tadi. Mereka kemudian berjalan bersama, namun dengan jarak yang tidak terlalu dekat.


"Apakah anak itu sudah tertidur?" tanya pria tersebut.

__ADS_1


"Aku harap kau bisa mengizinkanku membawa Hyerixon untuk bertemu dengan Hyerin, setidaknya sekali saja, Darkerio," jawab wanita itu pelan.


"Tidak, Sira. Hyerin sudah tidak memiliki energi kosmik apapun. Ia tidak pantas menjadi seorang ibu bagi cucuku. Yang bisa dilakukannya hanya menumbuhkan cinta kepada pria dari Palladina itu. Sama sekali tidak berguna!" seru pria tersebut, yang rupanya adalah Darkerio.


Wanita yang berada di sampingnya itu, Sira, tiba-tiba menoleh ke arahnya dan menghentikan langkah hingga Darkerio ikut berhenti berjalan lalu membalas tatapan dari istrinya.


"Darkerio! Ini semua adalah kesalahanmu! Mengapa kau harus meminta Hyerin untuk menjalankan rencana kotormu itu?! Kau menyalahkan anak perempuanmu hanya karena perasaannya kepada pria dari Palladina tersebut, namun kau justru tidak mau mengakui bahwa kau adalah otak di balik kekacauan ini!" seru Sira sambil mengernyitkan dahinya.


Darkerio langsung menatap Sira dengan sorot mata yang tajam dan berdiri dekat dengannya.


"Ini semua karena hasil didikanmu yang salah kepada Hyerin, Sira! Kau tahu ambisiku, namun kau justru mendidiknya dengan kelembutan! Kau terus menerus menyalahkan diriku, padahal, kau yang seharusnya disalahkan atas semua ini!! Sekarang mereka akan mencari tahu tentang kita, bodoh!" serunya sambil menunjuk-nunjuk ke arah Sira dengan wajah yang kesal.


"Hyerin adalah darah dagingmu sendiri, Darkerio! Aku mengandung dan melahirkannya dengan cara mortal karena kau tidak bisa mendapatkan Wormbye untuk planet ini! Mengapa kau sangat kejam sekali melakukan semua ini kepadanya?! Kau bahkan memisahkannya dengan Hyerixon. Apakah kau masih memiliki hati, suamiku?!" tanya Sira sambil mengernyitkan dahinya.


"Hati? Kau tidak bisa menggunakan hati jika kau sedang terancam, Sira! Nah, sekarang, jangan lagi kau ulangi ajaran yang sama kepada cucu laki-lakiku, Hyerixon! Jika kau mengulangi kesalahan yang sama seperti caramu mendidik Hyerin, maka aku tidak akan ragu untuk membunuhmu!" seru Darkerio dengan nada tinggi.


Ia kemudian berjalan meninggalkan Sira, namun baru beberapa langkah, Darkerio tiba-tiba berhenti dan berkata, "Hyerin sudah tidak bisa kembali ke sini, namun ia masih adalah makhluk immortal. Aku masih memberikannya hati, karena ia adalah anak perempuanku satu-satunya. Aku tidak membunuhnya, Sira. Aku hanya menghukumnya dengan membuang energi kosmik yang ia miliki, dan sebagai tanggung jawabnya karena sudah menggagalkan rencanaku, ia tidak akan pernah bisa mati ataupun menua di Planet Bumi. Aku juga akan melarangmu untuk mengunjunginya. Jika kau melanggar, aku akan membunuhmu tanpa ampun!!"

__ADS_1


__ADS_2