
"Planet Blackerian adalah sebuah planet gas kecil yang mengorbit lubang hitam raksasa sebagai bintang induknya," jawab Xyon, yang tiba-tiba muncul di belakang Keira.
Keira dan Aerim langsung menoleh ke arah Xyon, dengan wajah yang tampak terkejut.
“Xyon!” seru Aerim karena kesal, pada akhirnya Perdana Menteri dari Palladina itu sendiri yang memberitahukan kepada Keira.
"Lalu, Paman, mengapa tampaknya tidak pernah ada orang yang berbicara tentang Blackerian?" tanya Keira lagi.
"Karena Blackerian tidak pernah menjadi ancaman bagi galaksi ini, Keira," jawab Xyon lagi, lalu ia duduk di samping Aerim dengan wajah datar.
Aerim langsung tersenyum sinis, kemudian membalas, "Mereka mengendalikan materi gelap, energi kosmik yang paling berkuasa di seluruh alam semesta ini setelah energi gelap, dan tidak ada satu pun yang menjadikan mereka sebagai ancaman? Mengapa sangat berbeda dengan Planet Silverian pada waktu kami masih menggunakan energi gelap?! Sungguh tidak adil!”
"Blackerian tidak pernah menghancurkan planet lain. Namun sayangnya, aku sampai hari ini tidak menemukan banyak informasi, selain materi gelap dan lubang hitam raksasa itu. Maafkan aku, Keira. Aku tidak bisa banyak membantu," balas Xyon sambil menatap Keira dengan wajah yang tampak kecewa.
Keira tersenyum, lalu ia berkata, "Kalau begitu tidak masalah. Jika anak-anakku sudah sedikit lebih besar, aku akan mencari informasi tentang mereka, juga belajar bagaimana caranya mereka bisa mengendalikan materi gelap!"
Begitu mendengar ucapan tersebut, Xyon dan Aerim langsung berseru, "Itu adalah materi gelap, bukan energi gelap!"
Mereka berdua kemudian menghela nafas panjang. Wajah Keira kini terlihat kebingungan.
"Keira! Kau tidak bisa menyentuh materi gelap!" seru Aerim dengan sedikit panik.
"Namun aku adalah seorang Crossbreed, Aerim! Aku mampu mengendalikan seluruh energi kosmik yang ada di dalam alam semesta ini, mengapa tidak dengan materi gelap?!" tanya Keira sambil mengernyitkan dahi.
"Kau harus membayarnya dengan antimateri jika kau bersentuhan dengan materi gelap!" jawab Xyon tegas.
__ADS_1
Keira terdiam, lalu tiba-tiba seorang perawat perempuan tampak berlari ke arahnya dan berdiri di hadapannya sambil menundukkan kepala.
"Yang Mulia, sudah saatnya,” ucap perawat tersebut.
"Baiklah," balas Keira, lalu ia berdiri sambil berkata lagi, "Semua yang kulakukan demi kalian, anak-anakku, dan galaksi ini, memang selalu ada harga yang harus kubayar dan itu sangat mahal, namun, aku tidak akan pernah takut, karena kalian semua selalu memberikanku … cinta, bukan?”
Permaisuri dari Halida itu lalu berjalan bersama dengan perawat tadi, masuk ke dalam istana, meninggalkan Xyon dan Aerim berdua di sana.
Aerim kemudian berdiri, lalu berseru, "Aku akan membantunya semampuku, termasuk mencari keberadaan Meteorix dan Dovrix yang melarikan diri setelah ledakan energi kosmik itu. Kalau begitu, aku akan mencari Higarashi terlebih dahulu untuk bertanya tentang Viora kepadanya!”
Ia lantas berlari masuk ke dalam istana. Xyon, masih duduk di atas bangku tersebut sambil menatap langit malam yang indah, tiba-tiba mengernyitkan dahi.
“Meteorix? Aku yakin aku pernah mendengar nama itu, tapi … di mana?” gumamnya.
Perdana Menteri dari Palladina itu kini berdiri dan mengubah dirinya menjadi bintang kecil, yang lalu melesat ke luar angkasa dengan kecepatan tinggi. Sementara itu di dalam ruang kerja pribadinya, Higarashi tampak sedang duduk di atas sebuah sofa yang terletak di samping ruangan tersebut, dikejutkan pintu yang tiba-tiba terbuka lebar.
Seorang pria masuk ke dalam dan kembali menatapnya dengan sorot mata tajam. Higarashi langsung membalas tatapan itu dengan wajah yang terlihat kesal.
"Ceraikan Keira sekarang juga, Higarashi!" balas pria itu, Aerim, juga dengan nada tinggi.
"Apakah kau masih memiliki energi gelap di dalam dirimu, sehingga kau masih ingin memisahkan aku dan Keira?!" teriak Higarashi hingga wajahnya memerah.
"Kau! Kau memiliki hubungan apa dengan Viora, hei, Higarashi?!" tanya Aerim sambil melotot tajam.
Keira yang baru saja keluar dari kamar bayi setelah melihat Xavion dan Xevion, berjalan hingga tanpa sengaja ia melewati ruang kerja pribadi suaminya itu.
"Viora?! Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya!" seru Higarashi sambil meraih dan mencengkram kerah kemeja Aerim dengan kedua tangannya.
Langkah Keira langsung terhenti begitu ia mendengar ada suara teriakan dari dalam ruangan tersebut. Ia kemudian berjalan mendekati pintunya dan berusaha untuk menguping.
__ADS_1
“Mengapa kau mempertanyakan hal itu? Apakah jangan-jangan, kau memiliki perasaan untuk Viora dan membunuh Demira?” tanya Raja dari Halida tersebut sambil melepaskan cengkramannya dan mendorong Aerim.
Pria muda itu sampai mundur satu langkah akibat dorongan tersebut, lalu ia tersenyum sinis kepada Higarashi.
"Karena Viora, nama aslinya adalah Meteorix. Ia adalah orang yang bekerja sama denganku untuk memisahkan kalian, dan sekarang ia menghilang setelah ledakan energi kosmik itu. Kau tidak tahu siapa Meteorix yang kau panggil Viora tersebut, bukan?" tanya Aerim dengan wajah yang kesal.
Higarashi langsung menatap Aerim dengan sorot mata yang tajam dan membalas, "Meteorix? Apa maksudmu? Ia pernah memberitahukan kepadaku bahwa ia adalah seorang Ruthenia.”
Aerim langsung tertawa kecil, setelah itu tersenyum sinis sambil berkata, "Baiklah, kuberitahukan sesuatu tentang Viora, maksudku … Meteorix, yang mungkin akan membuatmu terkejut. Higarashi, ia bukanlah penduduk dari Ruthenia. Ia juga tidak memiliki orang tua yang ia sebut sebagai bangsawan di sana. Entah apa tujuannya memohon kepadaku untuk membunuh Raja dari Ruthenia. Ia bahkan menghilang setelah ledakan energi kosmik itu, bersama dengan Dovrix, tangan kananku. Sekarang, kau tiba-tiba berkata bahwa ia pernah memberitahukan kepadamu tentang dirinya. Aneh, bukan? Namun, jika kau tidak memercayaiku, maka silakan saja kau simpan sendiri perasaan itu."
Higarashi terdiam sambil menatap tajam Raja dari Silverian itu. Aerim kemudian berdiri tegak dan menepuk bahu Higarashi dengan pelan sambil menoleh ke arahnya.
"Aku sedang mencurigai bahwa Meteorix adalah seorang Blackerian. Xyon bahkan sedang mencari tahu lebih banyak tentang planet gas kecil itu. Aku harap, kau bisa menjaga istrimu baik-baik sebelum ia melakukan hal-hal bodoh seperti yang sebelumnya, jika ia tahu hubunganmu dan Viora,” bisik Aerim.
Ia hendak berjalan menuju ke arah pintu, namun tiba-tiba Higarashi berseru, "Tunggu!"
Aerim menghentikan langkahnya, lalu memutar badannya ke belakang dan menatap Raja dari Halida tersebut dengan wajah yang datar.
"Ada apa lagi?" tanyanya.
Wajah serius Higarashi membuat Aerim kebingungan.
"Aku …," ucap Higarashi, tampaknya masih berusaha mengumpulkan keberanian untuk berbicara.
“Dengar. Aku tidak ingin bertarung denganmu. Xyon tidak akan mengizinkanku untuk melihat Reix jika ia tahu bahwa aku masih menyimpan amarah kepadamu,” balas Aerim dengan wajah kesal.
“Aku mulai menyukai Viora,” ujar Higarashi sambil menunjukkan wajah sendu.
__ADS_1
Aerim tersenyum sinis setelah mendengar pengakuan itu, namun di sisi lain, Keira yang masih berada di depan ruangan tersebut, sangat terkejut. Ia bahkan melotot tajam dan menutup mulut dengan tangan kanannya.