
Sementara itu, Aerim, Xyon, Nordian, Weim, dan Arex, terlihat sedang berdiri melingkar di dalam ruang kerja pribadi milik Xyon yang berada di pojok istana kerajaan Palladina. Suasana sangat tegang, karena keempatnya memandang ke arah Aerim dengan sorot mata yang tajam.
"Apakah kau yakin, Aerim?" tanya Xyon dengan wajah yang serius.
Aerim mengangguk, kemudian menjawab, "Aku sangat yakin, Xyon. Aku akan membuktikan padamu bahwa aku sudah berubah, dan mampu untuk melindungi Reix serta seluruh isi galaksi ini."
"Menjadi seorang penjaga galaksi bukanlah hal mudah, Nak. Kau bisa lihat betapa Keira harus merelakan seluruh hidupnya, bukan?" tanya Weim sambil mengernyitkan dahinya.
"Berikan aku kesempatan, Xyon," balas Aerim dengan wajah gusar.
“Mengapa kau tiba-tiba meminta hal ini kepadaku? Planet Palladina sudah lama bersekutu dengan Planet Halida, dan itu sudah cukup,” ucap Xyon.
“Aku mencintai Keira … namun aku yakin, aku tidak bisa memilikinya. Ia sudah melakukan semua ini dan aku hanya ingin membalas kebaikannya. Ia tidak membunuh kami semua, jadi …, berikan aku kesempatan untuk membuktikannya kepadamu. Apakah Planet Silverian akan menjadi sekutu Planet Palladina dengan reputasinya yang jelek, bukankah kau bisa menilainya nanti?” balas Aerim sambil mengepalkan tangan kanannya.
Xyon tidak menjawab. Ia hanya menatap ke arah Aerim dengan wajah serius, namun tiba-tiba, mereka langsung menoleh ke arah pintu karena dikejutkan oleh seorang pengawal pria yang masuk ke dalam ruangan tersebut setelah membuka pintunya dengan kasar. Ia tampak kelelahan akibat berlari dengan tergesa-gesa.
Pengawal itu kemudian menundukkan kepalanya dan berseru, "Perdana Menteri!!"
Mereka melotot tajam kepadanya, lalu dengan wajah yang kesal, Xyon lantas berseru dengan nada tinggi, "Apa yang sudah membawamu kemari, Pengawal?! Tidakkah kau lihat bahwa kami sedang melakukan sebuah pertemuan?! Astaga, ada apa dengan hari ini sebenarnya?!"
"Perdana Menteri! Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Permaisuri dari Diamona ingin segera bertemu dengan Anda di ruang utama, dan juga … dan …," jawab pengawal tersebut dengan wajah yang tampak terkejut dan bibir yang gemetar.
"Astaga, cepat katakan apa yang mereka inginkan!" seru Xyon kali ini dengan nada yang tinggi.
__ADS_1
"Perdana Menteri! Mereka membawa Yang Mulia Ratu dari Halida ke istana ini!!" seru pengawal tersebut dengan tegas setelah ia berhasil mengambil nafas dalam-dalam dan menegakkan kepalanya.
Mereka lantas terkejut mendengar hal itu, dengan mata yang terbuka lebar.
"Apakah Yang Mulia Ratu dari Halida yang kau maksud itu, memiliki rambut pendek yang berwarna biru tua, Pengawal?" tanya Weim dengan wajah yang serius setelah beberapa saat.
"Yang Mulia Ratu dari Halida? Apakah maksudmu … Keira?!" tanya Aerim dengan mata yang melotot tajam.
Pengawal itu langsung mengangguk dengan wajah yang serius.
"Keira!" teriak Xyon dengan mata yang lebar, lalu dengan cepat, ia berlari keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Arex, Weim, Nordian, dan Aerim, serta pengawal tersebut.
Begitu mereka semua tiba di ruang utama, Rexi dan Gerofin yang sudah terlebih dahulu berada di sana lantas menoleh ke arah mereka, lalu keduanya berseru, "Perdana Menteri Xyon!"
Tiba-tiba saja, Gerofin dan Rexi terkejut begitu melihat Aerim yang berdiri di belakang Weim.
“Bukankah ia adalah Raja dari Silverian?” bisik Rexi kepada suaminya dengan wajah yang tampak ketakutan.
“Astaga, mengapa ia berada di sini?!” ucap Gerofin sambil mengernyitkan dahinya.
Mereka lantas berjalan mundur dua langkah, namun Xyon langsung membalas, “Ya, memang benar, ia adalah Raja dari Silverian, Aerim. Kalian mungkin sudah mengetahui wajahnya namun tidak dengan namanya. Cerita yang panjang … dan mungkin sejak hari ini, kalian tidak perlu lagi takut kepadanya.”
“Apa maksudmu dengan tidak perlu lagi takut kepadanya, Perdana Menteri Xyon?” tanya Rexi dengan bibir yang sedikit gemetar.
__ADS_1
“Aku yakin kalian sudah melihat Planet Silverian yang sekarang, bukan? Raja Aerim tidak akan lagi membuat kegaduhan seperti yang ia lakukan sebelumnya. Kalian bisa menjadi saksinya,” tanya Xyon dengan wajah datarnya.
Aerim tampak terkejut begitu ia mendengar bahwa Xyon sedang membela dirinya.
"Kalian tenang saja, Yang Mulia. Terima kasih kepada Yang Mulia Permaisuri Keira, planet kami akhirnya kembali seperti semula, dan energi gelap itu … sudah musnah seluruhnya dari planet kami. Ia sudah mengorbankan dirinya untuk mengembalikan kedamaian bagi Galaksi Metal, dan aku hendak berterima kasih kepadanya. Jadi kalian bisa tenang, Yang Mulia. Aku berjanji, Planet Silverian tidak akan lagi mengganggu planet lainnya,” ucap Aerim dengan senyum di wajahnya.
Gerofin dan Rexi pun menghela nafas panjang sambil berusaha untuk menenangkan diri.
Raja dari Diamona itu lantas menatap Xyon dengan wajah yang gusar, lalu berkata, "Perdana Menteri Xyon, maafkan kami, namun aku tidak bisa melakukan apapun selain membawa Yang Mulia Permaisuri Keira dari Halida kemari, atas permintaannya sendiri.”
"Kami menemukan tubuhnya tanpa sengaja, ketika kami hendak pergi menuju ke Planet Bumi. Ia melayang-layang di dekat pintu keluar lubang cacing yang mengarah ke Galaksi Bima Sakti. Ketika aku mendekatinya, ia terlihat tidak sadarkan diri. Namun begitu kami membawanya masuk ke dalam kereta antar planet, ia tiba-tiba tersadar dan berkata bahwa ia ingin kembali ke sini," ujar Reix sambil mengernyitkan dahi.
“Lalu, di mana Keira sekarang?” tanya Aerim dengan wajah yang tampak kebingungan.
“Ah, maafkan kami. Begitu pelayan-pelayanku mengeluarkannya dari dalam kereta antar planet milik kami, istriku langsung meminta beberapa orang pelayan yang ada di sini untuk memanggil perawat terlebih dahulu, sambil menunggu kedatanganmu, Perdana Menteri Xyon. Dua orang perawat perempuan datang tidak lama setelah itu dan membawanya pergi dengan sebuah tandu,” jawab Gerofin.
"Aku sangat berterima kasih kalian sudah membawanya kemari dengan cepat. Sekali lagi, terima kasih sudah membawanya kemari. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membalas kebaikan kalian, Yang Mulia," balas Xyon dengan wajah yang serius.
Gerofin tersenyum kecil, kemudian berkata, “Ah, Perdana Menteri Xyon. Anggap saja ini adalah permintaan maafku kepadamu, karena ulah putri bungsu kami, Chexy, kepada Yang Mulia Permaisuri Keira di masa lalu. Tidak perlu sampai harus seperti itu, Tuan.”
Namun tampaknya, Rexi penasaran dengan sikap mereka semua, lalu ia bertanya, " Apa yang sebenarnya sudah terjadi, Perdana Menteri Xyon? Mengapa Yang Mulia Permaisuri Keira … berada di Galaksi Bima Sakti dengan kondisi pingsan dan terluka seperti itu?”
“Ah, cerita yang panjang, Yang Mulia. Bukankah kalian sudah melihat hasilnya? Yang Mulia Permaisuri Keira sudah menjalankan tugasnya sebagai penjaga galaksi dan sebagai … seorang Crossbreed. Aku akan membahas ini nanti, untuk sekarang, kami akan melihat kondisinya terlebih dahulu,” jawab Xyon.
__ADS_1