Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Kenyataan yang Pahit


__ADS_3

Karena Keira memiliki dua buah pedang kosmik melawan dirinya yang hanya memiliki satu, pria tua itu mulai kewalahan, lalu terjungkal hingga terjatuh di atas lantai. Keira kemudian mengarahkan salah satu pedang kosmiknya di depan wajah Xyon sambilmenatapnya dengan sorot mata tajam, kemudian ia mulai mengayunkan pedangnya dengan tujuan hendak melukai sang Perdana Menteri.


Melihat hal itu, Nordian langsung berteriak, “Yang Mulia!! Astaga!"


Setelah mendengar teriakan itu, Keira langsung berhenti mengayunkan pedang kosmiknya. Ujung benda tajam itu berhenti tepat di depan hidung pria tua tersebut. Jantung Xyon sudah berdetak sangat cepat begitu ia melihat ujung pedang kosmik yang berwarna biru tua tersebut sedikit lagi akan merobek wajahnya.


Baru kali ini ada seseorang yang bisa menyaingi kemampuan bertarungnya, dan ia sendiri terkejut dengan hal itu. Mereka bertiga terdiam untuk beberapa saat hingga akhirnya kedua bola mata Keira kembali seperti semula, berwarna biru muda, dan kedua pedang kosmik miliknya menghilang dari genggaman kedua tangannya.


"Para Silverian itu tidak boleh tahu bahwa ia adalah seorang Crossbreed. Dari senjata miliknya saja, ia sudah terlihat sangat berbahaya," ujar Xyon yang masih tersungkur di atas lantai dengan keringat dingin yang mulai membasahi wajahnya.


Ia terlihat ketakutan, dan Nordian baru pertama kali melihat Xyon seperti itu. Keira tiba-tiba terduduk lemas di atas lantai, sambil menatap Xyon dengan ekspresi terkejut. Batinnya mengalami pergolakan hebat.


“Siapa aku? Apa yang baru saja terjadi kepadaku? Mengapa … Lightning Double Cross itu muncul lagi?!” tanyanya dengan wajah yang terlihat kebingungan.


Xyon kemudian berusaha untuk duduk, namun karena masih terkejut, Nordian langsung mendekat dan membantunya. Ia lalu duduk di sebelah Xyon sambil menepuk-nepuk punggung pria tua itu. Kali ini, Xyon dan Keira saling bertatapan dengan wajah keduanya yang sama-sama tegang.


“Apakah aku adalah seorang Crossbreed seperti yang kau bilang tadi?” tanya Keira sambil masih melotot tajam ke arah Xyon.


Nordian kemudian berseru kepada pria tua yang berwajah tampan itu, “Xyon, anak itu memiliki dua buah pedang kosmik! Aku belum pernah melihatnya, tidak ada satu pun immortal dari Palladina yang memilikinya!”


Dengan nafas yang sedikit tersengal, Xyon menjawab, "Ya, karena hanya ia adalah seorang Crossbreed, Nordian. Senjata kosmik yang dimilikinya sudah tentu berbeda dengan milik kita semua. Bisa jadi, ia tidak hanya memiliki satu jenis senjata kosmik saja.”

__ADS_1


“Bola mata biru tua itu mengerikan,” balas Nordian.


Keira mendadak menundukkan kepalanya. Wajahnya berubah menjadi sendu, dan Xyon langsung memperhatikannya.


"Kau sebenarnya sudah menyadari hal ini sejak lama, bukan? Mengapa masih menolak kekuatan itu?" tanya Xyon.


"Aku hanya tidak ingin semua orang menganggapku sebagai penyihir ketika bola mataku mendadak berubah warna dan mereka menyadarinya. Aku sendiri takut akan melukai orang lain dengan senjata-senjata itu. Aku terus menerus menolak kekuatan ini karena … takut. Ya, aku takut sekali mengetahui kenyataan bahwa aku bukanlah … manusia!” tangis Keira.


Gadis itu mulai menangis dan menutup wajah dengan kedua tangannya. Xyon yang tadinya terlihat marah, kini justru bersedih melihat Keira yang ternyata sudah lama mengetahui bahwa ada yang berbeda dari dalam dirinya.


“Aku sudah berusaha untuk tidak menunjukkan kekuatan itu, hanya karena takut akan dirundung oleh orang lain. Aku bahkan tidak bercerita kepada kedua orang tua ataupun bibi angkatku. Aku memendam semuanya sendirian, termasuk perundungan yang kuterima dari semua orang, hanya karena warna rambutku yang berbeda dari mereka. Aku hanya ingin … diterima,” ucap Keira pelan.


Xyon langsung berdiri, kemudian ia mendekati Keira dan berdiri di sampingnya.


"Aku benar-benar minta maaf karena harus melakukan hal sekasar itu padamu, Keira, termasuk seluruh perundungan yang sudah kau terima dari orang-orang itu, aku sudah melihatnya, dan aku benar-benar minta maaf tidak bisa menjagamu dari jarak dekat karena khawatir para Silverian itu akan mengetahui posisimu. Mendiang ibumu hanya ingin kau hidup dengan tenang, namun…" ujar Xyon, namun ia tiba-tiba saja berhenti berbicara.


Keira lalu mengusap kedua matanya dan menatap Xyon, kemudian bertanya, "Namun?"


Nordian lalu berdiri dan menatap Keira, kemudian menjawab, “Energi antimateri milikmu menjadi target dari para Silverian, sementara kutukan yang melekat kepadamu, menjadikan dirimu incaran dari para immortal lainnya jika mereka mengetahui bahwa ada seorang Crossbreed yang sudah lahir di dunia ini, bahkan ibunya adalah seorang ratu dari Palladina, sebuah planet yang memiliki status sebagai penjaga galaksi.”


Kali ini Keira menatap Nordian dengan wajah yang masih sendu, lalu bertanya lagi, “Kutukan?”

__ADS_1


“Ya, energi antimateri milikmu bertentangan dengan semua energi dari materi yang ada di dunia ini. Alam semesta mengutuk keberadaan para Crossbreed, karena … mereka adalah mortal yang memiliki kekuatan immortal,” jawab Xyon, “para Silverian juga menginginkan dirimu. Kau bisa mengendalikan seluruh energi, apapun itu, dan mereka ingin menjadikanmu sebagai … mesin pembunuhnya.”


“Hei, tahu dari mana kau mengenai hal itu, Xyon?” tanya Nordian.


“Asumsiku saja,” jawab Xyon dengan wajah yang datar.


Keira sedikit lega setelah ia mengetahui beberapa hal tentang dirinya sekarang, tentang kekuatan dan senjata kosmik miliknya, dan kini, ia mulai berusaha untuk menerima dan berdamai dengan dirinya sendiri. Ia kemudian menghela nafas panjang sambil berusaha menyeka air matanya.


"Namun, kalian sudah berada di sini. Mereka pasti sudah tahu di mana diriku berada," ujarnya.


"Apakah kau ingin kembali ke Planet Palladina? Lagi pula cepat atau lambat, kau pasti harus kembali, karena senjata-senjata kosmik itu menguras energi cahaya yang kau miliki, dan jika kau kekurangan energi cahaya, sebagai seorang Palladina, kau … tidak bisa lagi menggunakan senjata kosmik,” pungkas Xyon.


“Xyon, bukankah Yang Mulia adalah seorang Crossbreed? Ia adalah seorang mortal, bukan? Ia pasti menggunakan energi antimateri miliknya selama ini tanpa tahu bahwa energi cahaya bisa diisi ulang,” ucap Nordian.


Xyon menggelengkan kepalanya, kemudain membalas, “Menurut beberapa buku kosmik yang sudah kubaca … energi antimateri itu bisa berkurang dan tidak bisa diisi ulang. Ada baiknya ia menggunakan energi lain, dan menyimpan energi antimateri itu baik-baik untuk hal-hal yang lebih darurat.”


Nordian terdiam.


Keira tiba-tiba menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil, lalu berucap, "Aku belum siap untuk itu, maafkan aku. Aku masih sangat terkejut, sama sekali belum bisa menerima semua ini. Lagi pula aku masih harus menyelesaikan pendidikanku. Bibi angkatku mewariskan seluruh hartanya kepadaku, jadi aku pikir aku masih ingin berada di sini untuk beberapa saat.”


Nordian lalu menoleh ke arah Xyon dan berkata, “Para Silverian itu sudah pasti tahu keberadaan Yang Mulia Putri di sini, Xyon, karena kita sudah berada bersama dengannya.”

__ADS_1


__ADS_2