
“Jika aku tidak melakukan hal itu, bagaimana bisa kau sekarang hanya memiliki orang-orang terkuat untuk membantumu menjalankan rencana bodohmu kemarin? Aku tidak menghancurkan planet lain seperti yang dilakukan oleh Flerix, lagi pula tidak ada yang mencurigai ataupun mengetahui Planet Blackerian sampai detik ini!” balas Hyerixon sambil mengernyitkan dahinya.
Meteorix hanya tertawa sinis untuk beberapa saat setelah mendengarkan hal itu, kemudian berkata, “Karena materi gelap adalah satu-satunya energi kosmik setelah energi gelap yang paling banyak di alam semesta, tentu saja bukan hal sulit bagimu untuk mengendalikan lubang hitam dan mengarahkannya ke sana! Ah, kau rupanya sangat pintar!”
Hyerixon tersenyum, lalu berujar, "Kau seharusnya memikirkan hal ini, Meteorix, aku adalah satu-satunya keturunan langsung dari Darkerio. Kau harus melupakan Xyon, dan … hiduplah dengan tenang di sini. Kejadian itu sudah sangat lama, bahkan rencanamu kemarin adalah sebuah kegagalan besar setelah perempuan Crossbreed itu memberikan energi antimaterinya untuk Planet Silverian.”
Meteorix kembali tertawa sebentar, setelah itu, ia menatap suaminya tersebut dengan wajah yang serius.
“Kau hanyalah anak angkat dari Darkerio, bukan anak kandungnya bersama dengan Sira. Kau berkata kepadaku, kau juga ingin membalaskan dendam kepada Xyon dan membuktikan kepada seluruh alam semesta bahwa kau mampu menjadi penguasanya, namun, justru akulah yang terus menerus bekerja demi ambisimu, Hyerixon! Kau sudah tahu bahkan sebelum kita menikah, bahwa aku tidak pernah sampai detik ini menyukaimu. Tidak pernah!” serunya dengan nada tinggi.
Hyerixon langsung tersenyum sinis, dan dengan cepat, ia mencengkram wajah Meteorix dengan tangan kanannya sambil berbisik, "Rupanya kau masih menyukai Xyon. Darah Palladina di dalam tubuhmu juga masih mengalir, bukan? Demi membalaskan dendam kepada pria tua itu, kau justru menggoda suami dari perempuan Crossbreed tersebut, Higarashi. Memang benar-benar, kau adalah wanita yang menarik, Meteorix."
Ia kemudian melepaskan cengkramannya dari wajah Meteorix, lalu memeluk istrinya itu dengan mata yang melotot tajam ke depan sambil berkata lagi, "Namun, Meteorix, kau lupa akan sesuatu, bahwa aku sedang mengendalikan lubang hitam ini ke arah Goldinian, dan tidak mungkin aku bisa dalam sekejap memindahkannya ke sana karena massanya yang besar! Seharusnya kau bisa menunggu serta melihat dengan hatimu bahwa cintaku kepadamu adalah cinta yang tulus, Meteorix!!"
Meteorix tiba-tiba tertawa kecil setelah mendengarkan perkataan dari suaminya barusan, lalu dengan wajah yang serius, ia membalas, "Kau salah, Hyerixon. Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada pria tua itu. Aku hanya akan fokus membalaskan dendamku, jadi kau tidak perlu cemburu kepadanya terus menerus."
__ADS_1
Ia kemudian melepaskan pelukan dari suaminya tersebut dengan kasar dan berjalan menuju ke kamar pribadinya yang dekat dengan lorong di mana jendela tadi berada. Hyerixon hanya bisa tertawa kecil sambil menggeram dan mengepalkan telapak tangan kanannya.
"Xyon lagi! Semuanya hanya memperhatikan Xyon! Apakah ia pernah sebaik itu kepadamu hingga kau tidak bisa melupakannya sampai detik ini? Ambisiku hanya ingin menjadi penguasa alam semesta dan membunuhnya, karena ia sudah terlebih dahulu membunuh ibuku! Menurutmu, apakah hanya Planet Palladina saja yang bisa menguasai Galaksi Metal? Tidak! Aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku adalah yang terkuat, Meteorix!!" gumam Hyerixon dengan wajah yang kesal.
Sementara Meteorix yang sedang duduk di atas ranjangnya di dalam kamar pribadinya sendiri, hanya bisa menghela nafas panjang sambil menyandarkan punggungnya di balik pintu. Wajahnya tampak sedih, namun masih sedikit kesal.
"Ini semua karena ulah Xyon! Ini semua, semuanya karena Xyon! Lihat saja kau, akan kubuat hidup orang-orang terdekatmu tersiksa, seperti kau yang sudah menyengsarakan hidupku! Kalian semua akan merasakan apa yang sudah kurasakan selama ini! Jika saja rencanaku kemarin tidak gagal akibat ledakan energi kosmik itu! Sialan!" serunya sambil melotot tajam ke depan dengan wajah yang dipenuhi amarah.
Di sisi lain, Xyon, Weim, Arex, dan Nordian, terlihat baru saja tiba di halaman depan istana kerajaan Halida dengan menggunakan kereta antar planet. Beberapa pengawal yang melihatnya, langsung membungkukkan badan untuk memberi hormat. Mereka lalu keluar bersama dengan seorang perawat wanita dari Palladina, yakni Kepala Perawat Yeria, dan berlari masuk ke dalam istana menuju ke ruang perawatan yang letaknya agak jauh di belakang.
Begitu mereka tiba di sana, mereka lantas mendekati Aerim serta Higarashi yang sedang berdiri di depan ruang perawatan, lalu berdiri di hadapan keduanya. Kepala Perawat Yeria kemudian membungkuk sebentar kepada Higarashi, dan kembali berdiri tegak sambil menatapnya dengan wajah serius.
“Apakah kau membawa seorang perawat perempuan kemari untuk memberikan Healing Renovatio kepada Keira, Perdana Menteri Xyon?” tanya Higarashi sambil mengernyitkan dahi.
Xyon langsung menatap pria muda itu dengan wajah yang serius, lalu berkata, “Apakah kau benar-benar sudah lupa bahwa kami tidak bisa memberikan Healing Renovatio kepada seorang mortal, Yang Mulia?”
__ADS_1
Higarashi hanya terdiam.
“Aku membawa Kepala Perawat Yeria dari Palladina, karena ia sudah pernah membantu beberapa perempuan untuk melahirkan secara mortal,” ucap Perdana Menteri dari Palladina itu karena melihat wajah Higarashi yang tampak kebingungan.
“Ah, baiklah. Terima kasih, Perdana Menteri Xyon,” balas Higarashi, lalu ia menoleh ke arah Yeria dan berkata, “cepatlah masuk ke dalam ruang perawatan.”
“Baik, Yang Mulia,” ujar Yeria sambil menundukkan kepalanya, kemudian ia berjalan masuk ke dalam ruang perawatan di mana Keira sedang berada.
Setelah itu, Xyon tanpa sengaja menoleh dan memperhatikan baju kemeja Aerim yang bagian depannya penuh dengan noda darah.
"Apa yang sudah terjadi kepadamu, Aerim? Mengapa ada begitu banyak noda darah di pakaianmu?" tanyanya dengan wajah yang gusar.
Raja dari Silverian tersebut langsung menoleh ke arah Xyon. Arex, Weim, dan Nordian pun mulai memperhatikan pakaian Aerim, kecuali Higarashi. Xyon langsung mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah di antara keduanya.
"Ah, aku bertemu dengan Keira ketika ia sedang berjalan di salah satu lorong dan berkata kepadaku bahwa ia hendak menuju ke halaman belakang. Namun setelah beberapa saat, ia mulai merasakan ada sesuatu yang mengalir membasahi kakinya. Maka itu aku menggendongnya, dibantu dengan dua orang pelayan perempuan yang kebetulan berada di sana. Higarashi sedang melakukan pekerjaannya, jadi aku tidak sempat memberitahukannya langsung," jawab Aerim dengan sedikit keraguan di wajahnya.
__ADS_1
Xyon terdiam sebentar, lalu bergumam di dalam pikirannya, “Ada sesuatu yang berusaha ditutupi oleh Aerim.”
Ia kemudian menatap Higarashi dengan wajah yang serius dan membalas, "Ah, baiklah kalau begitu. Terima kasih untuk memberitahukan kepadaku tentang hal ini melalui salah satu pelayanmu. Bagaimana keadaan Keira sekarang? Apakah sudah ada kabar dari dalam?"