Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Kecurigaan Aerim


__ADS_3

"Ia sudah tiga jam berada di dalam, dan kami sama sekali belum mendapatkan kabar apapun. Kepala Perawat hanya meminta kami untuk menunggu di depan," jawab Higarashi dengan wajah yang sangat gusar.


Pikiran Xyon semakin dipenuhi rasa penasaran begitu ia melihat Higarashi dan Aerim yang tampak tidak ingin mendekati satu sama lain. Ia kemudian menatap Aerim sambil mengangguk sekali, dan Raja dari Silverian itu membalasnya dengan satu kedipan dari kedua matanya.


"Sebaiknya kita tinggalkan Higarashi sendiri di sini terlebih dahulu. Aku melihat ketegangan yang sangat besar di wajahnya. Ia pasti sedang cemas menanti kabar bahagia dari Keira," ucap Xyon.


Aerim seperti sudah mengetahui maksud dari ucapan tersebut, lalu ia membalas, "Baiklah, sebaiknya kita menunggu di halaman belakang."


Ia kemudian berjalan terlebih dahulu menuju ke halaman belakang istana, lalu diikuti oleh keempat orang lainnya kecuali Higarashi. Begitu mereka tiba di sana, kelimanya lantas berdiri di bawah sebuah pohon besar yang besar, sambil menatap satu sama lain dengan wajah yang serius.


"Katakan padaku sekarang, apa yang sebenarnya sudah terjadi di antara kalian berdua?! Lalu mengapa pakaianmu dipenuhi darah?" tanya Xyon dengan wajah gusar.


"Apakah kau baru saja bertarung dengan Higarashi?" tanya Arex sambil mengernyitkan dahinya.


Aerim menghela nafas pendek, kemudian ia menjawab dengan wajah kesal, "Aku datang ke sini tadinya dengan niat untuk menjenguk Keira, namun aku malah menemukannya berlutut di salah satu lorong istana sambil menangis. Ia berkata padaku bahwa Higarashi sudah memarahinya dengan keras. Aku pikir ia hanya sedang tidak enak badan, namun begitu aku melihat darah yang mengalir hingga membasahi kedua kakinya, aku langsung meminta pertolongan pelayan dan menggendong Keira hingga ke ruang perawatan."


"Apa maksudmu Higarashi sudah memarahi Keira? Tidak mungkin ia melakukan hal itu. Ia sangat mencintai Keira," balas Weim dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Masalahnya, begitu aku tiba di depan kamar untuk memberitahukan kepada Higarashi bahwa Keira sedang berada di ruang perawatan, aku lalu membuka sedikit pintunya, dan mendengar raja bodoh itu sedang bergumam dengan memanggil seorang wanita yang bernama Viora," jawab Aerim dengan nada tinggi.


Xyon terdiam sebentar, lalu ia berkata kepada Aerim, "Viora? Ah! Aku dan Higarashi sedang berada di dalam Planet Silverian sebelum kejadian ledakan energi kosmik itu. Kami hendak membawa Keira kembali, namun atmosfer planetmu waktu itu sangat mudah untuk ditembus, karena tidak ada pasukan Silverian sama sekali di sana. Seorang wanita bernama Viora itu tiba-tiba muncul, dan memberitahukan kepada kami di mana kau menyembunyikan Keira.”


Tiba-tiba Aerim terkejut mendengar ucapan Xyon barusan, lalu ia mendekati Xyon sambil melotot dan berkata dengan tegas, "Apa? Tidak ada pasukan Silverian di atas atmosfer planetku pada waktu itu? Tidak mungkin. Aku selalu menyuruh mereka bergantian untuk menjaga atmosfernya! Apa yang sedang kau bicarakan, Xyon?!”


Xyon kemudian menghela nafas pendek, lalu membalas, "Aerim, kami benar-benar masuk ke dalam planetmu dengan mudah, bukankah kau melihat kami masih penuh dengan energi ketika berhadapan denganmu?!"


Aerim menggelengkan kepalanya, lalu mengepalkan kedua tangan sambil berseru, "Viora! Wanita sialan itu benar-benar keterlaluan! Tidak seharusnya aku memercayainya untuk mengirimkan undangan itu kepadamu, dan kali ini, ia justru mengacaukan Keira!”


“Apa maksudmu, Aerim? Mengacaukan Keira?” tanya Weim sambil mengernyitkan dahinya.


“Lalu, ada apa dengan Viora? Mengapa kau seperti tidak menyukainya?” tanya Xyon lagi dengan wajah yang tampak kebingungan.


Raja dari Silverian itu menghela nafas panjang, lalu menjawab, "Ia mengaku kepadaku bahwa ia adalah anak dari sepasang bangsawan Ruthenia. Kedua orang tuanya dibunuh oleh sang Raja karena dianggap akan melakukan pemberontakan. Ia kemudian datang dan memohon kepadaku untuk bekerja sama dengannya. Ia akan membantuku untuk memusnahkan kalian semua dan sebagai gantinya, ia ingin agar aku membunuh Raja dari Ruthenia. Namun, aku sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan menyuruh pasukan-pasukanku untuk pergi dan membiarkan kalian masuk ke dalam Planet Silverian dengan mudah! Aku tidak tahu di mana dirinya berada sekarang sejak ledakan energi kosmik itu!”


“Ah, bukankah karena kau sudah tidak lagi bisa mengendalikan energi gelap maka dari itu ia pergi meninggalkanmu?” tanya Arex sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


“Ia pasti memiliki rencana lain karena Planet Silverian kini sudah berubah, Aerim,” balas Nordian.


Aerim tiba-tiba tersenyum sinis, kemudian menjawab, "Hah! Karena aku tidak pernah yakin kepadanya, maka itu aku hanya pernah satu kali meminta tolong kepadanya untuk berpura-pura menjadi pemilik restoran di pantai itu. Ia bahkan berani-beraninya meminta pasukan-pasukanku untuk pergi, dan sekarang, aku melihat sendiri bahwa Higarashi tampak senang ketika ia memikirkan Viora. Ia memanggil wanita tersebut bahkan ketika ia sedang berada sendiri di dalam kamarnya!”


Mereka langsung terdiam karena terkejut dengan hal itu, namun tidak dengan Xyon. Ia justru menjadi sangat curiga dengan ucapan Aerim barusan.


"Tampaknya Higarashi dan Viora seperti sudah saling mengenal satu sama lain. Memangnya di mana selama ini Viora tinggal, jika kau bilang ia adalah putri dari sepasang bangsawan Ruthenia? Ia bisa saja dijatuhi hukuman mati jika sang Raja tahu bahwa ia pernah meminta bantuanmu untuk mengacaukan kerajaannya," ucap Perdana Menteri dari Palladina itu.


"Karena aku pernah memintanya untuk meracuni Keira ketika ia sedang berada di pantai, dan dari sana, Viora mengenal Higarashi. Wanita itu juga selama ini tinggal bersama denganku dan Demira di dalam istana Planet Silverian," jawab Aerim lagi.


Ia kemudian menghela nafas pendek, lalu mengepalkan tangan kanannya dan berseru, "Aku akan mencari keberadaan Viora dan membuat perhitungan dengannya. Ada yang tidak beres dengan wanita itu!”


Xyon langsung menatap Raja dari Silverian itu dengan sorot mata yang tajam, kemudian membalas, "Kau tidak boleh terlalu terburu-buru, Aerim. Mungkin memang benar bahwa Viora memiliki tujuan lain, namun akan semakin susah bagimu menangkapnya jika seperti ini. Sebaiknya kita menunggu terlebih dahulu, untuk mencari bukti yang lebih kuat dan membawanya ke Pengadilan Tinggi.”


“Menunggu? Astaga! Xyon! Dovrix yang juga menghilang setelah ledakan energi kosmik tersebut, dan kau masih memintaku untuk menunggu sementara Higarashi sudah bertingkah aneh kepada Keira?” seru Aerim dengan wajah yang kesal.


“Dovrix?” tanya Xyon dengan nada yang sedikit tinggi.

__ADS_1


“Ya, Dovrix. Ia adalah pelayan setia ayahku, dan sampai kemarin ia masih bersama denganku, sebelum pada akhirnya ledakan energi tersebut membuat energi gelap yang ada di dalam Planet Silverian hilang seluruhnya. Aku harus mencari pria tua itu juga, astaga!” jawab Aerim sambil menggelengkan kepalanya sekali.


Xyon langsung mengernyitkan dahi, sambil bergumam di dalam pikirannya, “Dovrix. Ternyata kau adalah tangan kanan Flerix. Aku akan mencarimu dan membalaskan dendamku untuk mendiang Raja, Ratu, serta Permaisuri dari Palladina!”


__ADS_2