Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Hancurnya Istana Kerajaan Silverian


__ADS_3

Di luar bola hitam raksasa itu, Xyon yang masih berlutut sambil menundukkan kepalanya dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas tanah, hanya bisa menangis dalam diam sambil menatap rerumputan hitam di bawahnya.


“Anakku …, anakku … juga adalah seorang … Crossbreed, bukan? Ia adalah seorang Crossbreed, benar, bukan? Jika ia masih hidup, apakah ia akan memiliki nasib yang sama seperti Keira?” gumamnya di dalam hati sambil menahan seluruh emosinya.


Aerim justru tertawa terbahak-bahak begitu melihat lawannya tersebut sepertinya sudah menyerah.


Ia kemudian menatap Xyon dengan sorot mata yang tajam, kemudian berkata, “Menyerah saja, Xyon. Planet Silverian akan kembali ke masa-masa indahnya. Bukankah ini semua adalah kesalahanmu sendiri, akibat kesombonganmu pada waktu itu?”


Xyon terdiam sebentar, lalu dengan senyum kecil, ia membalas, “Aku … sempat ingin membawamu kembali ke Planet Palladina, begitu Ryena melahirkanmu, namun, Flerix ternyata lebih cepat daripada dugaanku. Ya, kau benar. Ini semua adalah kesalahanku.”


Namun, tanpa mereka sadari, di sisi lain Bola Hellox tersebut, rupanya Viora dan Higarashi sudah tiba di sana.


“Ini adalah Bola Hellox,” ucap Viora dengan nada pelan.


Tiba-tiba, Aerim berteriak dengan wajah yang sangat kesal, “Kau sudah membunuh ibuku, dan sekarang kau justru memanggilnya hanya dengan nama pribadinya saja? Sungguh tidak sopan! Ia adalah seorang putri, ya, mendiang Putri Ryena dari Palladina!!”


Teriakan itu membuat keduanya terpaksa menghentikan langkah karena terkejut.


Higarashi kemudian menoleh ke belakang dan berkata, "Viora, bukankah itu suara …? Hei, ke mana dia?"


Raja dari Halida itu menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengernyitkan dahinya, namun, Viora ternyata sudah menghilang dari pandangannya.


"Ah, sudahlah," gumamnya pelan, kemudian, ia menoleh kembali ke depan dan mulai mengintip dari balik bola hitam raksasa itu dengan hati-hati.

__ADS_1


Higarashi tampak terkejut begitu melihat Xyon yang sedang berlutut di hadapan Aerim, namun ia berusaha tetap diam sambil melotot tajam ke arah mereka.


"Dasar pria tua yang aneh. Kau sendiri membencinya, lantas mengapa kau menangisi kepergiannya yang sebentar lagi akan tiba?" tanya Aerim kepada Xyon dengan senyum sinis.


"Aku … memang ingin agar ia menjadi alat balas dendam yang sempurna. Aku ingin ia menghancurkan planet ini, aku ingin ia membunuh kalian semua. Aku bahkan menyetujui pernikahannya dengan Higarashi agar ia menjadi semakin kuat dengan energi kosmik yang ia dapatkan dari pasangannya. Ya, dendamku sangat besar, bahkan aku tidak ingin mengetahui keadaannya lagi. Aku hanya ingin semua ini cepat berakhir! Ia sangat merepotkan! Bertahun-tahun, aku dengan susah payah menyuruh keempat jenderal seniorku untuk mengawasinya, dan salah satu dari mereka justru tewas akibat kutukan dari Crossbreed itu!!" balas Xyon dengan nada tinggi, walaupun ia masih menangis pelan.


Aerim tertawa sebentar, kemudian ia berkata, "Bagus! Baiklah, aku akan mewujudkan impianmu itu, Xyon! Kau tidak perlu lagi bersusah payah untuk membalaskan dendammu! Aku akan segera membunuhnya!"


“Sialan!” gumam Higarashi setelah mendengar ucapan tersebut.


Divine Sword miliknya muncul di dalam genggamannya setelah itu, lalu ia mulai melangkah pelan menuju ke arah Aerim dan Xyon.


"Namun," ucap Xyon pelan, dan ucapan ini membuat Higarashi menghentikan langkahnya, mengurungkan niatnya untuk menyerang Aerim, dan kembali mendengarkan mereka.


“Bagus! Aku akan segera mengabulkan permintaanmu itu! Bola Hellox ini akan …,” balas Aerim, namun, tiba-tiba Xyon berdiri tegak dan menatapnya dengan sorot mata yang tajam.


Aerim terdiam, lalu menelan ludahnya sendiri sambil mengernyitkan dahinya begitu ia melihat wajah Xyon yang tampak serius.


“Itu aku yang dulu, Aerim. Sekarang, aku mulai mencintainya. Aku mencintai Keira, seperti anakku sendiri! Aku ingin melindungi Keira mulai dari sekarang! Keira! Apakah kau dengar? Kau tidak lagi sendirian! Aku, pamanmu ini, akan terus melindungi dan menjagamu, sama seperti dirimu yang melindungi kami semua tanpa memperhatikan dirimu sendiri!! Walaupun alam semesta mengutuknya, namun, ia masih adalah makhluk yang berhak hidup, Aerim!!" teriak Xyon dengan nada yang benar-benar tinggi dan air mata yang kini mengalir deras membasahi wajahnya.


“Apa?!” seru Aerim dengan wajah yang tampak kesal.


Ia terkejut dengan pengakuan tersebut, bahkan Higarashi yang mendengarnya barusan, sampai melotot tajam, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Xyon.

__ADS_1


Sementara itu di dalam Bola Hellox, tiba-tiba saja Starlet yang ada di dalam tubuh Keira, mulai bersinar. Sinar berwarna putih itu semakin lama semakin besar dan terang. Permaisuri dari Halida tersebut langsung menoleh ke arah lehernya sendiri, dengan wajah yang tampak terkejut.


“Ada apa ini?!” gumamnya sambil mengernyitkan dahi.


Ia kemudian bangkit dan berdiri tegak, lalu, memejamkan mata sambil meletakkan kedua tangan di dadanya. Setelah beberapa saat, Keira membuka matanya perlahan, dan kedua bola matanya kini sudah berubah warna, dari biru muda menjadi biru tua.


"Aku bisa merasakan energi cinta yang sangat besar …, namun bukan berasal dari Higarashi. Tidak, ini bukan energi cinta darinya. Lalu, dari siapakah energi cinta ini? Sangat hangat. Cahayanya menyinari hatiku yang sedang sedih …," gumam Keira, lalu, ia menutup kembali kedua matanya.


Sinar tadi kemudian menjadi semakin besar dan semakin terang, dan lama kelamaan, sinar tersebut mulai memenuhi setiap bagian di dalam bola raksasa hitam itu, bahkan menembus keluar, hingga Aerim, Xyon, dan Higarashi langsung menoleh ke atas Bola Hellox tersebut dengan mata yang melebar.


“Sinar apa itu? Apa yang sedang terjadi?!” teriak Aerim dengan wajah yang tampak panik.


“Apa yang sedang terjadi?!” gumam Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.


Sinar itu mulai menyilaukan mata dan semakin lama semakin membesar dan terang, sampai ketiganya harus menghalangi sinar tersebut dari mata-mata mereka dengan mengangkat tangan masing-masing.


“Bola ini akan segera hancur!!” teriak Xyon yang baru saja melihat beberapa bagian Bola Hellox tersebut mulai retak.


“Sialan!!” teriak Aerim.


“Lari!!” seru Xyon lagi.


Ia mulai berlari menjauhi bola hitam raksasa tersebut, begitu juga Aerim dan Higarashi, ke tempat yang lebih aman, namun, tidak terlalu jauh dari sana. Setelah retakan itu semakin membesar, akhirnya Bola Hellox tadi, pecah, meledak, dan menjadi puing-puing kecil karena energi cahaya yang terlalu kuat berhasil mengalahkan energi gelap yang ada di dalam bola hitam raksasa tersebut.

__ADS_1


Namun, sinar tersebut tidak berhenti menyorot ke segala arah, termasuk istana kerajaan Silverian. Semua orang yang berada di dalam istana langsung berteriak panik dan berlarian keluar begitu mereka melihat pilar-pilarnya mulai retak akibat sorotan tajam dari sinar itu.


__ADS_2