
"Aku tidak peduli, Perdana Menteri Xyon! Jika memang aku harus membuktikan padamu bahwa aku mencintai Keira dengan setulus hatiku, maka aku akan melakukannya! Kalian sendiri, kalian … kalian tidak pernah ada ketika Keira dirundung oleh Chexy, ataupun para Silverian, atau anak-anak nakal yang sering ditemuinya ketika ia masih berada di kota kecil itu!!" teriak Higarashi sambil melepaskan genggaman Xyon dari lengannya dengan kasar.
Mereka berdua kini saling menatap satu sama lain dengan sorot mata yang tajam dan suasana mulai terasa semakin tegang. Setelah beberapa saat, Xyon kemudian menghela nafas panjang, lalu berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Aku akan ikut bersamamu,” ucapnya, hingga Higarashi terkejut setelah itu.
Kedua mata Raja dari Halida tersebut menatap Xyon seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Perdana Menteri Xyon, bukankah kau sendiri yang barusan menghalangiku untuk pergi ke sana? Mengapa sekarang kau berubah pikiran?" tanya Higarashi dengan wajah yang terlihat kebingungan.
Wajah Xyon tiba-tiba berubah menjadi sendu. Ia kemudian menundukkan kepalanya sedikit, lalu menghela nafas pendek.
"Aku menemukan Keira di sebuah planet dingin, sendirian. Namun tiba-tiba, seorang Silverian datang dan menculiknya, di hadapanku," jawabnya, “aku tidak bisa bertindak cepat karena Televortare yang dilakukan oleh Silverian itu terlalu cepat.”
Higarashi kemudian tersenyum sinis, hingga Xyon kembali menatapnya dengan wajah yang serius.
“Perdana Menteri Xyon, kau menuduhku barusan, berkata bahwa aku menikah dengan Keira hanya karena menginginkan kekuatannya saja, lalu, bagaimana denganmu? Apakah kau takut jika Keira tidak ada, kau tidak lagi bisa membalaskan dendam kepada para Silverian itu?” tanyanya sambil mengernyitkan dahi.
“Higarashi, mendiang Yang Mulia Ratu Anexta memintaku untuk menjaga Keira serta memberikanku status sebagai perdana menteri, jadi, ini adalah tugasku untuk melindunginya,” jawab Xyon.
Namun, Higarashi tampaknya masih tidak bisa memercayai Perdana Menteri dari Palladina itu. Ia kemudian menghela nafas panjang dan berkali-kali menggaruk kepalanya sebelum akhirnya, Higarashi kembali menatap Xyon dengan wajah yang serius.
__ADS_1
“Baiklah, Perdana Menteri Xyon. Kita akan pergi ke sana sekarang juga,” ucapnya.
Xyon mengangguk. Mereka kemudian keluar dari kamar dan berjalan menuju ke lantai satu, lalu berlari keluar dari rumah dan dengan cepat. Setelah tiba di sebuah rumah kosong tanpa ada orang di sekelilingnya, mereka lantas berubah menjadi dua buah bintang kecil yang langsung melesat ke atas langit.
Sementara itu di dalam istana kerajaan Silverian, Aerim terlihat sedang berdiri di dalam sebuah ruangan, sambil menatap ke luar jendela. Demira yang juga berada di sana, sedang duduk di atas sebuah sofa yang letaknya persis di sebelah meja kerja milik pria itu.
"Perempuan Crossbreed itu memiliki energi kosmik yang luar biasa kuat, Aerim. Apakah kau yakin Bola Hellix mampu menampungnya? Ah, apakah kau yakin bahwa energi kosmik yang telah terkumpul nanti, akan bertahan selama ribuan tahun?" tanya Demira dengan wajah yang dipenuhi rasa penasaran.
"Hmm, menurut perhitunganku, seharusnya begitu. Keira memiliki energi antimateri murni, sebagai seorang Crossbreed, jadi, aku rasa ia akan mengenyangkan planet ini untuk waktu yang lama," jawab Aerim dengan wajah serius.
"Jika memang kekuatan seorang Crossbreed adalah sekuat itu, mengapa tidak ada yang mau berhubungan dengan manusia mortal? Bukankah dengan demikian, akan terlahir banyak Crossbreed lainnya? Mengapa harus susah payah menangkap Keira?" tanya Demira dengan senyum sinis.
Aerim kemudian menatap Demira dengan wajah yang terlihat kesal, lalu menjawab, "Ah, ternyata kau ini bodoh sekali. Apakah kau mau menanggung semua kutukan alam semesta ini? Keira adalah makluk mortal. Ia bisa mati, namun, tubuhnya tidak akan menjadi debu halus seperti kita. Ia hanyalah sampah. Sampah luar angkasa!”
“Yang Mulia! Ada dua makhluk yang berasal dari luar planet ini, sedang mencoba untuk merusak pertahanan atmosfer kita!" seru prajurit itu.
Aerim langsung melotot tajam ke arah prajurit tersebut, dengan wajah yang penuh amarah.
"Sialan! Siapa yang berani masuk ke dalam planetku?! Mengganggu sekali! Siapkan prajurit untuk menyerang mereka, sekarang juga!" seru Aerim, kemudian ia dengan tergesa-gesa berlari menuju ke halaman depan istana, diikuti oleh prajurit tadi.
Demira hanya tersenyum sinis melihat hal itu.
__ADS_1
"Pasti akan seru sekali. Sebaiknya aku melihatnya dari sini, tentu saja akan lebih aman," gumamnya sambil mengelus-elus perutnya yang kini sudah terlihat semakin membesar.
Di atas atmosfer Planet Silverian, para prajurit yang jumlahnya ribuan orang, rupanya sedang menghalau dua orang tamu tidak diundang yang hendak masuk ke dalam planet mereka. Higarashi dan Xyon, rupanya sedang berusaha menembus atmosfer terluar planet tersebut, demi menemui Keira, walaupun mereka tidak benar-benar tahu di mana keberadaan Permaisuri dari Halida itu sebenarnya.
Keduanya terlihat sedang melayang-layang di atas atmosfer planet gelap tersebut, sambil terus menerus menghalau prajurit-prajurit yang menyerang mereka dengan senjata kosmik miliknya masing-masing. Setelah beberapa waktu, Xyon dan Higarashi mulai kelelahan karena jumlah mereka yang tidak seimbang.
Karena kelelahan, mereka akhirnya berhenti, lalu mendekatkan diri dan berdiri membelakangi satu sama lain, namun, keduanya masih dalam posisi bertahan, dengan menggenggam erat pedang kosmik mereka dan mengarahkannya ujungnya yang tajam kepada para prajurit Silverian itu.
Prajurit-prajurit Silverian tersebut mulai mengelilingi keduanya, dari segala sisi, sambil mengarahkan ujung tajam dari pedang-pedang kosmik milik mereka kepada Xyon dan Higarashi.
"Uh, Perdana Menteri Xyon, aku tidak yakin kita akan bisa menembus atmosfer planet ini. Bahkan hanya atmosfernya saja …," bisik Higarashi pelan, dengan keringat dingin yang mulai mengalir dan membasahi wajahnya.
"Higarashi, bukankah ini semua … Adalah idemu?!" balas Xyon dengan keringat dingin yang juga sudah mengalir hingga ke dagunya.
"Namun, aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku akan pergi sendiri, pria tua! Mengapa kau justru menawarkan dirimu untuk ikut bersamaku?! Aku kira, kau pernah masuk ke dalam planet ini!" bisik Higarashi lagi sambil mengernyitkan dahinya.
"Astaga. Aku sendiri … sebenarnya belum pernah sama sekali masuk ke dalam planet ini …," balas Xyon dengan wajah datar.
Higarashi langsung menghela nafas panjang begitu mendengar pengakuan itu, lalu berkata dengan wajah yang terlihat kesal, "Astaga, Perdana Menteri Xyon! Usiamu sudah lebih dari sembilan puluh tahun … dan kau belum pernah masuk ke dalam planet ini?!"
"Ah …, itu …," gumam Xyon, namun, tiba-tiba, angin topan yang entah dari mana asalnya, berhembus kencang menuju ke arah mereka.
__ADS_1
“Paman Xyon!!” teriak Higarashi sambil melotot tajam dan menunjuk ke arah angin topan tersebut hingga Xyon terkejut.