Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Perasaan yang Bersemi Kembali


__ADS_3

Sementara itu, di dalam Planet Halida, suasananya sangat sibuk untuk beberapa tahun belakangan. Para pelayan, setiap tahun harus disibukkan dengan mengadakan sebuah pesta yang disebut sebagai pesta dansa, padahal sebenarnya, pesta itu dibuat untuk mencari seorang putri yang pantas … bagi sang Pangeran Mahkota, Higarashi.



Pesta dansa tersebut akan selalu diadakan setiap tahun sampai Higarashi menemukan jodohnya dan menikah. Setiap tahun juga, para pejabat, bangsawan, dan pemimpin dari seluruh planet, baik yang ada di dalam maupun di luar Tata Surya Goldinian, dipersilahkan untuk membawa anak gadis mereka yang sudah cukup umur untuk menikah … kecuali seluruh penduduk dari Planet Silverian.


Namun, sebanyak apapun gadis yang hadir dan selama apapun pesta dansa itu berlangsung, Higarashi tetap pada pendiriannya, yakni ia tidak ingin menikah. Tidak tahu apa alasannya, padahal, ia sudah cukup usia untuk menikah, dan para pejabat tinggi istana mulai membicarakan hal ini.


Pada suatu sore, sang raja, Neriya, dan sang permaisuri, Klafina, dan Higarashi terlihat sedang bersama di halaman belakang istana untuk menikmati udara segar sambil berjalan-jalan.


“Hei, Nak. Kau sudah berusia dua puluh dua tahun, dan dari semua gadis itu, apakah tidak ada yang menarik perhatianmu?” tanya Neriya.


“Ah, aku masih sangat muda. Untuk apa mengadakan pesta dansa sejak usiaku delapan belas tahun sementara aku masih menganggap diriku ini terlalu muda untuk hal-hal semacam itu?” tanya Higarashi balik kepada ayahnya.


Neriya mulai terlihat kesal setelah mendengarkan pertanyaan itu.


“Jika kau tidak menikah dan tidak memiliki keturunan, maka planet ini tidak lagi akan memiliki pemimpin yang berdarah murni dari pemimpin sebelumnya, Higarashi. Kekacauan akan terjadi, dan para pejabat tinggi itu pasti akan melakukan kudeta besar-besaran,” ucap Klafina.


“Astaga, aku bahkan belum pernah melihatmu dekat dengan seorang gadis, siapa pun itu!” seru Neriya.


Higarashi menghela nafas panjang, lalu bertanya, “Lihatlah Planet Palladina. Mereka bisa menjadikan Xyon sebagai perdana menteri karena tidak memiliki keturunan murni dari pemimpin sebelumnya, lantas mengapa aku tidak bisa seperti itu? Bukankah mudah saja menunjuk seseorang untuk menjadi perdana menteri setelah aku tiada namun tidak juga menikah?”


Neriya langsung menoleh ke arah Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


“Ada rumor yang beredar di dalam istana bahwa kau sebenarnya tidak tertarik kepada lawan jenis, Nak. Pesta dansa tetap akan selalu diadakan setiap tahunnya di dalam istana , sampai kau berhasil menemukan pendamping, dan menikah!” serunya.


"Aku tidak tertarik dengan gadis-gadis itu,” balas Higarashi.


Klafina tersenyum kecil, kemudian ia menatap anak laki-lakinya itu dan berucap, “Entah gadis seperti apa yang kau inginkan untuk kau jadikan sebagai istrimu, Nak. Apakah tidak ada gadis cantik yang benar-benar menarik perhatianmu di sana?”


“Sudahlah! Sebaiknya kita jodohkan saja anak ini dengan seorang putri dari Diamona!” seru Neriya.


Higarashi langsung menghentikan langkahnya. Neriya dan Klafina juga berhenti melangkah, lalu menatapnya dengan wajah yang terlihat serius.


“Aku tidak ingin menikahi siapa pun! Aku juga tidak ingin dijodohkan kepada siapa pun!” teriaknya.


Ia kemudian berjalan menuju ke kamar pribadinya, meninggalkan kedua orang tuanya di sana.


Higarashi tidak peduli dengan seruan tersebut. Ia terus melangkah hingga tiba di depan kamarnya sendiri. Dengan tergesa-gesa, ia membuka pintu dan masuk ke dalam, lalu berjalan dengan cepat menuju ke arah lemari yang berada di depan ranjangnya..


Ia kemudian membuka lemari itu, lalu mengambil sebuah benda yang selalu ia letakkan agak dalam di ujungnya, bahkan tersembunyi hingga tidak ada satu pelayan pun mengetahuinya. Higarashi kemudian menutup kembali lemari tersebut dan berjalan ke arah ranjang. Ia lalu duduk sambil memperhatikan sebuah benda … yang selama ini disembunyikannya, dengan wajah yang sendu.


Benda itu adalah sebuah label botol minuman yang bergambar bunga krisan.


“Aku bukan tidak ingin menikah, namun, aku sedang menantikan seseorang. Kenangan yang singkat, namun sangat membekas di dalam hatiku, bahkan hingga sekarang,” gumamnya pelan.


Ia kemudian berbaring di atas ranjang sambil masih menggenggam label tersebut dengan tangan kirinya.

__ADS_1


“Masihkah ia ingat kepadaku?” gumamnya lagi.


Keesokan paginya, Neriya, Klafina dan Higarashi, terlihat sedang menyantap sarapan yang baru saja disajikan oleh para pelayan. Namun, suasana yang agak tegang justru membuat mereka tidak saling berbicara untuk beberapa saat.


"Sampai kapan kau memutuskan untuk tidak ingin menikah?" tanya Neriya sambil mengambil semangkuk sup dengan tangan kanannya.


"Aku tidak ingin menikah, sampai kapan pun," jawab Higarashi, sambil menyantap sarapannya.


"Usiamu sudah dua puluh dua tahun, apa perlu ibumu ini datang langsung ke semua planet yang ada di dalam Galaksi Metal ini, demi mencarikan seorang gadis untukmu?" tanya Klafina yang tiba-tiba saja berhenti menyantap sarapannya dan menatap Higarashi dengan senyum kecil di wajahnya.


"Tidak perlu repot-repot, Ibunda. Aku tidak ingin menikah,” jawab Higarashi lagi.


Biasanya memang Neriya selalu sabar menghadapi anak laki-lakinya yang menjawab pertanyaan tentang pernikahan dengan penolakan seperti itu, namun entah mengapa kali ini ia menjadi sangat kesal mendengar jawaban yang sama dari Higarashi.


Mendadak, ia berhenti menyantap semangkuk sup tadi, lalu menggebrak meja makan dengan tangan kirinya, dengan wajah yang penuh dengan kekesalan.


"Sebenarnya ada apa? Mengapa kau tidak mau menikah? Seluruh gadis perawan yang selalu hadir di setiap pesta dansa, semuanya kau acuhkan. Apa kau tidak mengerti bahwa rumor yang beredar tentang dirimu itu sangat mengganggu kami! Seharusnya kau sadar, sebagai pangeran, sebagai putra mahkota, kau harus menikah dan meneruskan hubungan kerajaan antar planet! Sebaiknya jangan ada pikiran di dalam otakmu untuk menunda pernikahan lagi! Aku akan segera menjodohkanmu dengan Putri dari Diamona!” seru Neriya.


Ia menghela nafas panjang. Istrinya, Klafina, kemudian menatap Higarashi yang masih menyantap makanannya. Tampaknya sang pangeran mahkota itu bahkan tidak bergeming walaupun ayahnya sudah marah sejak tadi.


Dengan senyum, Klafina bertanya, “Kau masih merindukan gadis kecil berambut biru tua itu, bukan?”


Higarashi langsung berhenti memakan sarapannya setelah ibunya bertanya hal itu, sampai ia menatap Klafina dengan wajah yang serius. Neriya bahkan terkejut dan menoleh ke arah istrinya karena pertanyaan tersebut.

__ADS_1


“Tidak mungkin, sayang. Pertama, gadis kecil itu kemungkinan besar sudah melupakan Higarashi. Kedua, ia adalah seorang manusia! Tidak mungkin aku merestui hubungan mereka! Apa kau ingin cucu kita yang lahir nantinya adalah seorang Crossbreed? Apa kau tidak dengar kutukan kepada Crossbreed, yang beredar sejak lama di dalam Galaksi Metal ini? Crossbreed itu akan menimbulkan perang yang lebih dahsyat ke depannya, antara kita dan para Silverian, atau planet-planet lainnya, daripada sekarang! Walaupun kutukan itu hanya sebatas rumor dan belum terbukti benar, namun bahkan rumornya saja sudah membuat masalah!" seru Neriya dengan wajah yang merah karena menahan emosi.


__ADS_2