Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Rahasia Keira


__ADS_3

“Bisa atau tidak, kalian harus segera membawanya ke Curelix jika memang keadaannya darurat,” balas Higarashi dengan wajah yang serius.


Perawat perempuan itu lantas menoleh dan menatap ke arah sang Raja dengan wajah yang tampak kebingungan.


“Namun, Yang Mulia, kami tidak pernah melihat ada seorang mortal yang menggunakan tabung Curelix untuk menyembuhkan penyakitnya. Jika ada sesuatu yang salah …,” ucapnya, namun Higarashi langsung memotong dengan berkata, “Cepat pindahkan Yang Mulia Permaisuri ke sana! Kita tidak akan tahu jika tidak mencobanya!”


“Yang Mulia …, baiklah,” balas perawat perempuan tersebut.


Ia kemudian membungkukkan badan bersama dengan perawat perempuan yang lain sambil masing-masing menggendong seorang bayi, lalu berdiri tegak dan berjalan masuk ke dalam ruang perawatan. Xyon lantas menatap Higarashi dengan wajah yang tampak kesal, namun ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya.


“Biasanya para perawat atau dokter akan melakukan diagnosis dengan Neuroxeth terlebih dahulu, lalu mengukur kegawatan penyakitnya dan memasukkan orang itu ke dalam tabung transparan Curelix untuk proses penyembuhannya. Tidak ada satu pun penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh tabung itu, namun, Keira adalah mortal, Higarashi,” ucap Perdana Menteri dari Palladina tersebut.


“Kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya. Bukankah kita memiliki energi kosmik yang sama dengan Keira, walaupun ia adalah seorang mortal? Mengapa Curelix tidak bisa menyembuhkannya? Healing Renovatio itu terbatas, Perdana Menteri Xyon. Kau adalah seorang Palladina dan sudah pasti tahu akan hal itu,” balas Higarashi dengan wajah yang serius.


Xyon hanya menghela nafas pendek sambil memperhatikan sikap Higarashi yang menurutnya aneh. Sementara itu di ruang perawatan, Yeria yang dibantu tiga orang perawat perempuan terlihat sedang mendorong ranjang di mana Keira masih berbaring di atasnya, dengan terburu-buru, menuju ke ruang penyembuhan, bahkan noda-noda darah yang ada di baju dan kasurnya tampak belum dibersihkan.


Begitu tiba di sana, mereka lalu berjalan mendekati salah satu Curelix, berdiri di sampingnya, kemudian Yeria membuka tabung tersebut dan mengangkat Keira perlahan-lahan untuk berbaring di atas ranjang yang berada di dalam benda itu.


Setelah semuanya selesai, Yeria lantas menutup kembali tabung Curelix dan menekan sebuah tombol berwarna merah yang terletak di samping benda tersebut. Tiba-tiba, muncul sebuah garis sinar berwarna putih yang bergerak maju dan mundur di dalamnya.


“Semoga Yang Mulia Permaisuri bisa cepat sadar,” gumam Yeria dengan wajah yang tampak penuh dengan kekhawatiran.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, jari-jari tangan kiri Keira tampak bergerak, dan Yeria langsung tersenyum lebar begitu ia melihatnya.


“Yang Mulia!” serunya, hingga tiga perawat perempuan yang membantunya tadi juga ikut memperhatikan Keira.


Perlahan-lahan, Permaisuri dari Halida itu mulai membuka kedua matanya, namun dengan tatapan kosong. Tiga puluh menit telah berlalu, dan garis sinar yang berwarna putih tersebut hilang, lalu tabung Curelix terbuka dengan sendirinya. Keira lalu menoleh ke samping, menatap Yeria sambil tersenyum kecil.


“Yang Mulia!” seru Yeria dengan wajah yang gembira.


Keira lalu berusaha untuk bangkit dan duduk, kemudian ia bertanya, “Di mana anak-anakku?”


Ia lalu memperhatikan sekelilingnya dengan wajah yang tampak gusar dan kembali berujar, “Ini … di mana?”


“Atas perintah Yang Mulia Raja? Bukankah Healing Renovatio tidak bisa menyembuhkanku? Mengapa tabung aneh ini justru bisa melakukannya?” tanya Keira dengan wajah yang kebingungan.


“Healing Renovatio tidak bekerja untuk menyembuhkan penyakit, Yang Mulia, melainkan luka. Curelix ini bekerja dengan penyakit, dan tampaknya Anda …,” jawab Yeria, namun Keira langsung memotongnya dengan berucap, “Ah, penyakit. Tubuhku sedang melawan diriku sendiri karena aku memberikan energi antimateri yang banyak kepada anak-anakku.”


Yeria terkejut dengan ucapan tersebut, kemudian ia bertanya sambil mengernyitkan dahi, “Yang Mulia …. Apakah Anda ….”


“Ya, aku tidak ingin kedua anak itu menjadi mortal sama seperti diriku. Mereka adalah Halida, dan immortal. Aku tidak ingin terus merepotkan Higarashi hanya karena diriku adalah seorang Crossbreed. Anak-anakku tidak boleh menjadi … mortal,” jawab Keira dengan wajah yang serius.


Yeria terdiam sebentar, lalu ia tersenyum dan berkata, “Sekali lagi, selamat untuk Anda, Yang Mulia. Kami akan mengantarkan Anda ke kamar sekarang juga.”

__ADS_1


Ia kemudian menoleh dan menatap seorang perawat perempuan yang berdiri di sebelahnya. Perawat itu mengangguk, lalu ia mengangkat tangan kanan hingga Star Baton berwarna putih muncul di dalam genggamannya, mengayunkan benda tersebut ke depan dan sebuah pintu ajaib tiba-tiba terlihat di hadapan mereka. Star baton tadi lantas menghilang setelahnya.


“Silakan, Yang Mulia,” ucap perawat perempuan itu sambil menundukkan kepala, begitu juga dengan kedua perawat lainnya.


Yeria kemudian membantu Keira untuk berdiri dengan menggenggam lengan sang Permaisuri, lalu membuka pintu ajaib tersebut dan masuk ke dalamnya bersama-sama. Keduanya kini sudah tiba di dalam kamar pribadi milik Keira, dan pintu ajaib tadi menghilang begitu saja.


Keira lantas berjalan menuju ke ranjang dan berbaring di atasnya. Yeria kemudian menyelimutinya, lalu menatapnya dengan wajah yang tampak sedikit khawatir.


“Yang Mulia, apakah Anda tidak merasa sakit di sini?” tanyanya sambil menunjuk ke arah jantungnya sendiri.


Keira tersenyum dan menjawab, “Tidak, Kepala Perawat. Aku baik-baik saja. Tolong sampaikan ucapan terima kasihku kepada Yang Mulia Raja ketika kau hendak kembali ke Planet Palladina.”


Bola mata Yeria kembali berkaca-kaca. Ia kemudian membungkuk sebentar, lalu berjalan keluar dan menutup pintunya rapat-rapat. Setelah Kepala Perawat dari Palladina itu sudah pergi, Keira tiba-tiba bangun dan duduk dengan wajah yang pucat.


Ia lantas menutup mulut dengan tangan kanannya, dan mendadak, ia batuk sebanyak tiga kali. Keira lalu melihat telapak tangan kanannya, kemudian tersenyum kecil sambil meneteskan air mata.


“Antimateri yang ada di dalam diriku sudah hampir habis. Untung saja aku bisa mengembalikan Planet Silverian sebelum aku … benar-benar tewas,” gumamnya di dalam pikiran, sambil memperhatikan darah kental yang ada di atas telapak tangannya, “tampaknya Curelix tidak bisa menyembuhkan seorang mortal secara total.”


Sementara itu Yeria tampak berjalan menuju ke ruang perawatan dan setelah ia tiba di sana, ia lantas berdiri di hadapan Xyon, hingga mereka semua menoleh ke arahnya. Ia lalu membungkukkan badan sebentar, kemudian kembali berdiri tegak.


“Yang Mulia dan Tuan-Tuan. Yang Mulia Permaisuri sudah kembali tersadar setelah berada di dalam tabung Curelix untuk satu jam, dan aku baru saja mengantarkannya ke kamar. Ia kini sedang beristirahat di sana,” ucap Yeria dengan wajah yang datar.

__ADS_1


__ADS_2