Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Akhir dari Awal


__ADS_3

Di sisi lain, Keira rupanya sedang berusaha untuk mencari cara agar bisa keluar dari bola hitam raksasa itu. Ia sudah berkeliling ke sana dan kemari, namun, tidak menemukan pintu sama sekali.


“Astaga, energi cahayaku semakin melemah! Aku harus cepat keluar dari sini!” gumamnya dengan wajah yang terlihat panik.


Keira memang sejak tadi menggunakan energi cahaya miliknya agar tubuhnya bisa bersinar, namun, semakin lama justru sinar itu semakin redup. Ia sebenarnya sempat berusaha merobek bola hitam raksasa itu dengan kedua pedang kosmiknya, namun tidak berhasil karena bahkan kulit bagian dalam Bola Hellox tersebut benar-benar tidak bisa ditembus oleh benda tajam.


Ia mulai kebingungan, karena energi bintang tidak bisa digunakan sama sekali di sana. Keira kemudian berlutut, dengan wajah yang tampak putus asa. Ia bahkan tidak bisa mendengar apapun dari luar, juga tidak mengetahui sama sekali apa yang akan terjadi kepada dirinya.


"Bagaimana ini? Apakah aku harus menyerah begitu saja?" tanya Keira kepada dirinya sendiri.


Tiba-tiba, kilatan-kilatan cahaya yang berwarna hitam muncul di bagian dalam bola hitam raksasa itu, membuatnya terkejut. Ia lantas menoleh ke atas dan ke samping, lalu melotot tajam ke depan.


“Ada apa ini? Apa yang sedang terjadi di luar sana?!” gumamnya dengan keringat dingin yang mulai membasahi wajahnya.


Sementara itu di luar, Aerim tampak sedang tersenyum sinis, kemudian, ia merentangkan kedua tangannya, sambil menoleh ke atas, memandang langit hitam planet gelap tersebut.


"Sebentar lagi, aku akan menjadi penguasa galaksi ini. Energi yang kumiliki akan menjadi yang terkuat! Alam semesta ini adalah milikku. Tidak ada lagi yang akan merundung dan menjelekkan planet ini lagi. Kami akan menguasai langit, planet, dan seluruh semesta ini! Hahaha!" gumamnya sendirian.


Namun tanpa disadari olehnya, seorang pria terlihat sedang berjalan perlahan di samping bola hitam raksasa itu. Ia bahkan berusaha untuk menusuk-nusuk bagian bawah Bola Hellox tersebut dengan pedang kosmik miliknya, namun sia-sia.


"Sialan, bagaimana caranya untuk menembus bola raksasa ini? Aku yakin Keira sedang berada di dalamnya, karena Higarashi baru saja menyebutkan hal itu. Astaga, semua karena ulah Flerix!" gumam pria itu, Xyon, yang datang sendirian dengan wajah kesal, sambil masih berusaha untuk menusuk-nusuk bagian bawah bola hitam raksasa itu dengan pedang kosmiknya.


Di dalam Bola Hellox, Keira pada akhirnya memutuskan untuk pasrah. Ia kemudian berbaring dengan posisi miring sehingga salah satu telinganya menempel di dasar bola hitam raksasa tersebut. Ia lalu memeluk kedua lututnya, dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Aku … rasa kutukan ini benar-benar akan berakhir di sini. Maafkan aku, Paman Xyon. Maafkan aku juga, Higarashi. Aku bahkan belum bisa memberikan apapun kepada paman-paman lainnya. Aku benar-benar tidak berguna …," gumam Keira.


Namun setelah itu, ia tiba-tiba mendengar suara ketukan dari bagian luar bola hitam raksasa tersebut. Keira terkejut, bahkan melotot karena ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


“Siapa di sana? Apakah ada orang?!” serunya.


Ia kemudian mulai merangkak, mencari-cari dari mana asal suara ketukan itu dengan telinga yang masih menempel di bagian dasar bola hitam raksasa tersebut. Di suatu titik, Keira akhirnya bisa mendengar dengan jelas suara ketukan tadi. Ia kemudian berdiri, lalu membuka telapak tangan kanannya hingga salah satu pedang kosmik miliknya muncul.


Keira lantas menggenggam senjata kosmik tersebut dan mulai mengetuk bagian bawah bola hitam raksasa itu.


"Siapapun di luar, apakah kau mendengarku?!" seru Keira dengan wajah yang benar-benar terlihat panik.


Namun, di luar bola hitam raksasa tersebut, Xyon mulai merasa ketakutan apabila Aerim mengetahui dirinya sedang berada di bawah sambil berusaha untuk membuat lubang di sana.


Ia bahkan belum bisa membuat sebuah lubang, namun dirinya mulai merasa lemas.


"Energi cahayaku mulai menipis. Sialan!! Keira! Keira!" gumamnya lagi sambil berusaha untuk merobek kembali Bola Hellox itu dengan senjata kosmiknya.


"Keira?!" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dan berdiri di belakangnya.


Xyon langsung menoleh ke arah suara tersebut dan memutar tubuhnya ke belakang. Ia langsung menghentikan aksinya menusuk-nusuk bola hitam raksasa itu dengan pedang kosmiknya begitu ia melihat pria tersebut.


"Aerim," ucap Xyon sambil mengernyitkan dahinya, namun, wajahnya terlihat datar, tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Begini, Xyon," ujar pria itu, yang rupanya adalah Aerim, "kau tidak pernah menyukai Keira, bukan? Bahkan sejak ia kecil pun, kau hanya mengunjunginya beberapa kali."


Xyon menghela nafas panjang, lalu membalas, "Ah, kau rupanya sudah memata-matai Keira sejak ia masih kecil.”


"Tentu saja. Aku menunggu saat yang tepat ketika Keira akhirnya bisa menjadi sangat kuat dan membawanya ke sini. Xyon, mengapa repot-repot untuk membebaskannya dari dalam bola itu jika kau sendiri tidak menyukainya sejak awal?" tanya Aerim dengan senyum sinis.


“Ternyata mudah sekali untuk menemukan seorang Crossbreed bukan? Walaupun aku sendiri yang menyembunyikannya di Planet Bumi, kalian tetap bisa menemukannya. Sungguh suatu hal yang sia-sia,” balas Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


"Rambut biru tuanya itu sangat mencolok, bukan? Lagi pula, kita semua bisa merasakan energi antimateri miliknya, lalu mengapa juga kau harus menyembunyikannya di sana?” ucap Aerim sambil menatap Xyon dengan sorot mata yang tajam.


Xyon kemudian tertawa kecil sebentar lalu berkata, “Aku yakin kau adalah orang yang sudah membunuh orang-orang terdekat Keira, termasuk mendiang Yang Mulia Raja dan Ratu dari Halida, bukan”


Aerim hanya tersenyum sinis dan membalas, "Pergilah, Xyon. Aku tahu kau tidak menyukai Keira. Kau hanya menjadikan gadis itu sebagai alat untuk membalaskan dendammu, tidak lebih. Ah, ia sudah bersama denganku, jadi, aku akan membuat dendammu terbalaskan dengan memberikan kedamaian untuk galaksi ini. Aku … akan berjanji kepadamu untuk menjadi penguasa galaksi yang bijak, tenang saja!”


Xyon tiba-tiba berlutut di atas tanah yang penuh dengan rumput-rumput mati itu, dengan wajah sendu. Ia kemudian menundukkan kepala dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas tanah, dan mulai meneteskan air mata. Aerim langsung tertawa begitu ia melihat aksinya tersebut.


“Kau sudah tidak berdaya, Xyon. Pergilah, dan jangan ganggu planetku lagi!” seru Aerim.


Sementara itu di dalam bola hitam raksasa tersebut, Keira mendadak terlihat kembali putus asa begitu ia tidak lagi mendengar suara ketukan-ketukan tadi. Ia kemudian berhenti menusuk-nusuk bagian bawah bola hitam raksasa itu dan terdiam dengan wajah yang sendu.


"Mengapa suara itu menghilang? Apakah Higarashi sedang dalam bahaya?!" gumamnya sambil mengernyitkan dahi.


Keira kemudian berlutut. Ia lalu menoleh ke atas. Kilatan-kilatan cahaya hitam yang berkelap-kelip di dalam bola hitam raksasa itu semakin lama semakin sering terjadi. Ia lantas berbaring di dasar Bolla Hellox tersebut sambil menyilangkan kedua tangan di atas dadanya.

__ADS_1


"Selamat tinggal, kalian semua. Aku … sangat mencintai kalian. Terima kasih atas kenangan yang indah …," ucapnya pelan, kemudian ia memejamkan kedua matanya.


__ADS_2