Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Perasaan yang Tidak Diinginkan


__ADS_3

“Apakah materi gelap adalah … salah satu dari energi gelap? Aku tidak pernah mendengar ada immortal yang bisa mengendalikan materi gelap! Paman Xyon tidak pernah berkata apapun tentang hal itu! Siapa yang bisa mengendalikan sebuah energi kosmik yang hanya ada di dalam lubang hitam? Tidak mungkin! Immortal mana yang mau masuk ke dalam lubang hitam, bahkan hanya untuk mendekati horizon peristiwanya saja, sudah terlihat menakutkan!” seru Keira lagi, sambil memegang kepala dengan kedua tangannya.


Wajahnya tampak ketakutan, bahkan ia melotot tajam lurus ke depan, sambil berusaha untuk melupakan apa yang baru saja dipikirkannya.


Sementara itu di dalam sebuah ruangan yang berada di tengah-tengah istana dengan bagian luar dan dalamnya berwarna hitam pekat, seorang pria dengan rambut hitam dan bola mata ungu tua terlihat sedang berlutut di hadapan seorang wanita berambut hitam yang duduk di atas sebuah kursi. Wanita itu memakai pakaian yang serba hitam, begitu juga pria tersebut.


"Perempuan Crossbreed itu sedang mengandung secara mortal. Apa yang akan Anda lakukan setelah ini, Nyonya Meteorix?" tanya pria itu dengan wajah yang tampak kesal.


Wanita tersebut, Meteorix, lantas tersenyum sinis, lalu menjawab, “Menarik sekali. Tampaknya aku harus berusaha lebih keras setelah ini, Dovrix.”



Ia kemudian berdiri, lalu berjalan mendekati sebuah jendela dan menatap keluar. Awan di planet tersebut tampak berwarna hitam, dengan garis-garis hitam-emas yang mengelilingi langitnya.



“Yang kudengar, Aerim bahkan harus membangun kembali istananya dengan menggunakan energi barunya, yakni energi gravitasi. Aku sangat terkejut mengetahui bahwa Keira mampu melakukan hal itu. Sayang sekali, ia harus merelakan separuh usianya demi membangun kembali Planet Silverian. Apakah ia tidak menyadari bahwa ledakan energi antimateri itu sudah membuat perubahan yang benar-benar besar pada Tata Surya Goldinian? Dasar makhluk mortal, mereka selalu berpikir menggunakan perasaan terlebih dahulu. Mengacaukan rencanaku saja,” ucap Meteorix dengan wajah yang tampak penuh dengan amarah.


Pria itu, Dovrix, kemudian berdiri dan menoleh ke arah Meteorix, lalu bertanya, "Apakah Anda ingin membunuh perempuan Crossbreed itu, Nyonya?"

__ADS_1


Meteorix terdiam untuk beberapa saat, kemudian ia menjawab, "Tidak, Dovrix. Anak yang ada di dalam kandungannya tidak ada kaitan dengan semua ini. Aku tidak ingin mengincarnya karena dendamku hanya kepada Xyon. Menjauhlah untuk saat ini, Dovrix. Sebaiknya mulai sekarang, aku saja yang bertindak. Kau tetaplah di sini untuk sementara waktu sebelum mereka semua mengetahui bahwa kau adalah seorang Blackerian."


Dovrix mengangguk setelah mendengar jawaban itu dan membalas, “Baiklah, Nyonya.”


Meteorix tiba-tiba mengepalkan kedua tangannya, lalu menghela nafas pendek sambil mengernyitkan dahi dan tersenyum sinis.


“Sialan. Perempuan Crossbreed itu benar-benar tidak bisa kuremehkan lagi kali ini. Lihat saja, Keira. Keputusanmu itu akan membuat semua orang yang ada di dekatmu semakin tersiksa. Aku sangat ingin melihat wajah Xyon setelah mengetahui bahwa usiamu tidak akan lama lagi. Seberapa lama kau bisa bertahan hidup, dengan energi antimateri yang hampir habis, Permaisuri bodoh?” gumamnya pelan.


Ia kemudian memutar badannya ke belakang, lalu menatap Dovrix dengan wajah yang serius dan berkata, “Biarkan mereka berpesta terlebih dahulu, Dovrix. Higarashi adalah pria muda yang masih memerlukan cinta dari seorang wanita yang bisa menjadikannya sebagai raja yang bijak, bukan dari seorang perempuan penjaga galaksi.”


Hari demi hari berlalu dengan cepat. Banyak orang mulai berkunjung ke Planet Silverian untuk pertama kalinya setelah lebih dari puluhan tahun lamanya. Aerim bahkan selalu menerima kunjungan dari para pejabat dan pemimpin planet-planet lainnya.


Sungguh perubahan yang sangat drastis, langitnya kini sudah kembali biru terang dengan sinar dari bintang induk Goldinian yang menyinari seluruh isinya. Tanah di sana juga mulai subur, dengan banyaknya bunga yang berwarna warni dan pepohonan hijau segar. Para Silverian kini memiliki sumber daya yang bisa mereka jual kepada manusia mortal, yakni … logam perak.


"Astaga, bosan! Aku hanya ingin berjalan-jalan! Selama kehamilanku ini, aku hanya berada di dalam istana, dengan paman-pamanku yang mengunjungiku dua kali dalam satu minggu! Mereka bahkan tidak mengizinkanku untuk berada di halaman belakang istana terlalu lama! Menyebalkan!” serunya dengan wajah yang tampak kesal.


Ia menghela nafas panjang, lalu kembali berucap, “Sampai aku lupa bahwa aku memiliki rumah di Planet Bumi yang tidak terawat!! Higarashi juga tidak mengizinkanku untuk membersihkannya, padahal mudah sekali jika hanya menggunakan Star Baton! Sungguh pelit, mengapa hanya dia yang bisa pergi?!"


Sementara itu, di dalam Planet Bumi, Higarashi yang baru saja tiba berada di depan rumah Keira, hanya bisa menggelengkan kepalanya begitu ia melilhat kondisi rumah itu.

__ADS_1


“Keira akan membawa anak-anak untuk tinggal di sini. Kotor sekali. Aku akan segera membersihkannya,” gumam Higarashi dengan wajah yang datar.


Rumah itu sangat kotor, bahkan tumbuhan-tumbuhan liar mulai tumbuh di halaman depannya. Higarashi lantas mengangkat tangan kanannya, lalu ketika Star Baton miliknya muncul di dalam genggamannya, ia mengayunkan benda itu ke depan. Bebu-debu halus yang berwarna warni mulai keluar dari ujung Star Baton tersebut, dan langsung menyelimuti seluruh bagian rumah.


Dalam sekejap, rumah itu kembali seperti semula, bersih, tanpa rerumputan dan tumbuhan liar yang tumbuh di halaman depan. Setelah selesai, Star Baton milik Higarashi kemudian menghilang.


"Nah, bersih seperti semula!" seru Higarashi dengan senyum lebar, lalu ia melanjutkan, “sebaiknya aku membawakan sesuatu dari sini, untuk memberikan kejutan kepadanya!”


Ia lalu memutar badannya ke belakang, namun, wajahnya langsung berubah menjadi serius begitu ia melihat seorang wanita berambut hitam yang tiba-tiba muncul dan berdiri di hadapannya dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari pagar.


"Viora?" gumam Higarashi pelan sambil mengernyitkan dahinya.


Wanita itu, Viora, kemudian tersenyum kepada Higarashi, lalu berucap, "Higarashi, sudah lama kita tidak bertemu."


Higarashi langsung tersenyum lebar begitu ia mendengar suara Viora, dan membalas, "Ah, sudah lama sekali, Viora. Apa yang sedang kau lakukan di sini, sendirian?"


"Aku? Ah, hari ini restoranku tutup dan aku kebetulan hanya ingin berjalan-jalan, namun entah mengapa aku merasa ingin mengunjungi rumah ini. Bukankah ini rumah milik Keira? Aerim sering membicarakan tentang rumah ini kepadaku," ucap Viora, hanya alasan agar Higarashi tidak mencurigainya.


"Ah, iya, kau benar. Apakah kau ingin masuk terlebih dahulu?" tanya Higarashi.

__ADS_1


Viora kemudian menggelengkan kepala sekali, lalu berkata, "Tidak perlu, Higarashi. Lagi pula setelah ini, aku harus kembali menuju ke restoran. Baiklah kalau begitu, aku akan kembali sekarang.”


Namun begitu ia hendak melangkah kembali menuju ke jalan utama, tiba-tiba Higarashi berlari ke arahnya dan meraih lengannya. Viora kemudian menoleh ke arah Raja dari Halida itu sambil melotot karena terkejut, dan menghentikan langkahnya.


__ADS_2