
“Mereka hanya tertidur karena gas beracun, tenang saja, pria muda!” seru seorang pria yang fisiknya tidak terlihat di mana pun.
Xyon langsung menoleh ke segala arah, namun tidak bisa juga menemukan asal suara tersebut.
"Darkerio! Apa tujuanmu yang sebenarnya?! Siapa dirimu, dan mengapa kau melakukan semua ini?! Jika yang kau maksud dengan seorang Crossbreed itu adalah anak laki-lakiku, bukankah ia sudah tewas? Bukankah memang alam semesta ini mengutuk Crossbreed? Lalu mengapa kau harus berbuat seperti ini?!" tanya Jenderal muda itu dengan nada tinggi.
"Ah, rupanya kau mengenali suaraku. Bagaimana jika kau menjadi tangan kananku saja, Jenderal Xyon? Bagaimana jika kita menjadi satu-satunya makhluk immortal yang mengendalikan alam semesta ini, agar tidak ada persaingan dan kesombongan lagi. Galaksi Metal akan selalu damai jika kau mau ikut denganku, bagaimana?" tanya Darkerio, namun fisiknya sama sekali tidak terlihat di mana pun.
"Satu-satunya?! Sebenarnya siapa dirimu, Darkerio?!" seru Xyon lagi sambil mengernyitkan dahi.
"Jenderal Xyon, jika kau tidak bisa menemukan jalan keluar dari labirin istana yang kubuat ini, maka mereka semua, dalam waktu tiga puluh menit, akan segera tewas akibat racun yang sudah tersebar di seluruh istana! Penawarnya hanya satu, yakni kau harus menemukanku, dan mengalahkanku!" balas Darkerio.
Xyon langsung melotot tajam dan berkata dengan tegas, "Sialan!"
Ia mulai berlari menuju ke salah satu lorong istana, demi untuk menemukan jalan keluar dari labirin yang dibuat oleh Darkerio, dan sekaligus, menemukan di mana keberadaan lawannya itu. Ia terus berlari, namun benar-benar seperti tidak ada jalan keluar.
Seluruh lorong yang ada di sana sudah ia lewati, namun ia terus menerus kembali lagi di tempat yang sama. Ia hampir menyerah, bahkan berhenti melangkah pada satu titik, namun tiba-tiba, Xyon mulai terbayang-bayang akan istrinya, Hyerin, pada pertemuan pertama mereka.
"Tidak semua hal harus dilakukan dengan kasar. Ada kalanya kau harus bersabar dan sedikit lembut, agar tujuanmu tercapai," ucap Hyerin, pada waktu itu.
Xyon kemudian menghela nafas panjang, lalu memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
Ia lalu bergumam, "Ini semua hanya jebakan. Aku sedang berada di dalam sebuah permainan, dan yang harus kucari, adalah pintu keluar yang sebenarnya."
Pria muda tersebut kini fokus untuk tetap tenang, dan tidak bergerak untuk beberapa saat.
"Jenderal Xyon, kau sudah membuatku sangat marah. Kau akan merasakan akibatnya setelah ini, karena sudah bermain-main denganku!" seru Darkerio, yang entah dari mana.
Namun, rupanya Xyon mulai tersadar akan sesuatu setelah ia mendengar seruan tersebut. Ia lalu membuka kedua matanya, dan menolehkan kepala ke arah kanan, kemudian dengan cepat, ia berlari ke arah sebuah dinding dengan wajah yang tampak serius.
"Pergilah kau dari sini!!" serunya sambil berlari dengan sangat cepat ke depan, menembus beberapa dinding yang berada di depannya, yang ternyata adalah kepalsuan.
Dinding-dinding tadi langsung runtuh setelah Xyon menembusnya, dan ia tiba-tiba berada di dalam sebuah ruangan.
“Darkerio!” serunya dengan wajah yang tampak gusar sambil menatap ke arah seorang pria berbadan besar yang sedang berdiri agak jauh di hadapannya, namun, Darkerio ternyata sedang mencekik ibunya, sementara ayahnya sudah tersungkur di atas lantai, di sebelah kaki lawannya tersebut dengan kondisi tidak sadarkan diri.
“Xyon!” ucap Wyona sambil berusaha untuk terus tersadar, walaupun gas beracun di sana mulai membuatnya lemas.
Xyon langsung menghalangi hidung dengan lengannya, agar ia tidak begitu banyak menghirup udara beracun tersebut.
"Xyon, pergilah," ucap Derix pelan, dengan mata yang tidak bisa dibuka lebar.
Darkerio langsung menoleh ke arah Derix dan berkata sambil tersenyum sinis, "Jenderal Senior Derix, apakah kau sama sekali tidak tahu, bahwa anak laki-lakimu ini sudah menikah dengan seorang gadis mortal dari Planet Bumi?"
__ADS_1
"Kau!!" seru Jenderal muda itu dengan nada tinggi sambil melotot ke arah Darkerio.
Pria berbadan besar tersebut lantas menatap Xyon dengan sorot mata yang tajam dan berucap, "Kau benar-benar membuatku murka, Jenderal Xyon. Gadis itu adalah satu-satunya permata yang kumiliki, dan kau sudah menghancurkan hidupnya. Kau seharusnya tidak mendekatinya, apalagi sampai bercinta dengannya!!!" seru Darkerio dengan penuh amarah.
Xyon langsung terdiam sebentar, kemudian bertanya dengan wajah yang benar-benar serius, "Kau mengenal Hyerin?! Kau, sebenarnya siapa dirimu?!"
"Aku adalah orang terdekatnya, dan tentu saja, ia sangat mengenal diriku. Ah, karena kau sudah menghancurkan masa depannya, aku dengan senang hati, juga akan melakukan hal yang sama kepadamu!! Tujuanku ke sini hanya satu, Nak. Aku ingin menguasai energi cahaya dan senjata kosmik milik kalian!" teriak Darkerio sambil melotot tajam.
“Kalau begitu, kau sudah menyerang orang yang salah, Darkerio!” seru Xyon dengan mata yang memerah.
Darkerio tersenyum sinis, lalu berseru lagi, “Ah, dasar bodoh. Sudah terlalu banyak makhluk immortal yang hidup di sini dengan usia panjang, tentu tidak baik untuk alam semesta. Mereka tidak bisa tewas kecuali jantung ini berhenti berdetak karena kesengajaan, antara dibunuh atau bunuh diri. Karena itulah, alam semesta menjadi tidak seimbang. Sedikit kematian, namun banyaknya kelahiran, apalagi Wormbye adalah alat yang mudah didapat, bukan? Kita bisa menjadi satu-satunya pengendali alam semesta, dengan menghancurkan seluruh planet yang memiliki kehidupan di dalam Galaksi Metal!”
Xyon kali ini tersenyum sinis, kemudian tertawa kecil dan membalas setelah itu, “Kau memiliki kekuatan kosmik yang tidak sebanding dengan senjata kosmik milikku. Mengapa kau tidak bisa melakukannya sendiri?”
“Ah, sayang. Kekuatan yang kumiliki terbatas, dan karena aku bukan seorang Crossbreed. Mau tidak mau, aku harus menguasai planet terkuat yang ada di dalam Galaksi Metal, yakni Planet Palladina, bukan?” tanya Darkerio dengan wajah yang serius.
Namun, ia justru bergumam di dalam pikiran, “Mata-mata yang hendak kutempatkan sebelumnya di sini tidak berani melakukannya, jadi … aku meminta Hyerin, anak perempuanku satu-satunya untuk menyamar menjadi manusia dan mendekati pria muda bodoh ini, dengan tujuan untuk mencari tahu lebih dalam tentang kelemahan para Palladina. Namun rencanaku gagal dan Hyerin justru melahirkan seorang anak darinya. Benar-benar perasaan mortal yang harus dimusnahkan!! Namun aku tidak bisa menyia-nyiakan Xyon. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa di dalam dirinya!”
Darkerio terlihat semakin murka karena wajah Xyon sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Ia kemudian mengangkat tangan kanan dan tiba-tiba, sebuah belati hitam kecil muncul di dalam genggaman tangannya. Ia lalu mengarahkan belati hitam tersebut di depan dada Wyona.
Wajah Xyon langsung menjadi tampak panik, dan jantungnya mulai berdetak dengan sangat cepat begitu ia melihat ibunya yang sedang berada dalam bahaya.
__ADS_1
"Kau!" seru Jenderal muda itu dengan nada tinggi.
"Ikutlah bersama denganku, maka aku akan membebaskan mereka semua setelah ini. Menyerah dan berlututlah di hadapanku sekarang juga, Jenderal Xyon," ucap Darkerio dengan senyum sinis.