Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Perasaan Aerim


__ADS_3

Lama kelamaan, istana kerajaan Silverian yang terbuat dari energi gelap tersebut, hancur menjadi puing-puing yang sudah tidak berbentuk lagi. Keira yang tadinya berada di dalam Bola Hellox itu, akhirnya bisa bebas. Sinar yang berasal dari Starlet miliknya tadi, kemudian mulai mengecil dan redup, lalu dengan cepat menghilang, seolah masuk kembali ke dalam tubuhnya.


Setelah kejadian itu, Aerim, Xyon, dan Higarashi, kemudian kembali menurunkan tangan mereka dan berdiri tegak, lalu menoleh ke arah Keira.


“Keira?!!” seru Xyon dan Higarashi bersamaan, sambil mengernyitkan dahi dan menatap Keira dengan wajah yang tampak terkejut.


Permaisuri dari Halida tersebut lantas membuka kedua matanya, dan menatap Aerim, dengan kedua bola matanya yang masih berwarna biru tua.


"Aerim? Mengapa kau berada di sini?" tanyanya dengan wajah yang terlihat kebingungan.


“Aerim adalah Raja dari Silverian, Keira,” jawab Xyon dengan wajah serius.


Wajah Keira tiba-tiba berubah menjadi penuh dengan amarah setelah mendengarkan jawaban tersebut. Ia kini menatap Aerim dengan sorot mata yang tajam sambil mengernyitkan dahi.


"Kau …, kau yang sudah membunuh seluruh orang-orang yang dekat denganku? Keterlaluan!!!" seru Keira dengan nada tinggi, lalu, ia kemudian berteriak, “Lightning Double Cross!!”


Dua buah pedang kosmik yang berwarna biru muda tiba-tiba muncul dan ia langsung menggenggam keduanya erat-erat, lalu berlari ke arah Aerim, hendak menyerang Raja dari Silverian itu.


“Sialan!!” gumam Aerim, kemudian sebuah pedang kosmik berwarna hitam muncul di sampingnya, dan ia dengan cepat, menggenggamnya.


Tanpa berkata apapun, Keira langsung menyerang Aerim dengan brutal, sementara Raja dari Silverian itu hanya bisa melindungi dirinya dari semua serangan tersebut dengan pedang kosmiknya.


“Kau, mengapa kau harus membunuh semua orang yang dekat denganku? Mengapa harus mereka? Ada apa memangnya? Apakah mereka mengganggumu?!” teriak Keira dengan wajah yang terlihat kesal, sambil masih terus menyerang Aerim dengan kasar.


“Ya! Mereka semua sudah menghalangiku untuk mendekatimu! Manusia-manusia mortal dan mertuamu yang bodoh itu memang seharusnya mati!” balas Aerim dengan nada tinggi sambil masih berusaha menghalau serangan dari Keira.

__ADS_1


“Matilah kau sekarang!” teriak Keira sambil mengangkat salah satu pedang kosmiknya ke atas, hendak membunuh Aerim.


“Sialan, sialan!” seru Aerim, namun tiba-tiba, kabut-kabut hitam menyelimuti seluruh tubuhnya, dan ia langsung menghilang begitu saja.


Keira langsung menghentikan serangannya, lalu menoleh ke kanan dan ke kiri.


“Ke mana pria sialan itu pergi?!!” gumamnya sambil mengernyitkan dahi.


Higarashi dan Xyon juga melakukan hal yang sama, mencari-cari di mana Aerim akan muncul.


“Televortare itu, apakah ia tidak kehabisan energi gelap?” tanya Higarashi dengan wajah yang gusar.


Tiba-tiba, seorang pria yang sedang melayang di atas reruntuhan istana kerajaan Silverian, berteriak, "Dasar perempuan aneh! Seharusnya kau memilihku, bukan malah menikah dengan raja bodoh itu!!"


Keira, Xyon, dan Higarashi langsung menoleh ke arah pria yang baru saja berteriak tersebut, Aerim.


Keira langsung menoleh ke arah Xyon, dan bertanya dengan wajah kesal, "Apa?! Aku adalah saudara dari pria itu?!"


Higarashi sendiri terkejut begitu mendengar pernyataan Xyon barusan, lalu, ia bertanya dengan wajah yang tampak kebingungan, "Wajah mereka tidak ada kemiripan sama sekali, bagaimana bisa mereka berdua adalah saudara?!"


"Karena mendiang Yang Mulia Ratu Anexta, ibu kandung Keira, adalah kakak dari ibu kandungmu, Aerim! Ia adalah Ryena, yang seluruh gelarnya telah dicabut oleh mendiang Yang Mulia Ratu Anexta, karena berhubungan dengan Flerix, ayahmu!" seru Xyon kepada Aerim sambil mengernyitkan dahinya.


Namun, Aerim langsung berteriak dengan penuh amarah, "Hei, Xyon! Kau tidak perlu berbohong lebih jauh! Ibuku, Ryena, tidak pernah mempunyai hubungan darah dengan mendiang Ratu Anexta! Ibuku adalah anak yang diadopsi oleh kedua orang tua mendiang Ratu Anexta, hanya dengan tujuan untuk menemaninya, bukan?! Kau tidak perlu berbohong lebih banyak, wahai Perdana Menteri Xyon!”


Xyon tidak menjawab. Ia hanya bisa mengepalkan tangan kanannya dengan wajah yang terlihat kesal, dan Aerim langsung tersenyum sinis begitu melihat Xyon yang tidak bisa membalas ucapannya sama sekali.

__ADS_1


"Xyon, ayahku bercerita semuanya tentang dirinya kepadaku, dan aku tahu, kau juga yang telah membunuh ibuku, bukan? Kebohongan apalagi yang kau bicarakan, setelah kau sendiri berkata bahwa kau mencintai Keira seperti anakmu sendiri?!" seru Aerim lagi.


"Aku tidak pernah membunuh Ryena! Aku justru ingin membawamu ke Planet Palladina pada saat itu! Aerim, pada saat kau dilahirkan, aku ada di sana, dan hendak mengambilmu dari tangan Flerix!!!" balas Xyon dengan wajah yang sedih, namun juga kesal.


Aerim tertawa sebentar, lalu menoleh ke arah Keira dan berkata, "Keira! Lihat saja, suatu hari aku akan menjadikanmu milikku. Kita bisa menguasai seluruh isi galaksi ini bersama-sama! Namun sebelumnya, kau harus bertanggung jawab atas seluruh kerusakan yang terjadi pada istanaku!!"


Keira terdiam, lalu menundukkan kepalanya. Wajahnya merah, seolah dipenuhi amarah yang besar, sementara kedua bola matanya masih berwarna biru gelap.


“Ada apa, sayang? Apakah kau sudah berubah pikiran? Apakah kau sudah memutuskan untuk merelakan hidupmu … untukku?” tanya Aerim dengan nada tinggi sambil tersenyum sinis.


Tiba-tiba, Keira menoleh lagi ke arah Raja dari Silverian itu, lalu menatapnya dengan sorot mata yang tajam dan wajah yang serius hingga Aerim menelan ludahnya sendiri karena ia merasakan ancaman yang besar dari tatapan tersebut.


Keira lalu mengangkat kedua tangannya ke depan, lalu berseru, "Lighting X-Bow!"


Sebuah senjata kosmik lainnya, busur silang (crossbow) yang berukuran panjang dan berwarna biru gelap, mendadak muncul tepat di dalam genggaman kedua tangannya. Ada satu buah anak panah yang sudah siap ditembakkan ke arah targetnya, dan anak panah lain akan muncul dengan sendirinya setelah busur silang kosmik itu melepaskan isi sebelumnya.


Aerim, Higarashi, dan Xyon langsung melotot tajam begitu melihat senjata kosmik milik Keira yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.


“Sebuah busur silang? Bukankah semua immortal hanya memiliki satu buah senjata kosmik seumur hidupnya? Bukankah Keira hanya memiliki Lightning Double Cross? Lantas … Lighting X-Bow??” gumam Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


“Mati saja kau!!” teriak Keira dengan nada tinggi, lalu ia mengangkat busur silang kosmik itu dan mengarahkannya tepat kepada Aerim yang masih melayang di atas puing-puing istana kerajaan Silverian.


Tanpa berpikir panjang, ia lantas melepaskan anak panah tersebut, yang lalu dengan cepat menusuk bahu kiri Aerim.


"Sialan!" seru Aerim, dengan wajah yang terlihat sedang menahan sakit, sambil memegang bahu kirinya yang kini terluka akibat tertusuk anak panah tersebut.

__ADS_1


Ia lalu mencabut anak panah itu dari lukanya, kemudian memegang bahu kirinya sambil menatap Keira dengan wajah yang penuh amarah dan melayang turun ke bawah, mendarat di atas rerumputan hitam.


__ADS_2