
Sementara itu di dalam Planet Diamona, terlihat Gerofin, Rexi dan Higarashi sedang berdiri dan saling berhadap-hadapan di dalam ruang kerja pribadi milik sang Raja dari Diamona itu. Wajah mereka terlihat sangat serius, seperti baru saja terjadi perdebatan.
Tiba-tiba saja Gerofin menggebrak meja yang ada di hadapannya dengan sangat keras.
"Chexy! Anak itu! Keterlaluan! Ia mengatakan padaku bahwa ia ingin memperbaiki kesalahannya dan memintaku untuk mengizinkannya tinggal di dalam Planet Bumi, dan merenungkan kesalahannya sendiri! Namun, tidak kusangka rupanya ia masih melakukan hal menjijikan itu!" serunya dengan penuh amarah.
Rexi kemudian menepuk-nepuk punggung suaminya sebentar, kemudian menurunkan kembali tangannya sambil menatap Higarashi dengan sorot mata yang tajam.
"Yang Mulia Raja Higarashi, apakah Anda yakin bahwa gadis itu adalah putri bungsu kami, Chexy? Kami sudah menghukumnya begitu berat, tidak mungkin ia akan melakukan hal seperti itu lagi! Kau sendiri tidak membawa bukti apapun kepada kami, hanya berdasarkan omonganmu saja, tidak mungkin kami bisa percaya kali ini!" serunya dengan wajah yang kesal.
Gerofin kemudian berkata, "Yang Mulia Raja Higarashi dari Halida! Perkataan istriku sangat benar! Anda tidak membawa bukti apapun, lalu menuduh Chexy menggoda Anda dengan sengaja! Apakah … Anda ingin menabuh genderang perang dengan Planet Diamona?!"
Higarashi kemudian menghela nafas panjang.
“Yang Mulia, jika aku ingin berperang melawan anda, untuk apa aku dengan berani, datang sendiri kepada Anda berdua?” tanyanya.
"Namun anda tidak bisa sembarang menuduh putri bungsu kami, Chexy, Yang Mulia. Apalagi, Anda datang dan memberitahukan hal itu kepada kami, tanpa bukti apapun," ucap Rexi.
"Apakah anda yakin ingin melihat buktinya, Yang Mulia Permaisuri Rexi?" tanya Higarashi dengan wajah yang serius.
"Tentu saja kami harus melihat buktinya!" jawab Gerofin dengan berapi-api.
Higarashi lalu mengangkat tangan kanan dan Star Baton miliknya kemudian muncul di dalam genggamannya. Ia lantas mengayunkan benda itu di hadapan Rexi dan Gerofin. Mendadak muncul sebuah layar besar di hadapan mereka yang menampilkan kejadian tadi, di antara Higarashi dan Chexy.
Namun, Rexi langsung menutup mulut dengan kedua tangannya dan melotot tajam begitu ia melihat ketika putri bungsunya itu … menawarkan tubuh kepada sang Raja dari Halida tersebut.
__ADS_1
“Cukup! Hentikan!!” teriaknya sambil menurunkan kedua tangan dan menoleh ke arah Gerofin.
Wajahnya memerah, kali ini terlihat sangat malu dan kesal. Begitu juga dengan suaminya, yang hanya bisa menggelengkan kepala sambil tertunduk.
Higarashi kemudian menghentikan aksinya, dan Star Baton dan layar besar tersebut lalu menghilang. Ia lantas kembali menatap Gerofin dan Rexi dengan wajah serius setelah itu.
"Chexy! Panggil Chexy sekarang juga! Pelayan!" teriak Gerofin dengan penuh kemarahan, sementara Rexi bersandar di bahunya sambil menahan malu.
Pintu ruangan itu kemudian terbuka dari luar, dan seorang gadis lalu masuk ke dalam. Gerofin dan Rexi langsung menoleh ke sana dan melotot begitu melihat gadis tersebut adalah Chexy.
"Tidak perlu, ayah. Aku sudah berada di sini," ucap mantan Putri dari Diamona itu dengan wajah datar.
Higarashi lalu menoleh ke ke arah Chexy. Gadis berambut pirang itu kemudian mendekatinya dan berdiri di sebelah sang Raja dari Halida tersebut, lalu menatapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Apakah kau sudah puas mempermainkan kedua orang tuaku dengan memberitahukan mereka tentang apa yang sudah kuperbuat kepadamu dan Keira?!" tanya Chexy dengan wajah kesal.
“Silverian?!” gumam Gerofin.
Chexy kemudian tersenyum sinis kepada Higarashi dan berkata, "Jika seandainya kau menerima perjodohan kita pada waktu itu, aku tidak akan melakukan semua ini, Higarashi! Kau sudah membuat hidupku hancur, jadi kau dan Keira … juga harus hancur bersama denganku! Kalian berdua benar-benar merusak hidupku!"
"Merusak? Chexy, aku sudah terlebih dahulu menyukai Keira sejak ia masih seorang gadis kecil, lebih lama daripada perjodohan yang kau maksud itu!" balas Higarashi dengan nada tinggi.
"Ya, aku cemburu! Aku sangat cemburu! Keira adalah anak haram! Ayahnya seorang manusia, dan kau malah menjadikannya sebagai permaisuri! Ia adalah Crossbreed, Higarashi! Crossbreed yang dikutuk oleh alam semesta!!" seru Chexy.
"Chexy! Jaga omonganmu!" seru Gerofin sambil menunjuk-nunjuk ke arah putri bungsunya itu.
__ADS_1
Chexy langsung melotot tajam dengan wajah yang terlihat benar-benar dipenuhi amarah kali ini, ke arah Higarashi.
"Diam, ayah!" serunya, kemudian ia melanjutkan, "kau, Higarashi! Kau lihat saja, Keira dan dirimu akan hancur! Silverian? Ya, ia pasti sudah membawa Keira sekarang, karena kau sedang berada di sini! Hahaha!"
Higarashi langsung mencengkram kedua bahu Chexy, sambil menatap mantan Putri dari Diamona itu dengan wajah yang serius.
“Apakah jangan-jangan, kau sedang bekerja sama dengan para Silverian itu? Ia? Siapa ia yang kau maksud?” tanya Higarashi.
Chexy langsung tertawa terbahak-bahak, kemudian setelah beberapa saat, ia berbisik, "Higarashi, kau pikir aku bekerja sendirian? Ternyata Raja dari Silverian itu benar, kau adalah Raja yang bodoh!”
Higarashi langsung melepaskan kedua tangannya dari bahu Chexy dengan wajah yang terlihat panik, sementara Gerofin mendadak berjalan mendekati putri bungsunya itu dan menamparnya keras hingga Chexy tersungkur di atas lantai.
"Chexy! Kau! Apakah kau benar-benar sedang bekerja sama dengan Raja dari Silverian itu?! Kau, kau benar-benar sudah gila!" seru Gerofin.
Higarashi, Gerofin, dan Rexi kemudian menoleh ke arah Chexy dan menatapnya. Namun rupanya Chexy tidak gentar, ia justru tertawa terbahak-bahak, lalu menatap Higarashi dengan senyum sinis.
"Kau tahu, Higarashi? Kau dan Keira tidak pernah ditakdirkan untuk bersama. Kalian tidak seharusnya bersatu, tidak juga seharusnya kau memberikan Keira kekuatan sebesar itu! Lihat saja bencana yang akan datang kepadamu setelah ini!" serunya.
"Pengawal! Tangkap perempuan ini segera! Jebloskan ia ke penjara bawah tanah dan tunggu hukuman berikutnya!" seru Gerofin dengan mata merah yang melotot tajam ke arah Chexy sambil menunjuk-nunjuk putri bungsunya itu.
“Sayang! Chexy adalah anakmu!” seru Rexi sambil menatap Gerofin.
Dua orang pengawal kemudian masuk ke dalam ruangan, namun Chexy justru berkata, "Aku bisa melakukannya sendiri, Ayah. Selamat tinggal, Higarashi!"
Ia kemudian berdiri, dan kedua pengawal itu langsung mencengkram kedua lengannya, lalu mengantarkannya menuju ke penjara bawah tanah. Gerofin dan Rexi kemudian menatap Higarashi sambil berusaha untuk menahan malu atas perbuatan putri bungsu mereka.
__ADS_1
Gerofin kemudian mendekati Higarashi, hendak berlutut di hadapannya, begitu juga dengan Rexi. Namun, Higarashi langsung membantu Gerofin untuk berdiri.
“Tidak bisa, aku harus meminta maaf kepada Anda, Yang Mulia. Kami sebagai orang tua, sangat bodoh, tidak bisa mendidik anak sendiri. Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya kepadamu karena sudah menuduhmu, bahkan kami berlaku tidak sopan kepadamu. Anak itu, benar-benar di luar dugaan kami, bekerja sama dengan para Silverian itu! Sekali lagi maafkan aku dan istriku, juga anakku, Chexy, Yang Mulia, ” ucap Gerofin.