Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Kemarahan Xyon


__ADS_3

"Kau tahu, Keira? Kau mungkin menganggapku kotor, namun, bukankah seharusnya kau lebih curiga kepada Higarashi, yang memaksamu untuk jatuh cinta kepadanya hanya dalam waktu satu bulan? Bodohnya lagi, kau justru mau saja menikahinya dengan secepat kilat. Katakan padaku, Keira, apa yang membuatmu dengan cepat menerima Raja bodoh itu daripada diriku? Bahkan kedua orang tuanya saja merestui kalian, hanya karena mereka tahu kau adalah seorang Crossbreed. Mereka hanya ingin mengendalikan dirimu untuk keuntungan sendiri!” serunya.


“Diam!” teriak Keira dengan mata yang melotot tajam.


“Higarashi sebenarnya mengenal salah seorang Silverian, seorang bawahanku, dan bahkan, secara tidak langsung, ia sudah membantu Silverian itu untuk mendekatkan kita, sayang. Kau saja yang terlalu dibutakan oleh cinta, perasaan yang mortal itu, Keira!" teriak pria bertopeng itu dengan nada yang tinggi.


“Diam kau, Silverian sialan!!” seru Keira dengan wajah yang memerah.


Pria bertopeng itu terdiam sesaat, lalu, ia kembali berdiri tegak sambil menatap Keira dan tertawa untuk beberapa saat. Permaisuri dari Halida tersebut langsung mengangkat pedang kosmiknya dan mengarahkan ujung benda tajam tersebut di hadapan lawannya.


Keira bisa merasakan bahwa pria bertopeng itu sedang berdiri di hadapannya. Badannya gemetar, walaupun ia berusaha untuk tidak menunjukkan wajah paniknya.


"Baiklah, mungkin tidak hari ini. Namun, jika aku tidak bisa mendapatkan cintamu, setidaknya … energi kosmik yang ada di dalam dirimu bisa menghidupi Planet Silverian untuk seribu tahun ke depan, sayang! Hahaha! Nah, anggap saja bola ini … ah, Bola Hellox ini, rumahmu sendiri. Sampai jumpa!" serunya, kemudian kabut-kabut hitam menyelimuti seluruh tubuhnya, dan ia langsung menghilang begitu saja, meninggalkan Keira sendirian di dalam bola hitam raksasa yang gelap tersebut.


Setelah yakin bahwa pria bertopeng itu sudah menghilang, Keira langsung merasa lemas. Ia kemudian berlutut sambil menundukkan kepalanya dan melotot tajam ke depan. Pedang kosmiknya lalu berubah menjadi debu halus dan menghilang dari genggamannya.


"Aku … hanya ingin hidup dengan tenang, apakah tidak bisa? Andaikan saja aku tidak pernah mengetahui kebenaran tentang diriku sendiri, mungkin, cinta yang diberikan oleh orang-orang itu adalah cinta yang benar-benar tulus, bukan karena kekuatan yang kumiliki ...," gumamnya pelan.


Keira kemudian terduduk lemas, dan air mata kini mulai mengalir membasahi wajahnya. Tidak ada yang bisa melihatnya, mendengar tangisannya, ataupun mengetahui di mana keberadaan dirinya sekarang.

__ADS_1


“Energi? Apakah … bola raksasa ini akan menghisap seluruh energi kosmik yang kumiliki? Apakah aku akan mati setelah itu?” gumamnya lagi dengan wajah yang gusar.


Sementara itu di Planet Bumi, Higarashi yang sedang berada di dalam rumah Keira, terlihat sedang duduk di atas ranjang sambil memperhatikan cahaya bulan yang menembus gorden jendela kamar istrinya itu. Wajahnya sendu, ia bahkan kini mulai memeluk kedua lututnya sambil mengernyitkan dahi.


Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu kamar dan memecahkan keheningan yang ia rasakan sejak lama.


Ia kemudian menoleh ke arah pintu dan berseru, "Siapa di sana?!"


"Higarashi, aku ingin berbicara denganmu," jawab seorang pria dari balik pintu.


"Ah, Perdana Menteri Xyon," balas Higarashi, kemudian ia turun dari ranjang dan berjalan mendekati pintu, lalu membukanya dengan perlahan sambil menatap pria tersebut, Xyon, dan berkata, "Masuklah terlebih dahulu."


"Apakah kau mengenal salah satu dari Silverian itu, Higarashi?" tanya Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


“Apa maksudmu? Mengenal salah satu dari Silverian itu?” tanya Higarashi balik kepada Xyon.


“Demi Keira, jangan menyembunyikan satu hal pun tentang para Silverian itu dariku, Yang Mulia Raja Higarashi dari Halida,” balas Xyon dengan wajah yang benar-benar terlihat kesal.


Higarashi terkejut, kemudian ia menghela nafas panjang. Wajahnya terlihat sedikit gusar, ia bahkan mengepalkan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


“Seseorang berkata kepadaku bahwa kau sudah pernah bertemu dengan seorang Silverian di sini. Jadi, tolong, katakan saja semuanya. Ini demi Keira,” ucap Xyon.


Raja dari Halida itu terlihat sedikit ketakutan, namun, ia berusaha untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu, kemudian menatap Xyon dengan wajah yang terlihat serius.


"Ya, Perdana Menteri Xyon. Salah satu Silverian yang kukenal adalah Demira, seorang perempuan yang mengaku bahwa ia sebenarnya berpura-pura untuk menjadi murid dari sekolah yang sama dengan Keira, untuk mengawasi gerak geriknya,” balas Higarashi.


Xyon langsung menatap tajam pria muda itu, dan dengan cepat, Higarashi kemudian berucap lagi, “Perdana Menteri Xyon! Demira-lah yang telah menulis surat misterius untukku, sehari sebelum kekacauan terjadi di dalam istana kerajaan Halida. Aku benar-benar tidak tahu bahwa surat itu adalah jebakan. Itu semua kesalahanku, karena aku terlalu penasaran, dengan bodohnya, aku mengikuti ajakan Demira ….”


Namun, Xyon tiba-tiba mencengkram kedua bahu Higarashi dengan erat sambil melotot tajam serta mengguncang-guncangkan tubuh pria muda tersebut dan berseru, "Kau seharusnya katakan hal yang penting seperti itu sebelumnya kepadaku, Higarashi!! Mengapa kau justru bersikap lembut kepada gadis Silverian itu, dengan tidak mengatakan semuanya kepadaku sejak kemarin?! Katakan, Higarashi, apakah kau benar-benar mencintai Keira karena memang kau mencintainya, atau kau jangan-jangan, mencintai Keira hanya karena ia adalah seorang Crossbreed?!”


"Perdana Menteri Xyon!" balas Higarashi sambil menahan tubuh Xyon dengan mencengkram erat kedua tangan pria itu, lalu ia melanjutkan, "Ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan! Keira! Di mana Keira sekarang?!"


Tanpa berpikir panjang, Xyon langsung menampar Higarashi, hingga membuat pria muda itu terjungkal walaupun Higarashi berhasil menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke atas lantai. Perdana Menteri dari Palladina tersebut kemudian menatapnya dengan sorot mata yang tajam dan wajah yang serius.


"Dengarkan, Higarashi. Keira sudah berada di tangan para Silverian itu. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan setelah ini, namun, sebaiknya kau ceraikan Keira jika memang tujuan utamamu adalah kekuatan yang dimilikinya!" seru Xyon dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk ke arah Raja dari Halida itu.


Higarashi kemudian berdiri tegak di hadapan Xyon, lalu menatap pria tersebut dengan wajah yang terlihat kesal dan membalas, "Aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku benar-benar mencintai Keira! Aku akan masuk ke dalam Planet Silverian, dan aku juga, yang akan membawanya keluar dari planet terkutuk itu!"


Ia kemudian berjalan mendekati pintu, hendak keluar dari kamar, namun, Xyon langsung menahan lengannya hingga Higarashi terpaksa menghentikan langkahnya dan menatap pria tersebut dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"Kau ingin masuk ke dalam planet gelap itu?! Apakah kau sudah gila? Atmosfer mereka susah sekali untuk ditembus jika kau tidak memiliki energi gelap! Para pasukan Silverian akan menghabisimu, bahkan sebelum kau bisa melangkahkan kaki di atas awan planet gelap itu! Siapa yang pernah ke sana atau bahkan masuk ke dalamnya kecuali penduduk mereka sendiri atau tawanan-tawanan mereka?!" tanya Xyon dengan nada tinggi.


__ADS_2