
Higarashi langsung mencengkram kedua bahu Keira dan menatapnya dengan wajah yang serius.
"Apapun yang akan mereka bicarakan nanti, itu adalah urusanku dan internal istana. Tugasmu sekarang hanyalah fokus untuk menjaga calon anak-anak kita yang masih harus diawasi untuk beberapa bulan ke depan. Aku tidak ingin ada ancaman apapun karena kau sedang mengandung dengan cara mortal. Aku juga akan membicarakan hal ini dengan Perdana Menteri Xyon secepatnya. Lagi pula, kau adalah Permaisuri dari Halida, jadi memang sudah seharusnya kau pulang, Keira," balas Higarashi dengan senyum kecil di wajahnya.
Namun, wajah Keira justru menjadi penuh dengan rasa curiga begitu ia melihat senyum di wajah suaminya itu. Ia bahkan mengernyitkan dahi sambil menatap Higarashi dengan wajah yang serius. Karena sikap Keira barusan, Higarashi mulai merasa gusar.
“Apakah ia … sedang melakukan Televatia kepadaku? Apakah ia tahu bahwa aku … dan Viora …,” gumamnya di dalam hati, namun tiba-tiba, ia berkata lagi kepada istrinya tersebut, "Ah, kalau begitu, sebaiknya aku segera menemui Perdana Menteri Xyon untuk membawamu kembali pulang. Tunggu aku, Keira."
Higarashi kemudian melepaskan cengkramannya dari kedua bahu Keira, lalu berjalan keluar dengan terburu-buru, bahkan hingga pintu kamar tersebut menutup dengan sendirinya. Permaisuri dari Halida yang kini sendirian itu, mulai merasa sangat curiga kepada suaminya.
“Ada apa dengan Higarashi? Mengapa energi cinta yang kurasakan darinya semakin melemah? Aku bahkan tidak bisa melakukan Televatia kepadanya. Apakah ada sesuatu yang terjadi selama empat puluh hari di dalam istana kerajaan Halida?” gumamnya di dalam hati sambil mengernyitkan dahi.
Ia lantas menghela nafas panjang, lalu kembali bergumam dengan suara kecil, "Perasaanku saja, atau apakah karena aku sedang mengandung, maka aku menjadi terlalu sensitif seperti ini?"
Sementara itu di dalam salah satu ruangan yang ada di pojok istana Palladina, Xyon yang sedang duduk di atas kursi sambil membaca beberapa surat kosmik, tiba-tiba terkejut begitu ia mendengar suara ketukan pintu yang terdengar agak keras.
Ia langsung menoleh ke arah pintu, lalu berseru, "Masuklah!"
Seorang pria kemudian membuka pintu, masuk ke dalam ruangan itu, lalu menutup rapat kembali pintunya. Ia lantas berjalan mendekati meja kerja milik Xyon, dan berdiri di hadapannya dengan wajah yang serius.
__ADS_1
"Ah, Higarashi. Apakah kau kemari karena ingin membawa Keira kembali ke Planet Halida?" tanya Xyon sambil meletakkan kembali surat kosmik yang baru saja dibacanya, di atas meja.
"Tentu saja, Perdana Menteri Xyon. Ia adalah Yang Mulia Permaisuri Keira dari Halida, maka itu, seharusnya memang ia kembali ke sana," balas pria tersebut, yang rupanya adalah Higarashi.
"Ah, begitu," gumam Xyon pelan, lalu Higarashi dengan sorot mata yang tajam, dan kembali bertanya, "Higarashi, apakah kau yakin akan membawanya kembali? Di sini, aku, Weim, Arex, Nordian, dan Aerim, selalu menjaganya secara bergantian. Lalu, apakah ada jaminan bahwa kau akan menjaganya dengan sangat baik jika ia kembali ke sana, seperti kami menjaganya di sini?"
Higarashi terdiam sesaat, kemudian menjawab dengan tegas, "Aku sudah memasukkan Starlet milik Keira ke dalam tubuhnya, dan seharusnya, Starlet itu akan memberitahukan kepadaku jika ia suatu saat menghilang lagi. Memang, aku tidak bisa menjamin bahwa istanaku aman bagi Keira dan kandungannya, namun, Perdana Menteri Xyon, ia adalah istriku dan calon ibu bagi anak-anakku. Aku bisa dengan yakin berkata kepadamu, bahwa aku akan melindungi mereka dengan segenap jiwa dan ragaku.”
Xyon kemudian menghela nafas panjang, lalu ia berkata sambil mengernyitkan dahi, "Aku benar-benar sangat menantikan salah satu anak yang ada di dalam kandungannya untuk menggantikan posisiku sekarang. Jadi, jagalah ia dengan nyawamu. Jangan sampai ia menggunakan energi antimaterinya, ataupun mengizinkannya untuk menggunakan senjata-senjata kosmiknya terlebih dahulu.”
Higarashi mengangguk, lalu membalas dengan wajah yang serius, "Baiklah, Perdana Menteri Xyon. Aku akan mengajak Keira untuk kembali dengan menggunakan kereta antar planet, sekarang juga.”
“Aku tidak akan mengantarkan kalian karena harus mengurus beberapa dokumen kerajaan, sementara jenderal senior lainnya sedang berpatroli,” balas Xyon sambil menoleh ke arah kertas kosmik yang ada di atas meja kerjanya.
Ia kemudian berbalik badan dan berjalan keluar dari ruangan itu tanpa menutup pintunya, lalu berlari menuju ke kamar Keira, dengan senyum gembira di wajahnya. Setelah Higarashi pergi, Xyon justru menatap lurus pintu ruangan tersebut dengan wajah yang gusar.
“Perang antar planet sudah selesai, namun … mengapa aku masih merasa gundah?” gumamnya pelan.
Sementara itu, ketika Higarashi sudah tiba di depan pintu kamar Keira, ia lantas membukanya dengan terburu-buru dan masuk ke dalam, hingga Permaisuri dari Halida yang sedang duduk di atas ranjang itu terkejut sambil melotot ke arahnya.
“Higarashi?” ucap Keira dengan wajah yang penuh dengan kebingungan.
__ADS_1
"Keira! Akhirnya kita akan berkumpul bersama lagi! Aku akan membawamu sekarang, untuk kembali ke Planet Halida!" seru Higarashi dengan wajah yang gembira, sambil berjalan mendekati istrinya itu, lalu berdiri di samping ranjang dan menggenggam tangan kiri Keira erat-erat.
Permaisuri dari Halida tersebut kemudian berdiri dari ranjang, lalu menatap suaminya itu dengan wajah yang gusar, namun, Higarashi justru tidak memperhatikannya.
"Biarkan aku melayanimu, Yang Mulia," ucap Raja dari Halida itu sambil menggandeng tangan istrinya, lalu mengajaknya berjalan menuju ke halaman depan istana.
Keira terdiam, namun di sepanjang langkahnya, ia justru berpikir keras di dalam hati, sambil menelan ludahnya.
“Ada apa dengan Higarashi? Aku tidak bisa … melakukan Televatia kepadanya!” seru Keira di dalam pikirannya sendiri, sambil mengernyitkan dahi.
Begitu mereka tiba di halaman depan istana, Higarashi kemudian berhenti melangkah di tengah-tengah, lalu mengangkat tangan kanannya hingga Star Baton miliknya tiba-tiba muncul di dalam genggamannya. Ia lantas mengayunkan benda itu ke depan, dan sebuah kereta antar planet muncul di depan mereka.
Star Baton tadi kemudian menghilang, Kereta antar planet itu rupanya menggunakan energi bintang yang berasal dari Star Baton milik Higarashi.
“Akhirnya!” ucap Higarashi dengan senyum lebar.
Beberapa orang pelayan dan pengawal yang berada di sana, terlihat menundukkan kepala untuk memberi hormat kepada keduanya. Mereka kemudian masuk ke dalam, lalu duduk di atas sebuah sofa panjang yang empuk sambil menoleh keluar jendela.
“Mengapa tidak ada satu pun paman-pamanku yang datang untuk mengantarku pergi?” gumam Keira, namun, Higarashi mendengarnya.
“Ah, mereka semua sedang berpatroli, sementara Perdana Menteri Xyon sibuk dengan urusan kerajaan. Apakah kau tidak ingin kembali ke Planet Halida, Keira?” tanya Higarashi dengan wajah yang gusar.
__ADS_1
Keira langsung menoleh ke arah suaminya itu dan tersenyum kecil, lalu membalas, “Ah, tidak. Bukankah seharusnya aku memang kembali ke sana?”