Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Petunjuk Penting


__ADS_3

Tiba-tiba, wajah Keira berubah. Ia menjadi marah karena mendengar jawaban itu. Ia bahkan mengepalkan kedua tangannya karena kesal.


Melihat sikap Keira, Demira langsung melanjutkan ucapannya, “Keira, ia sudah jatuh cinta kepadamu sejak lama. Ia tergila-gila padamu. Bahkan, ia menjadikan diriku sebagai pelampiasan karena tidak bisa mendapatkan dirimu. Aerim, ia juga sama sekali tidak memikirkan diriku yang sedang mengandung anaknya ini, karena kecemburuannya pada Higarashi. Ia terus menerus memintaku untuk memikirkan cara lain untuk mendapatkan dirimu.”


Permaisuri dari Halida itu lantas menghela nafas panjang, lalu, ia menatap Demira dengan wajah yang serius dan bertanya dengan nada kesal, “Berarti, semua kejadian yang terjadi di pantai itu adalah … kesengajaan?!”


Demira mengangguk. Keira langsung menutup mulut dengan tangan kirinya setelah melihat sikap perempuan Silverian itu, sambil melotot tajam. Namun, Demira langsung meraih dan menggenggam tangan kanan Keira dengan wajah sendu dan bola mata yang berkaca-kaca.


"Keira, aku memiliki sebuah permohonan kepadamu, maka dari itu, aku datang menemuimu hari ini dan menceritakan semua, yang sebenarnya, namun, aku mohon tolonglah aku dan anak ini," bisiknya pelan dengan bibir yang gemetar.


Keira lalu menurunkan tangan kirinya, lalu bertanya dengan wajah yang tampak kesal, “Ini adalah jebakanmu lagi, bukan?”


“Tidak! Keira! Tidak!” seru Demira dengan nada pelan, sambil menarik tangan Keira sekali.


“Aerim memintamu untuk melakukan hal ini, bukan?” tanya Keira lagi.


“Tidak, Keira! "Aerim sangat mencintaimu. Ia tidak mungkin membunuhmu, namun, ia sangat mungkin akan membunuh suami dan paman-pamanmu, demi mendapatkan dirimu. Namun, Keira, kumohon, demi anak yang ada di dalam rahimku ini, tolong, jangan bunuh Aerim jika ia memang melakukan hal itu kepadamu. Ia adalah ayah dari anak ini,” jawab Demira sambil meneteskan air matanya.


Keira hanya menghela nafas panjang dan memutar kedua bola matanya sekali.

__ADS_1


“Mungkin Aerim akan membunuhku jika ia tahu bahwa aku sudah memberitahukan semua ini kepadamu, namun, Keira, aku hanya ingin … agar anak ini tidak terlahir tanpa ayah. Aerim boleh saja membunuhku, tapi satu hal, kumohon, jangan sampai kau membunuhnya, walaupun kebencianmu sangat kuat kepada kami, para Silverian,” ucap Demira lagi dengan wajah yang sendu.


"Tapi itu semua tidak mungkin, Demira! Itu tidak adil untukku! Ia sudah membunuh seluruh orang-orang terdekatku!" balas Keira dengan wajah kesal.


"Keira, dengarkan aku! Kau bisa saja membunuh Aerim dengan mudah dan menghancurkan Planet Silverian karena kau adalah seorang Crossbreed, namun, energi gelap yang kami miliki, hanyalah energi gelap biasa, bukan materi gelap, Keira!” seru Demira.


“Materi gelap?” tanya Keira sambil mengernyitkan dahinya lagi.


“Energi gelap milik kami hanyalah satu dari dua jenis kegelapan yang ada di alam semesta! Kau akan menjadi lebih kuat jika kau juga memiliki materi gelap! Kau juga bisa dengan mudah mengubah semuanya kembali seperti semula! Aku sudah melihatnya, Keira! Materi gelap itu bukanlah energi kosmik bias, yang kemampuannya hampir sama seperti energi gelap!" jawab Demira dengan wajah serius.


Keira terdiam sebentar, lalu ia menggelengkan kepalanya sekali, mengernyitkan dahinya, dan berkata, "Materi gelap? Demira, aku tidak mengerti maksudmu!"


Keira terdiam lagi. Demira kemudian melepaskan cengrakamannya dari kedua bahu Keira, lalu mereka saling bertatapan, dengan wajah masing-masing yang terlihat serius.


"Demira, aku tidak pernah mendengar ada seseorang yang bisa mengendalikan materi gelap, walaupun aku tahu bahwa energi kosmik itu menguasai dua puluh lima persen alam semesta, dan seharusnya energi gelap juga tidak kalian jadikan sebagai energi kosmik pribadi karena kekuatannya yang tidak main-main! Jadi, lawanku satu-satunya hanyalah energi gelap milik kalian, Silverian. Jika Paman Xyon sendiri tidak berkata apapun tentang hal itu, maka pertemuan ini hanya jebakanmu," bisik Keira pelan.


Demira hanya tersenyum kecil dan menghela nafas pendek, lalu ia mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan telinga Keira.


"Xyon, pria tua itu, mungkin belum memberitahukan kepadamu tentang hal ini. Ada dua jenis kegelapan yang ada di alam semesta, yakni energi gelap dan materi gelap. Energi gelap yang kami miliki mungkin terdengar sangat kuat karena menguasai tujuh puluh persen dunia ini. Namun, Keira, ada seseorang yang mempunyai materi gelap sebagai energi kosmiknya, dan ia sedang berada di sekitar kalian, yang bahkan energi cahaya dari bintang induk kalian, Goldinian, tidak mampu menembus kekuatan kosmik itu. Keira, orang itu … adalah seorang Crossbreed juga!" bisiknya dengan nada yang sedikit tinggi.

__ADS_1


Keira masih melotot tajam ke arah Demira, kemudian membalas, “Siapa yang bisa menggunakan materi gelap sebagai energi kosmiknya? Jadi, maksudmu, lawanku seharusnya adalah orang yang bisa mengendalikan materi gelap itu?”


Demira tiba-tiba menjauhkan tubuhnya dari Keira, kemudian ia tertawa kecil sebentar, lalu membalas, "Aku mendengar pembicaraan orang itu dengan Dovrix, ketika mereka sedang berbicara diam-diam berdua saja. Bahkan Aerim saja tidak mengetahui hal ini, padahal orang itu dekat dengannya. Jika kau tidak mempercayaiku, tidak masalah. Namun, Keira, kumohon, demi anak yang ada di dalam kandunganku, jangan bunuh Aerim, atau memusnahkan planetku.”


“Demira, aku sama sekali tidak mengerti ucapanmu!” balas Keira sambil mengernyitkan dahinya.


“Kau harus percaya kepadaku walaupun kau tidak ingin, Keira. Ini demi dirimu sendiri. Maafkan aku yang tidak bisa berlama-lama denganmu, karena aku harus kembali sebelum Aerim mencurigaiku. Aku melarikan diri ke sini setelah kalian mengacaukan Planet Silverian kemarin. Selamat tinggal, Keira,” ujar Demira.


Kabut-kabut hitam tiba-tiba menyelimuti tubuhnya, lalu ia menghilang begitu saja. Keira yang terkejut, hanya bisa melotot sambil masih tidak bisa memercayai apa yang baru saja dikatakan oleh Demira barusan.


"Materi gelap? Planet mana yang mau menggunakan materi gelap sebagai energi kosmiknya? Sungguh langkah yang berani, apakah mereka tidak takut tersedot ke dalam lubang hitam?” gumam Keira dengan wajah yang tampak kebingungan.


Sementara itu, di sisi lain taman bermain itu, Higarashi terlihat sedang berlari kecil sambil membawa dua buah botol minuman. Namun, karena terlalu terburu-buru, ia tanpa sengaja menabrak seorang wanita hingga botol-botol minuman yang tadinya sedang ia genggam, terjatuh dan menggelinding di atas tanah.


Ia kemudian berhenti berlari, membungkukkan badannya, lalu berkata, “Maafkan aku, Nona!! Astaga!”


Higarashi lantas mengambil botol-botol minuman tersebut. Wanita itu juga kemudian membungkuk untuk membantunya, hingga tangan mereka tanpa sengaja saling bersentuhan. Higarashi dan wanita itu langsung menoleh serta menatap satu sama lain. Wajah mereka mendadak tampak terkejut setelah melihat ke arah masing-masing.


"Viora?" tanya Higarashi sambil melotot.

__ADS_1


“Higarashi?” gumam wanita itu, Viora, dengan wajah yang tampak gusar.


__ADS_2