
“Siapa aku? Aku ini siapa? Tolong, aku sangat takut membunuh seseorang dengan kedua pedang kosmik itu!” serunya.
Tiba-tiba seorang pria di belakangnya berkata, "Aku akan memberikanmu energi cinta, sebanyak yang kau inginkan, jadi, kau tidak perlu lagi merasa ketakutan. Kau adalah seorang Crossbreed yang mampu mengendalikan seluruh energi kosmik, jadi, aku akan memberikanmu kekuatanku, agar kau tidak lagi ragu dalam menghadapi mereka.”
Keira lalu menoleh ke belakang, lalu berdiri dan menatap pria itu dengan wajah yang sendu.
“Higarashi, maafkan aku, masih mengganggumu semalam ini,” ucap gadis itu, “aku akan kembali ke kamar.”
Pria tersebut, Higarashi, kemudian tersenyum kepada Keira.
"Apakah kau masih meragukan diriku?" tanya Higarashi.
Wajah Keira langsung berubah menjadi sedikit panik setelah mendengarkan pertanyaan itu.
“Uh, aku bukannya ingin meragukanmu, namun … energi cinta?” tanyanya.
“Ya, energi yang tidak pernah kami perhitungkan sebelumnya, karena memang energi tersebut adalah mitos. Namun, aku tidak pernah meragukan perasaan ini,” jawab Higarashi.
“Energi … cinta?” gumam Keira di dalam hatinya.
Higarashi kemudian meraih tangan kanannya dan menggenggamnya erat, lalu tersenyum lebar kepada gadis tersebut.
“Kembalilah ke kamarmu. Esok adalah hari pertama yang akan melelahkan. Karena kau sudah berada di sini, bagaimana jika … kau melupakan sejenak beban berat yang ada di kedua bahumu?” tanya Higarashi.
Keira mengangguk. Kedua bola matanya berkaca-kaca.
“Terima kasih sudah menenangkanku, Higarashi. Aku akan kembali terlebih dahulu,” bisiknya.
Ia kemudian melepaskan genggaman tangan pria itu dan berjalan kembali menuju ke kamarnya. Setelah Keira tidak lagi terlihat, senyum di wajah Higarashi mendadak hilang.
“Apakah aku bisa … menghadapi kutukan yang dibawa oleh Keira?” gumamnya pelan.
__ADS_1
Keesokan paginya, Keira terbangun dan langsung mandi, lalu mengganti pakaiannya. Ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dan ia kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke ruang makan, ditemani oleh seorang pelayan wanita.
Begitu ia tiba di dalam ruang makan, Neriya dan Klafina rupanya sudah terlebih dahulu tiba di sana, bahkan sudah duduk di atas kursi masing-masing. Mereka langsung tersenyum kepada Keira dengan wajah yang terlihat ceria.
Keira kemudian berjalan ke arah salah satu kursi yang berada di samping Klafina, lalu berdiri di belakang kursi itu dan menundukkan kepalanya sambil berkata, "Yang Mulia, maafkan aku yang sedikit terlambat."
"Duduklah, Keira," ucap Klafina setelah menoleh ke belakang dan menatap Keira.
Gadis itu kemudian menarik kursi yang ada di depannya, kemudian duduk dengan sopan sambil tersenyum kepada sang permaisuri.
" Lihatlah, bahkan anak laki-laki yang sudah dewasa itu saja belum tiba di sini! Hei, sudah jam berapa ini? Benar-benar tidak sopan! Pelayan!" seru Neriya, diikuti oleh tawa kecil dari istrinya.
Tiba-tiba saja seorang pria masuk ke dalam ruang makan itu dengan tergesa-gesa, lalu berseru, "Aku sudah di sini!"
Mereka bertiga langsung menoleh ke arah pria itu.
"Nah, datang juga dirimu, Pangeran Mahkota! Cepatlah ambil tempat dudukmu!" seru Neriya sambil menunjuk ke arah Higarashi yang rupanya datang terlambat.
Sang Pangeran Mahkota dari Halida itu langsung duduk di sebuah kursi yang terletak sebelah ayahnya sambil mengatur nafasnya setelah berlari cukup lama. Para pelayan kemudian menyajikan sarapan untuk mereka.
"Katakan saja apa maumu," ucap sang raja dengan wajah yang datar.
"Nah, Ayah, aku ingin meminta izin untuk mengajak Keira kembali ke Planet Bumi. Aku ingin membawanya berjalan-jalan mengelilingi pantai, sebelum hari pertunangan tiba," jawab Higarashi.
"Namun, Higarashi, kami sudah menyebar undangan dan lusa adalah hari pertunangan kalian. Apakah kalian akan kembali sebelum lusa?" tanya Klafina sambil menatap anak laki-lakinya itu dengan wajah yang serius.
Higarashi tersenyum lebar, lalu berkata, “Tentu saja, kami hanya akan bersenang-senang sampai malam ini! Aku bahkan sudah mengundang Perdana Menteri Xyon dan para jenderal senior dari Palladina untuk ikut bersama dengan kami, jadi, kalian tenang saja!”
"Ah! Dasar anak muda!" seru Neriya.
"Kembalilah tepat waktu, Nak," ucap Klafina.
__ADS_1
Higarashi mengangguk. Setelah selesai sarapan, Keira dan Higarashi kemudian berpamitan kepada Neriya dan Klafina, lalu dengan cepat, Higarashi menggandeng gadis itu dan membawanya berlari menuju ke halaman belakang istana. Mereka lalu berubah menjadi dua buah bintang kecil dan melesat keluar dari Planet Halida, menuju ke Planet Bumi.
Tidak butuh waktu yang lama, setelah melewati banyak planet dan bintang serta masuk ke dalam lubang cacing, mereka lantas mendarat di pojok taman yang penuh dengan pepohonan tinggi di ujung kota besar itu. Setelah mengubah fisiknya menjadi seperti semula, mereka lalu berlari keluar dari taman tersebut dan pergi menuju ke pantai dengan bus.
Setelah empat kali berganti bus, mereka akhirnya tiba di pantai. Keira begitu terkejut begitu ia melihat Xyon, Weim dan Sey yang ternyata sudah berada di sana terlebih dahulu dengan pakaian yang santai.
“Paman!” teriaknya.
Mereka langsung menoleh kepadanya, dan aa kemudian berlari ke arah mereka bersama dengan Higarashi, lalu berdiri di samping Xyon yang sedang duduk di atas sebuah kursi santai.
“Aku mengundang paman-pamanmu ke sini tadi malam untuk menikmati waktu bersamamu, sebelum hari pertunangan tiba dan semuanya akan menjadi serius, Keira. Maka dari itulah, aku terlambat tiba di ruang makan tadi pagi,” ucap Higarashi.
“Ah, ternyata begitu. Terima kasih sudah mengundang mereka, Higarashi,” balas Keira dengan senyum di wajahnya.
Tiba-tiba dari kejauhan, seorang pria berteriak, “Hei! Kalian, jangan hanya berdiri di sana! Cepat, nikmati hari ini sebelum malam menjelang!!”
Keira langsung menoleh ke arah suara teriakan itu dan berseru, “Baiklah, Paman Weim!”
Ia kemudian berlari mendekati Weim yang sedang bermain dengan bola pantai bersama dengan Sey.
“Aku mengundang kalian, namun di mana jenderal senior yang lain?” tanya Higarashi kepada Xyon.
“Arex dan Nordian harus berpatroli, karena pesta pertunangan kalian akan segera digelar, para Silverian itu bisa bergerak kapan saja,” jawab Xyon.
“Baiklah, Perdana Menteri Xyon, sebaiklah kita tidak membicarakan hal yang serius. Mari nikmati saja liburan yang singkat ini,” balas Higarashi.
Mereka kemudian memutuskan untuk menikmati pantai yang indah pada hari itu. Sementara Keira, Weim, dan Sey sedang bermain air dan bersantai melepas lelah dan beban pikiran sesaat, Xyon dan Higarashi justru terlihat duduk di atas kursi santai dengan sebuah payung besar yang melindungi mereka dari panasnya sinar matahari.
Keira terus tersenyum dan tertawa. Ia tampak lupa dengan segala masalah yang sedang dihadapinya, ketika ia bermain bola pantai bersama dengan Weim dan Sey.
“Terima kasih untuk mau menerima Keira ke dalam keluarga kerajaan Halida,” ucap Xyon.
__ADS_1
“Aku yang seharusnya berterima kasih, Perdana Menteri Xyon. Karena dengan pernikahan ini, kita bisa saling menguatkan aliansi, bukan?” tanya Higarashi.
Xyon terdiam, namun di dalam hatinya, ia justru mencurigai sesuatu.