
Aerim mendadak mengubah posisi pedang kosmiknya. Kali ini, ia mengarahkan ujung benda tajam itu tepat di depan dada Keira.
"Aerim!" seru Victory Higarashi dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
Keira tiba-tiba tersenyum sinis, lalu ia berbisik kepada Aerim, "Kau tidak akan mungkin membunuhku."
"Lalu?" tanya Aerim sambil juga tersenyum sinis.
"Lalu … Victory Higarashi akan segera meninggalkan kita dan membawa paman-pamanku keluar dari planet menyebalkan ini," jawab Keira.
"Apa?!!" seru Aerim, ia lalu melotot ke arah Victory Higarashi.
Victory Higarashi berseru, "Dual Flame Swords!!"
Dengan cepat, dua buah pedang kosmik berwarna merah terang yang berapi-api, muncul di dalam genggaman tangannya. Ia kemudian mengayunkan kedua pedang kosmik itu ke depan, dan beberapa lidah-lidah api yang panjang langsung melayang ke arah batang-batang pohon yang mencengkram tubuh Xyon, Nordian, Arex, dan Weim.
Batang-batang pohon tersebut lantas hancur berkeping-keping setelah dibakar oleh lidah-lidah api yang berasal dari Dual Flame Swords milik Victory Higarashi. Setelah keempatnya sudah bebas, pedang-pedang kosmik milik mereka kemudian muncul di dalam genggaman.
Namun, wajah Keira langsung berubah menjadi gusar setelah melihat paman-pamannya dan Victory Higarashi malah justru mengeluarkan senjata kosmik, seolah sedang mengancam Aerim dari kejauhan, padahal bukan itu rencana yang ia pikirkan.
Keira kemudian melotot ke arah Victory Higarashi, lalu ia kembali melakukan Televatia.
"Tidak! Bukan itu rencananya! Kau harus segera membawa mereka keluar dari planet ini!" serunya di dalam pikiran Victory Higarashi.
Suaminya itu lalu berkata di dalam pikiran Keira, "Tidak mungkin aku membiarkanmu sendirian di sini! Paman-pamanmu juga sudah bersiap untuk melindungimu, Keira!"
Permaisuri dari Halida itu langsung merasa kesal setelah mendengar Televatia tersebut.
__ADS_1
Ia kemudian menatap tajam ke arah Victory Higarashi, sambil berkata dalam hatinya dengan wajah yang dipenuhi oleh amarah, "Kau ini membuang-buang energi kosmikku saja!!!"
Tiba-tiba kabut-kabut putih mengelilingi seluruh tubuh Victory Higarashi, kemudian dengan cepat, ia berubah kembali menjadi Higarashi, seperti semula, tanpa Dual Flame Swords tadi. Hal ini tentu saja membuat mereka semua terkejut, termasuk Raja dari Halida itu sendiri.
"Keira!" seru Higarashi dengan wajah yang tampak panik, karena tiba-tiba saja Keira memutuskan Televatia kepadanya.
Dengan wajah yang masih terlihat kesal dan kedua bola mata yang masih berwarna biru tua, Lighting Double Cross muncul di dalam genggaman kedua tangannya. Ia kemudian memutar badannya ke belakang tanpa takut akan pedang kosmik milik Aerim yang masih mengancamnya. Keira langsung mendorong pria tersebut hingga terjatuh, lalu mengarahkan salah satu pedang kosmik miliknya tepat di samping leher Aerim.
Tentu saja aksi cepat yang dilakukan Keira barusan membuat Aerim terkejut dan melotot ke arahnya.
"Biarkan mereka semua pergi. Lawanmu adalah aku, bukan?" tanya Keira dengan wajah yang serius.
Aerim tiba-tiba tertawa kecil begitu mendengar pertanyaan tersebut, lalu ia menjawab, "Keira, aku memang menyukaimu, namun tidak berarti aku tidak bisa membunuhmu. Aku menyukaimu, namun aku tidak menyukai pengkhianatan yang sudah kau lakukan padaku!"
"Pengkhianatan? Aku tidak pernah berkata bahwa aku datang kemari untuk menceraikan Higarashi ataupun menikah denganmu. Tidak juga aku pernah berkata bahwa aku menyukaimu. Namun aku benar-benar berkata yang sesungguhnya, bahwa paman-pamanku itu merepotkan!" teriak Keira dengan tegas.
"Keira!" seru Xyon dengan wajah yang tampak terkejut.
Perempuan Crossbreed itu lantas berteriak lagi dengan penuh amarah, "Tidak perlu kalian membantah perkataanku barusan, karena semua itu adalah fakta, bukan?! Sebaiknya kalian semua pergi dari sini, dasar tidak berguna! Kalian hanya bisa bergantung kepadaku hanya karena aku seorang Crossbreed! Bahkan, mertuaku memang dengan sengaja menyetujui pernikahan ini karena mereka memang sejak awal, sudah mengincar kekuatan yang kumiliki demi keuntungan bagi diri mereka sendiri!!!"
"Keira! Tidak mungkin! Kedua orang tuaku sangat menyukai dirimu sejak awal!" seru Higarashi dengan wajah yang gusar.
"Dasar bodoh. Aku mendengar semuanya dari mulut ibumu sendiri sebelum ia tewas di tangan Aerim!" balas Keira dengan nada tinggi.
Mereka semua langsung terdiam setelah mendengar semua yang dikatakannya barusan.
Keira kemudian tersenyum sinis, lalu berseru kembali, "Kau tidak bisa berubah menjadi Victory jika bukan karena aku yang melakukan Televatia kepadamu. Lucu sekali, betapa lemahnya kalian semua. Aerim, bukan karena aku tidak mampu berubah seperti Victory Higarashi, lantas, kau meremehkanku. Lawanlah aku sekarang juga!"
__ADS_1
Ia tiba-tiba mengayunkan kedua senjata kosmiknya dan mulai menyerang Aerim secara brutal.
“Hey, hey!” seru Aerim, yang kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping untuk menghindar dari serangan tersebut.
Ia lantas berdiri dengan cepat, dan sebuah pedang kosmik yang muncul di dalam genggamannya, kini membuat suasana semakin tegang. Aerim berusaha menghindar dari seluruh serangan yang dilancarkan Keira menggunakan pedang kosmiknya, namun setelah beberapa saat, ia justru kewalahan karena Lighting Double Cross milik Keira lebih unggul dalam hal kecepatan.
Senjata kosmik milik Keira itu bahkan berkali-kali berhasil melukainya dan mulai merobek pakaiannya. Setelah beberapa menit, Aerim tersungkur di atas tanah karena kelelahan dan pedang kosmik miliknya tiba-tiba menghilang begitu saja.
“Keira!!” serunya dengan wajah yang tampak ketakutan.
Keira kemudian menghentikan serangannya, namun, ia kemudian mengarahkan salah satu ujung pedang kosmik miliknya tepat di depan wajah Aerim, dengan wajah yang penuh amarah.
Permaisuri dari Halida itu kemudian tersenyum sinis sambil berteriak, "Lihat, bukan? Kalian semua tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku! Kalian semua makhluk immortal yang lemah! Hanya aku, Keira, yang bisa mengendalikan seluruh energi kosmik di alam semesta ini!"
“Keira! Hentikan!” seru Xyon sambil mengernyitkan dahinya.
“Hentikan? Ah, rupanya kalian semua takut kepadaku, bukan? Baiklah! Aku akan menghancurkan kalian semua, saat ini juga!!” teriak Keira dengan wajah yang memerah karena kesal.
Lightning Double Cross miliknya lantas menghilang, lalu, ia mengangkat dan membuka telapak tangan kirinya ke atas, dan sebuah bola yang berwarna putih yang bersinar dengan sangat terang, tiba-tiba muncul, melayang-layang di atas telapak tangannya itu.
“Apa yang akan kau lakukan, Keira?!” tanya Aerim dengan tubuh yang gemetar.
“Keira! Sadarlah! Kau … kau dipenuhi oleh energi gelap!” seru Xyon lagi dengan wajah gusar.
“Diam saja kalian semua!!” teriak Keira dengan nada yang sangat tinggi.
Bola itu semakin lama semakin membesar, lalu dengan cepat, Keira melemparkan bola yang sinarnya semakin membesar tersebut ke arah Xyon. Mereka semua lantas menoleh ke arah bola tersebut, yang kini sudah berada tepat di depan telapak kaki Xyon.
__ADS_1
“Keira!” teriak Higarashi dengan wajah yang tampak ketakutan