Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Yang Mulia Permaisuri dari Halida


__ADS_3

Namun Higarashi sepertinya tidak peduli akan hal itu. Di dalam pikirannya, menjadikan Keira sebagai permaisuri, berarti mereka berdua akan jauh lebih kuat.


“Leino, segera mulai penobatannya,” ucap Higarashi kepada Leino yang masih berada di sampingnya.


“Baik, Yang Mulia,” balas Sekertaris Kerajaan tersebut.


Higarashi lalu berjalan ke samping altar dan berdiri di sebelah Keira, sementara Leino meminta kepada seorang pelayan untuk memberikannya mahkota permaisuri yang sudah disiapkan sebelumnya. Sang pelayan kemudian memberikannya kepada Leino.


Ia lantas mengambil mahkota itu dan memberikannya kepada Higarashi.


"Majulah, Putri Mahkota," ucap Higarashi sambil menatap Keira dengan wajah serius sementara kedua tangannya memegang mahkota permaisuri.


“Tidak, tidak mungkin. Astaga, ini adalah kekacauan!” seru Keira di dalam hatinya.


Namun, walaupun begitu, ia kemudoan maju ke depan dan berlutut di hadapan seluruh tamu undangan dengan canggung. Kedua matanya melotot ke arah Xyon, dan tentu saja, sang Perdana Menteri dari Palladina itu juga terkejut dibuatnya.


"Yang Mulia Putri Mahkota Keira, bersumpahlah bahwa kau akan menjadi permaisuri yang bijak, adil, dan setia, serta akan selalu menjaga kedamaian di dalam Galaksi Metal ini, bersama dengan planet Palladina," seru Higarashi sambil mengarahkan mahkota permaisuri di atas kepala istrinya itu.


Xyon menggelengkan kepalanya sekali kepada Keira dan tentu saja perempuan itu melihatnya. Semua orang terdiam, dan suasana langsung hening seketika.


Keira sama sekali tidak menjawab untuk beberapa saat sampai Higarashi harus berbisik, “Keira?”


“Ah,” desah Keira, dan karena terpaksa, ia akhirnya berkata, “aku bersumpah akan menjadi permaisuri yang bijak dan adil, serta setia. Aku juga akan menjaga kedamaian bagi Galaksi Metal bersama dengan Planet Palladina, Yang Mulia Raja.”


Higarashi lalu meletakkan mahkota permaisuri di atas kepala Keira dan berseru, "Dengan demikian, aku akan secara resmi menobatkan kau, Yang Mulia Putri Mahkota Keira, menjadi permaisuri yang baru bagi Planet Halida. Aku akan memberikannya gelar Yang Mulia Permaisuri Keira dari Halida, dan keturunannya nanti akan menjadi penerusku yang sah! Berlututlah kepada permaisuri kalian yang baru, wahai para Halida!"


Keira kemudian berdiri, dan sekali lagi, seluruh penduduk Planet Halida berlutut sambil berseru, "Hidup Yang Mulia Permaisuri Keira!"

__ADS_1


Sementara tamu-tamu undangan membungkukkan badan di hadapannya, Keira justru terlihat kebingungan. Setelah beberapa saat, mereka kemudian kembali berdiri tegak. Higarashi lalu memegang tangan Keira dan tersenyum kepada semua orang.


"Terima kasih telah hadir di sini untuk menjadi saksi atas penobatan kami. Silakan nikmati makanan dan minuman yang sudah kami siapkan untuk kalian," seru Higarashi.


Para pelayan kemudian mengeluarkan makanan dan minuman bagi para tamu, dan sebuah pesta kecil lalu dimulai. Higarashi dan Keira kemudian turun dari altar sambil bergandengan tangan, namun, Keira langsung mengajak suaminya itu untuk berlari menuju ke arah halaman belakang istana. Sesampainya di sana, ia kemudian berhenti di bawah pohon besar, lalu ia melepaskan genggaman tangannya dari Higarashi dengan sedikit kasar dan menatap suaminya itu dengan wajah yang kesal.


"Permaisuri? Kau menjadikan aku sebagai permaisuri?! Astaga, Higarashi! Kau sedang memancing bahaya!" serunya.


"Keira, dengarkan aku dulu! Bukan tanpa pemikiran panjang menjadikanmu sebagai permaisuri! Lagi pula, kau adalah istriku!" balas Higarashi.


"Higarashi, jika aku menjadi permaisuri, itu berarti jika para Silverian berhasil menangkapku, kau akan berada dalam masalah!" seru Keira, “Ini bukan soal gelar, melainkan … ancaman!”


Tiba-tiba seorang pria yang sedang berjalan mendekati mereka bertanya, “Kau tidak pernah menyukai gelar kerajaan, bukan?”


Pria tersebut kemudian berdiri di samping Higarashi dan menatap Keira dengan wajah datarnya.


“Keira, apakah kau ingin mengunjungi Planet Bumi?” tanya Xyon lagi.


Kali ini, Keira langsung tersenyum. Wajahnya mendadak ceria begitu ia mendengar pertanyaan tersebut.


“Aku … merindukan rumahku,” jawab Keira.


Higarashi menghela nafas panjang, lalu berkata, “Kau bisa berkunjung ke Planet Bumi kapan pun kau mau. Aku tidak akan menghalangimu.”


“Kau baru saja menjadi seorang permaisuri, Keira. Tunggullah beberapa minggu lagi,” ucap Xyon, yang langsung membuat wajah Keira berubah menjadi kesal.


“Paman, aku hanya merindukan rumah itu …,” balas Keira.

__ADS_1


Xyon kemudian berjalan mendekati Keira dan berdiri di sampingnya, lalu berbisik, “Apa yang akan dikatakan oleh rakyat Halida jika tiba-tiba permaisuri mereka pergi ke planet lain setelah penobatannya? Kau pikir, hanya rakyat yang ada di dalam istana yang mengetahui penobatanmu itu barusan? Tentu tidak, Keira. Banyak kamera tersembunyi yang ada di ruang utama istana, dan layar-layar besar di setiap penjuru planet ini, menampilkan dirimu sebagai permaisuri yang baru. Tidak jauh berbeda dengan planet lainnya termasuk Planet Palladina, bukan?”


Keira langsung melotot tajam ke arah Xyon, lalu membalas, “Layar-layar di setiap sudut kota ….”


Ia kemudian menghela nafas panjang, dan menundukkan kepala.


“Kau benar, Paman. Aku seharusnya bersabar. Baiklah,” bisiknya.


Xyon lalu menoleh ke arah Higarashi dan menatap raja baru dari Halida itu dengan wajah yang serius.


“Yang Mulia Raja Higarashi. Baiklah. Aku ingin kau segera menceraikan Keira,” ucapnya.


Keira kembali melotot tajam ke arah Xyon dan berseru, “Paman Xyon!”


Higarasi justru tidak terlihat terkejut dengan permintaan itu. Ia bahkan tertawa kecil dan tersenyum kepada Xyon, lalu ia menatap sang Perdana Menteri dari Palladina tersebut dengan wajah yang serius.


“Apakah kau punya alasan yang bagus mengapa aku harus menceraikan istriku?” tanya Higarashi.


“Tentu saja. Para Silverian itu dan diriku memiliki keinginan yang sama, yakni memisahkan dirimu dan Keira. Karena dirimu, Keira menjadi semakin kuat. Ia yang tadinya hanya memiliki energi antimateri dan energi cahaya, kini sudah bertambah dengan kemunculan dirimu di dalam hidupnya. Bahkan sekarang, Starlet itu sudah tertanam di dalam tubuhnya. Lantas, apakah Keira akan menjadi ancaman bagi para Silverian itu, atau justru ia akan menjadi motivasi bagi mereka untuk semakin sering menyerang kalian demi mendapatkan kekuatannya?” balas Xyon.


“Mereka tidak akan menjadikan Keira mesin pembunuh, Perdana Menteri Xyon. Keira memakai energi cahaya untuk menggunakan senjata kosmiknya, dan jika energi cahayanya habis, ia harus segera berlari menuju ke Light Chamber. Tidak mungkin kalian akan membiarkan mereka masuk ke dalam Planet Palladina, bukan? Maka dari itu, aku tidak yakin bahwa mereka bisa membawa Keira,” jawab Higarashi dengan yakin.


Xyon langsung tersenyum sinis begitu ia mendengar jawaban tersebut.


“Yang mereka inginkan bukanlah menjadikan Keira sebagai mesin pembunuh, Higarashi. Namun, yang mereka targetkan adalah … energi antimateri milik Keira,” balas Xyon.


Xyon kemudian terdiam untuk beberapa saat, lalu ia menghela nafas panjang dan berkata lagi, “Baiklah, sudah waktunya aku untuk kembali, Yang Mulia.”

__ADS_1


Ia lalu membalikkan tubuhnya dan membelakangi Higarashi, lalu berjalan untuk beberapa langkah, namun tiba-tiba saja, ia berhenti setelah langkah ketiga.


__ADS_2