
"Ia adalah seorang Silverian, anak buah dari Aerim! Ia adalah seorang mata-mata dari Planet Silverian! Astaga, tida. Bukan. Ia adalah Demira, kekasih Aerim!" jawab Higarashi dengan nada tegas.
Nordian, Arex, dan Weim langsung memunculkan pedang kosmik milik mereka, lalu menggenggam dan mengarahkannya kepada Demira, kemudian, mereka berjalan mendekati Xyon dan berdiri mengelilinginya dengan wajah yang serius.
Demira tertawa melihat hal tersebut. Ia kemudian menghentikan langkahnya dan berdiri agak jauh dari mereka.
"Aku anak buah Aerim? Bukan. Aku adalah Permaisuri dari Planet Silverian, istri sah Aerim!" seru Demira dengan wajah kesal.
Higarashi langsung terkejut mendengar pengakuan tersebut.
"Kau, jadi kau benar sedang mengandung anak Aerim?" tanya Higarashi dengan wajah serius.
"Tentu saja, bodoh. Tidak mungkin ini adalah anakmu. Aku hanya menjebakmu saja agar Keira cemburu padamu. Tujuanku hanya ingin memisahkan kalian berdua dari cinta yang bodoh itu. Ah, jangan bertanya. Planet kami tidak memiliki Wormbye ataupun dokter," jawab Demira dengan senyum sinis.
"Katakan saja, apa yang sudah membuatmu datang ke sini?!" tanya Xyon dengan nada tinggi sambil mengernyitkan dahinya.
Demira lantas menoleh ke arah Xyon, kemudian menjawab, "Pria tua. Aerim sangat mencintai Keira, sudah sejak lama. Kau tenang saja, ia tidak mungkin akan membunuh Keira ….”
Namun tiba-tiba, ia merasa sakit pada bagian perutnya. Ia mulai merasakan kontraksi yang kuat, dan tampaknya, ia harus segera melahirkan … dengan cara mortal.
"Sialan, astaga! Mengapa harus di sini?!" gumamnya dalam hati.
Ia berusaha menahan rasa sakit itu dan tetap tersenyum sinis ke arah Xyon. Demira hendak melanjutkan perkataannya, namun, darah mulai mengalir membasahi kedua kakinya. Ia kini tidak bisa lagi menahannya, dan dengan perlahan-lahan, ia jatuh berlutut sambil beberapa kali menarik nafas dalam-dalam.
"Demira!" seru Higarashi sambil melotot.
"Kalian semua bodoh sekali. Aerim mengundang kalian semua dengan surat kosmik itu. Seharusnya kalian semua bisa dengan mudah masuk ke dalam planet kami …. Argh!!" seru Demira sambil memegang perutnya.
__ADS_1
Rasa sakit yang mulai tidak tertahankan lagi, karena kontraksi yang mulai menyerang perutnya, namun, ia masih berusaha melanjutkan ucapannya dengan nafas yang berat, "Keira … tidak mungkin akan menceraikanmu, Higarashi. Ia sedang berada di sana. Aerim mengurungnya di dalam sebuah kamar yang gelap, dan ia sedang menunggu kalian untuk menyelamatkannya! Dasar paman-paman dan suami yang bodoh! Mengapa kalian tidak ada yang bertindak cepat? Kalian justru masih berada di sini, dihantui rasa takut akan atmosfer kami yang keras! Hei, kalian! Keira hendak menyerahkan dirinya sendiri demi kalian semua, bodoh!"
Demira mulai tidak bisa menahan rasa sakit akibat kontraksi, ia kemudian berbaring di atas lantai sambil berteriak kesakitan dengan darah yang mengotori bajunya.
"Cepat panggil para perawat untuk menolongnya," ucap Xyon kepada Nordian.
“Kau sudah gila, Xyon! Ia adalah wanita Silverian!” seru Nordian dengan wajah yang terkejut.
“Cepat!” seru Xyon lagi.
Nordian yang tidak bisa membantah, kemudian mengangguk, lalu ia dengan cepat berlari keluar, menuju ke ruangan para perawat.
"Kalian cepatlah pergi dari sini!! Temukan Keira dan selamatkan dia!" seru Demira dengan nada tinggi dan wajah yang memerah.
“Sialan!” teriak Higarashi.
Tanpa berpikir panjang lagi, ia lantas berlari keluar dari ruang utama itu, diikuti oleh Arex dan Weim. Sementara, tiga orang perawat perempuan terlihat sedang terburu-buru berlari menuju ke ruang utama sambil membawa sebuah tandu, dengan didampingi oleh Nordian.
“Cepat bawa wanita itu ke ruang bersalin,” seru Nordian.
“Baiklah, Tuan,” balas ketiga perawat perempuan itu sambil membungkukkan badan.
Mereka kemudian membantu Demira untuk naik ke atas tandu dan begitu wanita Silverian tersebut sudah berbaring di atasnya dan hendak dibawa menuju ke ruang bersalin, Xyon langsung menghentikan langkah ketiga perawat perempuan tadi.
Xyon kemudian berjalan mendekati Demira dan berdiri di sampingnya, lalu berbisik, "Setelah anak itu lahir, ia harus menjadi milik kami, agar tidak akan ada lagi yang meneruskan perang ini ke depannya! Jika kau berbohong pada kami tentang keberadaan Keira, maka aku tidak akan segan untuk membunuhmu … dan anak yang akan kau lahirkan itu.”
“Perawat, dengarkan perintahku ini. Ambil bayi yang sudah ia lahirkan nanti, dan masukkan mereka berdua berdua ke dalam ruang rahasia setelahnya!" seru Xyon.
__ADS_1
Para perawat tersebut kemudian mengangguk dan membalas, “Baik, Tuan!”
Demira lalu tersenyum sinis sambil menatap Xyon dengan sorot mata yang tajam, kemudian berkata, "Tentu saja, maka dari itu aku ke sini, pria tua. Bukankah perang baru saja akan dimulai? Kerajaanmu adalah satu-satunya tempat yang paling aman untukku dan anakku, bukan?”
Xyon tidak membalasnya. Ia kemudian berlari keluar dari ruang utama itu diikuti oleh Nordian, meninggalkan Demira bersama para perawat, dan menyusul Higarashi serta kedua jenderal senior lainnya.
Higarashi, Arex, Weim, Nordian, dan Xyon yang kini sudah tiba di halaman depan istana, langsung mengubah diri mereka masing-masing menjadi lima buah bintang kecil, lalu melesat dengan cepat ke luar angkasa, tanpa berbicara sedikit pun. Wajah-wajah mereka terlihat serius, namun tidak ada yang mencurigai ucapan Demira tentang keberadaan Keira barusan, karena tampaknya, mereka lebih merasakan kepanikan, daripada rasa takut akan planet gelap tersebut.
Sementara itu, Demira kini sudah berada di dalam ruang bersalin, bersama dengan beberapa perawat yang terlihat sedang membantunya. Sayangnya, Kepala Perawat Yeria tidak berada di sana, karena sedang mengunjungi rumah orang tuanya pada hari itu.
Para perawat perempuan di sana mulai sibuk untuk membantu Demira. Ember dengan air dan kain bersih sudah disiapkan, karena mereka pun sudah mendapatkan pelatihan dari Yeria tentang kemungkinan adanya wanita immortal yang melahirkan seperti manusia mortal.
“Nyonya, apakah kau sudah siap?” tanya seorang perawat perempuan dengan wajah yang tampak panik, karena tidak ada yang memimpin mereka.
Demira kemudian mengangguk.
“Ikuti ucapan kami, Nyonya. Melahirkan secara mortal tidak semudah yang kau bayangkan, namun, kami akan melakukan Healing Renovatio selama proses melahirkan ini,” ucap perawat perempuan lainnya.
"Baiklah. Dorong, nyonya!" seru seorang perawat perempuan yang berdiri di sebelah Demira.
“Ahhh!” teriak wanita dari Silverian itu sambil berusaha untuk melahirkan bayinya.
Di depan ranjang, ada tiga orang perawat perempuan yang memberikannya Healing Renovatio tanpa henti secara bergantian, agar ia tidak terlalu merasa kesakitan.
"Argh!!" seru Demira lagi, menahan sakitnya proses bersalin tersebut.
“Dorong lagi, nyonya!" ucap seorang perawat perempuan lainnya.
__ADS_1
Namun mereka sadari, seorang pelayan pria dengan rambut hitam dan bola mata ungu tua, dengan memakai baju pelayan yang berwarna biru muda dan celana panjang putih, terlihat berdiri di depan pintu ruang bersalin itu. Ia tersenyum sinis sambil mendengar teriakan Demira dan para perawat yang membantunya.
“Cepatlah keluar, wanita bodoh,” gumamnya pelan.