Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Planet Bumi yang Kaya


__ADS_3

“Baiklah, Tuan Keiri. Aku akan segera kembali untuk membantu anda,” ucap Anexta.


Namun, Keiri sama sekali tidak membalas ataupun menatap sang Ratu dari Palladina itu. Anexta kemudian berdiri dan berjalan mendekati Xyon yang terlihat berada di pojok desa tersebut, sedang membantu membereskan puing-puing dari sebuah rumah yang hancur.


Anexta lalu berdiri di samping Xyon hingga sang jenderal senior itu menyadari kehadirannya dan menoleh kepadanya.


“Yang Mulia,” bisik Xyon pelan sambil menundukkan kepalanya sedikit di hadapan Anexta.


“Kembalilah ke Planet Palladina. Para penduduk dan pejabat tinggi akan segera curiga jika mereka tahu bahwa aku tidak kembali dan sedang berada di sini. Kau harus berada di sana untuk menjadi penggantiku. Katakanlah kepada mereka bahwa aku sedang mengejar para Silverian itu,” balas Anexta pelan, agar tidak terdengar oleh orang lain selain Xyon.


Jenderal Senior itu langsung melotot ke arah Anexta dengan wajah yang terlihat terkejut.


“Yang Mulia! Apa yang akan anda lakukan di sini? Sendirian? Para Silverian itu bisa saja kembali dan menyerang anda!” seru Xyon, namun masih dengan nada yang pelan.


Anexta menghela nafas panjang. Ia lalu berjalan ke sebuah tempat yang tidak terlalu mencolok, dan Xyon mengikutinya dari belakang.


Mereka berdua kemudian saling berdiri, berhadap-hadapan setibanya di sana. Namun, Xyon sama sekali tidak mampu menatap kedua mata sang Ratu, karena tubuhnya mulai merasakan ketegangan.


“Yang Mulia, anda harus segera kembali. Biarkan aku yang mengurus kekacauan di sini. Flerix bisa saja datang lagi dan menyerang desa ini karena aku sendiri bisa merasakan energi panas yang kuat dari dalam tanahnya. Dan jika hal itu terjadi, aku akan membunuhnya, langsung, di sini,” ucap Xyon dengan bibir yang sedikit gemetar.


“Tidak. Aku sudah membulatkan tekadku, Jenderal Senior Xyon. Aku harap, kau bisa segera kembali ke Planet Palladina dan menggantikan posisiku untuk sementara waktu,” balas Anexta dengan wajah yang serius.


Xyon menghela nafas panjang, “Yang Mulia, aku sangat berharap, anda untuk tidak mengambil keputusan yang gegabah … tentang Crossbreed. Jika anda mau, bukankah menggunakan Wormbye akan lebih mudah?” tanyanya.

__ADS_1


Anexta menggelengkan kepala, lalu menjawab, “Tidak. Crossbreed tidak bisa terlahir dengan Wormbye. Menggunakan alat itu saja sudah membutuhkan waktu dan energi yang amat besar, maka dari itu, tidak ada satu pun penduduk dari Galaksi Metal yang mau memiliki anak lebih dari dua. Aku memutuskan untuk tidak menggunakan Wormbye karena … Jenderal Senior Xyon, bukankah Crossbreed adalah makhluk terkuat dengan energi antimateri yang dimilikinya? Wormbye bisa saja memengaruhi kekuatannya.”


Xyon mengepalkan telapak tangan kanannya setelah mendengar jawaban itu. Ia tampaknya kesal dan marah, namun, tidak bisa berbuat apapun karena sang Ratu sudah membulatkan tekadnya.


“Yang Mulia … apakah anda … sudah memiliki target?” tanyanya sambil kembali menundukkan kepala.


Anexta mengangguk.


“Tentu saja. Aku bisa merasakan energi mortal yang sangat kuat dari salah satu pria manusia yang ada di sini. Kembalilah, Jenderal Senior Xyon. Kau harus menjaga Galaksi Metal dari para Silverian itu selama aku tidak sedang berada di sana,” jawab Anexta.


Xyon menghela nafas panjang, sambil masih mengepalkan telapak tangan kanannya dengan semakin kencang.


“Baiklah, Yang Mulia. Aku akan memerintahkan Sey dan Weim untuk memperketat pengawasan terhadap anda,” ucapnya.


Ia terus melangkah hingga tidak ada orang yang melihatnya, lalu dengan cepat, ia mengubah fisiknya menjadi sebuah bintang kecil yang berwarna ungu, dan melesat ke luar angkasa.


Sementara itu, di bagian hutan yang lain, tampak beberapa orang prajurit sedang menggali lubang di salah satu titik, lalu memasukkan selang raksasa yang amat panjang ke dalamnya. Mereka kemudian mengangkat tangan dan mendadak, kabut-kabut hitam keluar dari telapak-telapak tangan mereka.


Kabut-kabut hitam tersebut mulai menyelimuti selang tadi, dan selang raksasa itu kini perlahan-lahan masuk semakin dalam melalui lubang yang baru saja mereka gali.


“Cepat! Cepat!” teriak seorang pria yang sedang berdiri di belakang mereka dengan wajah yang penuh kekesalan.


Sesekali, pria itu menggelengkan kepalanya. Di belakangnya, ada sebuah pesawat luar angkasa yang terparkir dan sebuah bola hitam raksasa yang terhubung dengan selang tadi.

__ADS_1


“Yang Mulia, Bolla Hellox sudah siap untuk menghisap,” ucap salah seorang prajurit yang mendadak datang dari samping pria itu.


“Hisap semua energi panas yang ada di sini, secepatnya!” seru pria tersebut, yang rupanya adalah Flerix.


“Baik, Yang Mulia!” balas prajurit itu, yang lalu bergegas memerintahkan prajurit-prajurit lainnya untuk fokus mengeluarkan energi gelap milik mereka, supaya selang raksasa tadi bisa masuk semakin dalam hingga ke bagian inti Planet Bumi.


“Sialan! Para Palladina itu masih berada di sana. Padahal, energi panas dan sumber daya yang ada di desa tersebut sangat banyak dan kuat, bahkan untuk menembus inti planet ini saja, aku tidak memerlukan banyak tenaga hanya demi menghancurkan bebatuan di dalamnya! Sialan!” seru Flerix dengan wajah yang terlihat kesal.


Bola Hellox yang terhubung dengan selang raksasa itu kini mulai menghisap energi panas yang tidak terlalu banyak, yang berasal dari dalam inti Planet Bumi pada titik itu. Karena banyaknya bebatuan di dasar tanah, benda tersebut tidak bisa mengembang terlalu banyak, hingga membuat Flerix marah.


“Hentikan! Hentikan! Kita hanya akan mendapatkan bebatuan kasar dan tidak berguna jika terus seperti ini! Astaga!” teriaknya.


Seluruh prajurit yang mendengar perintahnya barusan, langsung menurunkan tangan mereka.


Flerix kemudian berjalan masuk ke dalam Silvir dengan wajah yang memerah, sambil berteriak, “Masuklah kalian semua! Kita akan kembali ke Planet Silverian dengan membawa Bolla Hellox itu! Cepat, sebelum para Palladina menemukan kita di sini!”


“Baiklah, Yang Mulia!” seru para prajurit tersebut.


Mereka kemudian kembali mengangkat tangan dan kabut-kabut hitam yang keluar dari telapak tangan mereka, seolah menarik selang raksasa tersebut dari dalam tanah dan menariknya hingga masuk kembali ke dalam Bola Hellox.


Setelah selesai membereskan benda tersebut, para prajurit Silverian itu kemudian bergegas masuk ke dalam Silvir. Dan tanpa berlama-lama lagi, pesawat luar angkasa itu lalu menutup pintunya rapat-rapat dan berubah menjadi sebuah bintang kecil yang berwarna hitam. Silvir langsung melesat ke luar angkasa, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Planet Bumi.


Flerix sebenarnya sudah memperhitungkan bahwa jika ia berhasil mendapatkan energi dan sumber daya yang ada di dalam desa tadi, ia bisa menghidupi Planet Silverian selama bertahun-tahun lamanya. Namun, karena energi yang ia dapatkan baru saja sangatlah sedikit, tampaknya … ia akan kembali lagi untuk mengincar desa yang sama.

__ADS_1


Bumi memang indah dan kaya.


__ADS_2