
Enam tahun sudah berlalu tanpa adanya kekacauan lain dari Flerix, dan bahkan, banyak yang mulai memuji pemerintahan Anexta karena mereka menganggap, sejak Anexta berkuasa menjadi Ratu dari Palladina, Galaksi Metal kembali damai seperti semula.
Tidak ada yang tahu bahwa ia dan Xyon sebenarnya sedang merencanakan sesuatu untuk mengambil anak yang dilahirkan oleh Ryena pada waktu itu, dari tangan Flerix. Sayangnya, rencana-rencana itu masih sebatas teori yang belum bisa dilaksanakan karena banyak alasan, salah satunya adalah ketakutan akan kembali jatuhnya banyak korban dari Palladina.
Pada suatu hari, Xyon yang sedang berada di halaman belakang istana, sedang berlatih bertarung sendirian dengan angin, menggunakan pedang kosmiknya, sendirian. Dari kejauhan, Anexta terlihat sedang berjalan mendekatinya, tanpa ada pelayan-pelayan pribadi yang biasa mengikutinya di belakang.
Sang ratu dari Palladina itu kemudian berdiri di belakang Xyon, lalu berkata, “Jenderal Senior Xyon, bersiaplah.”
Xyon yang terkejut karena ucapan itu, langsung menoleh ke belakang. Ia dengan cepat membungkukkan badannya di hadapan Anexta, sementara pedang kosmik miliknya mendadak hilang, menjadi debu halus di udara.
“Yang Mulia,” ucapnya, lalu ia kembali berdiri tegak dan menatap lurus sang ratu.
“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Flerix sama sekali tidak keluar dari dalam planetnya untuk waktu yang lama, sungguh mencurigakan. Bisa jadi, ia sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar. Aku tidak bisa lagi hanya diam di sini sementara ia bisa dengan bebas memerintah rakyat planetnya sendiri tanpa rasa bersalah!” seru Anexta dengan wajah yang terlihat kesal.
“Maafkan aku yang sampai dengan saat ini belum bisa menembus atmosfer planet mereka, Yang Mulia. Aku tidak menyangka bahwa Planet Silverian akan berubah menjadi kacau seperti itu,” ucap Xyon dengan wajah yang tampak sendu.
Anexta menghela nafas panjang, lalu memutar kedua bola matanya sekali.
“Aku akan mengambil jalan pintas, Jenderal Senior Xyon. Kau mungkin benar, seorang Crossbreed bisa akan sangat membantu kita untuk melawan mereka,” ujar Anexta.
Xyon langsung melotot ke arah sang ratu, dengan wajah yang terlihat sangat terkejut setelah mendengarkan pernyataan itu.
“Yang Mulia! Apakah anda akan menggunakan seorang Crossbreed untuk melawan para Silverian itu?! Namun, tidak pernah ada Crossbreed yang pernah hidup di dalam Galaksi Metal ini! Itu terlalu berbahaya, Yang Mulia! Alam semesta tidak menyukai mereka, bahkan mengutuknya!” seru Xyon.
__ADS_1
Ia kemudian menundukkan kepalanya, lalu berkata, “Aku harap anda bisa memikirkan hal ini, Yang Mulia! Aku akan kembali mencoba untuk masuk ke dalam sana!”
“Tidak, Jenderal Senior Xyon! Sudah berapa orang yang tewas akibat percobaan-percobaan itu? Aku tidak ingin ada lagi korban dari pihak kita! Kau pikir, menjadi penjaga galaksi adalah hal mudah hanya dengan memerintahkan mereka untuk maju ke barisan paling depan? Mereka adalah rakyatku juga, Jenderal Senior!” seru Anexta dengan nada tinggi.
“Yang Mulia, lantas, apakah kita harus menyerah setelah seluruh usaha kita bertahun-tahun ini? Menyia-nyiakan seluruh prajurit-prajurit kita yang pernah tewas di sana?” tanya Xyon lagi sambil mengernyitkan dahinya.
“Aku sudah memutuskan, Jenderal Senior Xyon. Aku akan melawan mereka sendiri. Seluruh galaksi ini adalah tanggung jawabku, bukan?” jawab Anexta dengan senyum sinis.
Xyon masih terlihat kebingungan untuk sementara waktu. Ia bahkan tidak tahu harus membalas apa setelah mendengarkan jawaban tersebut.
“Aku akan menuju ke Planet Bumi, sendirian,” ucap sang ratu pelan sambil mulai berjalan kembali untuk masuk ke dalam istana.
Xyon langsung menyadari apa maksud dari ucapan Anexta barusan. Ia mendadak berlari dengan cepat untuk menyusul sang ratu, kemudian membungkuk di hadapannya. Anexta langsung terkejut dengan sikap Xyon barusan kepadanya, hingga ia harus menghentikan langkahnya.
Wajah Anexta langsung menunjukkan kekesalan setelah mendengar seruan itu.
“Kau pikir, siapa dirimu, Jenderal Senior?! Apakah kau tahu faktanya bahwa energi cahaya milik kita memang tidak sekuat energi gelap milik mereka, bahkan sangat kurang! Aku sudah membaca banyak buku kosmik tentang energi gelap dan yang paling mengerikan adalah, energi itu menguasai hampir tujuh puluh persen alam semesta kita! Apakah kau tidak takut dengan kenyataan tersebut, Xyon?!” seru Anexta dengan nada tinggi.
Tiba-tiba dari kejauhan, seorang pria terlihat sedang berlari ke arah mereka berdua. Pria itu lalu berhenti di hadapan Anexta dan membungkukkan badannya dengan terburu-buru. Xyon dengan cepat kembali berdiri dan menatap pria itu dengan wajah yang serius, sementara Anexta melotot ke arah pria tersebut dengan wajah yang terlihat terkejut.
“"Yang Mulia Ratu!” serunya dengan nafas yang terengah-engah.
“Jenderal Weim? Ada apa?” tanya Anexta.
__ADS_1
“Berdirilah dengan tegak, dan kendalikan nafasmu terlebih dahulu,” ucap Xyon.
Pria itu, Weim, kemudian berdiri tegak dan mulai menghela nafas panjang untuk beberapa saat.
“Yang Mulia, aku dan Jenderal Arex sedang berpatroli di dekat Planet Osmia ketika kami melihat pesawat luar angkasa milik para Silverian yang baru saja keluar dari planet hitam itu!"
Mendengar laporan itu, Anexta langsung menatap Weim dengan sorot mata yang tajam, namun, ia justru tersenyum sinis setelahnya.
"Enam tahun tanpa sumber daya yang cukup untuk membesarkan seorang anak yang memiliki aura energi gelap yang sangat kuat. Entah apa yang sedang ia rencanakan sehingga aku tidak lagi melihatnya menyerang planet-planet yang ada di dalam Galaksi Metal, namun, sepertinya ini adalah sebuah kebetulan," tanya Anexta.
Xyon langsung menatap Anexta sambil mengernyitkan dahinya.
“Yang Mulia, dari mana anda mengetahui hal itu?” tanyanya.
Anexta lalu menatap Xyon dengan wajah yang serius, namun masih dengan senyum sinis.
“Planet yang sudah tidak berotasi pada sumbunya itu, apakah masih memiliki sumber daya yang cukup untuk menghidupi penduduknya atau rajanya sendiri? Aku sampai bertanya kepada para prajurit yang ikut dalam pertarungan antara Flerix dengan ayah dan ibu pada waktu itu, mengenai banyak hal tentang apa yang mereka lihat dan dengar di sana,” jawab Anexta.
Xyon lalu menoleh ke arah Weim, lalu menatapnya dengan wajah yang serius.
“Apakah kau melihat ke mana mereka pergi, atau jalur mana yang mereka lewati?” tanya Xyon kepada Weim.
Weim menghela nafas panjang, "Tentu saja, tidak lain dan tidak bukan, mereka melewati jalur yang sama, yang mengarah ke Galaksi Bima Sakti," jawabnya.
__ADS_1
Anexta tersenyum sinis begitu ia mendengar jawaban tersebut, "Dan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di sana hanyalah Planet Bumi. Sumber daya mereka sangat cukup untuk menghidupi satu planet yang sudah tandus! Baiklah, Jenderal Weim, segera siapkan prajurit dalam jumlah yang sedikit. Kita akan segera berangkat ke sana!" serunya.