
"Biarkan Higarashi yang mengurusnya. Kau, sebaiknya kau pulihkan dulu dirimu sendiri," balas Xyon, kemudian ia membantu Keira untuk berdiri, dan mengajaknya berjalan menuju ke sofa, lalu membaringkan tubuh gadis itu perlahan-lahan.
Xyon kemudian berjalan menuju ke dapur dan mengambil segelas air, lalu kembali kepada Keira dan membantunya untuk minum.
“Paman, aku takut,” ujar Keira pelan.
“Higarashi sudah dewasa. Ia lebih paham apa yang harus dilakukannya, karena ia sendiri adalah Pangeran Mahkota. Jika memang Putri dari Diamona itu menghajarmu, maka seharusnya perang antar planet akan terjadi, karena akulah saksinya,” balas Xyon.
Gadis itu hanya bisa menghela nafas panjang dan berusaha untuk berbaring dengan santai, sementara Xyon duduk di atas bagian sofa yang lain.
Higarashi rupanya pergi menuju ke Planet Diamona, dan sesampainya di sana, ia langsung disambut oleh Raja dan Ratu dari Diamona, Gerofin, yang memiliki rambut berwarna coklat dan bola mata emas serta memakai baju formal berwarna kuning juga celana panjang coklat, sementara istrinya, Rexi, memiliki bola mata emas dengan rambut pirang, memakai baju terusan berwarna putih, yang kemudian mengajak Higarashi untuk masuk ke dalam istana. Mereka berjalan menuju ke ruang kerja milik Gerofin, lalu masuk ke dalamnya dan Rexi menutup rapat pintunya.
Setelah sang Raja dan Ratu sudah duduk terlebih dahulu, Higarashi kemudian membungkukkan badannya sebentar kepada mereka berdua. Ia lalu kembali berdiri tegak, dan Gerofin mempersilakannya untuk duduk. Kini mereka duduk saling berhadapan, dengan sebuah meja besar di hadapan mereka.
"Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi dari Halida, kami senang sekali bisa kedatangan tamu seperti anda, sehari sebelum pesta pertunangan anda. Lantas apa yang membuat anda datang kemari, Yang Mulia?" tanya Gerofin dengan senyum di wajahnya.
"Yang Mulia Raja Gerofin, maafkan aku yang lancang ini, namun apakah bisa aku menemui putri bungsu kalian, Yang Mulia Putri Chexy?" tanya Higarashi dengan wajah yang serius.
Melihat wajah serius Higarashi, Gerofin langsung bisa menebak sepertinya ada yang tidak beres.
__ADS_1
“Pengawal! Panggilkan Putri Chexy secepatnya untuk menghadapku!” serunya.
“Baik, Yang Mulia!” balas seorang pengawal yang berada di depan ruang kerja tersebut.
Pengawal itu langsung mencari keberadaan Chexy. Setelah beberapa saat menunggu, gadis berambut pirang itu kemudian masuk ke dalam ruang kerja milik ayahnya. Begitu ia melihat Higarashi, wajahnya langsung dipenuhi senyuman. Ia kemudian menutup rapat pintu, lalu membungkuk di hadapan mereka dan kembali berdiri tegak setelah beberapa saat.
“Duduklah di sebelah Pangeran Mahkota Higarashi,” ucap Gerofin dengan wajah yang terlihat kesal.
Chexy langsung berjalan mendekati Higarashi dan duduk di sebelahnya, sambil menatap pria itu dengan bola mata yang berkaca-kaca, namun tidak dengan Higarashi. Ia justru tidak menoleh sama sekali ke arah Chexy, ataupun menatapnya.
"Maafkan aku, Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi, namun mengapa anda ingin melihat putri bungsu kami, padahal hari pertunangan anda tinggal satu hari lagi?" tanya Rexi dengan senyum di wajahnya.
Chexy tiba-tiba saja berdiri dan menatap Higarashi dengan wajah yang sangat kesal. Gerofin dan Rexi sampai terkejut karena sikap anak bungsunya itu.
"Tidak mungkin! Kau dan aku, kita berdua sudah lama dijodohkan! Mengapa kau harus menjadikan gadis Crossbreed itu sebagai istrimu?! Ia sama sekali tidak cocok denganmu, bahkan ibu kandungnya sendiri tidak mengakuinya, tidak juga memberikannya gelar Putri Mahkota!" seru Chexy dengan penuh amarah.
Gerofin dan Rexi langsung berdiri dan menatap putri bungsunya itu dengan wajah yang terlihat kesal.
"Chexy! Kau sudah kurang ajar! Segera minta maaf pada Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi!" seru Rexi dengan wajah yang kesal sambil menatap Chexy dengan sorot mata yang tajam.
"Tidak mau! Lagi pula, Keira tidak pernah lebih baik daripada diriku!" seru Chexy lagi.
__ADS_1
“Pertunangan itu sudah dibatalkan karena Pangeran Mahkota Higarashi sudah memutuskan untuk menikah dengan gadis pilihannya! Lantas mengapa kau harus marah-marah seperti ini? Sungguh tidak sopan sekali! Aku tidak pernah mengajarimu seperti itu!” seru Gerofin.
Higarashi kemudian ikut berdiri, lalu ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan serpihan-serpihan Starlet milik Keira. Ia meletakkan benda tersebut di atas meja, dengan wajah yang terlihat kesal.
Melihat Starlet yang sudah hancur itu, kedua mata Chexy langsung melotot ke arah meja.
"Kau lebih baik daripada Keira? Lalu mengapa kau hancurkan Starlet miliknya, dengan kedua kakimu? Aku mendengarnya dengan jelas dari balik pintu rumah, kau merebut Starlet miliknya lalu menginjaknya dengan kasar hingga hancur. Starlet ini adalah pemberian dari para bintang kepadanya, dan kau menghancurkannya. Apakah kau ingin menabuh genderang perang kepada kami, para Halida? Ah, dan juga, aku sudah bertemu dengan Keira sejak usianya masih enam tahun, dan selama ini, aku sudah menyukainya. Jadi jika kau berkata bahwa ia merebut diriku darimu, maka kau salah besar. Aku sudah terlebih dahulu mencintainya," ujar Higarashi dengan wajah yang kesal sambil menatap Chexy dengan sorot mata yang tajam.
Chexy hanya bisa berdiri terdiam setelah mendengar perkataan Higarashi barusan. Keringat dingin mulai mengalir melewati wajahnya.
"Tidak, aku tidak melakukan itu semua!" teriak Chexy.
"Oh, baiklah. Akan kuberitahukan kepadamu. Aku hendak masuk ke dalam rumah, namun, Perdana Menteri Xyon rupanya sudah terlebih dahulu mendengar keributan yang kau buat di sana. Kami berdua tentu saja mendengar semua ucapanmu, termasuk suara keras ketika kau menampar Keira, serta suara kakimu yang menginjak-injak Starlet ini dengan kasar sampai hancur seperti ini. Jika kalian tidak percaya, kalian bisa bertanya seluruh kejadian itu kepada Perdana Menteri Xyon yang sekarang kemungkinan besar sedang menenangkan Keira, karena aku sendiri langsung menuju ke mari setelah melihat dengan jelas bekas tamparan di wajahnya!” seru Higarashi.
“Tidak, bukan aku,” ujar Chexy sambil masih melotot tajam ke arah Starlet itu.
Higarashi menghela nafas panjang.
“Chexy, kami sudah mengetahui semuanya. Kau sudah sering merundung Keira di sekolah, hampir setiap hari. Tentu saja Perdana Menteri Xyon tidak mungkin mengambil tindakan di luar batas kemampuannya karena ia tahu kau adalah Yang Mulia Putri Chexy dari Diamona, maka dari itu, hari ini, aku yang akan mewakilinya. Keira adalah milik Palladina dan tentu saja, dengan semua kelakuanmu kepada Keira, sama saja dengan kau mengajak para Palladina untuk berperang," ujar Higarashi dengan wajah yang semakin kesal karena Chexy tidak mau mengakuinya.
"Perdana Menteri … Xyon dari Palladina?" tanya Chexy dengan badan yang mulai gemetar.
__ADS_1