
Aerim kemudian tersenyum, dan bertanya, "Baiklah, lalu mengapa kau harus mendatangiku? Bukankah kau bisa melakukannya sendiri?"
"Aerim, aku hanyalah seorang gadis yang sudah tidak dibutuhkan lagi, tidak memiliki gelar maupun kekuatan kosmik. Ayahku memintaku untuk tinggal di sini karena aku bukan lagi keluarga kerajaan. Jika aku ingin membuat hubungan mereka berdua hancur, maka tentu aku akan membutuhkan bantuan. Aku tahu bahwa kau sudah lama mengincar perempuan berambut biru tua itu, bukan?" balas Chexy dengan senyum sinis.
Aerim langsung tertawa kecil setelah mendengarkan hal itu. Ia menggelengkan kepalanya dua kali hingga Chexy mengernyitkan dahi karena kebingungan dengan sikapnya.
"Bantu aku untuk memisahkan mereka. Aku akan menggoda Higarashi, dan kau akan mendapatkan Keira," ucap gadis berambut pirang itu pelan.
Mendadak, Aerim berhenti tertawa. Ia langsung menatap Chexy dengan wajah yang serius.
"Baiklah, begini, Chexy. Kau tahu bahwa semua orang sedang membenci planetku, dan kau berani-beraninya membuat kesepakatan denganku yang adalah seorang Silverian. Apakah kau tidak takut sama sekali dengan konsekuensi lain yang akan diberikan orang tuamu?" tanya Aerim dengan nada tegas.
Chexy tertawa kecil, lalu menjawab, "Aerim, aku sudah tidak punya apapun lagi. Gelar kerajaan? Mereka sudah mencabut semuanya. Tempat tinggal? Mereka bahkan sudah mengusirku dari istana. Aku bahkan tidak lagi diberikan kesempatan untuk memakai energi kosmik, namun, Aerim …."
Aerim dengan rasa penasaran, bertanya lagi, "Namun?"
"Namun, Aerim, kau tidak akan rugi sama sekali jika membantuku," balas Chexy dengan senyum sinis.
Aerim menghela nafas panjang, kemudian bertanya, "Chexy, sebenarnya sejak awal, apakah kau menyukai Higarashi?"
"Tentu … tidak, Aerim. Keluargaku sangat meremehkanku karena aku adalah putri bungsu dan tidak mungkin akan bisa menjadi putri mahkota, kecuali kakakku tewas terlebih dahulu. Maka dari itu, sebenarnya perjodohan yang mereka janjikan sebenarnya adalah kesempatanku untuk menjadi … seorang permaisuri, dan dengan begitu, aku bisa membuktikan bahwa aku, Chexy, mampu untuk menjadi pemimpin sebuah planet!" seru gadis itu dengan berapi-api.
__ADS_1
Aerim terdiam. Ia berpikir sebentar, sambil mengernyitkan dahinya dan menghela nafas panjang.
"Sebenarnya, aku ingin … kau … untuk membunuh Keira, Aerim. Tentu saja karena aku tidak memiliki hak untuk memiliki senjata kosmik, dan karena aku ingin Higarashi melupakan perempuan sialan itu." ucap Chexy.
Aerim langsung menjadi terkejut mendengar ucapan itu. Sebuah perkataan yang tidak disangka-sangka akan keluar dari mulut seorang mantan tuan putri.
“Jika kau ingin aku untuk membunuh Keira, aku tidak bisa melakukannya, Chexy, namun, aku bisa membuat Keira berubah. Aku bisa membuat … sisi Crossbreednya muncul untuk melawan mereka semua,” bisiknya.
Chexy tersenyum sinis, lalu ia menghela nafas pendek dan berkata, “Asalkan Higarashi menjadi milikku, aku akan membiarkanmu melakukan apapun kepada Keira.”
"Ah, begitu. Baiklah. Aku akan membantumu, namun, karena kau sendiri sudah tahu bahwa aku adalah seorang Silverian dan kau telah membuat kesepakatan denganku, maka aku akan menganggap bahwa kau sudah mengetahui konsekuensi dari semua ini, Chexy," balas Aerim.
"Tentu saja, Aerim. Tidak mungkin aku akan mendatangimu jika aku tidak tahu konsekuensinya. Lagi pula, aku percaya kau pasti bisa melakukannya, dan aku akan membantumu," ujar Chexy, kemudian ia berdiri, lalu melanjutkan, "Baiklah kalau begitu. Aku akan kembali terlebih dahulu."
Ia lantas membuka pintu dan membiarkan Chexy keluar dari kamarnya. Setelah itu, ia menutup kembali pintu tersebut sambil tersenyum licik, lalu menoleh ke arah sebuah lemari besar yang memisahkan antara ruang tamu dan kamar pribadinya.
Tiba-tiba, seorang wanita berambut hitam dengan bola mata yang berwarna sama dan memakai baju terusan pendek yang berwarna sama, muncul dari balik lemari besar itu. Ia tertawa kecil, sambil menatap Aerim dengan tatapan yang tajam.
"Tidak kusangka bahwa aku akan mendapatkan bantuan, Meteorix," ucap Aerim.
"Oh? Aku sudah memberikan racun pada makanan milik perempuan Crossbreed itu, sesuai perintahmu, namun … tadi itu benar-benar adalah tamu yang tidak terduga. Aerim, apakah kau akan mengubah rencanamu?" tanya wanita itu, Meteorix.
__ADS_1
"Tentu tidak. Untuk apa aku mengubah rencanaku? Lagi pula … Higarashi itu adalah Raja yang bodoh. Namun, tentu saja kita tidak bisa meremehkannya karena Xyon justru meminjamkan energi cahaya kepadanya dan senjata kosmik yang dimilikinya juga tidak pernah kulihat sebelumnya. Benar-benar menyebalkan. Ah, satu lagi. Tidak mungkin Chexy akan berhasil," jawab Aerim dengan wajah kesal.
Meteorix tersenyum sinis, kemudian ia bertanya lagi, "Aerim, lagi pula esok hari, racun itu akan segera bekerja. Apakah kau ingin melihat hasilnya?"
"Biarkan Chexy yang bekerja terlebih dahulu. Awalnya aku ingin menjadi penyelamat Keira, namun … jika ia ingin mencobanya, boleh saja. Kita lihat saja apa yang akan terjadi esok hari,” ucap Aerim.
Ia kemudian menatap Meteorix sambil mengernyitkan dahinya, lalu melanjutkan, “Kau sendiri juga sama saja. Padahal kau adalah anak dari seorang bangsawan Ruthenia yang kaya raya, dengan gelar kebangsawanan yang melekat pada dirimu, namun, kau masih juga meminta bantuan kepadaku. Sebenarnya apa tujuanmu, Meteorix? Bukankah kau seharusnya takut akan sanksi yang akan diberikan oleh rajamu, jika kau sampai ketahuan sudah terlibat dalam semua ini, bersama denganku?"
Meteorix tertawa lebar, kemudian ia membalas, "Takut? Apa yang harus kutakutkan? Orang tuaku, keduanya sudah mengusirku hanya karena aku menggoda suami dari kakakku. Padahal tujuanku hanya satu, yakni mengincar statusnya sebagai istri dari pangeran. Planet kami, Ruthenia, lebih lemah dibandingkan Planet Palladina, karena kami hanya bisa menggunakan kekuatan kosmik dari energi komet yang jumlahnya sedikit. Sudah lama aku memang iri pada kedua planet itu, hanya karena status mereka yang adalah penjaga galaksi dan planet yang paling dekat dengan Bintang Induk Goldinian, maka mereka berhak menerima energi cahaya dan menggunakan senjata kosmik. Sangat tidak adil!"
Aerim langsung tertawa lebar sebentar, lalu menghela nafas panjang dan kembali menatap Meteorix.
“Tidak kusangka bahwa aku akan menolong para gadis yang sakit hati, hahaha!” serunya.
Keesokan harinya, ketika bangun di pagi hari, Keira tiba-tiba merasa tidak enak badan. Kepalanya terasa berat dan badannya terasa lemas. Higarashi tentu khawatir dengan hal ini, namun, ia berpikir bahwa istrinya itu hanya terlalu kelelahan setelah bermain di pantai kemarin. Ia kemudian bergegas pergi ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan oleh Keira.
Masih terbaring di atas ranjang, Keira kemudian menoleh ke arah Higarashi yang baru saja kembali dari dapur, untuk memberikan air hangat kepadanya.
“Aku tidak bisa menemukan makanan apapun, maafkan aku,” ucap Higarashi yang kini sudah duduk di sampingnya.
Setelah meminum air dari gelas tersebut dan memberikannya kepada Higarashi, Keira kemudian menghela nafas panjang.
__ADS_1
“Apakah kau ingin kembali saja?” tanya Higarashi.