Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Planet yang Dingin


__ADS_3

Sementara itu, di dalam sebuah planet yang kecil, dingin, dan seluruh daratannya dipenuhi tumpukan salju tanpa adanya air, pepohonan atau makhluk hidup lainnya, seorang perempuan terlihat sedang berbaring di atas salju, sambil menatap ke arah langit.


Ia mengepalkan kedua telapak tangan dan meletakannya di atas dada. Tubuhnya tidak merasakan dingin sama sekali, padahal, salju terus menerus turun sejak pagi. Wajahnya terlihat gusar, ia bahkan sesekali menggigit bibirnya sendiri. Jantungnya tiba-tiba berdetak cepat hingga ia memiringkan badan sambil memeluk lututnya.


Di dalam planet yang rupanya berada di ujung Galaksi Bima Sakti itu, hanya ada dirinya seorang. Sinar dari bintang induk yang menyinari langit di atas kepala perempuan tersebut, menandakan bahwa hari sudah siang.


"Siapa pria bertopeng itu? Mengapa ia … memberikanku energi gelap? Mengapa aku justru mengikuti apa yang diinginkan olehnya? Katakan, bukankah ini adalah sebuah kutukan bagi seorang Crossbreed? Menjadi target dari semua orang? Ya! Sekarang aku mengerti, mengapa semua orangyang ada di dalam Galaksi Metal, tidak mau berhubungan dengan manusia, karena Crossbreed itu terkutuk! Tidak ada yang mau … mendekatiku, bukan?" seru Keira, namun tidak akan ada yang mendengarnya.


Ia kemudian menangis pelan, sambil masih meringkuk dalam kesendirian.


"Tidak perlu menangis, sayang. Kau sudah berada di tangan yang tepat. Aku sudah memberikanmu energi gelap, bukankah seharusnya kau akan menjadi semakin kuat?" tanya seorang pria bertopeng yang tiba-tiba berdiri di belakangnya, entah sejak kapan.


Keira langsung menoleh ke belakang, kemudian berdiri tegak dan menatap pria bertopeng itu sambil mengernyitkan dahinya.


“Kau orang yang sudah membunuh ibu mertuaku. Kau juga yang menyerang kami, di pantai itu. Apakah kau adalah seorang Silverian? Siapa dirimu? Apa yang kau inginkan dariku?” tanya Keira dengan wajah yang gusar.


Pria bertopeng itu tersenyum sinis, lalu menjawab, "Ceraikan suamimu, Raja dari Halida yang bodoh itu, lalu menikahlah denganku. Kita akan memiliki seluruh Galaksi Metal bersama-sama, dengan kekuatan yang tidak terbatas.”


Tiba-tiba, Keira tertawa, hingga pria bertopeng tersebut kebingungan.


“Ada apa?! Mengapa kau tertawa?!!” seru pria bertopeng itu dengan nada tinggi.


Keira kemudian menatapnya dengan wajah yang serius.


"Ah, begitu rupanya. Kau ingin menjadi penguasa Galaksi Metal. Tidak ada yang punya ambisi sebesar itu, jika kau bukanlah Raja dari Silverian, bukan?” tanya perempuan Crossbreed tersebut dengan senyum sinis.

__ADS_1


Pria bertopeng itu tertawa kecil, lalu membalas, “Energi gelap itu sangat luar biasa, bukan? Keira, aku sangat mencintaimu. Ikutlah bersama denganku. Aku membutuhkan bantuanmu, agar Planet Silverian kembali ke masa-masa indahnya.”


Ia lalu meraih dagu Keira dan hendak mencium bibirnya, namun, Keira tiba-tiba mengangkat tangan kanannya hingga salah satu pedang kosmik miliknya muncul. Permaisuri dari Halida itu lalu mengarahkan sisi tajam senjata kosmiknya tersebut tepat di bawah dagunya.


Pria bertopeng itu terkejut, kemudian melepaskan dagu Keira dan menatapnya itu dengan wajah yang terlihat kesal.


“Hei! Apa yang sedang kau lakukan? Keira!!” serunya.


“Ah, jika aku mati, bukankah dunia ini akan lebih baik? Kau tidak perlu susah payah lagi menangkap diriku, bukan? Kau pasti sangat lelah, Tuan,” ucap Keira dengan wajah yang serius.


Pria bertopeng tersebut kemudian melangkah mundur, dan tertawa sebentar, lalu berkata, “Aku akan menunggumu di dalam istanaku, sayang.”


Kabut-kabut hitam kemudian muncul dan mengelilingi seluruh tubuhnya. Ia kemudian menghilang tanpa jejak, meninggalkan Keira sendiri di sana. Permaisuri dari Halida itu langsung menghela nafas panjang dan senjata kosmiknya tiba-tiba menghilang, berubah menjadi debu halus.


Keira lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tumpukan salju yang tebal sambil memandang langit cerah tanpa awan.


Ia lantas memejamkan kedua matanya.


“Sebanyak apapun aku berpikir, namun ternyata masih banyak yang belum aku ketahui tentang kekuatanku sendiri. Pantas saja tidak ada yang mau mendekatiku, jika mereka memang bukan … orang yang benar-benar pernah mengenal diriku,” gumamnya lagi.


Tiba-tiba saja seorang pria berdiri di sampingnya. Karena pandangannya mendadak gelap, Keira kemudian membuka kedua matanya, lalu terkejut ketika ia melihat pria itu kini duduk di sebelahnya.


Keira lantas bangkit, kemudian duduk bersama dengan pria tersebut sambil menghela nafas pendek.


“Sejak kapan Paman tahu bahwa aku sedang berada di sini?” tanyanya sambil menatap lurus ke depan, bukan kepada pria itu.

__ADS_1


“Kau adalah seorang Crossbreed, dan energi antimateri milikmu tentu saja bisa dirasakan oleh para immortal yang memiliki energi kosmik dari materi, Keira,” jawab pria tersebut.


Keira terdiam sebentar, lalu membalas, "Namun aku sudah tidak bisa kembali lagi, Paman Xyon. Energi gelap yang diberikan oleh pria bertopeng itu, bisa jadi akan melukai kalian ….”


Pria itu, Xyon, kemudian menghela nafas pendek dengan wajah datar, ia menatap lurus tumpukan salju yang ada di depannya.


“Keira, aku berpatroli di dalam Galaksi Bima Sakti untuk mencari keberadaanmu, sementara Arex yakin sekali bahwa kau sedang berada di dalam Planet Silverian, jadi, ia memutuskan untuk berkeliling Galaksi Metal, sekaligus mencari dirimu di sana.”


keira lalu memeluk kedua lututnya dan berkata, “Aku tidak mungkin bisa memusnahkan energi kosmik yang ada di dalam diriku, bukan?”


Xyon mengangguk sekali, kemudian membalas, “Ya. Hanya saja, energi antimateri milikmu akan habis, perlahan-lahan, jika kau semakin banyak mendapatkan energi kosmik lainnya yang berasal dari materi.”


Keira tersenyum kecil. Wajahnya terlihat pasrah.


“Lalu, jika aku sudah tidak lagi memiliki energi antimateri, aku akan … akan … tewas, bukan?” tanyanya.


Xyon terdiam. Namun, setelah beberapa saaat, ia kemudian berucap, “Keira, apakah kau ingin kembali? Higarashi mengkhawatirkanmu. Ia bahkan menunggumu di rumah.”


Keira menggelengkan kepalanya, lalu menjawab, "Tidak, Paman. Aku tidak ingin menyakitinya lagi. Untuk sementara waktu, aku akan berada di dalam planet ini terlebih dahulu. Tolong, jangan beritahukan keberadaanku kepada siapa pun.”


Xyon mengangguk, lalu ia membalas, “Baiklah, aku tidak akan memaksamu.”


Ia kemudian berdiri dan menatap Keira. Perempuan Crossbreed itu juga ikut berdiri, lalu tersenyum kepadanya.


“Aku akan kembali terlebih dahulu. Jika kau sudah tenang, carilah Higarashi,” bisik Xyon.

__ADS_1


Ia kemudian melangkah mundur, hendak mengubah dirinya menjadi sebuah bintang kecil, namun tiba-tiba, seorang pria bertopeng muncul dan berdiri di belakang Keira, lalu dengan cepat, ia memeluk Keira erat-erat sambil mengarahkan pedang kosmik berwarna hitam miliknya tepat di bawah dagu Permaisuri dari Halida itu.


“Keira!!” teriak Xyon dengan wajah yang terkejut, begitu juga dengan Keira yang langsung melotot tajam kepadanya.


__ADS_2