
Kedua mata Xyon melotot tajam begitu ia melihat di hadapannya adalah Treya dan Veina, serta beberapa orang pengawal dan pelayan yang sudah tewas keracunan terlebih dahulu, dengan darah yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Jenderal muda yang sedang diancam oleh sebuah belati hitam kecil pada lehernya, tiba-tiba menurunkan tangan kiri dari hidungnya sambil berusaha untuk tetap tenang.
"Racun itu meledakkan jantung mereka dari dalam. Sungguh racun yang sempurna, bukan? Hei, bukankah kalian semua makhluk immortal? Mengapa harus bernafas di sini?" tanya Darkerio yang sedang berdiri di belakang Xyon sambil mengarahkan ujung tajam dari belati hitam miliknya tepat di bawah leher pria muda tersebut.
Xyon tahu bahwa cadangan udara di dalam paru-parunya tidak bisa digunakan berlama-lama, maka itu, yang bisa ia lakukan adalah diam.
"Astaga, tidak seru sekali. Kau hanya bisa diam. Bagaimana jika begini saja?" tanya Darkerio dengan nada kesal, lalu mendadak, ia melepaskan Xyon dan berlari ke arah Veina yang masih tersungkur di atas lantai, kemudian dengan cepat, ia menancapkan belati hitam itu tepat di jantung sang Permaisuri.
"Ahhhh," desah Veina pelan karena lemas, serta kini darah mulai mengalir dari dalam luka tusuknya.
"Tidak! Yang Mulia!!!!!" seru Xyon dengan kedua mata yang melotot lebar dan tajam, namun tubuhnya mulai terasa lemas karena ia bisa sedikit menghirup udara beracun di sana.
Ia langsung melotot tajam begitu melihat sang Permaisuri yang tubuhnya mulai berubah menjadi debu-debu halus dan langsung menghilang begitu saja. Treya tentu saja bisa menyaksikan apa yang dilakukan oleh Darkerio barusan, walaupun ia sendiri masih terbaring di atas lantai. Badannya kaku, namun kedua matanya masih terbuka.
Darkerio lantas menoleh ke arah Xyon yang sedang menggeram, lalu tersenyum sinis dan berkata, "Bagaimana, Jenderal Xyon? Apakah kau akan menyerah sekarang dan berlutut di hadapanku? Aku akan menguasai istana ini sebentar lagi, jadi kau tidak mungkin bisa melawanku. Akui saja bahwa kau sudah kalah. Tidak mungkin juga kau bisa mengalahkanku, karena aku bisa dengan mudah membunuh orang-orang yang kau sayang, satu demi satu. Ah, menyedihkan sekali, rupanya Palladina tidak memiliki kekuatan kosmik."
"Kau! Sialan!!" seru Xyon sambil menunjuk-nunjuk ke arah Darkerio dengan tangan kanannya, sementara wajahnya tampak memerah karena menahan emosi.
Tiba-tiba sebuah layar besar kembali muncul di hadapannya. Terlihat Arnea dan Klara yang sedang berada di dalam kamar, namun sepertinya, mereka sudah pingsan dan tubuh keduanya kini terbaring di atas lantai.
__ADS_1
"Waktumu hanya sepuluh menit lagi, Jenderal Xyon!!" seru Darkerio dengan nada tinggi.
Xyon kali ini benar-benar penuh amarah, walaupun perasaannya kini tercampur antara kesal, sedih, dan kecewa, kemudian ia bergumam di dalam pikiran, “Sialan! Lawanku kali ini bukanlah sebuah senjata kosmik, melainkan kekuatan kosmik! Haruskah aku menyerah?! Ia akan membunuh lebih banyak orang, termasuk Yang Mulia Pangeran Mahkota dan istrinya!”
Ia tampak kebingungan, bahkan matanya berkali-kali menoleh ke kiri dan ke kanan. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya hingga Darkerio tertawa melihat sikapnya itu.
"Menyerah saja, Jenderal Xyon. Planet ini akan segera menjadi milikku dengan seluruh energi cahaya yang ada di dalamnya, dan aku menghancurkan kemampuan kosmik milik kalian, Healing Renovatio, yang sudah membuat ketidakseimbangan di dalam alam semesta!!" seru Darkerio dengan senyum sinis di wajahnya.
Namun ia tidak menyadari bahwa Treya sedang tersungkur di dekat kakinya. Rupanya Raja dari Palladina itu berusaha untuk meraih kaki kiri Darkerio, secara perlahan-lahan. Xyon tentu saja melihat usaha dari rajanya itu, dan dengan sorot mata yang tajam, ia kemudian menatap lurus Darkerio.
Jenderal muda tersebut lantas mengangkat tangan kanannya ke samping dan sebuah pedang kosmik berwarna putih tiba-tiba muncul di dalam genggamannya. Ia kemudian tersenyum sinis dan menatap lawannya itu dengan wajah yang serius.
“Jika kau memang begitu kuat, mengapa kau harus mengajakku untuk ikut bersama denganmu? Bukankah kau mampu mengendalikan materi gelap, sesuai ucapanmu kepadaku tadi?” tanya Xyon sambil mengernyitkan dahinya.
Darkerio kemudian tersenyum, lalu membalas, “Kita bukan Crossbreed, Nak.”
"Ya, tentu saja, ini hanyalah senjata kosmik. Mungkin energi cahaya yang kumiliki tidak begitu besar, dan tidak sebanding dengan materi gelap milikmu, namun aku bisa memastikan satu hal, Darkerio," ucap Jenderal muda itu, juga dengan senyum sinis di wajahnya.
"Apa itu?!" tanya Darkerio sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Tentu saja, aku tidak akan menyerah darimu!!" teriak Xyon.
Treya kali ini berhasil meraih dan memeluk kedua kaki Darkerio erat-erat hingga ia tidak bisa berpindah, dan tentu saja, Darkerio langsung menoleh ke arah Raja dari Palladina tersebut dengan tatapan tajam, lalu tersadar bahwa Xyon sedang menjebaknya.
“Pria tua sialan!!” teriak Darkerio dengan wajah yang dipenuhi amarah, dan ia mulai mengguncang-guncangkan kedua kakinya agar Treya melepaskan cengkraman tersebut.
“Matilah kau, Darkerio!!” seru Xyon sambil mulai berlari dengan cepat ke arahnya, namun, Darkerio tiba-tiba membungkukkan badan dan menancapkan belati hitam yang sedang dipegangnya tepat di jantung Treya hingga pria tua tersebut berteriak kesakitan, lalu mencabutnya kembali setelah berhasil menikam jantung sang Raja.
Sayangnya dari saat yang bersamaan, ternyata Xyon juga berhasil menusuk perut bagian kanan depan Darkerio dengan pedang kosmik miliknya hingga luka tusuk tersebut mulai mengeluarkan darah. Pria berbadan besar itu langsung kembali berdiri tegak dan menoleh ke arahnya sambil melotot tajam, lalu dengan sekuat tenaga, ia mencekik serta mengangkat leher Xyon ke atas.
“Argh!!” geram pria muda itu hingga ia terpaksa melepaskan genggamannya dari pedang kosmik yang masih menancap di perut bagian depan lawannya tersebut.
“Pria kecil yang bertenaga, huh? Pria muda sialan. Kau sudah menghancurkan rencanaku dan berani bermain dengan alam semesta. Lihat saja, suatu saat nanti kau akan segera membayar seluruh akibatnya,” bisik Darkerio dengan senyum sinis.
Xyon yang kini berusaha untuk melepaskan cekikan tersebut, lantas melihat Darkerio yang sedang mencabut pedang kosmik miliknya dan membuang benda tajam tersebut ke bawah, lalu ia menendangnya hingga senjata kosmik itu menghilang, berubah menjadi debu halus di udara.
“Kurang ajar!! Argh!! Kau akan segera … membayar atas semua hal yang sudah kau lakukan padaku! Lihat saja! Kau adalah seorang pembawa sial, dan akan segera mendapatkan balasannya setelah ini, Jenderal Xyon!” teriak Darkerio, kemudian ia melempar tubuh Xyon ke samping dengan sekuat tenaga, hingga pria muda itu terseret beberapa meter darinya.
"Kau benar-benar, penyusup yang tidak diundang! Pengecut! Sialan!" seru Xyon sambil menatap Darkerio dengan sorot mata yang dipenuhi amarah, dan wajah yang benar-benar merah, namun masih berusaha untuk menahan rasa sakit dari luka-luka lebam yang di deritanya, walaupun mulutnya kini mengeluarkan banyak darah karena lemparan tersebut, badannya menghantam lantai dengan sangat keras.
__ADS_1