
Neriya hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Higarashi barusan.
“Begini saja, sebaiknya kau kembali ke Planet Bumi dan bawa tunanganmu ke sini. Undangan sudah disebar dan tidak ada waktu lagi untuk bermain-main, Nak,” ucapnya.
“Baiklah, Ayah dan Ibunda. Aku akan pergi untuk membawa Keira kembali ke sini,” balas Higarashi yang setelah itu menghela nafas panjang dan melanjutkan, “namun, aku … tidak akan lagi meninggalkannya, karena semua mata kini tertuju kepada Keira!”
Ia lalu berdiri, kemudian mengubah dirinya menjadi sebuah bintang kecil yang berwarna merah dan langsung melesat ke luar angkasa. Klafina tersenyum setelah itu, namun, Neriya justru terlihat kesal.
“Apakah kau yakin bahwa gadis Crossbreed itu tidak akan membuat kekacauan? Aku sebenarnya tidak menyetujui pernikahan ini, sayang. Planet ini bisa saja dikutuk!” seru Neriya.
“Kita membutuhkan gadis itu untuk menjaga kekuasaanmu dan planet ini, sayang. Lagi pula, kutukan itu sama sekali belum terbukti, bukan?” tanya Klafina.
Neriya menghela nafas pendek, lalu menjawab, “Baiklah, baiklah. Kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya. Sudah kubilang gadis itu terkutuk, dan kau masih berani menantang alam semesta!”
Ia kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan istrinya. Klafina masih duduk di atas bangku taman tersebut, sambil tersenyum sinis setelahnya.
Istana kerajaan Halida kini terlihat semakin sibuk, karena mereka akan menggelar pesta pertunangan. Undangan sudah disebar ke seluruh penjuru planet yang ada di dalam Galaksi Metal, kecuali Planet Silverian, tentunya. Namun, begitu para pemimpin planet menerima dan membaca isi undangan tersebut, mereka langsung terkejut dengan informasi yang ada di dalamnya.
Sosok Klafina yang berbicara di atas kertas kosmik tersebut memberitahukan kepada mereka semua tentang sosok Keira. Hal ini tidak diduga-duga, dan informasi tersebut bahkan dengan cepat menyebar di seluruh galaksi.
“Tidak mungkin ada seorang Crossbreed di sini! Gawat! Galaksi ini akan segera dikutuk!” seru salah seorang pejabat tinggi dari salah satu planet.
__ADS_1
“Haruskah kita datang ke sana dan menghadiri pesta pertunangan ini? Mengerikan sekali. Apakah kutukan Crossbreed itu menular?” tanya seorang ratu dari planet lainnya, kepada suaminya.
Seluruh orang kini khawatir, apakah mereka harus datang, atau tidak? Karena … tidak pernah ada yang tahu sejauh apa kutukan dari alam semesta yang dibebankan kepada seorang Crossbreed.
Higarashi kini sudah berada di Planet Bumi yang ternyata matahari baru saja muncul, dan langsung berlari menuju ke rumah Keira. Ia kemudian masuk ke dalam dengan membuka pintu rumah itu perlahan, dan menemukan Keira yang sedang tertidur di atas sofa sementara Xyon sendiri tidur di atas lantai, dengan sebuah matras lipat.
Namun, begitu ia menutup pintu, suara decitnya justru membangunkan mereka berdua. Higarashi lalu berjalan mendekati kekasihnya itu dan berlutut di sebelahnya. Keira kemudian terbangun, lalu duduk di atas sofa dan menoleh ke arah Higarashi.
“Ke mana saja dirimu?” tanya Keira.
“Aku … ah, banyak hal yang kulakukan di sana. Maafkan aku yang sudah meninggalkanmu sendiri di sini,” jawab Higarashi.
Xyon kemudian duduk di atas matras lipatnya, sambil menatap sang Pangeran Mahkota dari Halida itu dengan wajah yang serius.
Higarashi kemudian menoleh ke arah Xyon, lalu berkata, "Perdana Menteri Xyon, aku membawa permintaan maaf atas perlakuan Chexy kepada Keira, oleh Yang Mulia Raja dan Ratu dari Diamona. Ia sudah dihukum dengan pencabutan seluruh gelarnya, dan kehilangan status sebagai anggota kerajaan.”
Xyon kemudian menghela nafas panjang.
"Kalau begitu, cepatlah kembali, karena pesta akan segera dimulai esok hari. Aku harus meminta keempat jenderal tertinggi itu untuk bersiap-siap," ujarnya.
Higarashi mengangguk. Ia lalu menoleh ke arah Keira dan menatapnya dengan wajah yang terlihat sendu.
__ADS_1
"Keira, maafkan aku atas Starlet yang sudah hancur itu. Aku … akan memintanya lagi kepada para bintang …," ucap Higarashi, namun Keira langsung memotong, "Aku yang akan memintanya sendiri dengan kemampuanku, biarkan para bintang menilai diriku.”
“Baiklah, sudah cukup. Kembalilah, dan bersiaplah untuk esok hari,” ucap Xyon.
Mereka kemudian berdiri dan berjalan keluar dari rumah tersebut, lalu berlari ke arah sebuah rumah kosong yang pagarnya tinggi setelah Keira mengunci pintu rumahnya. Mereka lalu mengubah fisiknya menjadi bintang-bintang kecil yang dengan cepat melesat ke luar angkasa. Xyon mengarah ke Planet Palladina sementara Higarashi dan Keira menuju ke Planet Halida.
Begitu tiba di istana Planet Halida, Keira diminta untuk langsung melakukan persiapan sebelum hari pertunangannya besok. Enam orang pelayan wanita ditugaskan untuk membantunya, bahkan Klafina meminta Kepala Pelayan untuk secara pribadi melayani sang Putri dari Palladina itu.
Seharian penuh sudah dilewati dengan berbagai kesibukan serta persiapan sebelum acara, akhirnya pagi berikutnya datang. Tamu-tamu undangan mulai tiba di halaman depan istana kerajaan Halida sejak pagi hari dengan menggunakan kereta-kereta antar planet mereka. Tamu-tamu tersebut kini sudah memenuhi setiap sudut ruangan utama istana.
Keira terlihat sedang berada di dalam sebuah ruangan khusus sambil duduk di atas sebuah kursi. Ia dibantu oleh beberapa orang pelayan wanita untuk mempersiapkan diri, mulai dari rambut hingga gaun yang akan dikenakannya hari ini. Begitu juga dengan Neriya, Klafina, bahkan Higarashi yang ketiganya justru berada di dalam satu ruangan dan para pelayan terlihat sedang mempersiapkan segala kebutuhan mereka.
Xyon juga terlihat sudah datang bersama dengan Sey, Arex, Weim, dan Nordian. Mereka langsung masuk ke dalam ruang utama istana kerajaan Halida, dan berdiri di bagian kiri ruangan tersebut. Wajah-wajah mereka terlihat tegang, namun tidak dengan Xyon. Ia justru melihat sekeliling dengan sorot mata yang tajam.
“Mereka semua pasti akan membicarakan Keira,” bisik Weim.
“Tentu saja, apalagi mulut-mulut para putri bangsawan yang terkenal suka membicarakan orang lain,” balas Sey pelan.
Xyon sama sekali tidak menanggapi mereka. Ia hanya fokus ke depan, sambil menunggu acara dimulai.
Ketika tamu undangan sudah mulai ramai berkumpul di ruang utama istana, Leino kemudian berjalan menuju ke atas panggung yang kini sudah didekorasi dengan indah dan dua buah singgasana yang berada di sana sudah dipindahkan sebelumnya. Ia lalu menatap ke depan dan mulai membuka acara pertunangan itu.
__ADS_1
“Para hadirin, terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk hadir di acara pertunangan Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi dari Halida, dengan Yang Mulia Putri Keira dari Palladina. Dengan ini, aku nyatakan acara pertunangan akan segera dimulai, lalu nanti akan diikuti dengan sebuah pesta kecil untuk merayakannya. Terima kasih,” serunya.