Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Undangan Pernikahan Aerim


__ADS_3

Pagi menjelang. Sinar matahari mulai menembus jendela kamar tersebut hingga Higarashi terbangun karena silau akan cahayanya. Ia kemudian berdiri dan menoleh ke arah ranjang, lalu terkejut begitu melihat ranjang itu sudah kosong. Ia lantas menoleh ke arah nampan yang terletak di atas meja.


"Keira sudah menghabiskan semuanya, apakah ia sudah turun terlebih dahulu?" gumamnya dengan wajah yang gusar.


Ia kemudian dengan tergesa-gesa keluar dari kamar dan turun ke lantai satu, namun, sama sekali tidak menemukan Keira di dapur, ataupun di ruang tamu dan di kamar lainnya, bahkan tidak juga di luar rumah. Dengan wajah yang panik, Higarashi lalu berjalan menuju ke lantai dua dan masuk kembali ke dalam kamar. Ia mencari Keira hingga ke kamar mandi, sayangnya, ia sama sekali tidak menemukan jejak istrinya tersebut.


Higarashi memutuskan untuk duduk berhenti mencari dan berdiri di tengah-tengah kamar, lalu bergumam, "Apakah Keira masih marah kepadaku? Apakah ia pergi meninggalkanku, ke Planet Palladina, untuk menenangkan dirinya?”


Ia lantas memutuskan untuk berjalan turun ke lantai satu, keluar dari rumah, dan mengubah dirinya menjadi sebuah bintang kecil yang berwarna merah terang sebelum manusia melihatnya, serta langsung melesat ke luar angkasa dengan kecepatan tinggi.


Sementara itu di dalam Planet Palladina yang langitnya agak gelap karena masih subuh, seorang pelayan perempuan yang memakai baju terusan putih, terlihat sangat terburu-buru berlari menuju ke sebuah ruangan. Sesampainya di sana, ia dengan kasar membuka pintunya dan langsung masuk ke dalam. Xyon, Nordian, Arex, dan Weim yang sedang berada di dalam ruangan itu sambil berdiri, tentu saja terkejut dengan kedatangan pelayan tersebut.


Mereka menoleh ke arah pelayan perempuan itu sambil melotot.


Pelayan perempuan tersebut kemudian membungkukkan badannya dan berseru, "Yang Terhormat Perdana Menteri Xyon!!"


Xyon langsung bertanya dengan wajah yang kesal, "Apa yang terjadi hingga kau membuka pintu ruangan ini dengan kasar seperti itu?!"


Tubuh pelayan perempuan tersebut terlihat gemetaran, namun, ia kemudian berdiri dan mengambil secarik kertas kosmik dari dalam saku bajunya, dan menyerahkan benda tersebut kepada Xyon sambil berkata, "Surat kosmik ini tiba-tiba datang dari luar angkasa, jatuh ke dalam atmosfer kita dan mendarat di halaman depan istana!"


Arex yang berdiri lebih dekat dengan pelayan perempuan itu lalu mengambil surat kosmik tersebut.


“Bukalah, bacakan saja isinya,” ujar Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


Arex kemudian membuka surat kosmik tersebut dan seorang pria berambut hitam tiba-tiba muncul di atasnya, lalu berkata, "Keira sudah memutuskan untuk bercerai dengan Raja bodoh itu. Ia akan menikah denganku besok pagi. Aku harap kalian akan menjadi saksinya, tentu saja."


Xyon, Nordian, dan Weim langsung berjalan mendekati Arex dan berdiri di depannya, sambil melotot tajam. Sang Perdana Menteri dari Palladina itu lantas merebut surat kosmik itu dengan kasar dari tangan Arex.

__ADS_1


“Keluarlah, terima kasih,” ucap Xyon kepada pelayan perempuan tadi.


“Baiklah, Tuan,” balas pelayan perempuan itu, yang langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut dan menutup kembali pintunya.


Nordian, Arex, dan Weim lalu menoleh ke arah Xyon dengan wajah yang gusar, namun tiba-tiba, Xyon merobek surat kosmik tersebut hingga menghilang menjadi debu halus dengan sangat kasar.


"Sialan! Aerim!" seru Xyon dengan wajah yang penuh amarah.


"Apakah Aerim menculik Keira, lagi, Xyon?" tanya Weim dengan wajah yang sedikit panik.


“Sialan! Anak itu benar-benar sedang ingin menantang kita semua!” seru Xyon lagi, dengan nada tinggi.


Tanpa menjawab pertanyaan barusan, Xyon kemudian berjalan dengan cepat keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Nordian, Arex, dan Weim di belakangnya. Namun, begitu mereka tiba di ruang utama, mereka justru bertemu dengan Higarashi yang baru saja tiba.


“Perdana Menteri Xyon!” seru Higarashi yang sedang berdiri di tengah-tengah.


"Apa yang sudah kau lakukan kepada Keira?!" tanya Xyon dengan nada tinggi dan mata yang melotot tajam.


"Maksudmu?" tanya Higarashi sambil menatap Xyon dengan wajah yang kesal, lalu, ia melanjutkan, "aku justru datang kemari karena ingin bertanya apakah Keira sedang berada di sini, atau tidak, dan kau tiba-tiba menghalangiku seperti ini!"


"Kau!! Apakah kau sama sekali tidak tahu bahwa Keira akan menceraikanmu?" tanya Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


Higarashi langsung terkejut setelah mendengar hal itu.


“Apa maksudmu?” gumamnya pelan.


Nordian sepertinya tersadar bahwa Higarashi belum mengetahui apapun tentang hal ini, lalu ia berkata, "Higarashi, kami baru saja menerima surat kosmik yang isinya adalah undangan pernikahan Keira dan Aerim, maka dari itu kami ingin bertanya kepadamu, apa yang sudah terjadi pada kalian berdua sebenarnya?"

__ADS_1


"Apakah Keira diculik oleh Raja dari Silverian itu dan kau sama sekali tidak mengetahuinya?" tanya Weim dengan nada pelan.


Xyon kemudian melepaskan cengkramannya dari kedua bahu Higarashi, kemudian dengan wajah yang masih tampak menahan amarah, ia berkata, "Memang seharusnya kau tidak pernah bertemu dengan Keira! Ia pasti sudah di sana bersama dengan Aerim!”


“Xyon, kita tidak bisa masuk ke dalam planet gelap itu. Bagaimana ini?” tanya Weim lagi.


Mereka kemudian terdiam. Xyon bahkan hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya sekali. Wajahnya tampak benar-benar kesal, sementara yang lain justru merasa gusar.


Sementara itu di dalam istana kerajaan Planet Silverian yang baru, Keira terlihat sedang berada di dalam sebuah kamar yang seluruh dindingnya berwarna hitam, sambil duduk di atas sebuah ranjang kecil yang menemaninya dalam kesendirian. Ia hanya bisa menghela nafas panjang dan menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


“Apakah keputusanku ini akan membuat janin yang ada di dalam rahimku … celaka?” gumamnya pelan dengan wajah sendu.


Pintu kamar itu kemudian terbuka, dan seorang wanita berjalan masuk ke dalam, lalu menutup kembali pintunya rapat-rapat. Keira langsung menoleh ke arahnya dengan wajah yang gusar.


"Aerim membawamu kemari, apakah kau ingin kembali?" tanya wanita itu dengan wajah yang serius.


Keira menggelengkan kepalanya dua kali.


"Tidak mungkin. Apakah kau ke sini atas kemauanmu sendiri …?" tanya wanita tersebut pelan, dengan mata yang melotot tajam.


"Ya, Demira. Aku sudah memutuskan," balas Keira dengan wajah sendu, sambil mengelus perutnya dengan lembut.


Demira memperhatikan tangan Keira yang terus menerus mengelus perutnya, lalu, ia tiba-tiba tersadar akan sesuatu, bahkan sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Keira! Tidak mungkin! Kau sedang mengandung?!" serunya sambil perlahan menurunkan tangannya, namun, Keira langsung berdiri dan berjalan dengan cepat mendekati Demira.


Ia langsung berdiri di hadapan wanita itu, kemudian meraih wajah Demira, serta menutup mulut  wanita Silverian tersebut rapat-rapat dengan tangan kanannya.

__ADS_1


__ADS_2