Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Rahasia Lain


__ADS_3

"Buku itu kutemukan di dalam laci meja kerja ruangan pribadiku padahal aku tidak pernah melihat benda ini ada di sana. Entah siapa yang sudah meletakkanya, namun kau harus membaca isinya," ucap Higarashi pelan.


Xyon menggelengkan sedikit kepalanya, lalu dengan rasa penasaran yang sangat besar, ia kemudian membuka halaman pertama buku tersebut. Kosong, tidak ada tulisan apapun di sana.


“Ini bukan sebuah buku kosmik, melainkan buku biasa yang sering digunakan oleh manusia mortal untuk menulis,” balas Xyon sambil masih menatap benda tersebut dengan wajah serius.


Ia kemudian membuka halaman kedua, dan masih sama, kosong. Xyon lantas membuka halaman-halaman berikutnya, namun tetap saja kosong, tidak ada satu tulisan pun di dalamnya.


"Astaga, apa maksudnya ini, Higarashi?!" seru Xyon dengan wajah yang kesal sambil masih membuka halaman lainnya.


"Ah, Perdana Menteri Xyon, maafkan aku. Aku … tidak sengaja membaca sebuah tulisan pada halaman tengah buku itu," balas Higarashi.


Xyon langsung membuka halaman tengah buku tersebut. Ia kemudian menemukan sebuah tulisan yang tertulis di sana:


"Apakah kau masih ingat kepadaku, anakmu, Hyerixon? Aku masih hidup di luar sana, dan akan membalas seluruh perlakuanmu kepadaku dan ibuku suatu saat nanti! Sampai berjumpa lagi, Xyon."


Perdana Menteri dari Palladina itu langsung melotot tajam, bahkan keringat dingin mulai membasahi wajahnya.


Higarashi mengernyitkan dahinya, lalu bertanya dengan penuh rasa penasaran, "Perdana Menteri Xyon, bukankah kau tidak pernah menikah?"


"Higarashi," ucap Xyon dengan wajah sendu sambil menutup buku tersebut dan menatap ke arah Higarashi, kemudian ia kembali berkata, "tolong jangan memberitahukan tulisan yang ada di dalam buku ini, kepada siapa pun."


Ia lalu memasukkan buku kecil tadi ke dalam saku bajunya, lalu tiba-tiba, Higarashi menatapnya dengan wajah yang serius.


“Sebenarnya, Keira yang menemukan buku itu kemarin sore. Ia memintaku untuk memberikannya kepadamu,” ucap Raja dari Halida itu pelan.


Xyon langsung menatap Higarashi dengan sorot mata yang tajam dan berujar, “Namun, Keira tadi malam datang dan memberitahukan kepadaku bahwa ia hari ini akan kembali ke Planet Bumi untuk tinggal di sana.”


“Lalu, mengapa ia tidak menyerahkan buku ini sendiri kepadamu?” tanya Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


Xyon terdiam sebentar, dan tiba-tiba saja ia menyadari sesuatu, lalu kembali menatap Raja dari Halida itu dengan wajah yang serius dan berkata, “Higarashi, aku akan memeriksa lebih jauh siapa yang sudah meletakkan buku ini di dalam laci meja kerjamu. Aku membutuhkan waktu, jadi, tolong jangan katakan hal ini pada siapa pun.”


“Baiklah, Perdana Menteri Xyon,” balas Higarashi dengan kebingungan yang memenuhi wajahnya.


Xyon kemudian berjalan dengan cepat menuju ke ruang kerja pribadinya, namun di sepanjang perjalanan, kepalanya mulai terasa sakit.


“Hyerixon masih hidup? Apakah Keira bukan satu-satunya Crossbreed di alam semesta ini?” gumamnya pelan.


Tiba-tiba saja, sebuah kenangan yang menyakitkan, muncul di dalam pikirannya. Seorang wanita berambut hitam dengan bola mata yang berwarna sama, tersungkur di atas lantai di dalam kamar penginapannya dengan darah mulai mengalir deras dari luka tusuk perut bagian kirinya akibat pisau kecil yang menusuknya.


“Xyon …,” bisik wanita itu pelan walaupun bibirnya tidak bergerak banyak.


Pria tua tersebut mendadak berhenti melangkah, lalu berlutut sambil memegang kepala dengan kedua tangannya. Ia menundukkan kepala dan melotot tajam, dengan keringat dingin yang kini membasahi bajunya.


"Wanita itu … namanya …. Siapa namanya?!" seru Xyon dengan nada tinggi.


Dadanya kini mulai terasa sesak.


Ia lalu menyentuh lantai dengan kedua tangannya sambil menatap ke bawah.


"Anak itu tidak mungkin masih hidup! Tidak mungkin!" gumamnya dengan wajah yang tampak gusar, “mengapa Keira meminta Higarashi untuk memberikan buku ini kepadaku? Apa yang sedang direncanakannya?!”


Sementara itu di Planet Bumi, Keira terlihat sedang menggendong Xevion, sambil memperhatikan Xavion yang berbaring di atas ranjang dan tertidur pulas. Perempuan berambut biru tua itu tampak senang karena sudah kembali tinggal di dalam rumahnya sendiri.


“Siapa yang meletakkan buku tersebut di dalam laci meja kerja Higarashi? Apakah Azure Shield itu … sudah tidak bekerja lagi? Atau jangan-jangan, seseorang dari ketiga planet lainnya di Tata Surya Goldinian ini?” gumam Keira sambil mengernyitkan dahi.


Begitu Xevion sudah tertidur, ia lalu membaringkannya di atas ranjang, di sebelah Xavion. Ia kemudian duduk di samping mereka sambil menunjukkan wajah serius.


"Aku masih butuh lebih banyak informasi tentang Planet Blackerian,” ucapnya pelan.

__ADS_1


Keira lantas menghela nafas pendek, dan dengan wajah sendu, ia kembali berkata, “Aku … mengira setelah berhasil mengembalikan Planet Silverian seperti semula, maka kutukan ini akan hilang. Apakah alam semesta benar-benar tidak menyukai antimateri?”


Tiba-tiba pintu kamar dibuka oleh seseorang. Keira agak terkejut hingga ia langsung menoleh ke arah pintu tersebut, dan menghela nafas pendek begitu ia melihat suaminya yang baru saja datang.


"Higarashi?" tanya Keira dengan wajah datar.


"Ah, Keira," jawab Higarashi sambil berjalan masuk setelah menutup pintunya.


Ia kemudian duduk di sebelah Keira sambil menatap istrinya itu dalam-dalam.


"Apakah kau sudah memberikan buku itu kepada Paman Xyon?" tanya Keira lagi.


"Tentu saja sudah. Namun … siapa menurutmu yang sudah meletakkan buku itu di dalam laci meja kerjaku?" balas Higarashi dengan suara yang pelan karena ia melihat anak-anaknya sedang tertidur.


"Aku tidak tahu, Higarashi. Jika memang ada seseorang yang menyamar menjadi salah satu pelayanmu, itu berarti memang Azure Shield yang kubuat tidak efektif sama sekali," jawab Keira sambil menunjukkan wajah sendu.


“Lalu mengapa kau memintaku untuk memberikan buku tersebut kepada Perdana Menteri Xyon?” tanya Higarashi lagi dengan wajah yang penuh rasa penasaran.


Keira kemudian menundukkan kepalanya, lalu menghela nafas pendek sambil membuang wajahnya dari Higarashi, tanpa menjawab pertanyaan itu.


"Keira, Aku ingin meminta maaf kepadamu …," bisik Higarashi pelan, namun Keira langsung memotongnya dengan berkata, "Ini semua bukan salahmu. Alam semesta saja yang memang membenci Crossbreed sepertiku."


Keira lalu menatap lurus ke depan dan berucap, "Higarashi, kau tidak perlu bersedih dan merasa bersalah seperti itu. Xavion dan Xevion akan terus menemanimu jika aku sudah tiada nanti. Mereka berdua adalah makhluk immortal, jadi kau tidak perlu lagi memikirkan diriku.”


Higarashi langsung meraih dan menggenggam tangan kiri istrinya tersebut, lalu bertanya, “Keira, apa yang bisa kulakukan untukmu agar kau dan anak-anak bisa kembali ke Planet Halida?”


Keira tersenyum kecil, kemudian berujar, “Tidak ada.”


Ia lantas melepaskan genggaman tangan dari suaminya itu, hingga mereka berdua kembali terdiam.

__ADS_1


"Mengapa kau lakukan hal ini, Keira? Bisakah kau berhenti memikirkan semua orang dan mulai fokus kepada kebahagiaanmu sendiri?" tanya Higarashi lagi sambil meneteskan air mata.


“Sejak awal, alam semesta tidak menginginkan kehadiranku," jawab Keira dengan wajah sendu.


__ADS_2