Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Maju Tanpa Bisa Mundur


__ADS_3

“Aku menyukaimu. Kau adalah pria yang berani dan gagah. Energi mortal yang ada di dalam dirimu begitu kuat, dan aku … tertarik kepadamu,” balas Anexta dengan senyum sinis di wajahnya.


Keiri langsung memutar kedua bola matanya. Ia menjadi sangat tersipu malu, sambil berusaha untuk mengatur nafasnya. Jantungnya berdetak amat kencang, begitu ia mendengar pengakuan dari seorang wanita yang ia kagumi barusan.


“Ah, aku … aku juga … menyukaimu, Anexta. Maafkan aku, ini pertama kalinya aku bertemu dengan seorang wanita yang sangat … kuat dan tangguh …,” ucap Keiri, namun, Anexta langsung memeluknya hingga ia terdiam.


“Aku … izinkan aku untuk mengambil energi yang ada di dalam dirimu untuk dijadikan satu dengan milikku … Keiri,” bisik sang ratu dari Palladina itu pelan, masih dengan senyum sinis yang penuh oleh rencana-rencana licik.


Keiri menelan ludahnya. Ia kemudian meraih dagu Anexta dengan perlahan, lalu mencium bibirnya. Ratu dari Palladina itu tidak menolak, walaupun ia masih dalam keadaan yang sangat sadar. Mereka berdua kemudian berjalan perlahan ke arah tenda, dan masuk ke dalamnya. Malam ini tampaknya akan menjadi malam yang indah bagi Keiri, namun tidak untuk Anexta.


Setelah beberapa jam berada di dalam tenda tersebut dan menghabiskan malam bersama, mereka berdua kini tertidur pulas sambil berselimut tebal.


Namun tiba-tiba, Anexta membuka kedua matanya dan melihat ke arah Keiri yang sedang tertidur di sampingnya. Ia kemudian memalingkan wajah ke arah yang berbeda, sambil mengernyitkan dahi dan mengepalkan telapak tangan kanannya.


Ia tampak memendam amarah yang luar biasa di dalam hatinya.


“Para Silverian sialan itu … memaksaku untuk melakukan semua ini. Tidak ada energi yang besar, yang mampu mengalahkan energi gelap milik mereka selain energi antimateri yang dimiliki oleh seorang Crossbreed. Lihat saja, Flerix. Aku berkorban untuk Galaksi Metal, dan kau akan menerima akibat dari semua perbuatan keji yang kau lakukan terhadap planet-planet lemah itu.  Anak ini akan memusnahkan planetmu beserta penduduknya, hanya dengan satu hentakan dari telapak tangannya!” seru Anexta di dalam hatinya.

__ADS_1


Ia memejamkan kedua matanya, dan mulai menangis dalam diam. Hatinya sakit dan terluka, namun, ia sendiri sudah putus asa. Semua cara yang mereka gunakan untuk melawan Flerix dan para Silverian, tidak ada yang berhasil, sehingga, ratu dari Palladina itu terpaksa … berhubungan badan dengan manusia, walaupun hal itu sangat menyakiti dirinya sendiri.


Keesokan harinya, Anexta dan Keiri terlihat sedang berjalan bersama-sama, bergandengan tangan, untuk kembali ke desa. Sey rupanya sudah menunggu kedatangan sang ratu, dan memperhatikan mereka berdua dari kejauhan. Wajah jenderal itu tampak curiga begitu ia melihat sang ratu dan kepala desa tersebut terlihat sedang berbicara dengan senyuman yang lebar kepada satu sama lainnya.


Weim yang baru saja datang setelah membantu seorang pria untuk menimba air di sumur yang letaknya tidak jauh dari desa, rupanya langsung memperhatikan sikap Sey kepada Anexta dan Keiri. Ia kemudian menepuk bahu temannya itu sambil mengernyitkan dahi, hingga Sey menjadi terkejut karena ulahnya.


“Hei!” seru Sey dengan wajah yang terlihat kesal.


“Ada apa? Mengapa kau memperhatikan Yang Mulia dengan wajah seperti itu?” tanya Weim.


Sey menghela nafas panjang, “Tampaknya Yang Mulia … bukan, maksudku, pria manusia itu menyukai Yang Mulia,” jawabnya sambil masih menatap ke arah Anexta dan Keiri yang sedang membantu satu sama lain untuk mempersiapkan dapur umum di tengah-tengah desa.


“Tidak mungkin Yang Mulia akan bermain dengan perasaan dan emosi. Lagi pula kedua hal itu adalah sikap dari seorang mortal, dan Xyon bahkan sudah pernah mengatakannya kepada kita, bahwa energi cinta itu adalah omong kosong. Energi yang sia-sia, dan tidak berguna,” ucapnya.


Sey mengangguk setelah mendengarkan ucapan tersebut. Ia kemudian menatap Weim dan kembali menghela nafas pendek.


“Ah, mungkin aku hanya terlalu semangat mengawasi Yang Mulia atas perintah Xyon. Baiklah, aku akan kembali bekerja, agar kita bisa secepatnya pergi dari desa ini,” balas Sey.

__ADS_1


Ia kemudian berjalan meninggalkan Weim, untuk membantu Anexta mempersiapkan dapur umum yang rencananya akan dibangun dalam waktu satu atau dua hari ke depan.


Sementara itu di dalam Planet Palladina, Xyon terlihat sedang berada di tengah-tengah di ruang utama, namun, tiga orang pejabat tinggi dengan wajah-wajah yang tampak kesal, mendadak datang dan berdiri di hadapannya.


“Jenderal Senior Xyon. Kau sama sekali tidak melaporkan kepada kami, ke mana Yang Mulia Ratu Anexta dan di mana ia berada sekarang. Apakah kau saat ini sedang menyembunyikan sesuatu?” tanya salah seorang pejabat tinggi.


“Aku tidak tahu di mana Yang Mulia Ratu sedang berada saat ini, Tuan. Kalau begitu, izinkan aku untuk kembali …,” ucap Xyon, namun, seorang pejabat tinggi lainnya maju satu langkah dan kini berdiri sangat dekat di depannya.


“Kau selalu menghindar jika kami bertanya tentang hal itu, Jenderal Senior Xyon. Ada apa? Apakah para Silverian itu sudah berhasil membunuh Yang Mulia Ratu dan kau saat ini sedang menyembunyikan kenyataannya?” tanya pejabat tinggi itu dengan nada kesal.


Xyon langsung meraih dan mencengkram erat kerah baju pejabat tinggi tersebut hingga membuatnya ketakutan. Ia bahkan menatapnya dengan sorot mata yang tajam.


“Yang Mulia Ratu tidak selemah itu, dan para Silverian tidaklah sekuat yang anda bayangkan, Tuan. Aku bisa memastikan bahwa Yang Mulia saat ini sedang baik-baik saja dan anda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Ia sedang berusaha untuk melawan Raja Flerix, dan akan kembali secepatnya setelah ia mendapatkan energi yang mampu membunuh para Silverian sialan tersebut!” seru Xyon dengan nada tinggi.


Ia lalu melepaskan cengkramannya dari kerah baju milik pejabat tinggi itu, kemudian berjalan meninggalkan mereka dengan wajah yang dipenuhi kekesalan. Ia bahkan mengepalkan telapak tangan kanannya sambil menghela nafas panjang.


“Sey dan Weim belum mengirimkan surat kosmik kepadaku untuk tiga hari ini. Ada apa? Apakah sedang ada masalah di sana?” gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Ia ingin pergi, namun, tampaknya Anexta tidak akan mengizinkan hal itu terjadi. Xyon hanya bisa mengira-ngira apa yang sedang terjadi di sana, sambil berharap kepada Anexta untuk tidak … berhubungan dengan manusia. Ia bahkan sudah merencanakan banyak hal dan menulis segala kemungkinan untuk mengalahkan Flerix, ketika ia sedang berada di dalam ruang kerja pribadinya.


“Flerix. Energi gelap. Padahal tidak ada seorang immortal pun yang mampu mengendalikannya, akibat kekuatan daripada energi itu sendiri. Sangat berbahaya. Dari mana mereka bisa mendapatkan pil hitam yang berisi energi gelap tersebut? Siapa pun orangnya, ia pasti memiliki energi yang lebih kuat dari energi gelap sehingga ia bisa menangkap dan memasukkannya ke dalam sebuah pil. Sialan!” gumamnya lagi di dalam hati.


__ADS_2