
"Ada apa, Jenderal Senior Xyon? Katakan saja langsung, apa yang sudah terjadi? Berdirilah terlebih dahulu, agar aku bisa mendengarmu dengan lebih jelas!" ucap Anexta dengan tergesa-gesa seperti tidak sabar dengan apa yang akan dilaporkan oleh Xyon.
Xyon menghela nafas panjang kembali, lalu ia berdiri tegak.
Sambil masih menundukkan kepalanya, ia berkata, "Yang Mulia, maafkan aku yang sudah terlambat untuk kembali. Aku sudah mengikuti mereka sesuai dengan perintahmu, namun banyak kejadian yang telah terjadi di sana sehingga aku tidak langsung kembali ke sini terlebih dahulu."
Anexta sepertinya langsung mengetahui apa yang akan dilaporkan oleh Xyon. Wajahnya mendadak berubah dari serius menjadi sendu. Ia lalu menghela nafas panjang, dan mulai merasa kepalanya menjadi pusing.
Ia memegang kepala dengan tangan kanannya sebentar, lalu kembali menurunkan tangan kanannya dan berkata, "Jenderal Senior Xyon, katakan saja semuanya, apa yang sudah kau lihat di sana, dan aku sudah siap untuk mendengarkannya.”
"Yang Mulia Ratu, aku dari kejauhan, melihat Ryena baru saja berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat …," ucap Xyon yang tiba-tiba saja merasa bibirnya mendadak terkunci.
Anexta menghela nafas pendek, lalu bertanya, "Baiklah, itu kabar yang menyenangkan. Bagaimana dengan kondisi Ryena?"
Xyon mendadak kembali berlutut dan menyentuh tanah dengan kedua tangannya sambil menundukkan kepalanya agak rendah. Anexta langsung terkejut dengan sikap dari Jenderal Seniornya itu. Kedua matanya mulai memerah, dan air mata tiba-tiba membasahi wajahnya.
“Jenderal Senior Xyon, lanjutkan,” ujar Anexta pelan.
Kemudian tanpa basa basi, Xyon meneruskan laporannya, "Yang Mulia Ratu! Raja Flerix telah membawa pergi bayi laki-laki itu … mereka sudah pergi dari planet biru ini, dengan pesawat luar angkasa miliknya! Sementara Ryena … Ryena … aku masuk ke dalam tenda mereka dan melihat darah di sana, namun aku tidak bisa menemukan Ryena sama sekali di dalamnya!"
Anexta menghela nafas panjang. Ia memang sudah tidak terkejut lagi mendengar laporan dari Xyon barusan, namun ia hanya terdiam.
“Aku sudah menduga bahwa Ryena pasti akan tewas di tangan Flerix, namun, yang tidak kusangka adalah ia akan dibunuh sesaat setelah ia melahirkan seorang anak bagi pria sialan itu. Kita tidak bisa lagi bermain-main dengannya. Aku harus segera merebut anak itu dari Flerix secepatnya dan menjadikannya sebagai seorang Palladina!” seru Anexta setelah beberapa saat.
“Yang Mulia, namun, bagaimana caranya? Tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam atmosfer Planet Silverian sekarang,” balas Xyon.
__ADS_1
“Berdirilah,” ucap Anexta lagi.
Xyon dengan perlahan kembali berdiri tegak di hadapan Anexta. Sang ratu dari Palladina itu kemudian berjalan mendekati sebuah kursi yang terletak di sisi sebelah kirinya, lalu duduk di atasnya sambil kembali menghela nafas panjang.
“Panggil keempat jenderal lainnya untuk datang kepadaku, sekarang,” perintah Anexta dengan tegas.
“Baik, Yang Mulia,” balas Xyon.
Ia lalu berlari keluar dari tenda tersebut dan mulai mencari-cari keberadaan Weim, Arex, Sey, dan Nordian. Tidak butuh waktu lama, Xyon menemukan mereka berempat sedang berbicara santai dengan satu sama lain di bagian belakang tenda mereka.
Kehadiran Xyon tentu membuat keempatnya terkejut. Mereka bahkan menatap sang Jenderal Senior itu dengan wajah yang kebingungan.
“Ada apa, Xyon?” tanya Arex.
“Yang Mulia memanggil kalian untuk menghadapnya sekarang juga,” jawab Xyon.
“Yang Mulia,” ucap mereka berlima bersama-sama, lalu kembali berdiri tegak dan menatap Anexta dengan wajah yang serius.
“Ryena sudah tewas. Ini saatnya untuk merebut anak yang baru saja dilahirkannya dari Flerix dan menjadikannya sebagai seorang Palladina,” ucap Anexta dengan tegas.
Arex, Weim, Sey, dan Nordian langsung terkejut begitu mendengar kabar tersebut. Mereka tiba-tiba berlutut di hadapan Anexta dengan wajah yang terlihat cemas.
“Yang Mulia!” seru mereka bersamaan.
“Aku melihat semua kejadian itu,” ucap Xyon, dan ucapan itu langsung membuat mereka berempat menoleh kepadanya.
__ADS_1
“Raja Flerix benar-benar meminta sebuah perang. Ia dengan berani, menantang kita, para Palladina, dengan membunuh Ryena dan membawa anak itu bersama dengannya! Aku akan merebut anak itu kembali dan membesarkannya menjadi seorang Palladina! Tidak akan kubiarkan Flerix menggunakan anak yang baru saja dilahirkan oleh Ryena, sebagai mesin pembunuh untuk meraih tujuannya menjadi penguasa Galaksi Metal! Keterlaluan!!" seru Anexta.
Kemudian ia berdiri, dan keempat jenderal yang tadinya berlutut pun juga ikut kembali berdiri tegak, berpikir bahwa mungkin Anexta akan berjalan keluar dari tenda itu.
Namun, tiba-tiba Xyon menatap kedua mata sang ratu dengan tatapan serius.
“Yang Mulia, apa maksud anda dengan mesin pembunuh?” tanya Jenderal Senior itu.
Anexta mengernyitkan dahinya.
“Anak itu, aku bisa merasakan energi gelap yang kuat, bahkan sebelum ia dilahirkan. Aku bisa merasakan energi cahayaku seperti tersedot ke dalam kegelapan, begitu aku mendekati Ryena pada waktu itu,” jawabnya pelan.
Xyon kemudian menghela nafas pendek, lalu mendadak, ia teringat akan sesuatu. Ia lalu mulai menatap sang ratu dengan wajah yang serius.
Karena merasa kebingungan, Anexta lalu bertanya, "Ada apa lagi, Jenderal Senior Xyon?"
"Yang Mulia Ratu, Ryena sempat melontarkan sebuah ucapan sebelum Raja Flerix membunuhnya. Aku tidak mendengarnya dengan begitu jelas, namun, ia berkata bahwa suatu hari akan ada seorang Crossbreed yang lahir di dunia ini, dan akan membuat perhitungan dengan para Silverian itu atas tindakan mereka," ujar Xyon pelan, seolah ragu dengan ucapannya sendiri.
Anexta tiba-tiba tertawa kecil setelah mendengarkan ucapan Xyon barusan, termasuk Nordian dan Arex yang mendadak tersenyum kepada Xyon.
"Hei, tidak mungkin itu akan terjadi. Crossbreed hanyalah cerita khayalan yang kita dengar di dalam Galaksi Metal," ucap Nordian.
"Sepertinya kau benar-benar sudah salah mendengarnya, Xyon," ujar Arex dengan senyum kecil di wajahnya.
Anexta kemudian menatap Xyon dengan wajah serius dan berkata, "Jenderal Senior Xyon, memang benar, bahwa ada istilah Crossbreed yang sudah lama terdengar di dalam Galaksi Metal, namun, sampai saat ini itu hanya sebatas teori. Crossbreed adalah sebuah kecacatan, dan alam semesta tidak menerima keberadaan mereka. Makhluk mortal yang memiliki kekuatan immortal dari energi antimateri, yang berlawanan dengan energi dari materi seluruh alam semesta ini. Jadi, tidak mungkin akan ada makhluk seperti itu, Jenderal Senior Xyon."
__ADS_1
“Namun, jika memang benar ada makhluk yang bernama Crossbreed itu hidup di dalam Galaksi Metal, bukankan kita bisa menggunakannya untuk melawan para Silverian, Yang Mulia?” tanya Xyon.
Anexta langsung menatap tajam Xyon, lalu menjawab, “Crossbreed memang mampu mengontrol seluruh energi di dalam alam semesta ini, tidak seperti kita yang hanya bisa mengendalikan satu atau dua energi, namun, Crossbreed tetaplah seorang mortal. Dan karena Crossbreed adalah makhluk terkutuk karena energi antimateri milik mereka yang terlalu kuat tapi justru adalah yang paling lemah. Jadi, aku rasa tidak mungkin akan ada makhluk seperti itu di dunia ini, Jenderal Senior Xyon.”