Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Sebuah Kejutan dari Anexta


__ADS_3

Anexta berusaha bangun, kemudian duduk di atas ranjang, sambil mulai menatap Yeria dengan wajah yang terlihat serius. Xyon yang masih memperhatikan dari kejauhan, juga bisa merasakan sedikit ketegangan di sana. Ia bahkan memberanikan diri untuk maju beberapa langkah mendekati mereka, agar bisa mendengar lebih baik.


“Yang Mulia … anda … anda …,” ucap Yeria, dengan bibir yang gemetar.


“Yeria, ada apa? Apa yang terjadi denganku?” tanya Anexta dengan nada yang sedikit agak tinggi.


Mendadak, Yeria membungkukkan badannya di hadapan ratu dari Palladina itu, dan aksinya tersebut membuat Anexta terkejut.


“Yang Mulia, kasus seperti ini sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah terjadi! Mengapa anda tidak menggunakan Wormbye saja, daripada anda harus menyiksa diri anda sendiri?” tanya Yeria dengan wajah yang terlihat panik.


“Wormbye?” tanya Anexta lagi sambil mengernyitkan dahinya.


Yeria kemudian menegakkan kembali tubuhnya, lalu menatap Anexta dan bertanya, “Yang Mulia, apakah anda merasa lemah, dan sangat mual?”


“Yeria, apakah aku … aku sedang mengandung?” tanya ratu dari Palladina itu, kali ini, dengan kedua tangan yang gemetaran.


Yeria tidak menjawabnya. Wajahnya terlihat ketakutan.


“Bukankah beberapa immortal lainnya juga tidak menggunakan Wormbye sebagai alat untuk memiliki anak, Yeria?” tanya Anexta sambil mengernyitkan dahinya.


“Yang Mulia, anda … anda sedang mengandung seorang anak perempuan,” jawab Yeria, namun, wajahnya tampak masih terlihat panik.


Anexta langsung melotot tajam menatap Yeria begitu ia mendengar jawaban tersebut. Tubuhnya terasa kaku, termasuk juga sang Jenderal Senior yang terkejut setelah mendengarkan langsung ucapan dari Kepala Perawat itu.


Karena kemampuan Neuroxeth yang luar biasa, alat itu mampu mendeteksi segala macam penyakit dan bahkan jenis kelamin dari calon anak, bahkan sebelum usia kehamilannya melewati satu bulan, karena Neuroxeth bekerja dengan menangkap sebuah sel, dan memilihnya dari dalam daftar algoritma untuk menentukan jenisnya.

__ADS_1


“Yang Mulia, apakah anda membutuhkan Healing Renovatio? Karena mengandung dengan cara mortal seperti itu akan membuat anda tersiksa,” ucap Yeria.


“Lakukan saja,” balas Anexta.


Kepala Perawat itu kemudian mengangkat kedua tangannya, dan tubuh Anexta kini diselimuti oleh kabut-kabut yang berwarna biru muda. Ia mulai merasakan tubuhnya kembali menjadi lebih segar, setelah diberikan Healing Renovatio untuk beberapa saat.


Yeria kemudian menurunkan kembali kedua tangannya setelah Healing Rovatio itu selesai dilakukan. Anexta lalu kembali berbaring di atas tempat tidurnya, namun, rupanya wajah Yeria yang masih terlihat ketakutan, membuatnya merasa sedikit terganggu.



“Yeria, katakan saja apa yang ingin kau katakan kepadaku, sekarang juga,” ucap sang ratu dari Palladina itu.


“Yang Mulia, maafkan aku, namun, mengapa … mengapa anda bisa … mengandung? Apa yang harus kutulis di dalam rekam medis anda, jika seperti ini adanya, Yang Mulia?” tanya Yeria dengan bibir yang gemetar.


Anexta terdiam sesaat, lalu, dengan wajah yang serius, ia kemudian menjawab, “Jangan ada orang lain yang mengetahui hal ini kecuali kalian yang berada di sini bersama denganku, termasuk pelayan wanita itu. Jika tiba-tiba ada orang yang tahu semuanya, aku akan memastikan bahwa orang yang menyebarkan hal ini adalah kau, atau pelayan wanita itu. Jenderal Senior Xyon tidak akan mungkin membocorkannya kepada siapa pun. Ini adalah masalahku, dan aku sendiri yang akan menyelesaikannya.”


“Kalian bisa pergi dari sini. Aku ingin berbicara dengan Jenderal Senior Xyon, berdua saja,” ucap Anexta.


Yeria dan pelayan wanita tersebut kemudian berjalan pergi meninggalkan Light Chamber tersebut, dan begitu mereka sudah menutup pintunya rapat-rapat, Xyon dengan tergesa-gesa menghampiri Anexta dan berdiri di samping ranjangnya sambil menundukkan kepalanya sedikit.


“Yang Mulia, apa ada yang bisa kulakukan setelah ini? Aku … memang tidak setuju dengan cara anda untuk melahirkan seorang Crossbreed, namun, aku berharap anda tidak menyakiti diri sendiri, Yang Mulia,” ucap Xyon, walaupun ia sebenarnya masih tidak percaya bahwa sang ratu akan benar-benar melakukan hal gila tersebut.


Anexta tersenyum sinis. Sambil masih berbaring di atas ranjang dan mengisi ulang energi cahaya miliknya, ia menatap Xyon dengan wajah yang terlihat serius.


“Anak ini adalah seorang Crossbreed, Jenderal Senio Xyon. Dan aku tidak ingin menggunakan Wormbye,” balasnya.

__ADS_1


“Namun, Yang Mulia, mengandung dengan cara mortal seperti ini bisa saja membahayakan nyawa anda. Lalu, apa yang akan lakukan sekarang? Tidak mungkin anda akan menyembunyikan hal ini dari para pejabat tinggi, dan rakyat,” ucap Xyon lagi, dengan wajah yang terlihat gusar.


Anexta terdiam lagi untuk sesaat. Wajahnya terlihat amat serius kaerna sedang memikirkan sesuatu. Ia lalu menghela nafas panjang setelah beberapa saat.


“Jenderal Senior Xyon. Aku ingin kau sendiri yang melaksanakan perintahku ini dan memastikan semuanya berjalan dengan baik,” ucapnya dengan nada tegas.


“Silakan, Yang Mulia,” balas Xyon.


Anexta berdehem sedikit, lalu ia berkata, “Tidak boleh ada orang lain yang tahu tentang apa yang terjadi denganku dan desa itu, ataupun mengetahui tentang kehamilanku ini. Termasuk Jenderal Sey, Jenderal Arex, Jenderal Weim, dan Jenderal Nordian, mereka semua harus diam dan mutup mulut rapat-rapat. Aku ingin agar seluruh pintu dan jendela istana ditutup, dan tidak lagi dibuka untuk umum agar aku bisa menjalankan kehamilan dengan lancar hingga pada waktunya aku harus melahirkan anak ini. Katakan saja kepada mereka bahwa para Silverian itu mulai memata-matai istana, dan istana akan melakukan penjagaan yang sangat ketat bagi siapa pun!”


Xyon menghela nafas panjang.


“Baiklah, Yang Mulia. Aku akan menjalankan perintah ini sekarang juga,” ucapnya.


Ia lalu membungkukkan badannya sebentar di hadapan Anexta, kemudian kembali berdiri tegak dan berjalan keluar dari Light Chamber tersebut. Wajahnya terlihat sedikit kecewa dengan keputusan sang ratu, namun, jika memang Anexta meyakini bahwa hanya seorang Crossbreed yang dapat menghentikan para Silverian, ia pasti akan mendukungnya, walaupun Xyon tahu, bahwa alam semesta akan mengutuk mereka.


Xyon kemudian berjalan menuju ke ruang kerja pribadinya untuk menulis surat resmi tentang perintah yang baru saja ia dapatkan. Namun, begitu ia membuka pintunya, seorang pria rupanya sudah menunggu di dalam. Dengan wajah yang serius, ia menatap pria itu sambil masuk ke dalam dan menutup kembali pintu ruangan tersebut.


“Kau sudah kembali, Sey,” ucapnya.


Ia kemudian berjalan mendekati kursi yang berada di belakang meja kerjanya, lalu duduk dan mulai mengambil sebuah kertas kosmik dari dalam laci yang berada di sebelahnya.


“Xyon, kau harus mengetahui hal ini. Berbahaya sekali,” ucap pria itu, Sey, yang baru saja kembali dari Planet Bumi.


“Ada apa?” tanya Xyon yang tiba-tiba menatap Sey karena rasa penasaran.

__ADS_1


“Pria manusia yang bernama Keiri itu, tampaknya jatuh cinta kepada Yang Mulia, dan berani-beraninya ia mendekati Yang Mulia!” seru Sey dengan berapi-api, tanpa tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya.


__ADS_2