Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Serangan Anexta


__ADS_3

Flerix mulai merasa bosan ketika melihat melihat ketiga orang tersebut sedang berbisik-bisik, langsung tertawa keras dengan sengaja, untuk memecahkan keheningan di antara dirinya dan mereka.


"Hei, hei, Yang Mulia Ratu! Mencurigakan sekali dirimu berada di sini tanpa membawa prajurit sama sekali selain daripada jenderal-jenderal bodohmu itu? Apa yang sedang kau lakukan di sini? Apakah kau juga mengincar energi dari planet biru ini?" tanyanya dengan senyuman licik yang semakin membuat Anexta kesal.


Namun sayangnya, sang ratu dari Palladina itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. Karena hal ini, Flerix kemudian memutuskan untuk memancing Anexta dengan pertanyaan lainnya. Ia lalu menatap wanita itu dengan sorot mata yang tajam, namun masih dengan senyum sinis di wajahnya.


"Biar kutebak. Kau ingin menemui seorang anak yang kau sembunyikan di sini, bukan? Seorang Crossbreed? Ya, aku juga sangat ingin menemuinya. Kira-kira, ia lebih mirip dengan ibunya, atau ayahnya?" tanya Flerix.


Pertanyaan itu langsung membuat Anexta dipenuhi amarah.


"Pergilah! Apapun yang sedang kami lakukan di sini, bukanlah urusanmu. Hal yang sama yang pernah kau katakan padaku, bukan?!" teriak sang ratu dari Palladina itu dengan wajah yang benar-benar terlihat penuh kemarahan.


“Rupanya memang benar dugaanku,” gumam Flerix di dalam hatinya, “aku harus segera mencari anak itu terlebih dahulu!”


Ia kemudian tertawa lagi dengan keras, lalu mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke arah Anexta.


"Serang para Palladina bodoh itu!" seru Flerix kepada pasukan-pasukannya.


“Baik, Yang Mulia!” balas para prajurit Silverian yang berada di belakangnya.


“Sialan!” seru Anexta.


Xyon dan Arex langsung mengangkat pedang kosmik mereka untuk melindungi sang ratu. Para prajurit Silverian itu langsung berlari ke arah mereka sambil menghunuskan senjata-senjata kosmiknya.

__ADS_1


“Yang Mulia, anda harus cepat pergi dari sini!” seru Xyon, “Kami yang akan mengurus mereka!”


Anexta langsung mengangguk, lalu ia membalikkan badannya dan berlari, meninggalkan Xyon dan Arex yang sekarang sedang bertarung dengan prajurit-prajurit Silverian itu untuk menghalau mereka dan memberi waktu agar sang ratu bisa pergi menjauh dari sana. Pedang kosmik milik Anexta juga menghilang dari genggamannya begitu ia mulai mengambil langkah seribu.


“Akan pergi ke mana dirimu, oh, ratu yang bodoh?” gumam Flerix.


Seluruh tubuhnya mendadak diselimuti oleh kabut-kabut hitam dan ia menghilang begitu saja entah ke mana. Xyon langsung menyadari aksi Televortare yang baru saja dilakukan sang raja dari Silverian itu, dan wajahnya mulai terlihat panik.


“Sialan! Ke mana pria itu?!” gumamnya di dalam hati.


Xyon langsung menghentikan serangannya kepada prajurit-prajurit Silverian, lalu menepuk pundak Arex yang berada di sebelahnya dan berseru, “Cepat kejar Yang Mulia! Flerix baru saja melakukan Televortare!”


Arex langsung menoleh kepada Xyon dan membalas, “Baiklah!”


Keringat dingin langsung mengalir membasahi wajahnya. Ia dan pria itu kini saling menatap satu sama lain dengan penuh ketegangan.


"Sebaiknya kau mundur saja, Yang Mulia Ratu,” ucap pria itu.


Anexta langsung mengernyitkan dahinya dan menatap pria itu dengan wajah yang penuh dengan kemarahan. Pedang kosmik miliknya tiba-tiba muncul kembali di dalam genggaman tangan kirinya, karena ia mulai merasa terancam dengan kehadiran pria tersebut.


"Kau yang seharusnya mundur, Flerix. Tidak perlu ikut campur dan memperkeruh suasana, Yang Mulia Raja!" sahut Anexta.


Flerix tertawa terbahak-bahak untuk beberapa saat, lalu sebuah pedang kosmik muncul di dalam genggaman tangannya. Ia lalu menghunuskan benda tajam itu ke arah Anexta sambil mengernyitkan dahinya dan menatap wanita tersebut dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Ratu bodoh, bisakah kau untuk tidak ikut mencampuri urusanku? Kalian semua merundung kami, namun berkata bahwa kalian sebenarnya sedang melindungi planet lemah! Sekarang lihat apa yang sudah kau lakukan? Karena dirimu, planet-planet yang lemah itu harus kehilangan kejayaannya. Kalian membuat kami menjadi seperti ini. Mati saja kau dan planetmu itu!" teriak Flerix, lalu ia berlari maju ke arah Anexta dengan cepat sambil mengarahkan ujung pedang kosmiknya kepada sang ratu dari Palladina itu.


Anexta hampir saja tidak lolos dari serangan mendadak dari Flerix itu, namun ia berhasil menggagalkan serangan itu dengan menghindar ke samping. Namun, rupanya hal itu tidak membuat Flerix menyerah. Ia masih terus menyerang Anexta dengan brutal, dan tampaknya, sang ratu dari Palladina tersebut mulai sedikit kewalahan.


“Kau tidak pernah diterima di mana pun, Flerix! Selama ini, Galaksi Metal selalu damai hingga kau muncul!” seru Anexta sambil masih berusaha untuk melindungi dirinya sendiri dari seluruh serangan raja dari Silverian itu.


“Sialan!” seru Flerix sambil melotot, dan hal ini membuatnya lengah.


Anexta langsung mengambil kesempata tersebut dan pedang kosmiknya berhasil menyayat bagian perut samping pria Silverian tersebut hingga Flerix terpaksa menghentikan serangannya dan berteriak kesakitan.


Mereka kini saling menatap satu sama lain dan berdiri berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu jauh, namun, sorot mata keduanya terlihat sangat tajam.


"Anak itu, akan segera kutemukan, dan akan kubunuh secepatnya di depan matamu, lalu akan kubunuh dirimu, sehingga kau tidak akan lagi bisa menggangguku! Dasar wanita sialan!" seru Flerix dengan wajah yang memerah sambil menahan sakit pada luka sayatan di bagian perutnya.


"Kau benar-benar pembuat onar, Flerix! Sebaiknya kita akhiri sekarang juga!” teriak Anexta.


Ia tiba-tiba berlari dengan sangat cepat ke arah pria Silverian dan karena Flerix masih terlihat lengah akibat luka sayatan yang baru saja diterimanya, Anexta langsung mengambil kesempatan ini dengan terburu-buru menancapkan pedang kosmiknya ke dalam dada sang raja dari Silverian tersebut.


“Argh!!!” teriak Flerix dengan kedua mata yang melotot tajam menatap Anexta.


Tentu saja, ratu dari Palladina itu tersenyum lebar setelah berhasil melukai Flerix pada bagian vitalnya. Darah mulai mengalir keluar dari dalam luka tusuk sang raja dari Silverian itu. Ia bahkan menjatuhkan pedang kosmiknya dan langsung terjatuh sambil berlutut di atas tanah.


Anexta masih belum mencabut pedang kosmik miliknya yang masih menancap di dada Flerix hingga menembus punggung pria Silverian itu.

__ADS_1


“Kau, kau akan dikutuk oleh alam semesta karena sudah melahirkan seorang Crossbreed, Yang Mulia. Anak itu terkutuk, sampai kapan pun, ia akan tetap adalah seorang mortal yang bisa menua dan mati layaknya manusia. Percuma saja kau membunuhku, karena aku masih memiliki seorang penerus, sayang,” ucap Flerix pelan, sambil tersenyum sinis dengan darah yang mulai keluar dari dalam mulutnya.


__ADS_2