Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Gadis Kecil yang Bersedih


__ADS_3

Higarashi langsung panik setelah melihat wajah Keira yang mendadak berubah kembali menjadi sedih.


"Astaga, maafkan aku. Seharusnya aku tidak menanyakan hal itu," ucap Higarashi dengan wajah yang kebingungan.


Keira menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum kecil dan menjawab, "Hmm, anak-anak itu sudah lama mengetahui bahwa aku hanyalah anak angkat dari pemilik toko minuman tersebut. Aku hanyalah bayi yang ditemukan di depan pintu oleh keduanya. Anak-anak itu juga membicarakan warna rambut dan bola mataku yang aneh. Namun, aku baik-baik saja. Ayah dan ibu sangat mencintaiku, jadi aku tidak begitu peduli dengan apa yang sudah mereka bicarakan tentang diriku.”


Namun, Higarashi bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Keira. Ia bahkan tidak berani bertanya lebih jauh lagi.


“Ah, hari sudah semakin sore. Aku akan mengantarmu kembali ke toko minuman, agar kau tidak tersesat di kota kecil ini, atau, apakah kau ingin kembali berjalan-jalan sendirian di sekitar sini?” tanya Keira dengan senyum kecil di wajahnya sambil menatap Higarashi dengan kedua bola mata biru mudanya.


Higarashi kemudian menatap Keira dengan sorot mata yang tajam. Jantungnya sedikit berdebar dengan agak kencang setelah mendengarkan ucapan tersebut.


Namun, ia memberanikan diri untuk berkata, "Biarkan aku menemanimu kembali ke toko minuman, dan menjagamu dari anak-anak yang jahat itu."


Keira tersipu malu setelah mendengar ucapan Higarashi barusan. Ia tersenyum dengan tawaran itu, namun, karena tidak ingin merepotkan seseorang yang baru saja ia kenal, tentu saja ia menolak tawaran tersebut dengan halus.


"Terima kasih, Higarashi. Aku sangat menghargai tawaran itu, tapi, aku baik-baik saja dan sudah terbiasa dengan sikap mereka. Baiklah, aku akan kembali ke toko minuman sekarang juga. Kedua orang tuamu juga pasti sedang menunggu dirimu untuk kembali," balas Keira.


Higarashi hanya terdiam setelah mendengarnya. Keira lalu berjalan untuk kembali menuju ke toko minuman milik kedua orang tua angkatnya, dan ia hanya bisa mengikuti gadis kecil itu dari belakang. Namun, di tengah jalan, seorang anak laki-laki tiba-tiba melemparkan secarik kertas yang baru saja ia remas dengan kedua tangannya, ke arah Keira, hingga mengenai dahi gadis kecil tersebut.


“Dasar alien!” teriak anak laki-laki itu.


Keira dan Higarashi langsung menghentikan langkah mereka dan menatap anak laki-laki tersebut dengan wajah yang juga terlihat kesal.

__ADS_1


Anak laki-laki yang melemparkan kertas ke arah Keira tadi kemudian berteriak, "Apa? Mengapa kau menatapku dengan kedua bola matamu yang warnanya aneh itu?! Kau lebih mirip alien dari luar angkasa, daripada seorang manusia! Atau jangan-jangan, kau adalah penyihir?"


Ia lalu tertawa dengan terbahak-bahak, kemudian mulai melemparkan lagi beberapa kertas yang sudah ia remas ke arah Keira, dan kali ini, gadis kecil itu berusaha untuk melindungi wajahnya dengan mengangkat keranjang yang sedang digenggamnya. Keira memang tidak melawan, karena anak laki-laki itu memiliki badan yang lebih besar daripada dirinya.


Tampaknya Higarashi mulai benar-benar merasa kesal dengan ulah anak laki-laki tersebut. Ia kemudian berdiri di samping Keira dan memasang badan untuknya, melindunginya dari serangan-serangan kertas itu.


"Hei!! Hentikan!" seru Higarashi dengan nada tinggi.


Anak laki-laki tadi langsung berhenti melemparkan kertas ke arah Keira dan berteriak, "Hei, bodoh, sebaiknya kau minggir sebelum aku memukulmu!"


"Berhenti merundungnya! Hanya orang bodoh yang berani merundung orang lain!" balas Higarashi.


“Berani-beraninya kau! Siapa dirimu memangnya?!” seru anak laki-laki itu dengan wajah yang memerah.


Ia kemudian berjalan mendekati Higarashi dan memukulnya dengan cepat, namun, Higarashi berhasil menghindari pukulan itu. Karena tahu bahwa mereka pasti akan diserang lagi, Higarashi kemudian meraih tangan kanan Keira.


“Hei, sialan! Kembali!” teriak anak laki-laki tersebut dengan nada tinggi, namun, ia sama sekali tidak mengejar mereka berdua karena rupanya, Higarashi dan Keira berlari lebih cepat daripada yang ia duga, hingga ia hanya bisa menggeram melihat punggung mereka yang semakin menjauh darinya.


Mereka berdua berlari sampai akhirnya dekat dengan toko minuman milik kedua orang tua angkat Keira. Namun ternyata dari kejauhan, Neriya dan Klafina yang masih duduk di atas kursi yang letaknya persis di depan toko minuman tersebut, agak sedikit terkejut setelah melihat anak laki-laki mereka sedang menggandeng seorang gadis kecil sambil berlari bersama.


“Hei, bukankah itu Higarashi?” bisik Neriya kepada istrinya.


Klafina langsung memicingkan kedua matanya ke arah seorang anak laki-laki dan perempuan yang sedang berlari mendekati mereka, lalu berkata, “Astaga!”

__ADS_1


Higarashi langsung menghentikan langkahnya dan melepaskan genggamannya dari tangan gadis kecil tersebut, setelah menyadari bahwa ia sudah tiba di depan toko minuman itu.


“Astaga, maafkan aku!” serunya dengan wajah yang memerah setelah melepaskan genggaman tangannya dari Keira barusan, sambil berusaha untuk bernafas dengan teratur setelah berlari cukup lama.


Keira yang masih berdiri di sebelahnya lalu tersenyum kecil kepada, dan berbisik, “Terima kasih sudah mengantarkanku sampai di sini.”


Higarashi langsung menoleh ke arah kedua orang tuanya yang ternyata masih berada di depan toko minuman tersebut sambil duduk di atas kursi mereka masing-masing dan menatap ke arahnya. Neriya dan Klafina kemudian tersenyum. Higarashi langsung mengerti arti senyuman dari kedua orang tuanya itu, dan wajahnya mulai memerah.


“Astaga! Kalian sudah salah paham!” serunya.


Keira tiba-tiba menoleh ke arah Neriya dan Klafina, lalu membungkuk untuk beberapa saat di hadapan mereka, kemudian kembali berdiri tegak. Tentu saja sikap dari gadis kecil tersebut barusan membuat mereka terkejut.


"Tuan dan Nyonya, perkenalkan, aku adalah anak dari pemilik toko minuman ini. Aku tidak sengaja bertemu dengan Tuan Muda Higarashi di perkebunan bunga krisan milik kedua orang tuaku, dan ia sudah melindungiku dari anak-anak yang nakal di sepanjang jalanku menuju ke sini. Terima kasih, dan mohon maaf, aku tidak bisa membalas kebaikan darinya … namun, aku akan berbicara kepada kedua orang tuaku untuk memberikan anda bertiga, masing-masing, sebuah minuman gratis,” ucap Keira dengan senyum kecil di wajahnya.


Neriya dan Klafina memang langsung terlihat agak terkejut setelah mendengarkan ucapan tersebut, namun, permaisuri dari Halida itu langsung tersenyum lebar setelahnya.


"Namamu siapa, Nak?" tanya Klafina.


"Nyonya. Namaku Keira, salam kenal. Semoga anda menyukai kota kecil yang sederhana ini," jawab Keira.


Tiba-tiba dari dalam toko minuman, terdengar teriakan dari Eleina yang tidak begitu keras, "Keira! Apakah kau sudah kembali?"


Keira langsung menoleh ke arah toko minuman tersebut dan menjawab panggilan dari ibu angkatnya itu, "Aku sudah kembali, Ibu!"

__ADS_1


"Cepatlah masuk ke dalam, Nak!" teriak Eleina lagi.


Gadis kecil itu kemudian menoleh lagi ke arah Neriya dan Klafina, lalu berkata, “Izinkan aku untuk pamit dari hadapan kalian, namun, tunggulah di sini terlebih dahulu. Aku akan mengambilkan kalian tiga buah botol minuman gratis.”


__ADS_2