Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Jebakan Aerim


__ADS_3

Perempuan berambut biru tua itu tiba-tiba berjalan mundur, menjauhi suaminya yang masih terbaring lemah. Wajahnya terlihat dipenuhi kepanikan dan ketakutan yang luar biasa.


“Keira!!” seru Higarashi dan Arex bersamaan sambil menatap Keira dengan wajah yang terkejut.


“Ke mana kau akan pergi?!” seru Xyon sambil melotot tajam ke arah Permaisuri dari Halida tersebut.


Higarashi langsung berusaha untuk bangkit dan berjalan perlahan mendekati Keira, namun, istrinya itu justru semakin cepat melangkah mundur, seolah memang ingin menjauh darinya.


Dengan bibir yang gemetar, Keira kemudian berucap, "Aku … tidak tahu apa yang sudah terjadi barusan, atau siapa yang sudah memakai tubuhku untuk menyerang kalian! Aku … benar-benar tidak tahu! Tidak tahu!”


“Keira, apa yang …,” balas Higarashi, namun, perempuan berambut biru tua itu tiba-tiba mengangkat tangan kanannya ke depan hingga salah satu pedang kosmik itu muncul di dalam genggaman tangannya.


"Jangan mendekat!" teriak Keira.


Higarashi langsung menghentikan langkahnya sambil melotot tajam ke arah istrinya tersebut.


"Kau jangan mendekat lagi!! Aku … tidak, sebaiknya kalian menjauh saja dariku!” teriak Keira, lalu tiba-tiba, kedua bola matanya berubah warna menjadi hitam.


Kabut-kabut hitam tiba-tiba muncul dan menyelimuti tubuhnya. Ia kemudian menghilang begitu saja, meninggalkan Higarashi, Xyon, dan Arex yang kebingungan karena ulahnya.


“Tidak mungkin,” gumam Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.


"Energi gelap? Sejak kapan Keira memiliki energi gelap?" tanya Arex dengan wajah yang ketakutan.


Ia kemudian menoleh ke arah Xyon dan berseru, “Apakah energi gelap itu akan memusnahkan seluruh energi cahaya yang dimilikinya, seperti Ryena ….”


“Mari berharap bahwa energi gelap yang ada di dalam tubuh anak itu bukanlah energi gelap murni,” jawab Xyon masih dengan wajah yang terkejut.


Higarashi kemudian menoleh ke belakang dan menatap Xyon dengan wajah yang serius sambil berkata, "Aku akan segera mencari di mana Keira berada sekarang juga.”

__ADS_1


Xyon langsung berjalan cepat mendekati pria muda itu, lalu mencengkram lengan kanannya hingga Higarashi menatap sang Perdana Menteri dari Palladina tersebut dengan wajah yang kesal.


“Perdana Menteri Xyon!!” teriak Raja dari Halida itu sambil mengernyitkan dahinya.


“Akan kau cari ke mana anak itu?!” tanya Xyon dengan sorot mata yang tajam.


“Ia tidak mungkin akan pergi ke tempat lain yang tidak pernah ia tahu, selain rumahnya sendiri, ataupun istanaku!” seru Higarashi dengan wajah yang terlihat kesal.


“Bagaimana jika ia ternyata ada di dalam Planet Silverian?” tanya Xyon sambil mengangkat dagunya sedikit.


Higarashi terdiam sebentar, kemudian ia berkata, “Aku akan masuk ke sana dan membawanya kembali.”


Arex langsung tertawa kecil mendengar hal itu, lalu ia menatap Higarashi dengan tatapan tajam dan membalas, “Bahkan Xyon pun tidak mampu menembus hanya atmosfer luarnya saja!”


Raja dari Halida itu kembali terdiam sambil melihat Arex dengan wajah yang gusar.


"Higarashi, Keira sedang berada di bawah kontrol energi gelap, jadi, bukan tidak mungkin ia sedang berada di dalam Planet Silverian sekarang," ucap Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


"Aku … akan menunggu Keira untuk kembali, kapanpun itu. Paman Xyon, aku akan kembali menuju ke Planet Bumi terlebih dahulu,” balas Higarashi.


Xyon kemudian menghela nafas panjang sambil menatap rerumputan hijau di hadapannya.


"Tidak, Higarashi. Kau harus mengisi ulang energi cahaya milikmu terlebih dahulu di sini," ujarnya, “Arex akan mengantarkanmu menuju ke ruangan spesial kami, Light Chamber, setelah itu, kau bisa kembali ke Planet Bumi.”


“Baiklah, Paman Xyon. Terima kasih atas tawaranmu,” balas Higarashi.


“Ikutlah denganku, Nak,” ucap Arex dengan wajah yang datar.


Ia kemudian berjalan bersama dengan Higarashi, menuju ke Light Chamber untuk keluarga kerajaan, meninggalkan Xyon yang masih berdiri terpaku di atas rerumputan hijau yang indah.

__ADS_1


“Dovrix. Aku masih ingat namamu. Ini semua pasti ulahnya,” gumam Xyon sambil mengernyitkan dahinya.


Sementara itu, di dalam istana kerajaan Silverian, Aerim terlihat sedang duduk di atas sebuah kursi sambil menyilangkan kedua kakinya di dalam ruang kerja pribadinya. Seorang wanita tiba-tiba membuka pintu dengan kasar, lalu masuk ke dalam ruangan itu dengan cepat hingga pintu tadi menutup dengan sendirinya.


"Aerim! Apa yang sedang kau lakukan sekarang kepada perempuan Crossbreed itu?!” seru wanita tersebut, Demira, dengan wajah yang dipenuhi kekesalan.


Aerim kemudian menoleh ke arah Demira dan menatap wanita itu dengan wajah yang datar.


“Keira? Ada apa dengannya? Apakah ia sudah berada di sini?” tanyanya.


"Kkau sudah gila, Aerim! Kau, bisa-bisanya duduk santai di atas kursi itu, namun, Chexy, gadis yang telah membantumu, justru dijatuhi hukuman penjara seumur hidup! Kau benar-benar keterlaluan! Apakah ini jebakan yang sudah kau persiapkan sebelumnya?! Apakah kau akan melakukan hal yang sama kepadaku?" balas Demira.


Aerim tersenyum sinis, kemudian membalas, "Ya, gadis itu membuatku kerepotan. Ia sudah tidak berguna sejak awal, karena kebodohannya sendiri. Lalu, mengapa aku harus repot-repot bekerjasama dengan orang yang tidak mungkin berhasil, Demira? Ah, siapa yang sudah memberitahukan kepadamu hal itu?”


“Bukankah kau sendiri bekerja sama dengan wanita yang bernama Viora itu? Meteorix?” tanya Demira sambil mengernyitkan dahinya.


“Ah, ia tidak bisa menjaga mulutnya, ternyata. Bukankah bagus, Demira? Aku memiliki kesempatan untuk memberikan Keira sedikit energi gelap yang kumiliki, dan tentu saja, rencanaku kali ini berhasil, sayang,” balas Aerim.


Demira langsung menatap tajam pria tersebut, lalu berseru, "Kau benar-benar kelewatan, Aerim! Planet ini sedang membutuhkan banyak energi karena anakmu akan segera lahir! Sejak terakhir kau menghisap energi dan mengambil sumber daya dari sebuah planet kecil yang jauh dari sini,  itu hanya akan bertahan sampai tiga bulan ke depan, hei!!"


"Itu adalah tugas Dovrix sekarang, Demira. Ia adalah pelayan Ayah yang paling setia, dan sekarang ia bekerja untukku. Ia masih menjadi yang paling setia di antara pelayan-pelayan lainnya, bukan? Lagi pula, Dovrix selama ini selalu berhasil menjalankan tugasnya untuk mengumpulkan energi dan sumber daya tanpa ketahuan oleh para Palladina. Lalu, untuk apa kau membahas hal ini kepadaku? Apakah kau takut bahwa anak yang ada di dalam kandunganmu itu … tidak akan kuakui?" balas Aerim sambil menatap Demira dengan senyum sinisnya.


Demira hanya bisa terdiam. Aerim kemudian berdiri, berjalan mendekati wanita itu, lalu berhenti di sampingnya.


"Kuberitahukan satu hal kepadamu. Jangan mengincar hatiku lagi. Seseorang sudah mengisinya, dan ia kini sudah berada di bawah kekuasaanku dan energi gelap," bisik Aerim.


Demira kemudian menoleh ke arah Aerim dan menatapnya dengan sorot mata yang tajam sambil bertanya, "Kau, apakah kau sudah benar-benar jatuh cinta kepada perempuan Crossbreed itu?!"


Aerim lalu berjalan keluar dari ruangan itu, tanpa menjawabnya. Demira kini hanya bisa menggeram sambil mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Aerim! Lihat saja kau nanti!" gumamnya, dengan wajah yang penuh amarah.


__ADS_2